Yohanes 11:1-45. Ayat 44, “Orang yang telah mati itu datang ke luar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kapan dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada mereka: "Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi.” Ayat 45, “Banyak di antara orang- orang Yahudi yang
datang melawat Maria dan yang menyaksikan
sendiri apa yang telah dibuat Yesus, percaya kepada-Nya.” Siapakah yang dapat menemu-kan kedamaian,
pengharapan bahkan sukacita menjelang kematiannya? Hanya mereka yang
dipersatukan dengan Allah / pemilik keke-kalan oleh iman & yang mengetahui
bahwa mereka memiliki hidup yang kekal, Amin. Jangan takut terhadap kematian,
Ia sanggup melakukan mujizat karena kuasa-Nya tidak terbatas dengan kematian
apapun! Amin!
Respon 1
Yesus buat jalan
saat tiada jalan! Mazmur 3:9, Dari Tuhan datang pertolongan, berkat-Nya untuk
kita. Yesus sanggup mengadakan mu-jizat. Dia ajaib. Alami sendiri sekarang juga!
Samuel Sianto (SS) - YESTOYA Malang
Respon 2
“ANUGERAH”. Saya tertarik dengan apa yang dikatakan
oleh Warren Buffet, salah satu orang terkaya di Amerika
Serikat. Beliau berkata, “Terkadang yang
terpenting bukanlah seberapa kuat anda mendayung perahu, melainkan seberapa
cepat arus sungainya.” Jangan salah mengerti, mendayung memang penting tapi ada
yang jauh lebih penting dari itu, yaitu bagaimana bergerak mengikuti derasnya
arus. Bekerja memang penting dan itu adalah keharusan. Namun, hendaknya kita
jangan lupa bahwa bekerja saja tidak cukup, kita butuh kekuatan arus. Itu yang
saya sebut sebagai kasih arunia atau anugerah. Sekeras apapun kita bekerja dan
sebesar apapun pengorbanan kita dalam pekerjaan, namun jika kita hidup di luar
anugerah Tuhan maka hasil yang kita harapkan tidak sebanding dengan usaha yang
kita lakukan. Berkat Tuhan lah yang
menjadikan mampu dan kaya, susah payah tidak akan menambahinya. “Sia-sialah
kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh
dengan susah payah. Sebab Ia memberikannya kepada
yang dicintai-Nya pada waktu tidur.” Ayat tersebut mengingat-kan bahwa selain
kita bekerja, kita juga perlu anugerah Tuhan di dalam pekerjaan kita. Anugerah Tuhan itulah yang saya gambarkan
seperti arus sungai yang deras. Kita tetap mendayung, namun seberapa cepat laju
kita justru ditentukan oleh seberapa cepat arus sungainya, bukan seberapa kita
kuat dalam mendayung. Jika kita menyadari kebenaran ini, maka setiap hari kita
akan bergantung pada anugerah Tuhan bukan pada kekuatan kita sendiri. Ingatlah
bahwa kita ini lemah & terbatas dalam banyak hal, namun Anugerah Tuhan
membuat kita mampu mengalami terobosan dalam banyak hal. Itu sebabnya
seringkali hasil yang kita dapatkan melebihi dari upaya yang telah kita
lakukan, itulah anugerah. God bless you.
No comments:
Post a Comment