MY NEIGHBOUR
My Neighbour (Saling...). Mengakhiri seri kita bulan ini,
siapakah sesamamu? Kasihilah sesamamu. Respek kepada ortu, saudara dll lebih
dari... Bukan hanya kita diminta untuk mengasihi... Tapi setiap kita pribadi
boleh kenal dengan satu kata yang luar biasa ini yaitu SALING.
1.
Saling
mengasihi (1 Petrus 1:22)
2.
Saling
mengasihi sebagai saudara (Roma 12:10)
3.
Saling
mendahului dalam memberi hormat (Roma 12:10)
4.
Saling
sehati dan sepikir (Roma 12:16)
5.
Saling
membangun (Roma 14:19)
6.
Saling
menerima satu dengan yang lain (Roma 15:17)
7.
Saling
menasehati (Roma 15:14)
8.
Saling
memberi salam (1 Kor 13:12)
9.
Saling
melayani (Gal 5:13)
10. Saling menunjukkan kasih dalam menolong
yang lain (Ef 4:32)
11. Saling bersikap ramah dan sabar seorang
terhadap yang lain (Ef 4:32)
12. Saling mengampuni (Efesus 4:32)
13. Saling menundukkan diri seorang
terhadap yang lain (Ef 5:21)
14. Saling menghibur (1 Tes 4:18)
15. Saling menasehati dan membangun (Ibrani
3:13)
16. Saling memperhatikan (Ibrani 10:24)
17. Saling mendorong dalam kasih dan
pekerjaan baik (Ibrani 10:24)
18. Saling mengaku dosa (Yak 5:16)
19. Saling medoakan (Yak 5:16)
20. Saling berbelas kasihan (1 Petrus 3:8)
21. Saling memberi tumpangan (1 Petrus 4:9)
22. Saling melayani sesuai karunia yang
telah diperoleh tiap-tiap orang (1 Pet 4:10)
23. Saling merendahkan hati (1 Pet 5:5)
24. Saling bersekutu seorang dengan yang
lain (1 Yoh 1:7)
25. Saling memperhatikan (Ibrani 12:25)
Bagaimana dengan kita? Apakah kita sudah mempraktekkan
“SALING” selama ini?
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#MyNeighbour
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab Mazmur 132-134
PB: Lukas 12:35-59
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
Madam Ossy
SAAT TEDUH. Kamis, 31 Agustus 2017. TERLALU PANIK. Bacaan:
Markus 4:35-41. Lalu murid-murid- Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya,
“Guru, tidak pedulikah Engkau kalau kita binasa?” (Markus 4:38). Hari itu ibu
saya sakit perut. Setelah beberapa jam meminum obat, sakitnya tidak kunjung
reda. Ibu tampak panik. Melihat hal itu, kami sekeluarga berusaha untuk
menenangkannya. Beberapa saat kemudian, beliau mulai menunjukkan tanda-tanda
kesembuhan. Pada waktu petang hari, setelah mengajar orang banyak, Yesus
mengajak murid-murid-Nya untuk bertolak ke seberang. Mereka lalu naik perahu
beserta Yesus (ay. 35-36). Diluar dugaan, mengamuklah topan yang sangat dahsyat
dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu sehingga perahu itu mulai penuh
dengan air (ay. 37). Murid-murid begitu ketakutan, lalu membangunkan Yesus yang
ternyata sedang tidur di buritan beralas sebuah tilam. Mereka berkata, “Guru,
Engkau tidak peduli kalau kita binasa?” (ay. 38). Yesus bangun lalu meredakan
angin dan menenangkan badai (ay. 39). Murid-murid merasa ketakutan sekalipun
Yesus beserta mereka. Kita pun sering kali bertindak seperti para murid. Kita
begitu panik, bingung, dan khawatir menghadapi tantangan di depan, padahal kita
tahu Yesus tidak pernah meninggalkan kita. Rasa panik membuat kita memandang
masalah jauh lebih besar dari seharusnya. Ingatlah, sebesar apa pun sebuah
tantangan, kuasa Yesus jauh lebih besar. Yesus berkata, “Mengapa kamu begitu
takut? Mengapa kamu tidak percaya?” (ay. 40). Marilah kita meletakkan
kepercayaan kepada Yesus, Tuhan yang sanggup meredakan setiap badai hidup dan
memberikan ketenangan bagi jiwa. BERSAMA YESUS, KITA DAPAT TETAP TINGGAL
TENANG. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Mazmur
132-134 dan Lukas 12:35-59.

No comments:
Post a Comment