Sunday, 27 April 2014

27 April 2014



1 Petrus 2:24, “Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.” Mari kita memandang kepada salib Kristus, Pada salib itu Yesus ditolak & menderita supaya kita diterima oleh Bapa. Serahkan seluruh beban penderitaan kita di kayu salib, oleh bilur Yesus kita disembuhkan & menjadi berharga di mata Allah. Amin!

Respon 1
Syalom. Mazmur 119:114, ‘Engkaulah persembunyianku & perisaiku; aku berharap kepada firman-Mu.’ Selamat pagi Ibu Siu, selamat bribadah Tuhan Yesus memberkati Ibu dan Keluarga.

Respon 2
KEPUTUSAN YANG TEPAT. Colgate Palmolive adalah salah satu perusahaan tertua di Amerika & dinobatkan oleh majalah Fortune sebagai salah satu dari 500 perusahaan paling sukses. Angka penjualan revenuenya mencapai US$ 90 Miliar & cabangnya telah ada di 221 negara di dunia. Perusahan ini didirikan oleh William Colgate, seorang anak muda yang takut akan Tuhan. Suatu hari seorang teman kristianinya berkata, “Berikan hatimu pada Kristus, berilah kepada Kristus apa yang menjadi milik-Nya.” Buatlah sabun dengan jujur & berikan persembahan-mu dengan jujur & lihatlah kamu akan menjdi seorang pembuat sabun ternama.” Tahun 1806 adalah tonggak sejarah dalam hidup William Colgate, dia berhasil mendirikan pabrik sabun yang dikenal hingga saat ini (2 Tawarikh 19:11). Bertindaklah dengan tegas! Kiranya Tuhan menyertai orang yang tulus iklas. Yosafat berpesan kepada para hakim untuk tulus & bertindak jujur di hadapan Tuhan. Berintegritas di hadapan Tuhan & manusia, baik  dalam  tutur kata & tindakan. Kunci keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kerja keras tapi bagaimana integritasnya. Apabila kita telah berhasil mencapai titik ini, segala sesuatu yang kita kerjakan dijamin keberhasilannya oleh Tuhan. Maukah Anda mengambil keputusan untuk hidup benar & jujur dihadapan Tuhan & manusia hari ini? God bless you.


Respon 3
SAAT TEDUH. Minggu, 27 April 2014. Ada cerita Skotlandia kuno tentang seorang bocah miskin yang mengembalakan ternaknya dipunggung gunung. Suatu hari, ia melihat sebuah bunga cantik. Begitu cantiknya, ia tidak dapat menahan diri untuk tidak memetiknya. Pada saat ia memetik bunga itu, terdengarlah suara. Ketika ia menengadah, ia melihat dinding gunung itu terbuka dan muncul sebuah gua yang didalamnya berisi permata dan logam berharga. Ia melangkah masuk  ke  gua  itu, meletakkan bunganya dan mulai memungut: emas, perak, batu-batuan mulia sebanyak banyaknya. Ketika tangannya sudah penuh dan hendak keluar, terdengarlah suara: “Jangan lupakan yang terbaik.” Ia berbalik dan memungut lebih banyak benda-benda berharga itu. Ketika ia keluar dari gua itu, gua itupun menutup dan gunung itu kembali seperti sedia kala. Pada saat itulah, semua yang ada di tangannya berubah menjadi debu. Suara itu kembali berkata, “kamu melupakan yang terbaik. Bunga itu adalah kunci untuk membuka gua itu.” Cerita itu menggambarkan realita kehidupan orang masa kini. Pada mulanya seorang mencari Tuhan, mendekat pada Tuhan, haus dan rindu mendengar suara Tuhan. Sejalan dengan itu, kehidupannya tambah diberkati Tuhan. Tuhan melimpahinya dengan apa yang menyenangkan hatinya. Tetapi lama kelamaan, rasa haus akan Tuhan bergeser menjadi rasa haus akan berkat-berkat Tuhan. Ahkirnya, di dalam kegairahan mencari berkat Tuhan, ia kehilangan apa yang paling penting. Yaitu, keintiman dengan Tuhan sendiri. Kesibukannya dalam urusan berkat Tuhan justru membuatnya menjauh dari Tuhan. Ia lupa bahwa tanpa kunci itu, yaitu keintiman dengan Tuhan, semua berkat itu adalah debu. Ketika ia kehilangan apa yang sejatinya paling berarti yaitu hubungan dengan Tuhan, maka apa yang dianggapnya paling berarti, yaitu berkat-berkat Tuhan ternyata hanya debu. Morning friends. Have e blessed Sunday. Tuhan Yesus memberkati.

No comments:

Post a Comment