MY NEIGHBOUR
My Neighbour (Kasihilah...). Saat kita mengasihi orang yang
mengasihi kita itu sangatlah mudah dilakukan, tapi saat kita HARUS mengasihi
orang yang membenci, mengkhianati atau bahkan mencelakakan kita. Kita butuh
kemampuan itu dari Tuhan, saat kita berhasil mengampuni dan mengasihi mereka
pasti ada sukacita yang tidak dapat dibayar dengan apapun! Jika kamu mengasihi
orang yang mengasihi kamu, apa jasamu? (Lukas 6:32). Sebagai manusia kasih kita
terbatas, sering kita merasa tidak sanggup lagi mengasihi seseorang yang sudah
tidak layak kita kasihi, namun Tuhan Yesus mengajarkan kita untuk TETAP
MENGASIHI. 1 Kor 13:4-7, “4Kasih itu sabar; kasih itu murah hati;
ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. 5Ia
tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia
tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. 6Ia tidak
bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. 7Ia
menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu,
sabar menanggung segala sesuatu.” Amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#MyNeighbour
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab Mazmur 119:89-176
PB: Lukas 10:1-24
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
#HappyWeekend
#HappyWithUrFamily
Madam Ossy
SAAT TEDUH. Sabtu, 26 Agustus 2017. KEKUDUSAN NAMA ALLAH.
Bacaan: Bilangan 20:2-13. Tetapi TUHAN berfirman kepada Musa dan Harun: “Karena
kamu tidak percaya kepada-Ku dan tidak menghormati kekudusan-Ku di depan mata
orang Israel, itulah sebabnya kamu tidak akan membawa jemaah ini masuk ke
negeri yang akan Kuberikan kepada mereka” (Bilangan 20:12). “Oh, my God,”
demikian kata-kata yang kita dengar sebagai ungkapan keterkejutan atau sekadar
bercanda. Ada pula yang senang memainkan kata-kata Alkitab untuk menggoda lawan
bicaranya. Bahkan ada yang menggunakan ayat-ayat Kitab Suci untuk menyerang,
menghukum pasangan, anak, atau orang lain. Disadari atau tidak, kita sebenarnya
telah meremehkan nama Tuhan dan mempermainkan firman-Nya dengan melontarkan
kata-kata ini. Oleh pelanggaran yang tampaknya sepele pula, Musa tidak dapat
memasuki tanah Kanaan. Musa disuruh Tuhan untuk mengambil tongkat dan berkata
kepada bukit batu agar keluar airnya. Namun Musa memukul batu itu setelah
dengan marah berkata, “Apakah kami harus mengeluarkan air bagimu dari bukit
batu ini?” Dengan mengatakan bahwa dirinya dan Harun-lah yang mengeluarkan air
dari batu, Musa telah mengklaim hak dan kuasa TUHAN. Agaknya kedekatan dengan
TUHAN dan menjadi pemimpin besar selama empat puluh tahun membuat Musa lupa
diri. Musa pun terjatuh pada pencobaan sama seperti yang Hawa hadapi, “...kamu
akan menjadi seperti Allah (Kej. 3:5).” Hal sepele bisa menjadi sangat serius
di hadapan Allah. Yaitu jika kita tidak lagi menghormati nama, firman, dan
kekudusan-Nya. Kiranya Tuhan mengampuni kegagalan kita menguduskan Tuhan dalam
hati maupun melalui tutur kata kita. Kita pun perlu semakin berhati-hati agar
dapat terus menjaga nama Tuhan yang kudus. Sebab Yesus sendirilah yang
mengajarkan kita berdoa, “Bapa kami yang di sorga, dikuduskanlah nama-Mu” (Mat.
6:9). KIRANYA TUHAN MENGAMPUNI KETIDAKHORMATAN KITA DAN MEMAMPUKAN KITA MENJAGA
KEKUDUSAN NAMA-NYA. Selamat pagi. Selamat berakhir pekan. Tuhan Yesus
memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Mazmur 119:89-176 dan Lukas 10:1-24.

No comments:
Post a Comment