Tuesday, 29 August 2017

29 Agustus 2017

MY NEIGHBOUR






My Neighbour (Berkomunikasi dengan Baik). 1 Timotius 5:1-2, 1Janganlah engkau keras terhadap orang yang tua, melainkan tegorlah dia sebagai bapa. Tegorlah orang-orang muda sebagai saudaramu, 2perempuan-perempuan tua sebagai ibu dan perempuan-perempuan muda sebagai adikmu dengan penuh kemurnian.” Kepada orang yang lebih muda, respect over ranking. Bagaimana aplikasinya? Tunjukkan kepedulian kita terutama kepada potensi mereka. Invest waktu, beri kepercayaan melalui kata-kata, perilaku dan tindakan yang kita ambil. Bila kita respek, maka akan membuka pintu kepada hidup orang lain. Terhadap ortu respek sebagai bapa. Terhadap orang muda respek sebagai saudara. Terhadap perempuan yang tua respek sebagai ibu. Terhadap perempuan muda respek sebagai adik.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#MyNeighbour

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab Mazmur 126-128
PB: Lukas 11:29-42

#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble

Sumber: Bahan Warta Komsel 27 Agustus 2017.

Bp. Anto – Citraland
RENUNGAN PAGI: Iman timbul dari pendengaran dan pendengaran oleh firman Kristus (Roma 10:17). Setiap kali kita beribadah di gereja, pastilah satu bagian dari tata ibadahnya adalah khotbah
Ada pelbagai sikap ketika seseorang mendengarkan firman Tuhan yang disampaikan, ada yang serius dan fokus mendengarkan, ada yang sambil bermain HP, ada yang pikirannya melayang jauh dan ada pula yang terkantuk-kantuk. Akibatnya, begitu banyak orang rutin beribadah ke gereja, namun iman nya tetap saja tidak bertumbuh, masih tetap menjadi bayi-bayi rohani yang masih memerlukan susu dan bukan makanan keras. Iman bertumbuh karena mendengarkan kebenaran firman Tuhan dan tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Kenapa firman Tuhan itu begitu penting untuk menumbuhkan iman kita? Salah satunya adalah, firman Tuhan itu bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dalam kitab Ibrani, dikatakan bahwa firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun, ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita. Yesus sendiri mengatakan, “Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya.” Firman Tuhan akan membantu kita untuk mengalami pembaharuan budi sehingga kita bisa membedakan mana yang merupakan kehendak Allah dalam hidup kita, apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. Marilah kita sungguh-sungguh fokus ketika kita memuji, menyembah dan mendengarkan firman-Nya. Selamat pagi, Tuhan Yesus memberkati.

Madam Ossy
Selasa, 29 Agustus 2017. Bacaan: Efesus 4:17-32. Setahun: Yeremia 51-52. Nas: Jagalah supaya jangan ada seorang pun kehilangan anugerah Allah, agar jangan tumbuh akar pahit yang menimbulkan kerusuhan dan mencemarkan banyak orang (Ibrani 12:15). Biji Mahoni. Biji mahoni rasanya pahit, tetapi bisa untuk obat nyamuk. Cara membuatnya mudah. Biji mahoni dijemur, lalu digerus menjadi bubuk. Bubuk itu dibungkus kantong kain, dan dimasukkan ke bak air. Bak air pun akan terbebas dari jentik nyamuk. Saya mempraktikkannya, dan berhasil. Biji mahoni yang pahit ada gunanya. Namun, jika kita menyimpan kepahitan dalam hati, banyak masalah akan muncul. Firman Tuhan memerintahkan kita membuang segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian, fitnah, dan segala kejahatan (ay. 31). Kita pun hendaknya jangan menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar tidak tumbuh akar yang pahit dalam diri kita. Mengapa seseorang bisa mengalami kepahitan? Salah satu penyebabnya adalah tidak mau membereskan masalah. Contohnya, saya bertengkar dengan si A, tetapi tak kunjung membereskannya. Kami malah saling mendiamkan. Saya selalu menyikapi secara negatif segala tindakan dan perkataannya. Banyak tanaman pahit berguna karena bisa dijadikan obat, tetapi hati yang pahit menjadi racun yang mencelakakan diri sendiri dan orang lain. Untuk mengatasinya, kita harus menuruti firman Tuhan yang memerintahkan kita untuk ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra, dan saling mengampuni (ay. 32). Kita perlu belajar mengenal Kristus. Hati Kristus penuh dengan kasih, Dia tidak pernah menyimpan kepahitan, dan perkataan-Nya, sekalipun kadang-kadang keras, senantiasa membangun. Kiranya kita melakukan hal yang sama –RTG. SALING MENGAMPUNI MEMBEBASKAN KITA DARI SEGALA BENTUK KEPAHITAN.

No comments:

Post a Comment