Sunday, 13 August 2017

13 Agustus 2017

MY NEIGHBOUR






My Neighbour – Menyebarkan Kasih Kepada Sesama. Kehidupan kita memiliki 2 aspek yang tidak dapat dipisahkan yaitu kasih kepada Tuhan dan kasih kepada sesama. Hubungan yang benar dengan Tuhan (iman kepada Tuhan) akan memimpin kita pada hubungan yang baik kepada sesama (kasih kepada sesama). Diakhir suratnya, Rasul Paulus mengatakan kepada Jemaat Efesus (juga kepada kita semua). Efesus 6:23, “Damai sejahtera dan kasih dengan iman dari Allah, Bapa dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai sekalian saudara.” Pada akhirnya kehidupan kita akan diukur bukan dari apa yang kita kumpulkan/kita miliki. Tetapi apa yang sudah kita lakukan untuk sesama? PENGARUH positif apa yang sudah kita berikan kepada sesama kita? Amin.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#MyNeighbour

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab Mazmur 87-88
PB: Lukas 4:1-30

#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
#HappySunday
#HappyServingGod

Madam Ossy
Minggu, 13 Agustus 2017. Bacaan: 2 Timotius 3:1-5. Setahun: Yesaya 64-66. Nas: Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakikatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu! (2 Timotius 3:5) Ibadah yang Percuma. Saya terkejut mendengar pengakuan seseorang yang secara rutin terlihat beribadah dan mengikuti kebaktian kelompok. “Saya tidak merasakan dampak apa pun dari kegiatan ibadah yang selama ini saya ikuti!” Sementara ada pula orang mengaku mengalami perubahan hidup lewat rutinitas ibadahnya. Saya pun bertanya-tanya, “Mengapa sebagian orang Kristen mengalami kuasa ibadah, sedangkan yang lain seperti ‘tak tersentuh’ sehingga kehidupan mereka tidak berubah?” Jangan sampai kita beribadah tetapi kehilangan kekuatannya. Sebab dalam setiap ibadah ada kuasa Tuhan yang sedang bekerja dan sanggup mengubahkan siapa pun yang percaya. Jangan sampai kita menganggap bahwa ibadah hanya program atau rutinitas, sehingga sekalipun terlihat beribadah dan memuliakan Tuhan, hati kita sebenarnya jauh dari Allah (bdk. Yes. 29:13). Jika sudah seperti ini, aktivitas ibadah selama ribuan kali pun akan menjadi percuma. Orang yang jahat, tetap berbuat jahat; orang yang menjadi hamba uang, tetap menjadi hamba uang; dan seterusnya (ay. 2-4). Sikap memungkiri kuasa dari ibadah ini dapat dilakukan oleh siapa pun, tanpa terkecuali. Sikap yang hanya dapat diatasi dengan keyakinan (iman) bahwa kuasa Allah masih ada, nyata, dan bekerja dalam setiap pertemuan ibadah, seperti perkataan Yesus, “Dimana dua tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka” (Mat. 18:20). Jika Yesus hadir, masakan tidak ada hal positif yang terjadi? Tak mungkin! --GHJ. RESPONS POSITIF DALAM SUATU IBADAH AKAN BERDAMPAK POSITIF JUGA.

No comments:

Post a Comment