Saturday, 19 August 2017

19 Agustus 2017

MY NEIGHBOUR






My Neighbour – Iman yang Membuat Yesus Kagum. Bacaan: Lukas 7:1-10. Salah satu kunci untuk mengalami mukjizat dari Tuhan adalah pemahaman yang benar tentang otoritas yang dimiliki oleh Yesus. Ketika Perwira Romawi itu mendengar tentang Yesus, apa yang dilakukuan? (Ayat 1-3) Dan apa respon Tuhan Yesus? (Ayat6 a)
Ayat 1: “Setelah Yesus selesai berbicara di depan orang banyak, masuklah Ia ke Kapernaum.”
Ayat 2: “Di situ ada seorang perwira yang mempunyai seorang hamba, yang sangat dihargainya. Hamba itu sedang sakit keras dan hampir mati.”
Ayat 3: “Ketika perwira itu mendengar tentang Yesus, ia menyuruh beberapa orang tua-tua Yahudi kepada-Nya untuk meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan hambanya.”
Ayat 6a: “Lalu Yesus pergi bersama-sama dengan mereka.”
Karena tidak layak menerima Tuhan Yesus, pemahaman iman seperti apakah yang ditujukan oleh perwira romawi itu? Bahwa Yesus maha kuasa? (Ayat 6b-8)
Ayat 6b: “Ketika Ia tidak jauh lagi dari rumah perwira itu, perwira itu menyuruh sahabat-sahabatnya untuk mengatakan kepada-Nya: ‘Tuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku.’”
Ayat 7: “sebab itu aku juga menganggap diriku tidak layak untuk datang kepada-Mu. Tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.”
Ayat 8: “sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya.”
Perwira Romawi ini tahu bahwa otoritas pasti bekerja sesuai tingkatannya. Dan iapun percaya. Otoritas Tuhan Yesus tidak dibatasi oleh letak jarak yang jauh, tetapi oleh prinsip bahwa kuasa yang lebih besar pasti dialirkan/dilimpahkan ke tingkat yang lebih rendah. Sehingga Tuhan Yesus memberikan pujian kepada Perwira romawi ini: (Ayat 9-10)
Ayat 9: “setelah Yesus mendengar perkataan itu, Ia heran akan dia, dan sambil berpaling kepada orang banyak yang mengikuti Dia, Ia berkata: ‘Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!’”
Ayat 10: “Dan setelah orang-orang yang disuruh itu kembali ke rumah, didapatinyalah hamba itu telah sehat kembali.”
Demikianlah Kuasa Yesus pasti bekerja, iman perwira itu menarik KUASA Yesus yang tidak terbatas kepada dirinya dan kebutuhannya. Bagaimana dengan kita? Apakah kita juga memiliki IMAN yang membuat Yesus kagum? Sehingga kita diberi KUASA untuk membawa jiwa-jiwa datang selangkah lebih dekat kepada DIA. Amin.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#MyNeighbour

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab Mazmur 103-104
PB: Lukas 7:1-30

#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Sabtu, 19 Agustus 2017. SUMPAH PALSU. Bacaan: Matius 5:33-37. Jika ya, hendaklah kamu katakan: Ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: Tidak. Apa yang lebih daripada itu berasal dari si jahat (Matius 5:37). Kita tahu betul ritual itu: pengucapan sumpah jabatan sebelum pejabat pemerintah dilantik. Mereka bersumpah untuk bekerja, mengabdi pada rakyat dan negara kita tercinta. Sayang, beberapa di antaranya hanya bersumpah palsu. Buktinya, ada saja pejabat yang ditangkap karena kasus korupsi. Tuhan Yesus melihat permasalahan yang sama dalam pengucapan sumpah. Di dalam Perjanjian Lama, sumpah hanya demi nama Tuhan (Ul. 6:13). Tujuannya adalah untuk menunjukkan kesungguhan sumpah dengan mengundang Tuhan sebagai Saksi. Akan tetapi, orang-orang Yahudi mulai bersumpah demi hal-hal lain (ay. 34-36). Tujuannya adalah supaya ketika mereka tidak berhasil memenuhi sumpahnya, mereka tidak kena hukuman seberat jika mereka bersumpah demi nama Tuhan. Tuhan Yesus memperingatkan bahwa setiap sumpah yang diucapkan, meskipun bukan demi nama Tuhan, secara tidak langsung tetap mengundang Tuhan sebagai Saksi karena segala sesuatu adalah milik-Nya (ay. 34-36). Bahkan lebih lagi, Tuhan Yesus berkata, “Janganlah sekali-kali bersumpah.” Mengapa demikian? Karena validitas perkataan seseorang seharusnya bukan dilihat dari sumpah yang diucapkan melainkan dari hati orang tersebut. Percuma seseorang bersumpah jika di dalam hatinya tidak ada integritas. Itu sebabnya Tuhan Yesus berkata, “Jika ya, katakan: Ya. Jika tidak, katakan: Tidak” (ay. 37). Sudahkah perkataan kita menunjukkan integritas kita? Kiranya kita dapat hidup sebagai orang yang bisa dipercaya dan berintegritas. JIKA SETIAP “YA” ADALAH “YA” DAN “TIDAK” ADALAH “TIDAK”, TIDAK PERLU ADA SUMPAH KELUAR DARI MULUT KITA. Selamat pagi. Selamat berakhir pekan. Tuhan Yesus menyertai dan memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Mazmur 103-104 dan Lukas 7:1-30.

Bp. Sadrak Soewargo – Citraland
IMAN YANG MENYELAMATKAN. Markus 10:47, “Ketika didengarnya, bahwa itu adalah Yesus orang Nazaret, mulailah ia berseru: 'Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!'” Markus 10:48, “Banyak orang menegornya supaya ia diam. Namun semakin keras ia berseru: 'Anak Daud, kasihanilah aku!'” Markus 10:51, “Tanya Yesus kepadanya: 'Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?' Jawab orang buta itu: 'Rabuni, supaya aku dapat melihat!'” Markus 10:52, “Lalu kata Yesus kepadanya: 'Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau!' Pada saat itu juga melihatlah ia, lalu ia mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya.” Keyakinan, disertai dengan tekad adalah sebuah perpaduan yang sempurna, mampu memberikan energi yang luar biasa itulah IMAN. Kisah orang buta yang memiliki Iman, menunjukkan bahwa tidak ada sesuatu yang bisa menghentikannya. Bentakan, larangan, dan bahkan ancaman tidak bisa meluruhkan keyakinannya atas Yesus sebagai TUHAN yang mampu memberikan keselamatan dan perubahan serta kebaikan dalam hidupnya. Dan pada akhirnya, TUHAN Yesus mendengar dan memberikan apa yang di-iman-i olehnya. Iman telah menyelamatkan hidupnya. Ibarat orang buta, seringkali kita mengalami hal yang sama persis. Tidak bisa melihat kondisi diri sendiri dan sekitar, kita mengalami kebutaan dalam melihat kondisi hidup. Apa yang kita rasakan hanya gelap dan ketidak pastian disertai dengan larangan, bentakan  dan ancaman. Disaat seperti ini, sebagai pribadi percaya yang dibutuhkan hanyalah IMAN pada Yesus. Yakinlah akan apa yang kita Iman-i, datang dan berteriaklah kepada Yesus. Mintalah apa yang kita mau Dia lakukan atas hidup kita, maka Dia akan mendengar dan memberikannya kepada kita. Tuhan Yesus, kami percaya Engkaulah yang berkuasa atas segala yang hidup dibumi. Bimbing dan arahkan kami agar mampu melihat dan mendapatkan sukacita daripada-Mu. Jesus Love you. Bacaan Alkitab Setahun: Yesaya 53-55
#Jesus #Jesusloveyou #saatteduh #firmanTuhan #iman #keselamatan
Anda diberkati - Like Page FB #Jesusloveyou1006
Anda peduli, Menabur benih - Share kepada teman

No comments:

Post a Comment