MY NEIGHBOUR
My
Neighbour – Kasihilah Sesamamu (4). Matius 22:37-39,
“37Jawab Yesus kepadanya: ‘Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan
segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
38Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. 39Dan hukum
yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti
dirimu sendiri.’” Apa sebenarnya tujuan hidup kita? Ayat-ayat diatas bukan
hanya perintah tapi mengajarkan kepada kita tentang Panggilan terutama dalam
hidup kita itu apa? Sangat sederhana jawabannya: Mengasihi Allah dan sesama.
Rasul Paulus merangkum seluruh hukum Allah menjadi 1 perintah yakni Galatia
5:14, “Sebab seluruh hukum Taurat tercakup dalam satu firman ini, yaitu: ‘Kasihilah
sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!’” Bapa, terima kasih untuk kasih-Mu
bagi kami hari lepas hari, ajar kami mengerti panggilanMu yaitu mengasihi
sesama, bukalah mata hati kami untuk lebih peduli dan melakukannya seperti yang
kau kehendaki. Amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#MyNeighbour
Note:
Jangan lewatkan
Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab Mazmur
81-83
PB: Lukas
2:21-52
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
Madam
Ossy
SAAT TEDUH.
Jumat, 11 Agustus 2017. APAKAH UPAHKU? Bacaan: Matius 6:1-4. “...Sesungguhnya
Aku berkata kepadamu: Mereka sudah mendapat upahnya” (Matius 6:2). Seorang
turis mengunjungi pusat kerajinan lokal di sebuah daerah tujuan wisata. Karena
tertarik pada sebuah barang yang terpasang di salah satu kios, ia bertanya
kepada si pemilik apakah diperbolehkan memotretnya. “Jika engkau memberiku lima
puluh ribu, silakan saja.” Turis itu mengambil foto seperlunya. Lalu, sambil
tersenyum ia memberikan uang dan berkata, “Tadinya saya akan memberikan lebih
besar dari ini jika Anda membiarkan saya mengambil foto secara gratis.” Dalam
salah satu bagian dari khotbah di atas bukit, Yesus mengajarkan dengan tegas tentang
hal-hal yang tidak seharusnya dilakukan oleh murid-murid-Nya-tentang memberi
sedekah (ay. 2), berdoa (ay. 5), dan berpuasa (ay. 16). Melakukan hal-hal
tersebut hanya untuk dilihat orang dan bukan untuk menyenangkan hati Allah
adalah sebuah kesalahan besar. Bagi orang yang melakukannya, Dia berkata bahwa
“mereka sudah mendapatkan upahnya.” Artinya, mereka sudah mendapatkan upah yang
mereka harapkan, yaitu penghargaan manusia, dan mereka tidak lagi mendapatkan
bagian dalam hadiah yang telah dipersiapkan Allah. Setiap kali melakukan suatu
tugas atau pekerjaan, kiranya kita menjauhkan diri dari pikiran yang berfokus
pada upah materiel yang akan kita dapatkan. Kita melakukannya bagi kemuliaan
Tuhan. Karena itu, hendaknya kita senantiasa mengingat dan menyadari bahwa
setiap tugas dan perbuatan yang kita lakukan adalah untuk sebuah mahkota
kemuliaan surgawi. UPAH ORANG PERCAYA NILAINYA JAUH MELEBIHI APA PUN DARI DUNIA
INI. Selamat pagi. Happy Friday. Tuhan Yesus memberkati.
#LoveTheBible – Bacaan: Mazmur 81-83 dan Lukas 2:21-52.

No comments:
Post a Comment