Saturday, 26 August 2017

26 Agustus 2017

MY NEIGHBOUR






My Neighbour (Kasihilah...). Saat kita mengasihi orang yang mengasihi kita itu sangatlah mudah dilakukan, tapi saat kita HARUS mengasihi orang yang membenci, mengkhianati atau bahkan mencelakakan kita. Kita butuh kemampuan itu dari Tuhan, saat kita berhasil mengampuni dan mengasihi mereka pasti ada sukacita yang tidak dapat dibayar dengan apapun! Jika kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apa jasamu? (Lukas 6:32). Sebagai manusia kasih kita terbatas, sering kita merasa tidak sanggup lagi mengasihi seseorang yang sudah tidak layak kita kasihi, namun Tuhan Yesus mengajarkan kita untuk TETAP MENGASIHI. 1 Kor 13:4-7, 4Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. 5Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. 6Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. 7Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.” Amin.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#MyNeighbour

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab Mazmur 119:89-176
PB: Lukas 10:1-24

#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
#HappyWeekend
#HappyWithUrFamily

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Sabtu, 26 Agustus 2017. KEKUDUSAN NAMA ALLAH. Bacaan: Bilangan 20:2-13. Tetapi TUHAN berfirman kepada Musa dan Harun: “Karena kamu tidak percaya kepada-Ku dan tidak menghormati kekudusan-Ku di depan mata orang Israel, itulah sebabnya kamu tidak akan membawa jemaah ini masuk ke negeri yang akan Kuberikan kepada mereka” (Bilangan 20:12). “Oh, my God,” demikian kata-kata yang kita dengar sebagai ungkapan keterkejutan atau sekadar bercanda. Ada pula yang senang memainkan kata-kata Alkitab untuk menggoda lawan bicaranya. Bahkan ada yang menggunakan ayat-ayat Kitab Suci untuk menyerang, menghukum pasangan, anak, atau orang lain. Disadari atau tidak, kita sebenarnya telah meremehkan nama Tuhan dan mempermainkan firman-Nya dengan melontarkan kata-kata ini. Oleh pelanggaran yang tampaknya sepele pula, Musa tidak dapat memasuki tanah Kanaan. Musa disuruh Tuhan untuk mengambil tongkat dan berkata kepada bukit batu agar keluar airnya. Namun Musa memukul batu itu setelah dengan marah berkata, “Apakah kami harus mengeluarkan air bagimu dari bukit batu ini?” Dengan mengatakan bahwa dirinya dan Harun-lah yang mengeluarkan air dari batu, Musa telah mengklaim hak dan kuasa TUHAN. Agaknya kedekatan dengan TUHAN dan menjadi pemimpin besar selama empat puluh tahun membuat Musa lupa diri. Musa pun terjatuh pada pencobaan sama seperti yang Hawa hadapi, “...kamu akan menjadi seperti Allah (Kej. 3:5).” Hal sepele bisa menjadi sangat serius di hadapan Allah. Yaitu jika kita tidak lagi menghormati nama, firman, dan kekudusan-Nya. Kiranya Tuhan mengampuni kegagalan kita menguduskan Tuhan dalam hati maupun melalui tutur kata kita. Kita pun perlu semakin berhati-hati agar dapat terus menjaga nama Tuhan yang kudus. Sebab Yesus sendirilah yang mengajarkan kita berdoa, “Bapa kami yang di sorga, dikuduskanlah nama-Mu” (Mat. 6:9). KIRANYA TUHAN MENGAMPUNI KETIDAKHORMATAN KITA DAN MEMAMPUKAN KITA MENJAGA KEKUDUSAN NAMA-NYA. Selamat pagi. Selamat berakhir pekan. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Mazmur 119:89-176 dan Lukas 10:1-24.

No comments:

Post a Comment