MY NEIGHBOUR
My
Neighbour – Kasihilah Sesamamu (1). Yohanes 13:34, “Aku
memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama
seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.”
Ayat 35: “Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah
murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.” Apa alasan Tuhan
memberikan perintah ini kepada kita? Karena kita manusia cenderung egois,
semaunya sendiri! Maksudnya Kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri: semaumu
sendiri. Sebagaimana kita ingin diperlakukan, perlakukan orang lain seperti
itu. Sebagaimana kita ingin diampuni, ampuni orang lain seperti itu!
Sebagaimana kita ingin dilayani, layanilah orang lain seperti itu! Dst...
Sebagaimana kita ingin diperlakukan... Lakukan... Itu bagi sesama: semau kita
sendiri. Apa bentuk real kita mengasihi semau kita sendiri, lihat nilai lebih
sesorang bukan kekurangannya! Mengasihi = Memilih untuk melihat ada nilai lebih
dalam diri sesama kita. Memilih untuk percaya dan memahami situasi orang lain
itu tidak mudah! Pasti harus ada yang dikorbankan. Dan pengorbanan itu bisa
berupa waktu, tenaga, materi bahkan lebih dari itu: harga diri dsb-nya.
Pengorbanan harga diri kita dll belum ada apa-apanya dibandingkan dengan
pengorbanan Kristus. Jadi Pilihan ada ditangan kita: Memlilih untuk Mengasihi
sebagaimana kita ingin diperlakukan...
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#MyNeighbour
Note:
Jangan lewatkan
Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab Mazmur
74-76
PB: Lukas
1:39-56
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
WM
Stars
Kesaksian dari
ERWIN WIJAYA, setelah rutin baca Alkitab: Kadang kehidupan ini nggak bisa
dicerna dengan akal sehat. Orang pergi ke gunung, sembayang bisa rejeki
berlimpah. Makin rajin makin berlimpah, semua target omset terpenuhi, itulah
tujuan iblis agar mereka makin setia. Minta pasti dikasih, dasarnya manusia tuh
tamak, pasti datang lagi buat minta yang lebih banyak. Tapi tidak begitu dengan
Tuhan kita, apapun yang kita minta belum tentu Tuhan jawab “iya”, bisa juga
“tidak”. Siapakah kita mau ngatur-ngatur Tuhan Pencipta langit dan bumi
sehingga apapun yang kita minta Tuhan harus kabulkan. Tuhan tahu kapasitas
kita. Bukankah sangat mudah bagi Tuhan memberkati seseorang? Semudah
membalikkan telapak tangan pastinya. Tuhan ingin kita bertumbuh dan kuat, bukan
jadi orang manja. Saya lahir dari keluarga sederhana. Saya juga masih berjuang
sampai sekarang, bukankah hidup adalah perjuangan? Rumah belum lunas, duit
seakan cuma mampir di rekening terus ngalir lagi buat kebutuhan ini dan itu.
Setelah rutin baca firman, saya jadi lebih mengenal siapa itu Tuhan dan saya
percaya penyertaan dan pemeliharaanNya. Saya kerja online sudah 8 tahun, kadang
kalau dipikir kok ya bisa hidup terus. Tiba-tiba orang chat langsung deal dan
transfer. Dari manakah mereka yang order? Saya cuma percaya Tuhanlah yang
memberi berkat. Dulu saya single sampai sekarang punya istri dan 2 orang anak
yang sudah mulai sekolah. Kadang kalau mikirin hari esok suka drodok (bahasa
Pak Xavier) “Do you know the meaning of drodok?” Drodok = ketir = galau = kuatir.
Syukur pada Tuhan, Tuhanlah yang pelihara kami sekeluarga. Lihatlah keatas kita
punya Allah yang besar, luar biasa, hebat dan perkasa? Kita akan melihat
masalah kita kecil. Bacalah Firman Tuhan setiap hari. Firman itulah yang akan
menuntun jln hidupmu. Tanpa tuntunanNya, mudah sekali kita terhempas napsu
dunia ini. Ingin kaya instan. Tuhan rela turun ke dunia serahkan nyawaNya buat
kita. Masakan urusan makan dan pakaian dan rumah tinggal Tuhan nggak bisa
kasih? Sebab ada tertulis “sekali-kali Aku tidak akan meninggalkanmu sendiri”?
Kiranya kita semakin tekun membaca Firman, sebab kekuatan itulah datangnya dari
Tuhan. Kiranya Tuhan menyertai kita semua, amin...
Madam
Ossy
SAAT TEDUH.
Selasa, 8 Agustus 2017. HUTAN BAKAU KEHIDUPAN. Bacaan: Kejadian 50:15-21. Jadi,
akhirnya, Saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil,
semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang
disebut kebajikan & patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu (Filipi 4:8).
Menurut data FAO (Organisasi Pangan & Pertanian PBB) 2005, Indonesia
memiliki hutan bakau terluas di dunia. Hutan yang tumbuh di pertemuan laut
& daratan ini sangat krusial. Akar bakau mampu menahan gempuran air laut
supaya tidak merusak daratan. Tanpa perlindungan bakau, air laut akan mengikis
pantai, menggerus bebatuan, & mencemari air tanah. Selain itu, badai &
tsunami yang terjadi di laut lepas juga dapat menghajar daratan tanpa ampun.
Yusuf mengalami banyak gempuran dalam hidupnya. Ia dilemparkan ke dalam sumur,
dijual sebagai budak, difitnah, bahkan dijebloskan ke penjara. Nasib buruk yang
bertubi-tubi ini seharusnya menimbulkan amarah dalam hatinya. Orang-orang
mungkin akan memaklumi andaikata ada kepahitan dalam kata-kata &
perbuatannya. Namun, ternyata Yusuf sama sekali tidak menyimpan dendam. Justru,
kata-kata penghiburan & ucapan syukur yang terucap dari bibirnya (ay.
19-21). Kita kadang-kadang juga menerima cercaan atau perbuatan buruk dari
orang lain. Kita ibarat pantai yang digempur gelombang laut. Tanah hati yang baik
ini bisa terkikis, relung jiwa yang murni bisa tergerus, & nilai-nilai
moral bisa tersapu bersih. Kita membutuhkan hutan bakau kehidupan, yaitu
pengenalan akan Allah melalui firman-Nya. Maka, kita tidak akan meneruskan
keburukan yang sama kepada “daratan”, yaitu lingkungan di sekitar kita.
Sebaliknya, kita menyebarkan apa yang benar, mulia, adil, suci, manis, sedap
didengar, kebajikan, & patut dipuji. PENGENALAN KITA AKAN ALLAH MEMAMPUKAN
KITA MENGHADANG yang BURUK & MENERUSKAN yang BAIK. Selamat pagi. Selamat
berkarya. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Mazmur 74-76 dan
Lukas 1:39-56.

No comments:
Post a Comment