1 Petrus 2:24, “Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam
tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup
untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.” Mari kita
memandang kepada salib Kristus, Pada salib itu Yesus ditolak & menderita supaya
kita diterima oleh Bapa. Serahkan seluruh beban penderitaan kita di kayu salib,
oleh bilur Yesus kita disembuhkan & menjadi berharga di mata Allah. Amin!
Respon 1
Syalom. Mazmur
119:114, ‘Engkaulah persembunyianku & perisaiku; aku berharap kepada
firman-Mu.’ Selamat pagi Ibu Siu, selamat bribadah Tuhan Yesus memberkati Ibu
dan Keluarga.
Respon 2
KEPUTUSAN YANG
TEPAT. Colgate Palmolive adalah salah satu perusahaan tertua di Amerika &
dinobatkan oleh majalah Fortune sebagai salah satu dari 500 perusahaan paling
sukses. Angka penjualan revenuenya mencapai US$ 90 Miliar & cabangnya telah
ada di 221 negara di dunia. Perusahan ini didirikan oleh William Colgate,
seorang anak muda yang takut akan Tuhan. Suatu hari seorang teman kristianinya
berkata, “Berikan hatimu pada Kristus, berilah kepada Kristus apa yang menjadi
milik-Nya.” Buatlah sabun dengan jujur & berikan persembahan-mu dengan
jujur & lihatlah kamu akan menjdi seorang pembuat sabun ternama.” Tahun
1806 adalah tonggak sejarah dalam hidup William Colgate, dia berhasil
mendirikan pabrik sabun yang dikenal hingga saat ini (2 Tawarikh 19:11). Bertindaklah
dengan tegas! Kiranya Tuhan menyertai orang yang tulus iklas. Yosafat berpesan kepada
para hakim untuk tulus & bertindak jujur di hadapan Tuhan. Berintegritas di
hadapan Tuhan & manusia, baik dalam tutur kata & tindakan. Kunci keberhasilan seseorang
tidak hanya ditentukan oleh kerja keras tapi bagaimana integritasnya. Apabila
kita telah berhasil mencapai titik ini, segala sesuatu yang kita kerjakan
dijamin keberhasilannya oleh Tuhan. Maukah Anda mengambil keputusan untuk hidup
benar & jujur dihadapan Tuhan & manusia hari ini? God bless you.
Respon 3
SAAT TEDUH. Minggu,
27 April 2014. Ada cerita Skotlandia kuno tentang seorang bocah miskin yang
mengembalakan ternaknya dipunggung gunung. Suatu hari, ia melihat sebuah bunga
cantik. Begitu cantiknya, ia tidak dapat menahan diri untuk tidak memetiknya.
Pada saat ia memetik bunga itu, terdengarlah suara. Ketika ia menengadah, ia
melihat dinding gunung itu terbuka dan muncul sebuah gua yang didalamnya berisi
permata dan logam berharga. Ia melangkah masuk ke gua itu, meletakkan bunganya dan mulai memungut:
emas, perak, batu-batuan mulia sebanyak banyaknya. Ketika tangannya sudah penuh
dan hendak keluar, terdengarlah suara: “Jangan lupakan yang terbaik.” Ia
berbalik dan memungut lebih banyak benda-benda berharga itu. Ketika ia keluar
dari gua itu, gua itupun menutup dan gunung itu kembali seperti sedia kala.
Pada saat itulah, semua yang ada di tangannya berubah menjadi debu. Suara itu
kembali berkata, “kamu melupakan yang terbaik. Bunga itu adalah kunci untuk
membuka gua itu.” Cerita itu menggambarkan realita kehidupan orang masa kini.
Pada mulanya seorang mencari Tuhan, mendekat pada Tuhan, haus dan rindu
mendengar suara Tuhan. Sejalan dengan itu, kehidupannya tambah diberkati Tuhan.
Tuhan melimpahinya dengan apa yang menyenangkan hatinya. Tetapi lama kelamaan,
rasa haus akan Tuhan bergeser menjadi rasa haus akan berkat-berkat Tuhan.
Ahkirnya, di dalam kegairahan mencari berkat Tuhan, ia kehilangan
apa yang paling penting. Yaitu, keintiman dengan Tuhan sendiri. Kesibukannya
dalam urusan berkat Tuhan justru membuatnya menjauh dari Tuhan. Ia lupa bahwa
tanpa kunci itu, yaitu keintiman dengan Tuhan, semua berkat itu adalah debu. Ketika
ia kehilangan apa yang sejatinya paling berarti yaitu hubungan dengan Tuhan,
maka apa yang dianggapnya paling berarti, yaitu berkat-berkat Tuhan ternyata hanya
debu. Morning friends. Have e blessed Sunday. Tuhan Yesus memberkati.
No comments:
Post a Comment