Thursday, 24 August 2017

24 Agustus 2017

MY NEIGHBOUR






My Neighbour (Kasihilah...). Matius 5:44-45, 44Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. 45Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.” Lukas 6:27-28, 27Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; 28mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu.” Apakah kita masih membenci musuh-musuh kita? Dan masih panas hati/membenci mereka? Mazmur 37:8, “Berhentilah marah dan tinggalkanlah panas hati itu, jangan marah, itu hanya membawa kepada kejahatan.” Amin.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#MyNeighbour

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab Mazmur 116-118
PB: Lukas 9:18-36

#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Kamis, 24 Agustus 2017. ALLAH MAHATAHU. Bacaan: Mazmur 139:1-24. Mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satu pun dari padanya (Mazmur 139:16). Saat berselancar di dunia maya, terkadang kita mendapat notifikasi bahwa situs yang tengah kita kunjungi menggunakan cookie. Apakah itu? Cookie adalah sebuah berkas yang disimpan di dalam gawai (komputer atau telepon pintar) kita dan berfungsi untuk mencatat informasi tentang kebiasaan kita dalam berselancar. Dengan mengetahui preferensi kita, saat kita mengunjungi situs tersebut di kesempatan berikutnya, maka ia dengan cepat dapat menyajikan materi yang mendekati kesukaan kita. Dengan kata lain, cookie membuat sebuah situs mengenal kita dengan lebih baik. Jika perangkat buatan manusia saja dapat melakukan hal itu, apalagi Bapa kita di surga. Bukankah Dia yang menciptakan manusia dan memberi mereka akal budi, sehingga dapat menciptakan aplikasi dan memberinya kecerdasan buatan? Betapa lebih dahsyatnya ke-mahatahu-an Allah. Ia mengenal kita bukan karena telah menanamkan suatu berkas kecil di dalam diri kita, Ia sendiri yang ada di dalam kita. Ia mengetahui saat kita duduk, berdiri, berjalan, dan berbaring. Ia mengerti jalan pikiran kita dan apa yang hendak kita ucapkan. Sebab, Dialah yang menciptakan kita pribadi lepas pribadi. Kalau cookie hanya mencatat apa yang telah kita lakukan, dalam catatan Allah “semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satu pun dari padanya” (ay. 16). Memiliki Allah yang mengenal kita jauh melebihi pengetahuan kita sendiri, yang mengetahui apa saja yang terbentang di hadapan kita, masihkah kita khawatir menjalani kehidupan bersama Dia? MASA DEPAN KITA YANG TAK TERLIHAT AMAN, DALAM GENGGAMAN ALLAH YANG MAHATAHU. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Mazmur 116-118 dan Lukas 9:18-36.

No comments:

Post a Comment