Thursday, 31 August 2017

Semauku Sendiri

MY NEIGHBOUR





Semauku Sendiri
My Neighbour #1
Alfa Omega Church Sunday Service
Preacher: Ps. Ezra Soetopo
August 06th 2017


Intro:
Budaya hari ini semakin bergeser & berkembang, semakin canggihnya teknologi dan kehidupan, orang jadi semakin terfokus hanya kepada dunianya sendiri. Hidup itu tentang kita dan kenyamanan kita, kepentingan kita, sukses kita… Tapi pertanyaannya, is this the only way to live…? Apakah ini yang Tuhan desainkan buat kita? Karena sebenarnya, hidup ini jauh lebih luas dari hanya sekedar kotak nyaman hidup kita yang sempit.

Lukas 10:25-28
Ayat ini menggambarkan karakteristik ahli Taurat di zaman itu. “Apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?” It’s all about me, me, me. Tapi dia tidak sendirian… Karena kalau mau jujur di lubuk hati kita paling dalam, kita semua juga bisa punya kecenderungan seperti itu…

29Tetapi untuk membenarkan dirinya orang itu berkata kepada Yesus:
“Dan siapakah sesamaku manusia?”

“Siapakah sesamaku manusia?
Ini pertanyaan kita untuk mengawali seri ini, “Siapakah sesama kita manusia?”
Sebagai manusia normal, kita akan lebih suka hangout sama orang yang punya kesamaan dengan kita.

Lukas 10:30-37
3 orang yang lewat dan melihat orang yang hampir mati itu:
(1) Imam
Seorang imam bisa sibuk mengerjakan semua upacara agama, memimpin ibadah, menjalankan yang kelihatannya “sakral, kudus”, tapi ternyata hanya menjalankan ritual, dan LUPA ACTING OUT LOVE! LUPA MELAKUKAN TINDAKAN NYATA KASIH. Ternyata, kita semua juga bisa gitu…
-- Kita bisa sibuk dengan kegiatan agama, kita bisa sibuk pelayanan, pekerjaan, karir, panggilan hidup kita, sampai kita tidak punya waktu untuk hal lain, dan LUPA ACTING OUT LOVE! LUPA MELAKUKAN TINDAKAN NYATA KASIH.
1 Yohanes 4:20

“THERE IS SO MUCH MORE TO LIFE THAN OUR LITTLE BUBBLE”
(Hidup ini jauh lebih luas dari hanya sekedar kotak nyaman hidup kita yang sempit)

(2) Orang Lewi
1 Korintus 13:2-3
Wow, ternyata, semua reputasi yang berusaha kita bangun, semua hal yang kita usahakan, semua pelayanan yang kita lakukan, semua waktu yang kita curahkan. Kalau semuanya itu tidak diwujudkan dalam kasih kepada orang lain, maka semuanya itu sia-sia! Karena, Tuhan ingin kita mengerti, bahwa hidup ini jauh lebih luas dari hanya sekedar kotak kecil hidup kita.

(3) Orang Samaria
Di zaman itu, orang Yahudi & orang Samaria saling tidak suka satu sama lain. Mereka merasa, mereka beda ras, terutama orang Yahudi menganggap orang Samaria itu orang ras campuran, dan tidak se-“murni” mereka. Mereka tidak akan mau nyapa, tidak akan mau melihat, tidak akan mau ngobrol, apalagi megang satu sama lain. Tapi di hari itu, the least expected person (orang yang tidak terpikirkan sama sekali), malah datang menolong orang yang hampir mati ini.

AOC, demikian juga hidup kita. Siapa sesama kita manusia? Who is our neighbor? Sebagai manusia normal, kita akan lebih suka hangout sama orang yang punya kesamaan dengan kita. Tapi hari ini, contoh ini jelas sekali menunjukkan kepada kita. Bahkan orang yang nggak suka sama kita sekalipun, orang yang menjelek-jelekkan kita, orang yang pernah menyakiti kita, orang yang mengecewakan kita, itu semua tetap SESAMA KITA! They are MY NEIGHBOR!!

Yohanes 13:34-35

Ada alasannya kenapa Tuhan memberi perintah kepada kita, “kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri”. Karena Tuhan tahu, kita ini manusia yang cenderung egois, semaunya sendiri.

Contoh: Kita sering bilang “Duh, orang ini kok semaunya sendiri ya?!”
Nah karena itu, Yesus beri kita perintah: Kasihilah sesamamu manusia SAK-KAREPMU DEWE! (SEMAUMU SENDIRI!)

Sebagaimana kita ingin diperlakukan, perlakukan orang lain seperti itu.
Sebagaimana kita ingin diampuni, ampuni orang lain seperti itu.
Sebagaimana kita ingin dilayani, layani orang lain seperti itu.
Sebagaimana kita ingin dibantu, bantu orang lain seperti itu.
Sebagaimana kita nggak ingin orang lain perhitungan, kita juga tidak perhitungan.
Sebagaimana kita sudah diselamatkan, ayo jangkau orang lain seperti itu.
Sebagaimana kita sudah mengalami anugerah Tuhan, ajak orang lain mengalami anugerah Tuhan seperti itu.
Kasihilah sesamamu manusia SEMAUMU SENDIRI!

Di sekitar kita, di lingkaran pertemanan kita, banyak orang yang tersiksa batinnya; banyak teman kita yang terampok jiwanya; terampok cara berpikirnya; sekarat rohani; tidak mengerti anugerah Tuhan… 
Mungkin bukan secara fisik, tapi secara batin, secara rohani, secara jiwa, mereka tersiksa, mereka sekarat… Entah mereka sama atau tidak cara berpikirnya, kepentingannya, kebiasaannya, kesukaannya… Di sinilah Yesus ingin beritahu kita, bahwa hidup ini lebih luas dari kotak nyaman kita, dan mengajak kita untuk Mengasihi sesamamu manusia SEMAUMU SENDIRI! 

Apa bentuk nyata MENGASIHI SEMAUNYA SENDIRI yang bisa kita lakukan?

1. Melihat Nilai Lebih Seseorang
Mengasihi bukan sekadar perasaan. Tapi menurut Alkitab, mengasihi adalah: Tindakan aktif yang mementingkan well-being/keuntungan orang lain.
Orang Samaria ini, “belas kasihan” (compassion) yang membuat dia memilih melihat nilai lebih dalam diri sesamanya, dan mendorong dia melakukan sesuatu.

Orang akan berpikir: “Emangnya aku dapat apa dari mengasihi orang lain?” Tuhan mengasihi kita bukan karena Dia bisa dapat sesuatu dari kita. Tapi Dia tetap MEMILIH untuk mengasihi kita, malah karena Dia ingin MEMBERI kita sesuatu. Kita yang dapat sesuatu dari kasih Tuhan.

2. Membuka Diri untuk Orang Lain
Orang Samaria tadi bisa saja merasa dia sibuk, dia sedang di perjalanan, tidak ada waktu. Repot, harus antar-antar lagi ke tempat penginapan. Belum lagi, keledainya dipakai. Tapi dia menyingkirkan semuanya itu. Dia membuka diri untuk korban ini. Mengasihi itu bukan hanya sekedar perasaan sentimental. Mengasihi membuka hidup kita untuk orang lain. Mengasihi menghancurkan tembok pembatas.

3. MENGASIHI itu Bayar Harga
Lukas 10:33-35
Kasih itu bayar harga. Kasih itu mau tetap terjun walaupun situasinya berantakan. It gets its hands dirty, it does the unexpected, surprising, and stirring. “Kita bisa memberi tanpa mengasihi, tapi kita tidak bisa mengasihi tanpa memberi”. Saat kita mengasihi, kita pasti terdorong untuk memberi.

Di sekitar kita, di lingkaran pertemanan kita, banyak orang yang tersiksa batinnya; banyak teman kita yang terampok jiwanya; terampok cara berpikirnya; sekarat rohani; tidak mengerti anugerah Tuhan… 
Mungkin bukan secara fisik, tapi secara batin, secara rohani, secara jiwa, mereka tersiksa, mereka sekarat… Entah mereka sama atau tidak cara berpikirnya, kepentingannya, kebiasaannya, kesukaannya…

Di sinilah Yesus ingin beritahu kita, bahwa hidup ini lebih luas dari kotak nyaman kita, dan mengajak kita untuk mengasihi sesamamu manusia SEMAUMU SENDIRI!

Kadang yang bisa kita lakukan untuk orang di sekitar kita adalah:
- Spend WAKTU dengan mereka. Menyediakan waktu untuk makan bersama kawan-kawan kita, ngobrol dengan mereka… Memberi mereka kesempatan untuk sharing cerita hidupnya dengan kita.

AOC selalu mengajarkan untuk INVEST sebelum INVITE. Invest waktu, tenaga, perhatian kita terhadap orang sekitar kita. Sehingga, kasihilah sesamamu SEMAUMU SENDIRI. Sebagaimana kita ingin & butuh didengarkan, bayar harga untuk mendengarkan orang lain. Sebagaimana kita ingin & butuh diperhatikan, bayar harga untuk memperhatikan orang lain.

“The greatest gift you can give someone is your time. Because you give your time, you are giving a portion of your life that you will never get back” (Pemberian terbaik yang Anda bisa berikan adalah waktu Anda. Karena saat Anda memberikan waktu, anda memberikan bagian hidup Anda yang tidak bisa diambil kembali).





No comments:

Post a Comment