MY NEIGHBOUR
My Neighbour (1 Yohanes 3:16-19). Ayat 18: “Anak-anakku, marilah kita
mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan
dalam kebenaran.” Ayat 19: “Demikianlah kita ketahui, bahwa kita berasal
dari kebenaran. Demikian pula kita boleh menenangkan hati kita di hadapan
Allah.” Kasih yang nyata dapat diwujudkan. Dalam bentuk menolong kebutuhan
sesama tidak hanya dapat dilakukan secara material. Tetapi juga, mendengarkan
orang lain. Memberikan uluran tangan dll dan yang terpenting kalau kita
mengasihi yakni melangkah dan mewujudkan! Makin kita mengasihi
makin kita hidup. The more we love, the more we live. Semakin kita
berbagi iman, iman kita makin bertambah. Makin berbagi keuangan, makin kita
diberkati (contoh kehidupan Hamba Tuhan/pendiri gereja/yang membagi-bagikan
berkat Tuhan kepada hamba-hamba Tuhan yang lain). Makin berbagi sukacita, Tuhan
akan tambah-tambahkan sukacita! Makin berbagi Firman, Tuhan akan
tambah-tambahkan Firman atau kekuatan yang baru dalam diri kita. Lakukan 2 hal
ini: sadari bahwa kita dicintai Tuhan maka yang ke 2: berbagilah KASIH kepada
sesama.
The more we share. The more we have.
The more we love. The more we live. (Leoarand Nimoy)
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#MyNeighbour
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab Mazmur 110-112
PB: Lukas 8:26-56
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
Sumber: Bahan Warta Komsel AOC 20 Agustus 2017
GNCC
Semua orang merindukan kebahagiaan dalam pernikahan. Kita
berpikir pasangan kita dapat memberi kebahagiaan itu dan seringkali berujung
dengan kekecewaan. Kita tidak dapat memberi apa yang kita tidak punya. Kalau
kita sendiri tidak bahagia bagaimana dapat memberi kebahagiaan buat orang lain?
Sebab itu hanya orang berbahagia yang menikah dengan orang berbahagia
menghasilkan pernikahan yang bahagia. Jangan menikah supaya bahagia tapi
bahagialah dulu baru menikah. Yesus-lah sumber kebahagiaan. #gncc #maturity
#edisikeluarga
Madam Ossy
Selasa, 22 Agustus 2017. Bacaan: Filipi 2:19-3:1. Setahun:
Yeremia 29-31. Nas: Sebab ia nyaris mati karena pekerjaan Kristus dan ia
mempertaruhkan nyawanya untuk memenuhi apa yang masih kurang dalam pelayananmu
kepadaku (Filipi 2:30). Saat Bertukar Peran. Saat Sari berumur 14 tahun, ibunya
terkena strok. Sejak itulah terjadi pertukaran peran. Saat ibu sehat, ibu yang
mengurusi Sari dan adiknya, mengurusi urusan rumah tangga. Kini Sarilah yang
melakukan peran itu. Sebelum berangkat sekolah, ia memandikan adik, menyiapkan
sarapan, dan mengurusi ibu. Pulang sekolah, ia mengerjakan tugas rumah tangga,
sorenya ia belajar. Saat teman-temannya asyik bermain, Sari mengurusi ibunya.
“Aku bersyukur bisa melayani ibu,” kata Sari. Saat seseorang mengasihi, pasti
orang itu rela berkorban. Dalam suratnya kepada jemaat di Filipi, Paulus
bercerita tentang Eprafroditus. Eprafroditus sangat mendukung pelayanan Paulus.
Ia melayani sampai sakit dan nyaris mati (ay. 27). Betapa besar kasihnya kepada
tubuh Kristus. Kita patut menghormati orang-orang yang melayani dengan sepenuh
hati baik di keluarga, di gereja, maupun di masyarakat. Mereka rela
mengorbankan begitu banyak kepentingan pribadi demi mengasihi seseorang atau
banyak orang. Hidup kita saat ini bisa jauh lebih baik atau lebih nyaman karena
kasih dan pengorbanan orang lain. Rela berkorban demi kebaikan orang lain
adalah salah satu ciri hidup murid Yesus. Jika saat ini kita hanya berfokus
pada diri sendiri dan hanya ingin terus-menerus dilayani, apakah beda kita
dengan orang dunia? Kristus sudah memberikan teladan tentang pengorbanan;
begitu juga banyak orang Kristen di sekitar kita. Pengorbanan apakah yang sudah
saya lakukan untuk orang-orang yang mengasihi saya? --RTG. SAAT KITA MENGASIHI
KRISTUS PASTI KITA RELA BERKORBAN UNTUK KRISTUS.

No comments:
Post a Comment