MY NEIGHBOUR
My
Neighbour – Influence To Do (1). Bacaan:
Yohanes 9:1-7. Tuhan ingin kita melihat dengan jelas apa yang
harus kita lakukan! Tuhan mau kita mempunyai kejelasan akan tujuan kita!
Bagaimana kita bisa melihat tujuan hidup kita? Ada beberapa aspek yang ada
dalam hidup kita agar kita dapat seimbang. Ingat PIZA kehidupan kita yang
meliputi: Spritual, Personally, Financially, Vactionally, Relationally dan
Evangelically. Yang harus kita lakukan:
1) Sadari Tuhan PEDULI
dengan siapa saya dari pada apa yang saya lakukan!
2) Sadari untuk
jadi kita YANG LEBiH BAIK supaya bisa berdampak lebih baik.
Mengasihi diri
sendiri dengan memperhatikan setiap area Piza kehidupan kita. Maka kita bisa
mengasihi orang lain. Gereja yang sehat/kita semua bukan hanya berbicara
tentang: kita diberkati, bertumbuh, tetapi sudah kah kita
berdampak/berbuah/menjangkau saudara-saudara kita untuk selangkah lebih dekat
datang kepada Tuhan. Tuhan ingin kita memikirkan Keselamatan jiwa-jiwa lebih dari
pada keinginan kita sendiri! Amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#MyNeighbour
Note:
Jangan lewatkan
Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab Mazmur
91-93
PB: Lukas 5:1-16
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
(Sumber: Bahan
dari Warta Komsel AOC 13 Agustus 2017)
Madam Ossy
SAAT TEDUH. Selasa, 15 Agustus 2017. SURAT YANG TAHAN LAMA.
Bacaan: 2 Korintus 3:1-5. Kamulah surat pujian kami yang tertulis dalam hati
kami, yang dikenal dan dapat dibaca oleh semua orang (2 Korintus 3:2). Saat bersih-bersih
rumah, saya menemukan surat yang dikirim oleh teman SMP sekitar sepuluh tahun
sebelumnya. Saya terkejut melihat bahwa kertas surat tersebut masih dalam
kondisi baik. Tulisan dalam surat itu pun masih belum berubah warna, kabur,
atau luntur karena berlalunya waktu. Saya pun segera larut dalam kenangan masa
lalu bersama si pengirim surat ketika kami masih menempuh pendidikan di sekolah
yang sama. Ketika mengamati kondisi surat tersebut, saya teringat dengan
pernyataan Paulus mengenai kehidupan umat Tuhan yang disamakan dengan sebuah
surat. Bagi Paulus, umat Tuhan yang sangat dikasihinya itu ibarat surat pujian
yang tertulis dalam hati, dikenal, dan dibaca oleh semua orang. Tentu Paulus
tidak berharap umat Tuhan menampilkan isi surat yang negatif, sehingga
memperburuk pandangan orang lain tentang Kristus. Melalui sikap, perkataan,
maupun tindakan dalam kehidupan sehari-hari, Paulus menghendaki agar kehidupan
umat Tuhan menampilkan “isi surat” yang dapat menjadi berkat dan pujian yang
positif, supaya orang lain tertarik untuk mengenal Pribadi Kristus. Memang
tidak mudah menjalani hidup secara konsisten untuk menjadi berkat dan kesaksian
bagi sekeliling kita. Itulah sebabnya, kita memerlukan anugerah Tuhan supaya
kita dimampukan untuk konsisten menampilkan kehidupan yang mencerminkan Kristus
dalam keseharian kita. Kiranya kita dimampukan untuk menjadi surat terbuka yang
“tahan lama”, dengan harapan agar melalui teladan hidup kita, orang-orang
tertarik untuk mengenal Dia. SURAT SEBAGUS APA PUN, TETAPI ISINYA TIDAK BISA
DIBACA AKAN PERCUMA. Selamat pagi. Selamat berkarya. Tuhan Yesus memberkati.
#LoveTheBible – Bacaan: Mazmur 91-93 dan Lukas 5:1-16.

No comments:
Post a Comment