Friday, 18 August 2017

18 Agustus 2017

MY NEIGHBOUR






My Neighbour – Syarat untuk Berdampak/Menjadi Penjala Jiwa. Lukas 9:23, “Kata-Nya kepada mereka semua: ‘Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.’” Menyangal diri dan memikul salib setiap hari adalah 2 tindakan yang tidak mudah dilakukan tetapi inilah syarat untuk kita dapat berbuah “jiwa-jiwa”. Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi ia membinasakan/merugikan diri sendiri? (Ayat 25). Penuhilah syaratNya agar kita dapat berdampak dan menjadi penjala jiwa-jiwa! Pelayanan untuk memenangkan jiwa-jiwa bukanlah sebuah program tetapi Gaya Hidup! Amin. Mulailah dari sekarang :).

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#MyNeighbour

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab Mazmur 100-102
PB: Lukas 6:27-49

#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Jumat, 18 Agustus 2017. KAMULAH SAKSI-KU. Bacaan: Yesaya 43:8-21. “Kamu inilah saksi-saksi-Ku,” demikianlah firman TUHAN... (Yesaya 43:10). Tidak ada yang lebih membahagiakan bagi seorang tahanan selain dari pembebasan dan pemulihan nama baik. Ia mungkin sudah selesai menjalani masa hukuman, tetapi tidak serta merta nama baiknya dipulihkan. Ia perlu membuktikan kepada masyarakat bahwa dirinya telah berubah dan dapat dipercaya. Kira-kira seperti itu juga pengalaman bangsa Israel. Penghiburan, pemulihan, dan penunjukan Tuhan terhadap mereka sebagai saksi-Nya tentu membahagiakan mereka yang tengah berada di negeri pembuangan. Anugerah Tuhan terlihat nyata di tengah-tengah ketidaklayakan mereka. Namun, rasa percaya diri mereka dibangun bukan dari identitas mereka sendiri, melainkan dari pribadi Allah yang mereka beritakan. Bahwa Tuhan yang pernah mereka tinggalkan adalah satu-satunya Tuhan dan Juruselamat yang hidup (ay. 11), Pencipta semesta alam yang telah berkenan menebus dosa umat-Nya (ay. 14-15) sehingga seluruh bangsa mengenal dan menyembah Dia. Tuhan rindu memakai umat-Nya untuk menjadi saksi-Nya. Tak mengherankan, sebelum Kristus naik ke surga, Dia menegaskan kepada semua murid dan umat tebusan-Nya, “...kamu akan menjadi saksi-Ku... sampai ke ujung bumi” (Kis 1:8). Dan bagi Paulus, menjadi saksi adalah konsekuensi logis dari perjumpaannya secara pribadi dengan Kristus yang bangkit (Rm 1:5). Jika menjadi saksi itu sedemikian mendasar, bagaimana dengan kita? Seberapa jauh kita memahami panggilan kehormatan ini di dalam hidup kita? MENJADI SAKSI TUHAN ITU BUKAN SEKADAR MENAATI PERINTAH, TETAPI MERUPAKAN HASIL DARI PERJUMPAAN DENGAN KRISTUS --DAVID J. BOSCH. Selamat pagi. Happy Friday. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Mazmur 100-102 dan Lukas 6:27-49.

No comments:

Post a Comment