Wednesday, 30 August 2017

30 Agustus 2017

MY NEIGHBOUR






My Neighbour (Berkomunikasi). 1 Petrus 4:11, “Jika ada orang yang berbicara, baiklah ia berbicara sebagai orang yang menyampaikan firman Allah; jika ada orang yang melayani, baiklah ia melakukannya dengan kekuatan yang dianugerahkan Allah, supaya Allah dimuliakan dalam segala sesuatu karena Yesus Kristus. Ialah yang empunya kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya!” Apakah Firman Tuhan sudah menjadi rhema dalam hidup kita? Sehingga kita bisa menyelipkan kata-kata yang menguatkan, kata-kata phropetic bagi sesama yang membutuhkan? Sampaikanlah/berbicaralah dengan kata-kata yang membangun/kata-kata yang menguatkan saat kita berkomunikasi dengan orang-orang disekitar kita yang membutuhkan! Biarlah pelayanan kita bukan sebuah rutinitas tapi panggilan [elayanan kita boleh kita kerjakan dengan kekuatan yang dianugerahkan kepada kita untuk berkomunikasi dengan sesama, membangun kehidupan sesama untuk menjadi lebih baik! Sudahkah Firman Tuhan menjadi pedoman dalam hidup kita, sehingga firmanNya hidup dan berkuasa saat kita berkomunikasi/membangun hubungan dengan sesama? Amin.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#MyNeighbour

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab Mazmur 129-131
PB: Lukas 12:1-34

#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Rabu, 30 Agustus 2017. DOKSOLOGI. Bacaan: Mazmur 67. Kiranya bangsa-bangsa bersyukur kepada-Mu, ya Allah; kiranya bangsa-bangsa semuanya bersyukur kepada-Mu... kiranya segala ujung bumi takut akan Dia! (Mazmur 67:4,8). John Piper dalam buku Jadikan Sekalian Bangsa Bersukacita! menuliskan bahwa doa punya peran yang menakjubkan dalam tujuan Allah untuk menyatakan kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa. Doa itu bukan sekadar permohonan biasa, melainkan permohonan dengan perspektif yang lebih luas seperti yang digambarkan oleh pemazmur. Mazmur 67, misalnya, menekankan dua hal penting. Pertama, kekaguman pemazmur terhadap anugerah Tuhan melalui berkat keselamatan yang membuktikan jalan-jalan dan kemuliaan-Nya (ay. 2-4). Kedua, kerinduan pemazmur supaya nama-Nya dikenal di seluruh bumi sehingga bangsa-bangsa datang menyembah Tuhan dengan hormat (ay. 5-7). Berkat Tuhan mendorong si pemazmur memberitakan nama dan perbuatan Tuhan yang besar kepada bangsa-bangsa yang belum mengenal Dia. Mazmur ini dikenal sebagai mazmur misionaris (bdk. Kej.12:2-3 dan Kis. 28:28) dan Doa Bapa Kami versi Perjanjian Lama. Mazmur ini biasanya dinyanyikan sebagai doksologi pada Hari Raya Pentakosta ketika umat merayakan panen buah sulung musim panas. Panen itu menjadi simbol panen rohani dari tiap suku bangsa bagi kemuliaan nama Tuhan (lih. Kis. 2:1-47). Kekaguman dan rasa syukur yang besar akan berkat Allah yang tidak bersyarat ini telah menggugah pemazmur untuk berdoa- sebuah doa yang mengingatkan bahwa tujuan Tuhan memberkati adalah agar melaluinya kita menjadi berkat bagi orang lain. Kiranya kehidupan kita pun menjadi jawaban atas doa pemazmur ini. DOA ADALAH SEBUAH PENJANGKAUAN: AGAR KITA DIPAKAI OLEH TUHAN UNTUK MEMBERKATI SESAMA. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Mazmur 129-131 dan Lukas 12:1-34.

No comments:

Post a Comment