Sunday, 6 August 2017

6 Agustus 2017

MY NEIGHBOUR






My Neighbour – Orang Samaria yang Murah Hati (Lukas 10: 25-37). Perumpamaan ini adalah jawaban Yesus atas pertanyaan sang Ahli Taurat: Siapakah sesamaku manusia? (Ayat 29). Jawaban Yesus sangat mengejutkan (ayat 30): Orang Samaria adalah keturunan Yahudi yang sudah berdarah campuran, sehingga dihindari oleh orang Yahudi asli. Namun justru orang Samaria ini yang memberikan pertolongan. Sungguh sebuah contoh yang luar biasa, orang yang ditolong dari golongan yang berbeda, juga menghina dan mengasingkan. Sebagai orang percaya kita pun dipanggil melakukan hal yang sama. Mengasihi sesama bukan karena mereka sama dengan kita (orang percaya) tetapi karena Tuhan menghendaki kita menyatakan kasihNya kepada kepada “sesama kita” bahkan orang-orang yang mungkin menyakiti kita. Amin. Dan Tuhan Yesus meminta kita juga meneladani perbuatan orang samaria yang baik hati itu (mengasihi tanpa pamrih). Dan kita butuh Kasih KaruniaNya untuk mampu mengasihi orang lain. Amin.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#MyNeighbour

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab Mazmur 70-71
PB: Lukas 1:1-25

#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
#HappySunday
#HappyServingGod

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Minggu, 6 Agustus 2017. HANYA BERSIFAT SEMENTARA. Bacaan: 2 Korintus 12:1-10. Karena itu, aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesengsaraan karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat (2 Korintus 12:10). Dinda (bukan nama sebenarnya) didiagnosis terkena kanker stadium dua. Keluarganya mengupayakan berbagai pengobatan, termasuk berobat ke luar negeri. Namun, kanker itu tak kunjung sembuh dan malah makin menyebar. Dokter memvonis usianya tinggal beberapa bulan. Keluarganya sangat sedih, tapi Dinda malah tenang. “Sakitku hanya sementara dan aku senang segera bertemu Tuhan. Jadi, untuk apa sedih?” katanya. Tak ada satu pun ayat di Alkitab yang menjamin kita terbebas dari kesulitan hidup karena mengikuti Yesus dengan setia. Paulus rasul yang setia dan sangat giat memberitakan Injil ke berbagai tempat dan mendirikan jemaat. Apakah hidup Paulus enak dan nyaman? Sama sekali tidak, Paulus sering mengalami penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Namun, Paulus bersyukur bahwa dalam kelemahannya ia dapat menyaksikan kekuatan Tuhan dinyatakan. Itulah yang membuatnya tetap setia dan berkobar-kobar melayani Tuhan. Kekuatan Tuhan yang berlimpah dalam hidupnya memampukannya terus berjuang menjalankan panggilan hidupnya. Selama kita hidup dan setia mengikuti Tuhan, kesulitan dan tantangan hidup tetap datang silih berganti. Bahkan ada yang tak teratasi dalam hidup ini, seperti penyakit terminal atau kecelakaan yang mengakibatkan cacat seumur hidup. Meskipun begitu, saat kita memiliki pengharapan di dalam Kristus, kita akan menjalani semuanya itu dengan hati tenang karena penderitaan itu hanya sementara. Kelak kita akan berjumpa dengan Yesus dan menikmati kehidupan baru di surga. PENGHARAPAN YANG TEGUH KEPADA TUHAN MEMAMPUKAN KITA MENGHADAPI SETIAP KESULITAN. Selamat pagi. Selamat beribadah. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Mazmur 70-71 dan Lukas 1:1-25.

No comments:

Post a Comment