MY NEIGHBOUR
My
Neighbour – Menyebarkan Kasih Kepada Sesama. Kehidupan
kita memiliki 2 aspek yang tidak dapat dipisahkan yaitu kasih kepada Tuhan dan
kasih kepada sesama. Hubungan yang benar dengan Tuhan (iman kepada Tuhan) akan
memimpin kita pada hubungan yang baik kepada sesama (kasih kepada sesama).
Diakhir suratnya, Rasul Paulus mengatakan kepada Jemaat Efesus (juga kepada
kita semua). Efesus 6:23, “Damai sejahtera dan kasih dengan iman dari Allah,
Bapa dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai sekalian saudara.” Pada
akhirnya kehidupan kita akan diukur bukan dari apa yang kita kumpulkan/kita
miliki. Tetapi apa yang sudah kita lakukan untuk sesama? PENGARUH positif apa
yang sudah kita berikan kepada sesama kita? Amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#MyNeighbour
Note:
Jangan lewatkan
Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab Mazmur
87-88
PB: Lukas 4:1-30
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
#HappySunday
#HappyServingGod
Madam
Ossy
Minggu, 13
Agustus 2017. Bacaan: 2 Timotius 3:1-5. Setahun: Yesaya 64-66. Nas: Secara
lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakikatnya mereka
memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu! (2 Timotius 3:5) Ibadah yang
Percuma. Saya terkejut mendengar pengakuan seseorang yang secara rutin terlihat
beribadah dan mengikuti kebaktian kelompok. “Saya tidak merasakan dampak apa
pun dari kegiatan ibadah yang selama ini saya ikuti!” Sementara ada pula orang
mengaku mengalami perubahan hidup lewat rutinitas ibadahnya. Saya pun
bertanya-tanya, “Mengapa sebagian orang Kristen mengalami kuasa ibadah,
sedangkan yang lain seperti ‘tak tersentuh’ sehingga kehidupan mereka tidak
berubah?” Jangan sampai kita beribadah tetapi kehilangan kekuatannya. Sebab
dalam setiap ibadah ada kuasa Tuhan yang sedang bekerja dan sanggup mengubahkan
siapa pun yang percaya. Jangan sampai kita menganggap bahwa ibadah hanya
program atau rutinitas, sehingga sekalipun terlihat beribadah dan memuliakan
Tuhan, hati kita sebenarnya jauh dari Allah (bdk. Yes. 29:13). Jika sudah
seperti ini, aktivitas ibadah selama ribuan kali pun akan menjadi percuma.
Orang yang jahat, tetap berbuat jahat; orang yang menjadi hamba uang, tetap
menjadi hamba uang; dan seterusnya (ay. 2-4). Sikap memungkiri kuasa dari
ibadah ini dapat dilakukan oleh siapa pun, tanpa terkecuali. Sikap yang hanya
dapat diatasi dengan keyakinan (iman) bahwa kuasa Allah masih ada, nyata, dan
bekerja dalam setiap pertemuan ibadah, seperti perkataan Yesus, “Dimana dua
tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka”
(Mat. 18:20). Jika Yesus hadir, masakan tidak ada hal positif yang terjadi? Tak
mungkin! --GHJ. RESPONS POSITIF DALAM SUATU IBADAH AKAN BERDAMPAK POSITIF JUGA.

No comments:
Post a Comment