Thursday, 24 April 2014

24 April 2014 - Mujizat Atas Kebutaan

(Yohanes 9:1-41). Yohanes 9:39, “Kata Yesus: ‘Aku datang ke dalam dunia untuk menghakimi, supaya barangsiapa yang tidak melihat, dapat melihat, dan supaya barangsiapa yang dapat melihat, menjadi buta.’” Baca Ayat (1-41). Banyak orang yang dulunya buta / tidak mengerti tentang kehidupan yang penuh pengharapan, kemenangan, mujizat dll.  Tetapi kita kita dicelikkan pengertian rohaninya. Hidupnya benar-benar berubah secara luar biasa Amin! Adakah kita sudah dicelikkan supaya dapat melihat pewahyuan yang Tuhan sudah berikan dalam hidup kita?

Respon 1
SAAT TEDUH. Kamis, 24 April 2014. “Kristus Yesus, yang telah mati bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi pembela  bagi  kita.”  (Roma   8:33-34).   Dan Allah membenarkan kita! Yes! Bukan hanya dengan sekedar perkataan seperti saat Allah menciptakan dunia & isinya tapi dengan perecananaan matang & tindakan seperti pada awalnya Allah mendesign kita. “Marilah Kita menjadikan manusia seperti gambar & rupa kita.” Sehingga Yesus harus datang ke dunia untuk disiksa & mati di salib. Betapa berharga & pentingnya kita bagi Dia, Dia bela kita habis-habisan, Dia buktikan melalui karya Paskah bahwa Ia selalu serius dalam meresponi segala hal tentang kita! Di mati bagi kita sebab bagi-Nya kita berharga & penting, dikembalikan-Nya seperti design awal Allah atas kita: hidup kita seperti uap, hanya sebentar tapi Allah berkata berharga! Itu sebabnya saya memilih untuk setuju & sepakat dengan Allah. Saya berharga & saya menghargai hidup saya, yang walau hanya sebentar ini, untuk saya berikan hanya kepada Allah, as my life designer . Supaya Ia dapat berkarya sepenuhnya di dalam saya & melalui saya seperti yang Ia mau sebab tidak ada ide design berasal dari saya yang lebih baik / yang dapat menandingi design-Nya. Mungkin ada hal-hal dalam hidup kita yang harus kita pelajari & perbaiki tapi tidak ada yang perlu disesali. Teruslah melangkah dengan memandang hidup & diri kita seperti Allah memandangnya. Semua hal dipakai-Nya untuk menjadikan hidup kita bagus & sempurna dimata-Nya! Amin. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati.

Respon 2
Dan karena ketidakpercayaan mereka, tidak banyak mujizat diadakan-Nya disitu. (Matius 13:58). Ternyata ketidakpercayaan kita yang menghalangi tangan Tuhan bekerja didalam hidup kita. Percaya kepada sang pembuat mujizat yang akan melakukan banyak mujizat bagi kita. Maka akan indah pada waktu kita. Have Faith in God!


Respon 3
“Let us remember that we are His stewards. Our time, our health, our strength, our talents, our all, are His, and His alone.” Georange Muller. “Ingatlah bahwa kita adalah pengelola milik-Nya. Waktu kita, kesehatan kita, kekuatan kita, talenta kita, semua kita, adalah milik-Nya dan Dia saja.” Georange Muller. Kisah para Rasul 5:4, “Selama tanah itu tidak dijual, bukankah itu tetap kepunyaanmu, dan setelah dijual, bukankah hasilnya itu tetap dalam kuasamu? Mengapa engkau merenca-nakan perbuatan itu dalam hatimu? Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah.” Ayat diatas adalah perkataan Petrus kepada Ananias. Menjadi persoalan dan pergumulan orang percaya seluruh dunia, membedakan pengelola dan pemilik atas semua yang ada pada kita, mudah dicerna dalam pikiran tetapi sulit dipraktekan. Persoalan dasar manusia adalah selalu me-nuntut  hak  agar Allah memenuhi kewajiban 

Nya, karena merasa bahwa sukses adalah hak, diberkati adalah hak, kasih karunia adalah hak. Padahal Tuhan adalah pemilik segala sesuatunya dan kita adalah pengelolanya dan bersyukurlah pada Tuhan bahwa semua kita dan yang kita miliki adalah anugerah-Nya semata. Bila majikan di dunia ini saja akan memberi kepercayaan yang lebih besar kepada pengelola yang baik, apalagi Tuhan! Kita pasti akan menerima kepercayaan-Nya yang lebih besar dan lebih luas. Gbu.

No comments:

Post a Comment