MY NEIGHBOUR
My Neighbour (Komunikasi). Berkomunikasi dengan Baik. 1 Tim 5:1-2,
“1Janganlah engkau keras terhadap orang yang tua, melainkan
tegorlah dia sebagai bapa. Tegorlah orang-orang muda sebagai saudaramu. 2Perempuan-perempuan
tua sebagai ibu dan perempuan-perempuan muda sebagai adikmu dengan penuh
kemurnian.” Kata tegor berasal dari kata parakaleo =
menasehati = menguatkan = menjawab dengan ramah = meminta = RESPECT. Ada
2 hal yang dapat kita pelajari dari Pesan Rasul Paulus kepada Timotius/muridnya
(juga kepada kita semua). Kepada orang yang lebih tua, respect over
reluctant/hormat dan menghargai lebih dari rasa sungkan. Orang tua yang
dominan belajarlah juga untuk menghargai anak-anak yang mulai bertumbuh dewasa
dengan segala kreativitasnya sehingga anak-anak respek terhadap orang tua!
Komunikasi yang baik akan terjalin jika hubungan orang tua dan anak bisa timbal
balik/saling menerima satu dengan yang lain. Kuncinya: rasa hormat dan
menghargai lebih dari sungkan :). Aplikasinya: tunjukkan prestasimu bahwa
anak-anak juga dapat dipercaya! Invest waktu, bertukar pikiran/ngobrol sehingga
ortu mulai bisa memahami keputusan anak-anak. Invest hubungan dengan orang tua:
mengetahui apa yang disukai orang tua dsb-nya. Kepada orang muda, respect
over... Baca selanjutnya Besok 29 Agustus.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#MyNeighbour
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab Mazmur 123-125
PB: Lukas 11:1-28
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
Sumber: Bahan Warta Komsel 27 Agustus 2017
Evie Materdai
INI JAMINAN HIDUP KITA. DASHYATNYA FIRMAN TUHAN.
1.
Jangan
pernah lagi berkata, “Saya tidak bisa...!” Karena Filipi 4:13, “Segala perkara
dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.”
2.
Jangan
pernah lagi berkata, “Saya selalu kekurangan...” Karena Filipi 4:19, “Allahku
akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam
Kristus Yesus.”
3.
Jangan
pernah lagi berkata, “Saya takut!” Karena 2 Timotius 1:7, “Sebab Allah
memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan
kekuatan, kasih dan ketertiban.”
4.
Jangan
pernah lagi berkata, “Saya ragu dan kurang iman...” Karena Roma 12:3, “Jangan
ragu dan kurang iman karena TUHAN memberikan setiap orang, iman dengan ukuran
masing-masing.”
5.
Jangan
pernah lagi berkata, “Saya lemah...” Karena Mazmur 27:1, “TUHAN adakah terangku
dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut..? TUHAN adalah benteng
hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar?”
6.
Jangan
pernah lagi berkata, “ada supremasi iblis selama hidupku...” Karena 1 Yohanes
4:4b, “Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam
dunia.”
7.
Jangan
pernah lagi berkata, “Saya kalah...” Karena 2 Korintus 2:14, “Tetapi syukur
bagi Allah, yang dalam KRISTUS selalu membawa kami di jalan kemenangan-Nya.”
8.
Jangan
pernah lagi berkata, “Saya kurang hikmat...” Karena 1 Korintus 2:30, “Oleh DIA
kamu berada dalam KRISTUS YESUS, yang oleh ALLAH telah menjadi hikmat bagi
kita.”
9.
Jangan
pernah lagi berkata, “Saya sakit...” Karena Yesaya 53:5, “Oleh bilur-bilur-Nya
kita menjadi sembuh.”
10. Jangan pernah lagi berkata, “Saya
kuatir dan frustrasi...” tetapi “serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya,
sebab Ia yang memelihara kamu” (1 Petrus 5:7).
11. Jangan pernah lagi berkata, “Saya
terbelenggu...” Karena 2 Korintus 3:17b, “*Di mana ada Roh ALLAH, di situ ada
kemerdekaan.”
12. Jangan pernah lagi berkata, “Saya di
bawah penghukuman...” Karena Roma 8:1, “Demikianlah sekarang tidak ada
penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.”
“Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam
kekuatan kuasa-Nya” (Efesus 6:10). Amin.
Madam Ossy
SAAT TEDUH. Senin, 28 Agustus 2017. MELAWAN LUPA. Bacaan:
Ulangan 4:1-40. “Tetapi waspadalah dan berhati-hatilah, supaya jangan engkau
melupakan hal-hal yang dilihat oleh matamu sendiri itu, dan supaya jangan
semuanya itu hilang dari ingatanmu seumur hidupmu” (Ulangan 4:9). Saya sering
menghadapi masalah karena lupa. Suatu ketika seorang teman meminta tolong untuk
menjemput anaknya saat pulang sekolah karena ia tengah ke luar kota. Dengan
mudah, saya menyanggupinya. Masalah terjadi ketika sudah pukul 15.15 WIB, saya
baru menyadari kalau saya lupa. Itu berarti dia sudah menunggu saya lebih dari
satu jam di sekolahnya. Saya meminta maaf kepada teman saya. Sejak saat itu,
saya selalu menuliskan catatan di handphone dan agenda saya supaya kejadian
serupa tidak terulang. Sama seperti manusia pada umumnya, orang Israel juga
rawan terhadap “penyakit” lupa. Oleh karenanya, Musa menasihati dan meminta
bangsa Israel untuk: Pertama, mengingat Tuhan yang selalu menjawab setiap
seruan orang Israel (ay. 7). Kedua, mengingat ketetapan dan Kesepuluh Perintah
Allah (ay. 8, 13-15). Ketiga, mengingat pembebasan Israel dari perbudakan di
Mesir yang Tuhan lakukan (ay. 20). Keempat, mengingat perbuatan-perbuatan ajaib
yang Tuhan telah lakukan bagi bangsa Israel (ay. 34). Itulah alasan mengapa
Musa meminta mereka untuk melawan lupa (ay. 9, 23). Jika bangsa besar seperti
Israel yang telah melihat secara langsung kasih, mujizat, dan
perbuatan-perbuatan ajaib yang telah Tuhan lakukan bagi mereka masih saja
memiliki potensi untuk melupakan Tuhan, bagaimana dengan kita? Sama seperti
saya mengatasi masalah lupa dengan menuliskan catatan, begitu pula kita harus
menuliskan segala kebaikan, anugerah, dan perkara ajaib yang selama ini Tuhan
lakukan di dalam pikiran, hati, dan jiwa kita. INGATLAH SETIAP PERBUATAN BESAR
YANG DIA KERJAKAN DALAM HIDUP KITA. Selamat pagi. Selamat berkarya. Tuhan Yesus
memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Mazmur 123-125 dan Lukas 11:1-28.

No comments:
Post a Comment