MY NEIGHBOUR
My Neighbour – Iman yang Membuat Yesus
Kagum.
Bacaan: Lukas 7:1-10. Salah satu kunci untuk mengalami mukjizat dari
Tuhan adalah pemahaman yang benar tentang otoritas yang dimiliki oleh Yesus.
Ketika Perwira Romawi itu mendengar tentang Yesus, apa yang dilakukuan? (Ayat
1-3) Dan apa respon Tuhan Yesus? (Ayat6 a)
Ayat 1: “Setelah Yesus selesai berbicara di depan orang
banyak, masuklah Ia ke Kapernaum.”
Ayat 2: “Di situ ada seorang perwira yang mempunyai
seorang hamba, yang sangat dihargainya. Hamba itu sedang sakit keras dan hampir
mati.”
Ayat 3: “Ketika perwira itu mendengar tentang Yesus, ia
menyuruh beberapa orang tua-tua Yahudi kepada-Nya untuk meminta, supaya Ia
datang dan menyembuhkan hambanya.”
Ayat 6a: “Lalu Yesus pergi bersama-sama dengan mereka.”
Karena tidak layak menerima Tuhan Yesus, pemahaman iman
seperti apakah yang ditujukan oleh perwira romawi itu? Bahwa Yesus maha kuasa?
(Ayat 6b-8)
Ayat 6b: “Ketika Ia tidak jauh lagi dari rumah perwira
itu, perwira itu menyuruh sahabat-sahabatnya untuk mengatakan kepada-Nya: ‘Tuan,
janganlah bersusah-susah, sebab aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku.’”
Ayat 7: “sebab itu aku juga menganggap diriku tidak layak
untuk datang kepada-Mu. Tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan
sembuh.”
Ayat 8: “sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di
bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu:
Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang,
ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya.”
Perwira Romawi ini tahu bahwa otoritas pasti bekerja sesuai
tingkatannya. Dan iapun percaya. Otoritas Tuhan Yesus tidak dibatasi oleh letak
jarak yang jauh, tetapi oleh prinsip bahwa kuasa yang lebih besar pasti
dialirkan/dilimpahkan ke tingkat yang lebih rendah. Sehingga Tuhan Yesus
memberikan pujian kepada Perwira romawi ini: (Ayat 9-10)
Ayat 9: “setelah Yesus mendengar perkataan itu, Ia heran
akan dia, dan sambil berpaling kepada orang banyak yang mengikuti Dia, Ia
berkata: ‘Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai,
sekalipun di antara orang Israel!’”
Ayat 10: “Dan setelah orang-orang yang disuruh itu
kembali ke rumah, didapatinyalah hamba itu telah sehat kembali.”
Demikianlah Kuasa Yesus pasti bekerja, iman perwira itu
menarik KUASA Yesus yang tidak terbatas kepada dirinya dan kebutuhannya.
Bagaimana dengan kita? Apakah kita juga memiliki IMAN yang membuat Yesus kagum?
Sehingga kita diberi KUASA untuk membawa jiwa-jiwa datang selangkah lebih dekat
kepada DIA. Amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#MyNeighbour
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab Mazmur 103-104
PB: Lukas 7:1-30
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
Madam Ossy
SAAT TEDUH. Sabtu, 19 Agustus 2017. SUMPAH PALSU. Bacaan:
Matius 5:33-37. Jika ya, hendaklah kamu katakan: Ya, jika tidak, hendaklah kamu
katakan: Tidak. Apa yang lebih daripada itu berasal dari si jahat (Matius
5:37). Kita tahu betul ritual itu: pengucapan sumpah jabatan sebelum pejabat
pemerintah dilantik. Mereka bersumpah untuk bekerja, mengabdi pada rakyat dan
negara kita tercinta. Sayang, beberapa di antaranya hanya bersumpah palsu.
Buktinya, ada saja pejabat yang ditangkap karena kasus korupsi. Tuhan Yesus
melihat permasalahan yang sama dalam pengucapan sumpah. Di dalam Perjanjian
Lama, sumpah hanya demi nama Tuhan (Ul. 6:13). Tujuannya adalah untuk
menunjukkan kesungguhan sumpah dengan mengundang Tuhan sebagai Saksi. Akan
tetapi, orang-orang Yahudi mulai bersumpah demi hal-hal lain (ay. 34-36).
Tujuannya adalah supaya ketika mereka tidak berhasil memenuhi sumpahnya, mereka
tidak kena hukuman seberat jika mereka bersumpah demi nama Tuhan. Tuhan Yesus
memperingatkan bahwa setiap sumpah yang diucapkan, meskipun bukan demi nama
Tuhan, secara tidak langsung tetap mengundang Tuhan sebagai Saksi karena segala
sesuatu adalah milik-Nya (ay. 34-36). Bahkan lebih lagi, Tuhan Yesus berkata,
“Janganlah sekali-kali bersumpah.” Mengapa demikian? Karena validitas perkataan
seseorang seharusnya bukan dilihat dari sumpah yang diucapkan melainkan dari
hati orang tersebut. Percuma seseorang bersumpah jika di dalam hatinya tidak
ada integritas. Itu sebabnya Tuhan Yesus berkata, “Jika ya, katakan: Ya. Jika
tidak, katakan: Tidak” (ay. 37). Sudahkah perkataan kita menunjukkan integritas
kita? Kiranya kita dapat hidup sebagai orang yang bisa dipercaya dan
berintegritas. JIKA SETIAP “YA” ADALAH “YA” DAN “TIDAK” ADALAH “TIDAK”, TIDAK
PERLU ADA SUMPAH KELUAR DARI MULUT KITA. Selamat pagi. Selamat berakhir pekan.
Tuhan Yesus menyertai dan memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Mazmur 103-104
dan Lukas 7:1-30.
Bp. Sadrak Soewargo – Citraland
IMAN YANG MENYELAMATKAN. Markus 10:47, “Ketika didengarnya,
bahwa itu adalah Yesus orang Nazaret, mulailah ia berseru: 'Yesus, Anak Daud,
kasihanilah aku!'” Markus 10:48, “Banyak orang menegornya supaya ia diam. Namun
semakin keras ia berseru: 'Anak Daud, kasihanilah aku!'” Markus 10:51, “Tanya
Yesus kepadanya: 'Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?' Jawab orang
buta itu: 'Rabuni, supaya aku dapat melihat!'” Markus 10:52, “Lalu kata Yesus
kepadanya: 'Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau!' Pada saat itu juga
melihatlah ia, lalu ia mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya.” Keyakinan,
disertai dengan tekad adalah sebuah perpaduan yang sempurna, mampu memberikan
energi yang luar biasa itulah IMAN. Kisah orang buta yang memiliki Iman,
menunjukkan bahwa tidak ada sesuatu yang bisa menghentikannya. Bentakan,
larangan, dan bahkan ancaman tidak bisa meluruhkan keyakinannya atas Yesus
sebagai TUHAN yang mampu memberikan keselamatan dan perubahan serta kebaikan
dalam hidupnya. Dan pada akhirnya, TUHAN Yesus mendengar dan memberikan apa
yang di-iman-i olehnya. Iman telah menyelamatkan hidupnya. Ibarat orang buta,
seringkali kita mengalami hal yang sama persis. Tidak bisa melihat kondisi diri
sendiri dan sekitar, kita mengalami kebutaan dalam melihat kondisi hidup. Apa
yang kita rasakan hanya gelap dan ketidak pastian disertai dengan larangan,
bentakan dan ancaman. Disaat seperti ini, sebagai pribadi percaya yang
dibutuhkan hanyalah IMAN pada Yesus. Yakinlah akan apa yang kita Iman-i, datang
dan berteriaklah kepada Yesus. Mintalah apa yang kita mau Dia lakukan atas
hidup kita, maka Dia akan mendengar dan memberikannya kepada kita. Tuhan Yesus,
kami percaya Engkaulah yang berkuasa atas segala yang hidup dibumi. Bimbing dan
arahkan kami agar mampu melihat dan mendapatkan sukacita daripada-Mu. Jesus
Love you. Bacaan Alkitab Setahun: Yesaya 53-55
#Jesus #Jesusloveyou #saatteduh #firmanTuhan #iman
#keselamatan
Anda diberkati - Like Page FB #Jesusloveyou1006
Anda peduli, Menabur benih - Share kepada teman

No comments:
Post a Comment