Kisah Raja-Raja 20:35,
“Dalam segala sesuatu telah kuberikan
contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-
orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri
telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima.”
Sikap murah hati lebih penting daripada jumlah pemberian kita, sebab Tuhan
melihat dan mengetahui pikiran serta isi hati kita, Ia mengasihi orang-orang yang
memberi dengan suka cita. Adakah kita memberi dengan sukarela agar persembahan kita
benar-benar memuliakan-Nya? Amin.
Respon 1
Selasa, 22 April
2014. Bacaan: Lukas 22:39-46. Setahun: 1 Raja-Raja 2:26-4.
Nats : Ya
Bapa-Ku, jikalau Engkau
berkenan, ambillah cawan ini dari hadapan-Ku; tetapi jangan kehendak-Ku,
melainkan kehendak-Mulah yang jadi. (Lukas 22:42). Pergumulan Getsemani apa
yang dilakukan remaja untuk mendapatkan gadget canggih yang diincar-nya? Seorang
pelajar 17 tahun di Batam nekat merampok temannya sendiri bermodalkan pistol
korek api untuk memuaskan keinginan-nya itu. Kita mungkin mengelus dada mem-baca
berita itu. Namun, bukankah kita kerap bersikap seperti itu kepada Allah? Kita
berdoa supaya Allah mengabulkan permohonan kita, melepaskan beban yang berat,
dengan cara kita. Kita mengancam akan meninggalkan pelayanan atau tidak lagi ke
gereja jika Tuhan tidak mau mengabulkan permohonan tersebut. Doa menjadi
“todongan pistol” kepada Allah agar mengikuti kemauan kita. Di Taman Getsemani,
di tengah pergulatan berat menje-lang sengsara di kayu salib (Ayat 44), Yesus
meneladankan hakikat doa yang
sesungguh nya. Jika kita
mencermatinya, di dalam doa-Nya terasa adanya ketegangan antara kehendak-Nya
dan kehendak Bapa. Ada saat ketika Yesus ingin sekali melepaskan cawan yang
pahit itu (Ayat 42a). Namun, kalimat yang mengiringinya, “tetapi bukanlah
kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi” (Ayat 42b) mengajarkan
bahwa kita perlu bersikap penuh kerelaan untuk tetap taat kepada kehendak Bapa.
Apakah anda tengah bergulat antara mengikuti keinginan diri sendiri dan patuh
pada kehendak Tuhan? Doa Yesus di Taman Getsemani memberikan teladan yang
sempurna bagi kita. Dia ingin kita belajar berserah pada kehendak Bapa.
Percayalah, menyerahkan diri secara total kepada Tuhan akan memberi kekuatan
dan kesiapan dalam menghadapi semua tantangan. -- Dewi Kurnianingsih. Inti dari
doa adalah mengekspresikan hati, tetapi tetap tunduk pada kehendak Bapa.
Respon 2
Tetapi Yesus tidak
menghiraukan perkataan mereka dan berkata kepada kepala rumah ibadat: “Jangan
takut, percaya saja!” (Markus 5:36). Dan anak dari kepala rumah ibadat bangkit
dari kematian kekhawatiran dan takut kita tidak akan menyelesaikan masalah percaya
kita kepada Yesus membawa kehidupan. Only believe!
Respon 3
Kisah Raja-Raja 20:
35, Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan
bekerja demikian kita harus membantu orang- orang yang lemah dan harus
mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah
lebih berbahagia memberi dari pada menerima. Setiap orang bisa saja memberi
memberi dan memberi, Tapi Tuhan bukan melihat jumlah pemberian kita, Dia
melihat ketulusan hati kita dan motivasi kita dalam memberi. Yang Tuhan mau kita
memberi dengan sukacita dan tidak jemu-jemu berbuat baik.
Respon 4
RENUNGAN PAGI. Selasa,
22 April 2014. Firman-Nya: “Siapakah yang memberitahu-kan kepadamu, bahwa
engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau
makan itu?” Manusia itu menjawab: “Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah
yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan.” Kemu-dian
berfirmanlah Tuhan Allah kepada perem-puan itu: “Apakah yang telah kauperbuat
ini?” Jawab perempuan itu: “Ular itu yang memper-dayakan aku, maka kumakan.”
(Kejadian 3:11-13). Saling melempar kesalaha seakan menjadi hal biasa. Bagaimana
dengan kita? Adakah kita juga melakukannya? Mungkin benar kita dibujuk. Mungkin
benar kita dirayu. Namun adakah itu semua membuang kesalahan dari kita? Pertanyaannya
adalah mengapa kita mau? Tuhan Yesus
memberkati
No comments:
Post a Comment