MY NEIGHBOUR
My Neighbour (Kasihilah...). Matius 5:44-45, “44Tetapi
Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang
menganiaya kamu. 45Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak
Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang
yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak
benar.” Lukas 6:27-28, “27Tetapi kepada kamu, yang
mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang
yang membenci kamu; 28mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu;
berdoalah bagi orang yang mencaci kamu.” Apakah kita masih membenci
musuh-musuh kita? Dan masih panas hati/membenci mereka? Mazmur 37:8, “Berhentilah
marah dan tinggalkanlah panas hati itu, jangan marah, itu hanya membawa kepada
kejahatan.” Amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#MyNeighbour
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab Mazmur 116-118
PB: Lukas 9:18-36
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
Madam Ossy
SAAT TEDUH. Kamis, 24 Agustus 2017. ALLAH MAHATAHU. Bacaan:
Mazmur 139:1-24. Mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu
semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satu pun dari
padanya (Mazmur 139:16). Saat berselancar di dunia maya, terkadang kita mendapat
notifikasi bahwa situs yang tengah kita kunjungi menggunakan cookie. Apakah
itu? Cookie adalah sebuah berkas yang disimpan di dalam gawai (komputer atau
telepon pintar) kita dan berfungsi untuk mencatat informasi tentang kebiasaan
kita dalam berselancar. Dengan mengetahui preferensi kita, saat kita
mengunjungi situs tersebut di kesempatan berikutnya, maka ia dengan cepat dapat
menyajikan materi yang mendekati kesukaan kita. Dengan kata lain, cookie
membuat sebuah situs mengenal kita dengan lebih baik. Jika perangkat buatan
manusia saja dapat melakukan hal itu, apalagi Bapa kita di surga. Bukankah Dia
yang menciptakan manusia dan memberi mereka akal budi, sehingga dapat
menciptakan aplikasi dan memberinya kecerdasan buatan? Betapa lebih dahsyatnya
ke-mahatahu-an Allah. Ia mengenal kita bukan karena telah menanamkan suatu
berkas kecil di dalam diri kita, Ia sendiri yang ada di dalam kita. Ia
mengetahui saat kita duduk, berdiri, berjalan, dan berbaring. Ia mengerti jalan
pikiran kita dan apa yang hendak kita ucapkan. Sebab, Dialah yang menciptakan
kita pribadi lepas pribadi. Kalau cookie hanya mencatat apa yang telah kita
lakukan, dalam catatan Allah “semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk,
sebelum ada satu pun dari padanya” (ay. 16). Memiliki Allah yang mengenal kita
jauh melebihi pengetahuan kita sendiri, yang mengetahui apa saja yang
terbentang di hadapan kita, masihkah kita khawatir menjalani kehidupan bersama
Dia? MASA DEPAN KITA YANG TAK TERLIHAT AMAN, DALAM GENGGAMAN ALLAH YANG
MAHATAHU. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Mazmur
116-118 dan Lukas 9:18-36.

No comments:
Post a Comment