Saturday, 5 April 2014

5 April 2014



Amsal 3:5, “Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.” Setiap  orang  yang percaya kepada-Nya, Dia akan menyatakan kehadiran-Nya, belas kasih-Nya & kendali-Nya atas setiap persoalan yang kita hadapi, Allah  / Tuhan Yesus adalah tempat perlindungan yang tepat ditengah persoalan apapun yang kita hadapi. Jangan mengandalkan diri sendiri, Amin.


Respon 1
Amsal 3:5, Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Kemarin di komsel membahas tentang Tuhan mengadakan mujizat ketika ada percaya dan taat. Paulus (suamiku) bilang biasanya kita bisa percaya seperti janda sarfat itu kalau sudah kepepet. Kalau masih belum kepepet kita ini biasanya masih gaya dengan mengan-dalkan kekuatan diri sendiri. Janda sarfat mungkin kalau masih punya bahan makanan yang masih banyak belum tentu dia akan dengan begitu saja percaya dan taat pada per-kataan  Nabi  Elia,  tapi karena sudah kepepet dia punya pemikiran yang beda. “baal sudah tidak bisa membuat mujizat, ini ada Allah lain yang berkata akan membuat mujizat ya tidak ada salahnya untuk belajar percaya pada Allah orang Israel ini”. Itu kira-kira kata-kata janda sarfat. Dan karena kepercayaannya itu maka terjadilah mujizat. Dalam kehidupan sehari-hari seringkali kita juga berlaku seperti itu kalau masih punya kekuatan, selalu mengandalkan kekuatan diri sendiri, tidak bersandar pada Tuhan. Padahal Tuhan ingin kita selalu percaya pada-Nya dengan segenap hati kita, apapun persoalan kita hari ini percayalah Dia adalah Tuhan pembuat mujizat asal kita mau percaya dengan segenap hati dan tidak mengandalkan pengertian diri sendiri. Happy weekend.


Respon 2
RENUNGAN PAGI. Sabtu, 05 April 2014. Seorang dari penjahat yang di gantung itu menghujat  Dia,  katanya: “Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!” (Lukas 23:39). Pernahkah kita lakukan hal yang sama? Meragukan Dia sebelum melihat Dia penuhi keinginan kita? Pernahkah kita lakukan hal yang sama? Meminta berdoa seakan untuk Dia padahal untuk kita? Selamatkanlah diri-Mu dan kami? Untuk siapakah kita berdoa supaya kota kita dilawat Tuhan? Untuk siapakah kita berdoa supaya kota kita diberkati? Untuk kemuliaan Tuhan kah? Atau untuk kenikmatan kita? Untuk usaha bisnis kita? Untuk siapakah kita berdoa supaya gereja dipenuhi umat Tuhan? Untuk kemuliaan Tuhan kah? Atau untuk kekayaan kita? Kebanggaan kita? Untuk ambisi kita? Tuhan Yesus memberkati.

Respon 3
1 Petrus 5:7, ‘Serahkanlah segala kekuatiran-mu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.’ Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada Tuhan, sebab Ia yang memeliharamu! 
Pasti dipelihara oleh Tuhan Yesus. Ayo jangan khawatir. Dia yang menyediakan segala-galanya! Samuel Sianto (SS) - YESTOYA Malang
 



No comments:

Post a Comment