Tuesday, 8 August 2017

8 Agustus 2017

MY NEIGHBOUR






My Neighbour – Kasihilah Sesamamu (1). Yohanes 13:34, “Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.” Ayat 35: “Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.” Apa alasan Tuhan memberikan perintah ini kepada kita? Karena kita manusia cenderung egois, semaunya sendiri! Maksudnya Kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri: semaumu sendiri. Sebagaimana kita ingin diperlakukan, perlakukan orang lain seperti itu. Sebagaimana kita ingin diampuni, ampuni orang lain seperti itu! Sebagaimana kita ingin dilayani, layanilah orang lain seperti itu! Dst... Sebagaimana kita ingin diperlakukan... Lakukan... Itu bagi sesama: semau kita sendiri. Apa bentuk real kita mengasihi semau kita sendiri, lihat nilai lebih sesorang bukan kekurangannya! Mengasihi = Memilih untuk melihat ada nilai lebih dalam diri sesama kita. Memilih untuk percaya dan memahami situasi orang lain itu tidak mudah! Pasti harus ada yang dikorbankan. Dan pengorbanan itu bisa berupa waktu, tenaga, materi bahkan lebih dari itu: harga diri dsb-nya. Pengorbanan harga diri kita dll belum ada apa-apanya dibandingkan dengan pengorbanan Kristus. Jadi Pilihan ada ditangan kita: Memlilih untuk Mengasihi sebagaimana kita ingin diperlakukan...

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#MyNeighbour

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab Mazmur 74-76
PB: Lukas 1:39-56

#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved

WM Stars
Kesaksian dari ERWIN WIJAYA, setelah rutin baca Alkitab: Kadang kehidupan ini nggak bisa dicerna dengan akal sehat. Orang pergi ke gunung, sembayang bisa rejeki berlimpah. Makin rajin makin berlimpah, semua target omset terpenuhi, itulah tujuan iblis agar mereka makin setia. Minta pasti dikasih, dasarnya manusia tuh tamak, pasti datang lagi buat minta yang lebih banyak. Tapi tidak begitu dengan Tuhan kita, apapun yang kita minta belum tentu Tuhan jawab “iya”, bisa juga “tidak”. Siapakah kita mau ngatur-ngatur Tuhan Pencipta langit dan bumi sehingga apapun yang kita minta Tuhan harus kabulkan. Tuhan tahu kapasitas kita. Bukankah sangat mudah bagi Tuhan memberkati seseorang? Semudah membalikkan telapak tangan pastinya. Tuhan ingin kita bertumbuh dan kuat, bukan jadi orang manja. Saya lahir dari keluarga sederhana. Saya juga masih berjuang sampai sekarang, bukankah hidup adalah perjuangan? Rumah belum lunas, duit seakan cuma mampir di rekening terus ngalir lagi buat kebutuhan ini dan itu. Setelah rutin baca firman, saya jadi lebih mengenal siapa itu Tuhan dan saya percaya penyertaan dan pemeliharaanNya. Saya kerja online sudah 8 tahun, kadang kalau dipikir kok ya bisa hidup terus. Tiba-tiba orang chat langsung deal dan transfer. Dari manakah mereka yang order? Saya cuma percaya Tuhanlah yang memberi berkat. Dulu saya single sampai sekarang punya istri dan 2 orang anak yang sudah mulai sekolah. Kadang kalau mikirin hari esok suka drodok (bahasa Pak Xavier) “Do you know the meaning of drodok?” Drodok = ketir = galau = kuatir. Syukur pada Tuhan, Tuhanlah yang pelihara kami sekeluarga. Lihatlah keatas kita punya Allah yang besar, luar biasa, hebat dan perkasa? Kita akan melihat masalah kita kecil. Bacalah Firman Tuhan setiap hari. Firman itulah yang akan menuntun jln hidupmu. Tanpa tuntunanNya, mudah sekali kita terhempas napsu dunia ini. Ingin kaya instan. Tuhan rela turun ke dunia serahkan nyawaNya buat kita. Masakan urusan makan dan pakaian dan rumah tinggal Tuhan nggak bisa kasih? Sebab ada tertulis “sekali-kali Aku tidak akan meninggalkanmu sendiri”? Kiranya kita semakin tekun membaca Firman, sebab kekuatan itulah datangnya dari Tuhan. Kiranya Tuhan menyertai kita semua, amin...

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Selasa, 8 Agustus 2017. HUTAN BAKAU KEHIDUPAN. Bacaan: Kejadian 50:15-21. Jadi, akhirnya, Saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan & patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu (Filipi 4:8). Menurut data FAO (Organisasi Pangan & Pertanian PBB) 2005, Indonesia memiliki hutan bakau terluas di dunia. Hutan yang tumbuh di pertemuan laut & daratan ini sangat krusial. Akar bakau mampu menahan gempuran air laut supaya tidak merusak daratan. Tanpa perlindungan bakau, air laut akan mengikis pantai, menggerus bebatuan, & mencemari air tanah. Selain itu, badai & tsunami yang terjadi di laut lepas juga dapat menghajar daratan tanpa ampun. Yusuf mengalami banyak gempuran dalam hidupnya. Ia dilemparkan ke dalam sumur, dijual sebagai budak, difitnah, bahkan dijebloskan ke penjara. Nasib buruk yang bertubi-tubi ini seharusnya menimbulkan amarah dalam hatinya. Orang-orang mungkin akan memaklumi andaikata ada kepahitan dalam kata-kata & perbuatannya. Namun, ternyata Yusuf sama sekali tidak menyimpan dendam. Justru, kata-kata penghiburan & ucapan syukur yang terucap dari bibirnya (ay. 19-21). Kita kadang-kadang juga menerima cercaan atau perbuatan buruk dari orang lain. Kita ibarat pantai yang digempur gelombang laut. Tanah hati yang baik ini bisa terkikis, relung jiwa yang murni bisa tergerus, & nilai-nilai moral bisa tersapu bersih. Kita membutuhkan hutan bakau kehidupan, yaitu pengenalan akan Allah melalui firman-Nya. Maka, kita tidak akan meneruskan keburukan yang sama kepada “daratan”, yaitu lingkungan di sekitar kita. Sebaliknya, kita menyebarkan apa yang benar, mulia, adil, suci, manis, sedap didengar, kebajikan, & patut dipuji. PENGENALAN KITA AKAN ALLAH MEMAMPUKAN KITA MENGHADANG yang BURUK & MENERUSKAN yang BAIK. Selamat pagi. Selamat berkarya. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Mazmur 74-76 dan Lukas 1:39-56.

No comments:

Post a Comment