Yohanes 4:46, “Maka Yesus kembali lagi ke Kana di Galilea,
di mana Ia membuat air menjadi anggur. Dan di Kapernaum ada se-orang pegawai
istana, anaknya sedang sakit.” Ayat 47, “Ketika
ia mendengar, bahwa Yesus telah datang dari Yudea ke Galilea, pergilah ia
kepada-Nya lalu meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan anaknya, sebab
anaknya itu hampir mati.” Masihkah kita percaya bahwa mujizat kesembuhan
itu masih berlaku bagi kita yang percaya kepada-Nya? Jangan ragu kuasa-Nya
tetap sama, Yesuslah tabib diatas segala tabib,
amin! Semangat mengalami mujizat.
Respon 1
SAAT TEDUH. Senin 7
April 2014. Learning to be humble. “Setiap pemberian yang baik dan setiap
anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala
terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran.” (Yakobus
1:17). Di saat kita sudah melakukan yang terbaik. Di saat kita sudah berkata
jujur. Di saat kita sudah mengasihi sesama seperti kita mengasihi diri kita
sendiri. Di saat kita sudah melayani dengan ikhlas dan tanpa pamrih. Di saat kita
ingin mewujudkan impian kita. Namun kita tetap menerima cacian dengan tudingan
yang sangat melukai hanya karena perbedaan pendapat. Apakah itu tetap suatu
anugerah? Ya, itu tetap suatu anugerah karena di saat kita disakiti dan dikecewakan,
tapi kita bisa mengampuni, itu adalah suatu rahmat kita akan bisa mengampuni
kalau kasih Tuhan me-ngalir dalam diri kita, itu adalah wujud nyata campur
tangan Tuhan dalam hidup kita. So, berterima kasihlah kepada orang yang telah
menyudutkan kita, walaupun kita tidak salah, karena itu memberi kesempatan
kepada kita untuk membalas kejahatan dengan pengam-punan, mengasah ketegaran
kita, dan mem-bentuk kita menjadi pribadi yang bijak dan rendah hati. “Ia
membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum, dan Ia mengajarkan
jalan-Nya kepada orang-orang yang rendah hati.” (Mazmur 25:9). Kerenda-han hati
seseorang dinilai dari rasa hormatnya terhadap mereka yang telah berjasa dalam
hidupnya. Tapi kerendahan hati seseorang teruji, ketika ia tetap bersukacita
walaupun orang lain tidak menghargai jasa-jasanya. Pertanyaannya: rendah
hatikah kita? “Ganja-ran kerendahan hati dan takut akan TUHAN adalah kekayaan,
kehormatan dan kehidupan.” (Amsal 22:4).
Selamat pagi. Sahabat. Tuhan Yesus memberkati.
Respon 2
Dari ujung bumi aku
berseru kepada-Mu, karena hatiku lemah lesu; tuntukunlah aku ke gunung batu
yang terlalu tinggi bagiku (Mazmur 61:3). Banyak hal yang sepertinya diluar
kemampuan kita. Yang terlalu tinggi bukan berarti tidak bisa dijangkau tidak
ada lembah terlalu dalam untuk dilewati bersama Yesus kita mampu. Bersama Yesus
kita bisa. Have a blessed week!
Respon 3
Syalom. Amin. “Kepada-Mulah
aku berto-pang mulai dari kandungan, Engkau telah mengeluarkan aku dari perut
ibuku; Engkau yang selalu kupuji-puji.” (Mazmur 71:6). Terima kasih Ibu Siu, selamat
beraktivitas Tuhan memberkati Ibu dan keluarga.
No comments:
Post a Comment