Thursday, 3 August 2017

3 Agustus 2017

MY NEIGHBOUR






Berdiam Diri di Hadapan Tuhan (3) - BERDIAM dan BERHARAP. Habakuk 2:20, “Tetapi TUHAN ada di dalam bait-Nya yang kudus. Berdiam dirilah di hadapan-Nya, ya segenap bumi!” Bagaimana respon kita secara tepat terhadap keberadaan Allah yang berdaulat?
1.      Percaya akan KEDAULATAN Allah
Sebagai respon yang tepat dan bertanggung jawab dari Habakuk dan tentunya kita semua (orang percaya) adalah kesungguhan untuk mau PERCAYA pada kedaulatan Allah. Seringkali kita bertanya: Mengapa? Mengapa? Karena kita sering kali merasa mampu bergerak sendiri dari pada Tuhan. Merasa lebih bijak dari Tuhan dan tidak mau mengakui kedaulatan Allah atas hidupnya. Kita seringkali cenderung mengatur Tuhan... dan kalau Tuhan tidak mau diatur maka kita akan mencari Tuhan Tuhan yang lain yang bisa diatur (berhala).
2.      Sikap Pro Aktif Didalam Ketaatan
Berdiam diri di hadapan Allah bukan berarti menggambarkan sifat pasif total, tetapi untuk bisa berdiam diri di hadapan Allah justru dibutuhkan sikap aktif yang luar biasa. Habakuk pun harus melakukan ini dalam situasi yang sulit dan keadaan inferior. Jadi dengan berdiam diri di hadapan Allah kita belajar menjadi Pro Aktif. Jangan memiliki sifat aktif yang berlebihan sehingga ketika kita berada dalam berbagai kekacauan, emosi kita terpancing untuk cepat bertindak dan melakukan hal-hal yang justru di luar jalur yang Tuhan inginkan. Tuhan menginginkan kalau kita mau aktif dan kreatif, kita harus berada di dalam jalurNya Tuhan. Kita boleh emosi, tetap belajar untuk tidak mendahului rancangan dan tindakan Allah. Tuhan mengajar kita BERDIAM DIRI di hadapan DIA. Mengerti rencanaNya, menanti perintahNya, dan bertindak sesuai kehendakNya. Amin. Ikuti besok dibagian terakhir: Percaya akan INTEGRITAS Allah...

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#PergumulanMengertiKehendakAllah

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab Mazmur 63-65
PB: 2 Tim 2

#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved

(Bahan diambil dari tafsir kitab Habakuk: Pdt. Sucipto Subeno)

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Kamis, 3 Agustus 2017. KENYAMANAN ORANG FASIK. Bacaan: Mazmur 10:1-18. Jangan menjadi marah karena orang yang berbuat jahat, jangan iri kepada orang fasik (Amsal 24:19). Adakah orang jahat atau orang fasik yang enak dan makmur hidupnya? Banyak. Ada aparat yang menyalahgunakan jabatannya untuk korupsi, rumahnya mewah, hidupnya kaya-raya. Ada orang yang melakukan percabulan, badannya segar-bugar, hidupnya penuh kesenangan. Jujur saja, saat iman saya lemah, saya iri melihat kehidupan mereka. Kok hidup mereka lebih enak daripada hidup orang-orang yang takut akan Tuhan? Jangan iri kepada orang fasik. Itulah firman Tuhan bagi kita yang merasa iri kepada orang fasik. Dalam Mazmur 10, kita bisa melihat gambaran orang fasik. Mereka adalah orang yang giat memburu orang yang tertindas (ay. 2), memuji-muji keinginan hatinya, mengutuki, dan menista Tuhan (ay. 3), merasa Allah itu tidak ada sehingga tidak akan menuntut apa-apa kepadanya (ay. 4). Mengapa kita tidak perlu marah kepada orang yang berbuat jahat atau iri kepada orang fasik? Pertama, karena tidak ada gunanya. Betul, orang fasik secara duniawi tampak berlimpah berkat dan hidup enak. Namun, penghukuman Tuhan pasti menimpa mereka karena Tuhan adalah hakim yang adil. Kedua, berkat duniawi bukanlah tujuan kita menjadi orang Kristen. Kita mengikut Kristus karena hendak mencari Kerajaan Allah dan kebenarannya (Mat. 6:33). Tuhan tahu ada orang yang kaya-raya dari hasil korupsi. Tuhan tahu ada orang yang menyalahgunakan kekuasaan untuk menindas rakyat. Kita pun tahu Tuhan adalah Hakim yang adil, yang pasti bertindak sesuai dengan waktu-Nya. Berbahagialah mengikuti Tuhan dalam kondisi apa pun. JANGANLAH IRI KEPADA KEMAKMURAN DAN KENYAMAN HIDUP ORANG FASIK. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Mazmur 63-65 dan 2 Timotius 2.

No comments:

Post a Comment