MY NEIGHBOUR
My Neighbour (Berkomunikasi dengan
Baik). 1
Timotius 5:1-2, “1Janganlah engkau keras terhadap orang yang tua,
melainkan tegorlah dia sebagai bapa. Tegorlah orang-orang muda sebagai
saudaramu, 2perempuan-perempuan tua sebagai ibu dan
perempuan-perempuan muda sebagai adikmu dengan penuh kemurnian.” Kepada
orang yang lebih muda, respect over ranking. Bagaimana aplikasinya?
Tunjukkan kepedulian kita terutama kepada potensi mereka. Invest waktu, beri
kepercayaan melalui kata-kata, perilaku dan tindakan yang kita ambil. Bila kita
respek, maka akan membuka pintu kepada hidup orang lain. Terhadap ortu respek
sebagai bapa. Terhadap orang muda respek sebagai saudara. Terhadap perempuan
yang tua respek sebagai ibu. Terhadap perempuan muda respek sebagai adik.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#MyNeighbour
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab Mazmur 126-128
PB: Lukas 11:29-42
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
Sumber: Bahan Warta Komsel 27 Agustus 2017.
Bp. Anto – Citraland
RENUNGAN PAGI: Iman timbul dari pendengaran dan pendengaran
oleh firman Kristus (Roma 10:17). Setiap kali kita beribadah di gereja,
pastilah satu bagian dari tata ibadahnya adalah khotbah
Ada pelbagai sikap ketika seseorang mendengarkan firman
Tuhan yang disampaikan, ada yang serius dan fokus mendengarkan, ada yang sambil
bermain HP, ada yang pikirannya melayang jauh dan ada pula yang
terkantuk-kantuk. Akibatnya, begitu banyak orang rutin beribadah ke gereja,
namun iman nya tetap saja tidak bertumbuh, masih tetap menjadi bayi-bayi rohani
yang masih memerlukan susu dan bukan makanan keras. Iman bertumbuh karena
mendengarkan kebenaran firman Tuhan dan tanpa iman tidak mungkin orang berkenan
kepada Allah. Kenapa firman Tuhan itu begitu penting untuk menumbuhkan iman
kita? Salah satunya adalah, firman Tuhan itu bermanfaat untuk mengajar, untuk
menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam
kebenaran. Dalam kitab Ibrani, dikatakan bahwa firman Allah hidup dan kuat dan
lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun, ia menusuk amat dalam sampai
memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan
pertimbangan dan pikiran hati kita. Yesus sendiri mengatakan, “Yang berbahagia
ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya.” Firman
Tuhan akan membantu kita untuk mengalami pembaharuan budi sehingga kita bisa
membedakan mana yang merupakan kehendak Allah dalam hidup kita, apa yang baik,
yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. Marilah kita sungguh-sungguh
fokus ketika kita memuji, menyembah dan mendengarkan firman-Nya. Selamat pagi,
Tuhan Yesus memberkati.
Madam Ossy
Selasa, 29 Agustus 2017. Bacaan: Efesus 4:17-32. Setahun:
Yeremia 51-52. Nas: Jagalah supaya jangan ada seorang pun kehilangan anugerah
Allah, agar jangan tumbuh akar pahit yang menimbulkan kerusuhan dan mencemarkan
banyak orang (Ibrani 12:15). Biji Mahoni. Biji mahoni rasanya pahit, tetapi
bisa untuk obat nyamuk. Cara membuatnya mudah. Biji mahoni dijemur, lalu
digerus menjadi bubuk. Bubuk itu dibungkus kantong kain, dan dimasukkan ke bak
air. Bak air pun akan terbebas dari jentik nyamuk. Saya mempraktikkannya, dan
berhasil. Biji mahoni yang pahit ada gunanya. Namun, jika kita menyimpan
kepahitan dalam hati, banyak masalah akan muncul. Firman Tuhan memerintahkan
kita membuang segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian, fitnah, dan
segala kejahatan (ay. 31). Kita pun hendaknya jangan menjauhkan diri dari kasih
karunia Allah, agar tidak tumbuh akar yang pahit dalam diri kita. Mengapa
seseorang bisa mengalami kepahitan? Salah satu penyebabnya adalah tidak mau
membereskan masalah. Contohnya, saya bertengkar dengan si A, tetapi tak kunjung
membereskannya. Kami malah saling mendiamkan. Saya selalu menyikapi secara
negatif segala tindakan dan perkataannya. Banyak tanaman pahit berguna karena
bisa dijadikan obat, tetapi hati yang pahit menjadi racun yang mencelakakan
diri sendiri dan orang lain. Untuk mengatasinya, kita harus menuruti firman
Tuhan yang memerintahkan kita untuk ramah seorang terhadap yang lain, penuh
kasih mesra, dan saling mengampuni (ay. 32). Kita perlu belajar mengenal
Kristus. Hati Kristus penuh dengan kasih, Dia tidak pernah menyimpan kepahitan,
dan perkataan-Nya, sekalipun kadang-kadang keras, senantiasa membangun. Kiranya
kita melakukan hal yang sama –RTG. SALING MENGAMPUNI MEMBEBASKAN KITA DARI
SEGALA BENTUK KEPAHITAN.

No comments:
Post a Comment