Tuesday, 1 August 2017

KATA PENGANTAR

MY NEIGHBOUR






KATA PENGANTAR





Suatu kali dalam perjalanan bangsa Israel menuju Tanah Perjanjian, bani Ruben dan bani Gad mendahalui suku Israel yang lain dan meminta tanah di sebelah timur Sungai Yordan karena ternak mereka sangat banyak dan tanah tersebut cocok untuk peternakan (Bil 32:1-5). Musa mengkhawatirkan hal ini akan melemahkan hati saudara-saudaranya yang lain bila bani Ruben dan ban Gad tidak ikut berperang ke tanah Kanaan. Namun, bani Ruben dan bani Gad berjanji, “…kami sendiri akan mempersenjatai diri dan dengan bersegera kami akan berjalan di depan orang Israel, sampai kami membawa mereka ke tempatnya, sementara itu anak-anak kami akan tinggal dalam kota-kota yang berkubu oleh karena penduduk negeri ini; kami tidak akan pulang ke rumah kami, sampai setiap orang Israel memperoleh milik pusakanya” (Bil 32:17-18).

Contoh sederhana dari keputusan yang diambil oleh bani Ruben dan bani Gad menginspirasi saya untuk peduli dengan sekeliling saya. Kedua suku ini membangun kehidupan mereka namun tidak meninggalkan saudara-saudaranya yang lain. Mereka berkomitmen untuk tetap setia berperang hingga saudara-saudaranya yang lain pun menikmati janji Tuhan dalam hidup mereka. Kedua suku ini tidak terfokus kepada diri mereka sendiri.

Tuhan mengajarkan kepada kita, “kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” (kasihilah sesamamu manusia SAK-KAREPMU DEWE-SEMAUMU SENDIRI!). Belajar dari kisah bangsa Israel diatas, saya percaya di bulan ini Tuhan ingin membentuk setiap kita untuk lebih care daripada kemarin, lebih perhatikan kebutuhan sekeliling daripada hari sebelumnya. Mari kita tidak pernah lelah belajar dan tetap semangat belajar mengenal kehendakNya dalam hidup kita. Tuhan Yesus memberkati.

-- Kwee Siu Siang

No comments:

Post a Comment