Wednesday, 23 August 2017

23 Agustus 2017

MY NEIGHBOUR






My Neighbour (Kasihilah...). Matius 19:19, “Hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” Matius 22:39, “Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” Lukas 10:27, “Jawab orang itu: ‘Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.’” Galatia 5:14, “Sebab seluruh hukum Taurat tercakup dalam satu firman ini, yaitu: ‘Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!’” Kita menunjukkan kasihNya saat kita “SALING MENGASIHI”. Sampai sejauh mana kita bisa mengasihi sesama? Apakah kita masih menghitung untung rugi saat hendak menolong orang lain?

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#MyNeighbour

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab Mazmur 113-115
PB: Lukas 9:1-17

#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved

Ibu Caroline – Bandung
Mazmur 91:14, “Sungguh, hatinya melekat kepadaKu, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal namaKu.” Dalam menjalani kehidupan kita sering mempertanyakan janji-janji firman Tuhan dalam kehidupan ini. Mereka mengeluh mengapa janji Tuhan belum juga dapat dinikmati. Sesungguhnya, kepada siapakah janji-janji Tuhan itu ditujukan? Yaitu kepada “Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan yang Mahakuasa akan berkata kepada Tuhan: 'Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai'” (Mazmur 91:1-2). Tempat perlindungan itu ialah Tuhan Yesus dan firmanNya; maksudnya kita harus tinggal dalam Kristus dan di dalam firmanNya. Bila kita tak mau tinggal di dalam firmanNya kita akan menjumpai banyak kesulitan. Banyak orang Kristen mencoba-coba hidup di luar firmanNya dan berpikir suatu saat kelak masih ada kesempatan kembali bertobat. Tetapi, seringkali masalah sudah datang terlebih dahulu sebelum kita sempat kembali dan tinggal dalam 'tempat perlindungan' tadi; maka bertanya-tanyalah kita mengapa itu terjadi, mengapa Tuhan ijinkan, bukankah Tuhan berjanji akan melindungi di bawah kepakNya dan kesetiaanNya seperti perisai dan pagar tembok. Ketika masalah terjadi secara bertubi-tubi menyerang kehidupan kita bukanlah Tuhan yang ingkar janji, karena apabila kita berjalan di jalur Tuhan dan melakukan kehendakNya, persoalan boleh saja datang, tetapi Tuhan pasti turut campur tangan dan membela kita. Dia berkata, “Bila ia berseru kepadaKu, Aku akan menjawat, Aku akan menyertai dia dalm kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya” (Mazmur 91:15). Jika kita tinggal di luar perlindunganNya dan firmanNya itulah kesukaan Iblis dan sasaran empuknya. Iblis akan berusaha menganggu kita dengan berbagai masalah, sebab Iblis tahu bahwa kita akan kalah. Orang yang berada di luar 'benteng perlindungan' mudah terkena serangan musuh. Untuk beroleh pemeliharaan dan  perlindunganNya kita harus karib dengan Tuhan dan hidup dalam ketaatan! Gbu.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Rabu, 23 Agustus 2017. MENGANDALKAN TUHAN. Bacaan: 1 Samuel 13:23-14:23. “...sebab kalau demikian TUHAN telah menyerahkan mereka ke dalam tangan kita. Itulah tandanya bagi kita” (1 Samuel 14:10). Sebagai orang percaya, kita mengakui kalau Tuhan selalu menyertai kita. Tetapi apakah kita selalu mengandalkan Tuhan dalam segala kegiatan kita? Dalam kenyataannya kita sering mengandalkan kekuatan sendiri atau orang lain. Apalagi kalau segala sesuatu lancar, Tuhan dipinggirkan bahkan dilupakan. Ketika kesulitan atau jalan buntu, barulah Tuhan dipanggil sambil meminta pertolongan. Saul adalah raja yang diurapi Tuhan. Akan tetapi Saul tidak melibatkan Tuhan dalam peperangan. Ia terlalu mengandalkan pasukannya. Beda dengan Yonatan, anak Saul. Yonatan menunjukkan bahwa masih ada iman di istana. Di tengah-tengah kisah raja Saul yang egois, haus kekuasaan, dan tidak memedulikan Tuhan, Yonatan tampil sebagai seorang beriman yang tidak mengandalkan banyaknya jumlah tentara, tetapi mengandalkan pimpinan Tuhan. Ia menunjukkan keberanian untuk menyerang tentara Filistin, tetapi ia juga meminta petunjuk dari Tuhan. Ia memberikan instruksi yang jelas kepada ajudannya bahwa hanya jika Tuhan berkenan kepada rencananya maka ia akan melanjutkan rencana itu. Pertanyaannya, di manakah Yonatan-Yonatan masa kini, yang beriman dan mengandalkan Tuhan dalam menyaksikan kuasa-Nya kepada dunia? Teladanilah Yonatan. Iman tidak hanya dikatakan saja, tetapi harus diimplementasikan ke dalam kehidupan sehari-hari. Jangan memegahkan diri. Merasa pandai, hebat, dan terlalu mengandalkan diri. Merasa bisa tanpa Tuhan. Fakta akan membuktikan bahwa tanpa campur tangan Tuhan, usaha kita akan sia-sia. Kalau tidak percaya? ALLAH TURUT BEKERJA DALAM SEGALA SESUATU UNTUK MENDATANGKAN KEBAIKAN BAGI MEREKA YANG MENGASIHI DIA --ROMA 8:28. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Mazmur 113-115 dan Lukas 9:1-17

No comments:

Post a Comment