Tuesday, 22 April 2014

22 April 2014



Kisah Raja-Raja 20:35, “Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang- orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima.” Sikap murah hati lebih penting daripada jumlah pemberian kita, sebab Tuhan melihat dan mengetahui pikiran serta isi hati kita, Ia mengasihi orang-orang yang memberi dengan suka cita. Adakah kita memberi dengan sukarela agar persembahan kita benar-benar memuliakan-Nya? Amin.

Respon 1
Selasa, 22 April 2014. Bacaan: Lukas 22:39-46.  Setahun:  1  Raja-Raja  2:26-4.  Nats : Ya

Bapa-Ku, jikalau Engkau berkenan, ambillah cawan ini dari hadapan-Ku; tetapi jangan kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang jadi. (Lukas 22:42). Pergumulan Getsemani apa yang dilakukan remaja untuk mendapatkan gadget canggih yang diincar-nya? Seorang pelajar 17 tahun di Batam nekat merampok temannya sendiri bermodalkan pistol korek api untuk memuaskan keinginan-nya itu. Kita mungkin mengelus dada mem-baca berita itu. Namun, bukankah kita kerap bersikap seperti itu kepada Allah? Kita berdoa supaya Allah mengabulkan permohonan kita, melepaskan beban yang berat, dengan cara kita. Kita mengancam akan meninggalkan pelayanan atau tidak lagi ke gereja jika Tuhan tidak mau mengabulkan permohonan tersebut. Doa menjadi “todongan pistol” kepada Allah agar mengikuti kemauan kita. Di Taman Getsemani, di tengah pergulatan berat menje-lang sengsara di kayu salib (Ayat 44), Yesus meneladankan  hakikat  doa  yang sesungguh nya. Jika kita mencermatinya, di dalam doa-Nya terasa adanya ketegangan antara kehendak-Nya dan kehendak Bapa. Ada saat ketika Yesus ingin sekali melepaskan cawan yang pahit itu (Ayat 42a). Namun, kalimat yang mengiringinya, “tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi” (Ayat 42b) mengajarkan bahwa kita perlu bersikap penuh kerelaan untuk tetap taat kepada kehendak Bapa. Apakah anda tengah bergulat antara mengikuti keinginan diri sendiri dan patuh pada kehendak Tuhan? Doa Yesus di Taman Getsemani memberikan teladan yang sempurna bagi kita. Dia ingin kita belajar berserah pada kehendak Bapa. Percayalah, menyerahkan diri secara total kepada Tuhan akan memberi kekuatan dan kesiapan dalam menghadapi semua tantangan. -- Dewi Kurnianingsih. Inti dari doa adalah mengekspresikan hati, tetapi tetap tunduk pada kehendak Bapa. 


Respon 2
Tetapi Yesus tidak menghiraukan perkataan mereka dan berkata kepada kepala rumah ibadat: “Jangan takut, percaya saja!” (Markus 5:36). Dan anak dari kepala rumah ibadat bangkit dari kematian kekhawatiran dan takut kita tidak akan menyelesaikan masalah percaya kita kepada Yesus membawa kehidupan. Only believe!

Respon 3
Kisah Raja-Raja 20: 35, Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang- orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima. Setiap orang bisa saja memberi memberi dan memberi, Tapi Tuhan bukan melihat jumlah pemberian kita, Dia melihat ketulusan hati kita  dan  motivasi  kita dalam memberi. Yang Tuhan mau kita memberi dengan sukacita dan tidak jemu-jemu berbuat baik.


Respon 4
RENUNGAN PAGI. Selasa, 22 April 2014. Firman-Nya: “Siapakah yang memberitahu-kan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?” Manusia itu menjawab: “Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan.” Kemu-dian berfirmanlah Tuhan Allah kepada perem-puan itu: “Apakah yang telah kauperbuat ini?” Jawab perempuan itu: “Ular itu yang memper-dayakan aku, maka kumakan.” (Kejadian 3:11-13). Saling melempar kesalaha seakan menjadi hal biasa. Bagaimana dengan kita? Adakah kita juga melakukannya? Mungkin benar kita dibujuk. Mungkin benar kita dirayu. Namun adakah itu semua membuang kesalahan   dari  kita?  Pertanyaannya  adalah mengapa kita mau? Tuhan Yesus memberkati

No comments:

Post a Comment