MY NEIGHBOUR
Berdiam
Diri di Hadapan Tuhan (3) - BERDIAM dan BERHARAP.
Habakuk 2:20, “Tetapi TUHAN ada di dalam bait-Nya yang kudus. Berdiam
dirilah di hadapan-Nya, ya segenap bumi!” Bagaimana respon kita secara
tepat terhadap keberadaan Allah yang berdaulat?
1.
Percaya akan KEDAULATAN Allah
Sebagai respon
yang tepat dan bertanggung jawab dari Habakuk dan tentunya kita semua (orang
percaya) adalah kesungguhan untuk mau PERCAYA pada kedaulatan Allah. Seringkali
kita bertanya: Mengapa? Mengapa? Karena kita sering kali merasa mampu
bergerak sendiri dari pada Tuhan. Merasa lebih bijak dari Tuhan dan tidak mau
mengakui kedaulatan Allah atas hidupnya. Kita seringkali cenderung mengatur
Tuhan... dan kalau Tuhan tidak mau diatur maka kita akan mencari Tuhan Tuhan
yang lain yang bisa diatur (berhala).
2.
Sikap Pro Aktif Didalam Ketaatan
Berdiam diri di
hadapan Allah bukan berarti menggambarkan sifat pasif total, tetapi untuk bisa
berdiam diri di hadapan Allah justru dibutuhkan sikap aktif yang luar biasa.
Habakuk pun harus melakukan ini dalam situasi yang sulit dan keadaan inferior.
Jadi dengan berdiam diri di hadapan Allah kita belajar menjadi Pro Aktif.
Jangan memiliki sifat aktif yang berlebihan sehingga ketika kita berada dalam
berbagai kekacauan, emosi kita terpancing untuk cepat bertindak dan melakukan
hal-hal yang justru di luar jalur yang Tuhan inginkan. Tuhan menginginkan kalau
kita mau aktif dan kreatif, kita harus berada di dalam jalurNya Tuhan. Kita
boleh emosi, tetap belajar untuk tidak mendahului rancangan dan tindakan Allah.
Tuhan mengajar kita BERDIAM DIRI di hadapan DIA. Mengerti rencanaNya, menanti
perintahNya, dan bertindak sesuai kehendakNya. Amin. Ikuti besok dibagian
terakhir: Percaya akan INTEGRITAS Allah...
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#PergumulanMengertiKehendakAllah
Note:
Jangan lewatkan
Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab Mazmur
63-65
PB: 2 Tim 2
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
(Bahan diambil
dari tafsir kitab Habakuk: Pdt. Sucipto Subeno)
Madam
Ossy
SAAT TEDUH.
Kamis, 3 Agustus 2017. KENYAMANAN ORANG FASIK. Bacaan: Mazmur 10:1-18. Jangan
menjadi marah karena orang yang berbuat jahat, jangan iri kepada orang fasik
(Amsal 24:19). Adakah orang jahat atau orang fasik yang enak dan makmur
hidupnya? Banyak. Ada aparat yang menyalahgunakan jabatannya untuk korupsi,
rumahnya mewah, hidupnya kaya-raya. Ada orang yang melakukan percabulan,
badannya segar-bugar, hidupnya penuh kesenangan. Jujur saja, saat iman saya
lemah, saya iri melihat kehidupan mereka. Kok hidup mereka lebih enak daripada
hidup orang-orang yang takut akan Tuhan? Jangan iri kepada orang fasik. Itulah
firman Tuhan bagi kita yang merasa iri kepada orang fasik. Dalam Mazmur 10,
kita bisa melihat gambaran orang fasik. Mereka adalah orang yang giat memburu
orang yang tertindas (ay. 2), memuji-muji keinginan hatinya, mengutuki, dan
menista Tuhan (ay. 3), merasa Allah itu tidak ada sehingga tidak akan menuntut
apa-apa kepadanya (ay. 4). Mengapa kita tidak perlu marah kepada orang yang
berbuat jahat atau iri kepada orang fasik? Pertama, karena tidak ada gunanya.
Betul, orang fasik secara duniawi tampak berlimpah berkat dan hidup enak.
Namun, penghukuman Tuhan pasti menimpa mereka karena Tuhan adalah hakim yang
adil. Kedua, berkat duniawi bukanlah tujuan kita menjadi orang Kristen. Kita
mengikut Kristus karena hendak mencari Kerajaan Allah dan kebenarannya (Mat.
6:33). Tuhan tahu ada orang yang kaya-raya dari hasil korupsi. Tuhan tahu ada
orang yang menyalahgunakan kekuasaan untuk menindas rakyat. Kita pun tahu Tuhan
adalah Hakim yang adil, yang pasti bertindak sesuai dengan waktu-Nya.
Berbahagialah mengikuti Tuhan dalam kondisi apa pun. JANGANLAH IRI KEPADA
KEMAKMURAN DAN KENYAMAN HIDUP ORANG FASIK. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati.
#LoveTheBible – Bacaan: Mazmur 63-65 dan 2 Timotius 2.

No comments:
Post a Comment