Thursday, 31 August 2017

31 Agustus 2017

MY NEIGHBOUR






My Neighbour (Saling...). Mengakhiri seri kita bulan ini, siapakah sesamamu? Kasihilah sesamamu. Respek kepada ortu, saudara dll lebih dari... Bukan hanya kita diminta untuk mengasihi... Tapi setiap kita pribadi boleh kenal dengan satu kata yang luar biasa ini yaitu SALING.
1.      Saling mengasihi (1 Petrus 1:22)
2.      Saling mengasihi sebagai saudara (Roma 12:10)
3.      Saling mendahului dalam memberi hormat (Roma 12:10)
4.      Saling sehati dan sepikir (Roma 12:16)
5.      Saling membangun (Roma 14:19)
6.      Saling menerima satu dengan yang lain (Roma 15:17)
7.      Saling menasehati (Roma 15:14)
8.      Saling memberi salam (1 Kor 13:12)
9.      Saling melayani (Gal 5:13)
10.  Saling menunjukkan kasih dalam menolong yang lain (Ef 4:32)
11.  Saling bersikap ramah dan sabar seorang terhadap yang lain (Ef 4:32)
12.  Saling mengampuni (Efesus 4:32)
13.  Saling menundukkan diri seorang terhadap yang lain (Ef 5:21)
14.  Saling menghibur (1 Tes 4:18)
15.  Saling menasehati dan membangun (Ibrani 3:13)
16.  Saling memperhatikan (Ibrani 10:24)
17.  Saling mendorong dalam kasih dan pekerjaan baik (Ibrani 10:24)
18.  Saling mengaku dosa (Yak 5:16)
19.  Saling medoakan (Yak 5:16)
20.  Saling berbelas kasihan (1 Petrus 3:8)
21.  Saling memberi tumpangan (1 Petrus 4:9)
22.  Saling melayani sesuai karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang (1 Pet 4:10)
23.  Saling merendahkan hati (1 Pet 5:5)
24.  Saling bersekutu seorang dengan yang lain (1 Yoh 1:7)
25.  Saling memperhatikan (Ibrani 12:25)
Bagaimana dengan kita? Apakah kita sudah mempraktekkan “SALING” selama ini?

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#MyNeighbour

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab Mazmur 132-134
PB: Lukas 12:35-59

#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Kamis, 31 Agustus 2017. TERLALU PANIK. Bacaan: Markus 4:35-41. Lalu murid-murid- Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya, “Guru, tidak pedulikah Engkau kalau kita binasa?” (Markus 4:38). Hari itu ibu saya sakit perut. Setelah beberapa jam meminum obat, sakitnya tidak kunjung reda. Ibu tampak panik. Melihat hal itu, kami sekeluarga berusaha untuk menenangkannya. Beberapa saat kemudian, beliau mulai menunjukkan tanda-tanda kesembuhan. Pada waktu petang hari, setelah mengajar orang banyak, Yesus mengajak murid-murid-Nya untuk bertolak ke seberang. Mereka lalu naik perahu beserta Yesus (ay. 35-36). Diluar dugaan, mengamuklah topan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu sehingga perahu itu mulai penuh dengan air (ay. 37). Murid-murid begitu ketakutan, lalu membangunkan Yesus yang ternyata sedang tidur di buritan beralas sebuah tilam. Mereka berkata, “Guru, Engkau tidak peduli kalau kita binasa?” (ay. 38). Yesus bangun lalu meredakan angin dan menenangkan badai (ay. 39). Murid-murid merasa ketakutan sekalipun Yesus beserta mereka. Kita pun sering kali bertindak seperti para murid. Kita begitu panik, bingung, dan khawatir menghadapi tantangan di depan, padahal kita tahu Yesus tidak pernah meninggalkan kita. Rasa panik membuat kita memandang masalah jauh lebih besar dari seharusnya. Ingatlah, sebesar apa pun sebuah tantangan, kuasa Yesus jauh lebih besar. Yesus berkata, “Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?” (ay. 40). Marilah kita meletakkan kepercayaan kepada Yesus, Tuhan yang sanggup meredakan setiap badai hidup dan memberikan ketenangan bagi jiwa. BERSAMA YESUS, KITA DAPAT TETAP TINGGAL TENANG. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Mazmur 132-134 dan Lukas 12:35-59.

No comments:

Post a Comment