Saturday, 26 April 2014

26 April 2014


Yohanes 11:1-45. Ayat 44, “Orang yang telah mati itu datang ke luar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kapan dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada mereka: "Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi.” Ayat 45, “Banyak di antara orang- orang Yahudi yang

datang melawat Maria dan yang menyaksikan sendiri apa yang telah dibuat Yesus, percaya kepada-Nya.” Siapakah yang dapat menemu-kan kedamaian, pengharapan bahkan sukacita menjelang kematiannya? Hanya mereka yang dipersatukan dengan Allah / pemilik keke-kalan oleh iman & yang mengetahui bahwa mereka memiliki hidup yang kekal, Amin. Jangan takut terhadap kematian, Ia sanggup melakukan mujizat karena kuasa-Nya tidak terbatas dengan kematian apapun! Amin!

Respon 1
Yesus buat jalan saat tiada jalan! Mazmur 3:9, Dari Tuhan datang pertolongan, berkat-Nya untuk kita. Yesus sanggup mengadakan mu-jizat. Dia ajaib. Alami sendiri sekarang juga! Samuel Sianto (SS) - YESTOYA Malang

Respon 2
“ANUGERAH”. Saya tertarik dengan apa yang dikatakan oleh Warren Buffet, salah satu orang terkaya di Amerika Serikat.  Beliau berkata, “Terkadang yang terpenting bukanlah seberapa kuat anda mendayung perahu, melainkan seberapa cepat arus sungainya.” Jangan salah mengerti, mendayung memang penting tapi ada yang jauh lebih penting dari itu, yaitu bagaimana bergerak mengikuti derasnya arus. Bekerja memang penting dan itu adalah keharusan. Namun, hendaknya kita jangan lupa bahwa bekerja saja tidak cukup, kita butuh kekuatan arus. Itu yang saya sebut sebagai kasih arunia atau anugerah. Sekeras apapun kita bekerja dan sebesar apapun pengorbanan kita dalam pekerjaan, namun jika kita hidup di luar anugerah Tuhan maka hasil yang kita harapkan tidak sebanding dengan usaha yang kita lakukan.  Berkat Tuhan lah yang menjadikan mampu dan kaya, susah payah tidak akan menambahinya. “Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah. Sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur.” Ayat tersebut mengingat-kan bahwa selain kita bekerja, kita juga perlu anugerah Tuhan di dalam pekerjaan kita.  Anugerah Tuhan itulah yang saya gambarkan seperti arus sungai yang deras. Kita tetap mendayung, namun seberapa cepat laju kita justru ditentukan oleh seberapa cepat arus sungainya, bukan seberapa kita kuat dalam mendayung. Jika kita menyadari kebenaran ini, maka setiap hari kita akan bergantung pada anugerah Tuhan bukan pada kekuatan kita sendiri. Ingatlah bahwa kita ini lemah & terbatas dalam banyak hal, namun Anugerah Tuhan membuat kita mampu mengalami terobosan dalam banyak hal. Itu sebabnya seringkali hasil yang kita dapatkan melebihi dari upaya yang telah kita lakukan, itulah anugerah. God bless you.

No comments:

Post a Comment