Monday, 7 April 2014

7 April 2014



Yohanes 4:46, “Maka Yesus kembali lagi ke Kana di Galilea, di mana Ia membuat air menjadi anggur. Dan di Kapernaum ada se-orang pegawai istana, anaknya sedang sakit.” Ayat 47, “Ketika ia mendengar, bahwa Yesus telah datang dari Yudea ke Galilea, pergilah ia kepada-Nya lalu meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan anaknya, sebab anaknya itu hampir mati.” Masihkah kita percaya bahwa mujizat kesembuhan itu masih berlaku bagi kita yang percaya kepada-Nya? Jangan ragu kuasa-Nya tetap sama, Yesuslah tabib diatas segala tabib, amin! Semangat mengalami mujizat.


Respon 1
SAAT TEDUH. Senin 7 April 2014. Learning to be humble. “Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran.” (Yakobus 1:17). Di saat kita sudah melakukan yang terbaik. Di saat kita sudah berkata jujur. Di saat kita sudah mengasihi sesama seperti kita mengasihi diri kita sendiri. Di saat kita sudah melayani dengan ikhlas dan tanpa pamrih. Di saat kita ingin mewujudkan impian kita. Namun kita tetap menerima cacian dengan tudingan yang sangat melukai hanya karena perbedaan pendapat. Apakah itu tetap suatu anugerah? Ya, itu tetap suatu anugerah karena di saat kita disakiti dan dikecewakan, tapi kita bisa mengampuni, itu adalah suatu rahmat kita akan bisa mengampuni kalau kasih Tuhan me-ngalir dalam diri kita, itu adalah wujud nyata campur tangan Tuhan dalam hidup kita. So, berterima kasihlah kepada orang yang telah menyudutkan kita, walaupun kita tidak salah, karena itu memberi kesempatan kepada kita untuk membalas kejahatan dengan pengam-punan, mengasah ketegaran kita, dan mem-bentuk kita menjadi pribadi yang bijak dan rendah hati. “Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum, dan Ia mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang rendah hati.” (Mazmur 25:9). Kerenda-han hati seseorang dinilai dari rasa hormatnya terhadap mereka yang telah berjasa dalam hidupnya. Tapi kerendahan hati seseorang teruji, ketika ia tetap bersukacita walaupun orang lain tidak menghargai jasa-jasanya. Pertanyaannya: rendah hatikah kita? “Ganja-ran kerendahan hati dan takut akan TUHAN adalah kekayaan, kehormatan dan kehidupan.” (Amsal  22:4).  Selamat pagi. Sahabat. Tuhan Yesus memberkati.


Respon 2
Dari ujung bumi aku berseru kepada-Mu, karena hatiku lemah lesu; tuntukunlah aku ke gunung batu yang terlalu tinggi bagiku (Mazmur 61:3). Banyak hal yang sepertinya diluar kemampuan kita. Yang terlalu tinggi bukan berarti tidak bisa dijangkau tidak ada lembah terlalu dalam untuk dilewati bersama Yesus kita mampu. Bersama Yesus kita bisa. Have a blessed week!

Respon 3
Syalom. Amin. “Kepada-Mulah aku berto-pang mulai dari kandungan, Engkau telah mengeluarkan aku dari perut ibuku; Engkau yang selalu kupuji-puji.” (Mazmur 71:6). Terima kasih Ibu Siu, selamat beraktivitas Tuhan memberkati Ibu dan keluarga.

No comments:

Post a Comment