MY NEIGHBOUR
My Neighbour (Berkomunikasi). 1 Petrus 4:11, “Jika ada orang yang
berbicara, baiklah ia berbicara sebagai orang yang menyampaikan firman Allah;
jika ada orang yang melayani, baiklah ia melakukannya dengan kekuatan yang
dianugerahkan Allah, supaya Allah dimuliakan dalam segala sesuatu karena Yesus
Kristus. Ialah yang empunya kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya!”
Apakah Firman Tuhan sudah menjadi rhema dalam hidup kita? Sehingga kita
bisa menyelipkan kata-kata yang menguatkan, kata-kata phropetic bagi
sesama yang membutuhkan? Sampaikanlah/berbicaralah dengan kata-kata yang
membangun/kata-kata yang menguatkan saat kita berkomunikasi dengan orang-orang
disekitar kita yang membutuhkan! Biarlah pelayanan kita bukan sebuah rutinitas
tapi panggilan [elayanan kita boleh kita kerjakan dengan kekuatan yang
dianugerahkan kepada kita untuk berkomunikasi dengan sesama, membangun
kehidupan sesama untuk menjadi lebih baik! Sudahkah Firman Tuhan menjadi
pedoman dalam hidup kita, sehingga firmanNya hidup dan berkuasa saat kita
berkomunikasi/membangun hubungan dengan sesama? Amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#MyNeighbour
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab Mazmur 129-131
PB: Lukas 12:1-34
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
Madam Ossy
SAAT TEDUH. Rabu, 30 Agustus 2017. DOKSOLOGI. Bacaan: Mazmur
67. Kiranya bangsa-bangsa bersyukur kepada-Mu, ya Allah; kiranya bangsa-bangsa
semuanya bersyukur kepada-Mu... kiranya segala ujung bumi takut akan Dia!
(Mazmur 67:4,8). John Piper dalam buku Jadikan Sekalian Bangsa Bersukacita!
menuliskan bahwa doa punya peran yang menakjubkan dalam tujuan Allah untuk
menyatakan kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa. Doa itu bukan sekadar permohonan
biasa, melainkan permohonan dengan perspektif yang lebih luas seperti yang
digambarkan oleh pemazmur. Mazmur 67, misalnya, menekankan dua hal penting.
Pertama, kekaguman pemazmur terhadap anugerah Tuhan melalui berkat keselamatan
yang membuktikan jalan-jalan dan kemuliaan-Nya (ay. 2-4). Kedua, kerinduan
pemazmur supaya nama-Nya dikenal di seluruh bumi sehingga bangsa-bangsa datang
menyembah Tuhan dengan hormat (ay. 5-7). Berkat Tuhan mendorong si pemazmur
memberitakan nama dan perbuatan Tuhan yang besar kepada bangsa-bangsa yang
belum mengenal Dia. Mazmur ini dikenal sebagai mazmur misionaris (bdk.
Kej.12:2-3 dan Kis. 28:28) dan Doa Bapa Kami versi Perjanjian Lama. Mazmur ini
biasanya dinyanyikan sebagai doksologi pada Hari Raya Pentakosta ketika umat
merayakan panen buah sulung musim panas. Panen itu menjadi simbol panen rohani
dari tiap suku bangsa bagi kemuliaan nama Tuhan (lih. Kis. 2:1-47). Kekaguman
dan rasa syukur yang besar akan berkat Allah yang tidak bersyarat ini telah
menggugah pemazmur untuk berdoa- sebuah doa yang mengingatkan bahwa tujuan
Tuhan memberkati adalah agar melaluinya kita menjadi berkat bagi orang lain.
Kiranya kehidupan kita pun menjadi jawaban atas doa pemazmur ini. DOA ADALAH
SEBUAH PENJANGKAUAN: AGAR KITA DIPAKAI OLEH TUHAN UNTUK MEMBERKATI SESAMA.
Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Mazmur 129-131
dan Lukas 12:1-34.

No comments:
Post a Comment