MY NEIGHBOUR
My
Neighbour – Orang Samaria yang Murah Hati (Lukas 10: 25-37).
Perumpamaan ini adalah jawaban Yesus atas pertanyaan sang Ahli Taurat: Siapakah
sesamaku manusia? (Ayat 29). Jawaban Yesus sangat mengejutkan (ayat 30): Orang
Samaria adalah keturunan Yahudi yang sudah berdarah campuran, sehingga
dihindari oleh orang Yahudi asli. Namun justru orang Samaria ini yang
memberikan pertolongan. Sungguh sebuah contoh yang luar biasa, orang yang
ditolong dari golongan yang berbeda, juga menghina dan mengasingkan. Sebagai
orang percaya kita pun dipanggil melakukan hal yang sama. Mengasihi sesama
bukan karena mereka sama dengan kita (orang percaya) tetapi karena Tuhan
menghendaki kita menyatakan kasihNya kepada kepada “sesama kita” bahkan
orang-orang yang mungkin menyakiti kita. Amin. Dan Tuhan Yesus meminta kita
juga meneladani perbuatan orang samaria yang baik hati itu (mengasihi tanpa
pamrih). Dan kita butuh Kasih KaruniaNya untuk mampu mengasihi orang lain.
Amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#MyNeighbour
Note:
Jangan lewatkan
Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab Mazmur
70-71
PB: Lukas 1:1-25
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
#HappySunday
#HappyServingGod
Madam
Ossy
SAAT TEDUH.
Minggu, 6 Agustus 2017. HANYA BERSIFAT SEMENTARA. Bacaan: 2 Korintus 12:1-10.
Karena itu, aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam
kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesengsaraan karena Kristus. Sebab jika
aku lemah, maka aku kuat (2 Korintus 12:10). Dinda (bukan nama sebenarnya)
didiagnosis terkena kanker stadium dua. Keluarganya mengupayakan berbagai
pengobatan, termasuk berobat ke luar negeri. Namun, kanker itu tak kunjung
sembuh dan malah makin menyebar. Dokter memvonis usianya tinggal beberapa
bulan. Keluarganya sangat sedih, tapi Dinda malah tenang. “Sakitku hanya
sementara dan aku senang segera bertemu Tuhan. Jadi, untuk apa sedih?” katanya.
Tak ada satu pun ayat di Alkitab yang menjamin kita terbebas dari kesulitan
hidup karena mengikuti Yesus dengan setia. Paulus rasul yang setia dan sangat
giat memberitakan Injil ke berbagai tempat dan mendirikan jemaat. Apakah hidup
Paulus enak dan nyaman? Sama sekali tidak, Paulus sering mengalami penganiayaan
dan kesesakan oleh karena Kristus. Namun, Paulus bersyukur bahwa dalam
kelemahannya ia dapat menyaksikan kekuatan Tuhan dinyatakan. Itulah yang
membuatnya tetap setia dan berkobar-kobar melayani Tuhan. Kekuatan Tuhan yang
berlimpah dalam hidupnya memampukannya terus berjuang menjalankan panggilan
hidupnya. Selama kita hidup dan setia mengikuti Tuhan, kesulitan dan tantangan
hidup tetap datang silih berganti. Bahkan ada yang tak teratasi dalam hidup
ini, seperti penyakit terminal atau kecelakaan yang mengakibatkan cacat seumur
hidup. Meskipun begitu, saat kita memiliki pengharapan di dalam Kristus, kita
akan menjalani semuanya itu dengan hati tenang karena penderitaan itu hanya
sementara. Kelak kita akan berjumpa dengan Yesus dan menikmati kehidupan baru
di surga. PENGHARAPAN YANG TEGUH KEPADA TUHAN MEMAMPUKAN KITA MENGHADAPI SETIAP
KESULITAN. Selamat pagi. Selamat beribadah. Tuhan Yesus memberkati.
#LoveTheBible – Bacaan: Mazmur 70-71 dan Lukas 1:1-25.

No comments:
Post a Comment