MY NEIGHBOUR
My Neighbour – Syarat untuk
Berdampak/Menjadi Penjala Jiwa. Lukas 9:23, “Kata-Nya kepada mereka semua: ‘Setiap orang
yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap
hari dan mengikut Aku.’” Menyangal diri dan memikul salib setiap hari
adalah 2 tindakan yang tidak mudah dilakukan tetapi inilah syarat untuk kita
dapat berbuah “jiwa-jiwa”. Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi
ia membinasakan/merugikan diri sendiri? (Ayat 25). Penuhilah syaratNya agar
kita dapat berdampak dan menjadi penjala jiwa-jiwa! Pelayanan untuk memenangkan
jiwa-jiwa bukanlah sebuah program tetapi Gaya Hidup! Amin. Mulailah dari
sekarang :).
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#MyNeighbour
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab Mazmur 100-102
PB: Lukas 6:27-49
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
Madam Ossy
SAAT TEDUH. Jumat, 18 Agustus 2017. KAMULAH SAKSI-KU.
Bacaan: Yesaya 43:8-21. “Kamu inilah saksi-saksi-Ku,” demikianlah firman
TUHAN... (Yesaya 43:10). Tidak ada yang lebih membahagiakan bagi seorang
tahanan selain dari pembebasan dan pemulihan nama baik. Ia mungkin sudah
selesai menjalani masa hukuman, tetapi tidak serta merta nama baiknya
dipulihkan. Ia perlu membuktikan kepada masyarakat bahwa dirinya telah berubah
dan dapat dipercaya. Kira-kira seperti itu juga pengalaman bangsa Israel.
Penghiburan, pemulihan, dan penunjukan Tuhan terhadap mereka sebagai saksi-Nya
tentu membahagiakan mereka yang tengah berada di negeri pembuangan. Anugerah
Tuhan terlihat nyata di tengah-tengah ketidaklayakan mereka. Namun, rasa
percaya diri mereka dibangun bukan dari identitas mereka sendiri, melainkan
dari pribadi Allah yang mereka beritakan. Bahwa Tuhan yang pernah mereka
tinggalkan adalah satu-satunya Tuhan dan Juruselamat yang hidup (ay. 11),
Pencipta semesta alam yang telah berkenan menebus dosa umat-Nya (ay. 14-15)
sehingga seluruh bangsa mengenal dan menyembah Dia. Tuhan rindu memakai
umat-Nya untuk menjadi saksi-Nya. Tak mengherankan, sebelum Kristus naik ke
surga, Dia menegaskan kepada semua murid dan umat tebusan-Nya, “...kamu akan
menjadi saksi-Ku... sampai ke ujung bumi” (Kis 1:8). Dan bagi Paulus, menjadi saksi
adalah konsekuensi logis dari perjumpaannya secara pribadi dengan Kristus yang
bangkit (Rm 1:5). Jika menjadi saksi itu sedemikian mendasar, bagaimana dengan
kita? Seberapa jauh kita memahami panggilan kehormatan ini di dalam hidup kita?
MENJADI SAKSI TUHAN ITU BUKAN SEKADAR MENAATI PERINTAH, TETAPI MERUPAKAN HASIL
DARI PERJUMPAAN DENGAN KRISTUS --DAVID J. BOSCH. Selamat pagi. Happy Friday.
Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Mazmur 100-102 dan Lukas
6:27-49.

No comments:
Post a Comment