Friday, 11 August 2017

11 Agustus 2017

MY NEIGHBOUR






My Neighbour – Kasihilah Sesamamu (4). Matius 22:37-39, 37Jawab Yesus kepadanya: ‘Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. 38Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. 39Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.’” Apa sebenarnya tujuan hidup kita? Ayat-ayat diatas bukan hanya perintah tapi mengajarkan kepada kita tentang Panggilan terutama dalam hidup kita itu apa? Sangat sederhana jawabannya: Mengasihi Allah dan sesama. Rasul Paulus merangkum seluruh hukum Allah menjadi 1 perintah yakni Galatia 5:14, “Sebab seluruh hukum Taurat tercakup dalam satu firman ini, yaitu: ‘Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!’” Bapa, terima kasih untuk kasih-Mu bagi kami hari lepas hari, ajar kami mengerti panggilanMu yaitu mengasihi sesama, bukalah mata hati kami untuk lebih peduli dan melakukannya seperti yang kau kehendaki. Amin.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#MyNeighbour

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab Mazmur 81-83
PB: Lukas 2:21-52

#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Jumat, 11 Agustus 2017. APAKAH UPAHKU? Bacaan: Matius 6:1-4. “...Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Mereka sudah mendapat upahnya” (Matius 6:2). Seorang turis mengunjungi pusat kerajinan lokal di sebuah daerah tujuan wisata. Karena tertarik pada sebuah barang yang terpasang di salah satu kios, ia bertanya kepada si pemilik apakah diperbolehkan memotretnya. “Jika engkau memberiku lima puluh ribu, silakan saja.” Turis itu mengambil foto seperlunya. Lalu, sambil tersenyum ia memberikan uang dan berkata, “Tadinya saya akan memberikan lebih besar dari ini jika Anda membiarkan saya mengambil foto secara gratis.” Dalam salah satu bagian dari khotbah di atas bukit, Yesus mengajarkan dengan tegas tentang hal-hal yang tidak seharusnya dilakukan oleh murid-murid-Nya-tentang memberi sedekah (ay. 2), berdoa (ay. 5), dan berpuasa (ay. 16). Melakukan hal-hal tersebut hanya untuk dilihat orang dan bukan untuk menyenangkan hati Allah adalah sebuah kesalahan besar. Bagi orang yang melakukannya, Dia berkata bahwa “mereka sudah mendapatkan upahnya.” Artinya, mereka sudah mendapatkan upah yang mereka harapkan, yaitu penghargaan manusia, dan mereka tidak lagi mendapatkan bagian dalam hadiah yang telah dipersiapkan Allah. Setiap kali melakukan suatu tugas atau pekerjaan, kiranya kita menjauhkan diri dari pikiran yang berfokus pada upah materiel yang akan kita dapatkan. Kita melakukannya bagi kemuliaan Tuhan. Karena itu, hendaknya kita senantiasa mengingat dan menyadari bahwa setiap tugas dan perbuatan yang kita lakukan adalah untuk sebuah mahkota kemuliaan surgawi. UPAH ORANG PERCAYA NILAINYA JAUH MELEBIHI APA PUN DARI DUNIA INI. Selamat pagi. Happy Friday. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Mazmur 81-83 dan Lukas 2:21-52.

No comments:

Post a Comment