MY NEIGHBOUR
Berdiam
Diri di Hadapan Tuhan (2). Habakuk 2:20, “Tetapi TUHAN ada di
dalam bait-Nya yang kudus. Berdiam dirilah di hadapan-Nya, ya segenap bumi!”
1.
Kepastian Keberadaan Allah
Allah ada
didalam baitNya yang kudus. Keberadaan Allah adalah keberadaan yang esensial.
Apakah Allah itu ADA? Ketika kita meragukan keberadaan Allah, akibatnya akan
menghancurkan seluruh sistem iman kita. Oleh karena itu disaat kita mau
melakukan sesuatu tindakan/mengambil keputusan, kunci pertama yang harus
diingat ialah Allah ADA. Saat Habakuk mempertanyakan tindakan Allah.
Allah justru menjawab tentang keberadaanNya didalam baitNya sebagai pernyataan
akan Kepastian KeberadaanNya. Tuhan menuntut agar keberadaanNya justru menjadi
landasan dari seluruh sikap dan kehidupan kita.
2.
Keberadaan yang Hidup dan Bertindak
Ketika Allah menegaskan
bahwa IA ADA dalam baitNya yang kudus, kita tidak bisa melihatnya sebagai suatu
kondisi statis, kalimat ini kontras dengan ayat sebelumnya, gambaran berhala
yang mewah, anggun kelihatannya tapi tidak bisa berbuat apa-apa. Alkitab
menyatakan bahwa Tuhan, Yahweh adalah Allah yang hidup dan bertindak. IA ADA di
tahtaNya dan IA sedang memerintah. Itulah gambaran kedaulatan seorang raja yang
sedang mengamati dan siap melakukan tindakan apabila diperlukan. Inilah kunci
yang menggambarkan bahwa Allah bukan Allah yang sekedar berdaulat. Tetapi Allah
yang berinisiatif dan akan melakukan keadilan, itulah sebabnya Allah menyatakan
kepada Habakuk suatu tindakan yang pasti terjadi (Habakuk 2:3). Amin... Baca
selanjutnya Besok 3 Agustus.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#PergumulanMengertiKehendakAllah
Note:
Jangan lewatkan
Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab Mazmur
60-62
PB: 2 Tim 1
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
(Bahan diambil
dari tafsir kitab Habakuk: Pdt. Sucipto Subeno)
Madam
Ossy
SAAT TEDUH.
Rabu, 2 Agustus 2017. DAMPAK KEHADIRAN YESUS. Bacaan: Lukas 19:1-10. “Sebab
Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang” (Lukas 19:10).
Apa yang ada dalam benak kita ketika membaca kisah Zakheus? Sekejap terbayang
sosok kepala pemungut cukai bertubuh pendek yang sedang memanjat pohon ara.
Pada masa itu, orang Yahudi memandang pemungut cukai adalah musuh masyarakat
karena dianggap sebagai antek penjajah. Mereka disamakan dengan penjahat,
penzinah, atau perampok. Nyatanya, Zakheus rindu bertemu dengan Yesus. Begitu
besar kerinduannya sampai ia berlari mendahului orang banyak dan memanjat pohon
ara untuk melihat Yesus. Yesus pun berkenan mengunjungi rumahnya, memasuki
kehidupannya. Tentu saja Zakheus bersukacita. Namun, orang-orang yang melihat
hal itu bersungut-sungut. Mereka beranggapan Yesus tidak pantas menumpang di
rumah seorang pendosa. Sebaliknya, bagi Zakheus, kehadiran Yesus sangat
berarti, menandakan bahwa Tuhan menerimanya. Kehadiran Yesus mengubah hidupnya
secara radikal: dari orang yang hanya memperkaya diri sendiri menjadi orang
yang peduli pada orang lain yang menderita dan yang tak mampu membalas
kebaikannya. Itulah cerminan anugerah yang bekerja dalam hidup Zakheus. Itulah
contoh bagaimana Allah mencari manusia dan menyelamatkan orang yang terhilang.
Kiranya kita dijauhkan dari sikap merasa diri sebagai orang yang paling benar
dan tidak bercela sehingga kita menghakimi orang lain. Kita tentu saja rindu
menjadi orang yang lebih baik, menjauhi dosa, dan hidup kudus. Namun, perubahan
hidup semacam itu terjadi bukan karena kesalehan kita, melainkan melalui
kehadiran Kristus dalam hidup kita. BERSUKACITA ATAS KEHADIRAN YESUS KRISTUS
MENDATANGKAN PERUBAHAN HIDUP YANG NYATA. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati.
#LoveTheBible – Bacaan: Mazmur 60-62 dan 2 Timotius 1.

No comments:
Post a Comment