MY NEIGHBOUR
KATA PENGANTAR
Suatu kali dalam perjalanan bangsa Israel menuju Tanah Perjanjian, bani
Ruben dan bani Gad mendahalui suku Israel yang lain dan meminta tanah di
sebelah timur Sungai Yordan karena ternak mereka sangat banyak dan tanah
tersebut cocok untuk peternakan (Bil 32:1-5). Musa mengkhawatirkan hal ini akan
melemahkan hati saudara-saudaranya yang lain bila bani Ruben dan ban Gad tidak
ikut berperang ke tanah Kanaan. Namun, bani Ruben dan bani Gad berjanji, “…kami
sendiri akan mempersenjatai diri dan dengan bersegera kami akan berjalan di
depan orang Israel, sampai kami membawa mereka ke tempatnya, sementara itu
anak-anak kami akan tinggal dalam kota-kota yang berkubu oleh karena penduduk
negeri ini; kami tidak akan pulang ke rumah kami, sampai setiap orang Israel
memperoleh milik pusakanya” (Bil 32:17-18).
Contoh sederhana dari keputusan yang diambil oleh bani Ruben dan bani Gad
menginspirasi saya untuk peduli dengan sekeliling saya. Kedua suku ini
membangun kehidupan mereka namun tidak
meninggalkan saudara-saudaranya yang lain. Mereka berkomitmen untuk tetap
setia berperang hingga saudara-saudaranya yang lain pun menikmati janji Tuhan
dalam hidup mereka. Kedua suku ini tidak terfokus kepada diri mereka sendiri.
Tuhan mengajarkan
kepada kita, “kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” (kasihilah
sesamamu manusia SAK-KAREPMU DEWE-SEMAUMU
SENDIRI!). Belajar dari kisah bangsa Israel diatas, saya
percaya di bulan ini Tuhan ingin membentuk setiap kita untuk lebih care
daripada kemarin, lebih perhatikan kebutuhan sekeliling daripada hari
sebelumnya. Mari kita tidak pernah lelah belajar dan tetap semangat belajar
mengenal kehendakNya dalam hidup kita. Tuhan Yesus memberkati.
-- Kwee Siu
Siang
No comments:
Post a Comment