Wednesday, 2 August 2017

2 Agustus 2017

MY NEIGHBOUR






Berdiam Diri di Hadapan Tuhan (2). Habakuk 2:20, “Tetapi TUHAN ada di dalam bait-Nya yang kudus. Berdiam dirilah di hadapan-Nya, ya segenap bumi!”
1.      Kepastian Keberadaan Allah
Allah ada didalam baitNya yang kudus. Keberadaan Allah adalah keberadaan yang esensial. Apakah Allah itu ADA? Ketika kita meragukan keberadaan Allah, akibatnya akan menghancurkan seluruh sistem iman kita. Oleh karena itu disaat kita mau melakukan sesuatu tindakan/mengambil keputusan, kunci pertama yang harus diingat ialah Allah ADA. Saat Habakuk mempertanyakan tindakan Allah. Allah justru menjawab tentang keberadaanNya didalam baitNya sebagai pernyataan akan Kepastian KeberadaanNya. Tuhan menuntut agar keberadaanNya justru menjadi landasan dari seluruh sikap dan kehidupan kita.
2.      Keberadaan yang Hidup dan Bertindak
Ketika Allah menegaskan bahwa IA ADA dalam baitNya yang kudus, kita tidak bisa melihatnya sebagai suatu kondisi statis, kalimat ini kontras dengan ayat sebelumnya, gambaran berhala yang mewah, anggun kelihatannya tapi tidak bisa berbuat apa-apa. Alkitab menyatakan bahwa Tuhan, Yahweh adalah Allah yang hidup dan bertindak. IA ADA di tahtaNya dan IA sedang memerintah. Itulah gambaran kedaulatan seorang raja yang sedang mengamati dan siap melakukan tindakan apabila diperlukan. Inilah kunci yang menggambarkan bahwa Allah bukan Allah yang sekedar berdaulat. Tetapi Allah yang berinisiatif dan akan melakukan keadilan, itulah sebabnya Allah menyatakan kepada Habakuk suatu tindakan yang pasti terjadi (Habakuk 2:3). Amin... Baca selanjutnya Besok 3 Agustus.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#PergumulanMengertiKehendakAllah

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab Mazmur 60-62
PB: 2 Tim 1

#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved

(Bahan diambil dari tafsir kitab Habakuk: Pdt. Sucipto Subeno)

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Rabu, 2 Agustus 2017. DAMPAK KEHADIRAN YESUS. Bacaan: Lukas 19:1-10. “Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang” (Lukas 19:10). Apa yang ada dalam benak kita ketika membaca kisah Zakheus? Sekejap terbayang sosok kepala pemungut cukai bertubuh pendek yang sedang memanjat pohon ara. Pada masa itu, orang Yahudi memandang pemungut cukai adalah musuh masyarakat karena dianggap sebagai antek penjajah. Mereka disamakan dengan penjahat, penzinah, atau perampok. Nyatanya, Zakheus rindu bertemu dengan Yesus. Begitu besar kerinduannya sampai ia berlari mendahului orang banyak dan memanjat pohon ara untuk melihat Yesus. Yesus pun berkenan mengunjungi rumahnya, memasuki kehidupannya. Tentu saja Zakheus bersukacita. Namun, orang-orang yang melihat hal itu bersungut-sungut. Mereka beranggapan Yesus tidak pantas menumpang di rumah seorang pendosa. Sebaliknya, bagi Zakheus, kehadiran Yesus sangat berarti, menandakan bahwa Tuhan menerimanya. Kehadiran Yesus mengubah hidupnya secara radikal: dari orang yang hanya memperkaya diri sendiri menjadi orang yang peduli pada orang lain yang menderita dan yang tak mampu membalas kebaikannya. Itulah cerminan anugerah yang bekerja dalam hidup Zakheus. Itulah contoh bagaimana Allah mencari manusia dan menyelamatkan orang yang terhilang. Kiranya kita dijauhkan dari sikap merasa diri sebagai orang yang paling benar dan tidak bercela sehingga kita menghakimi orang lain. Kita tentu saja rindu menjadi orang yang lebih baik, menjauhi dosa, dan hidup kudus. Namun, perubahan hidup semacam itu terjadi bukan karena kesalehan kita, melainkan melalui kehadiran Kristus dalam hidup kita. BERSUKACITA ATAS KEHADIRAN YESUS KRISTUS MENDATANGKAN PERUBAHAN HIDUP YANG NYATA. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Mazmur 60-62 dan 2 Timotius 1.

No comments:

Post a Comment