MY NEIGHBOUR
Berdiam
Diri di Hadapan Tuhan. Habakuk 2:20, “Tetapi TUHAN ada di
dalam bait-Nya yang kudus. Berdiam dirilah di hadapan-Nya, ya segenap bumi!”
Pada akhir pergumulannya, melalui Nabi Habakuk dipasal 2 ini, Allah ingin
menegaskan 2 hal kepada Habakuk yaitu:
1.
Kepastian KEBERADAAN serta Tindakan
Allah yang berdaulat.
2.
Tuntunan bagi Habakuk dan kita semua
(orang percaya) untuk berdiam diri, bersandar mutlak, PERCAYA kepada kedaulatan
Allah, khususnya ketika kita harus menghadapi masalah/kesulitan.
Kita perlu
mengerti keberadaanNya dan meresponi secara tepat. Cara meresponi yang terbaik
yang bisa kita lihat adalah ketika kita bisa berdiam diri dihadapanNya. Berdiam
diri dihadapan Allah harus dimulai dengan kesadaran penuh bahwa Allah itu
ADA dan Allah itu HIDUP. Amin. Kepastian dan KEBERADAAN Allah memang bukan
untuk dipertanyakan. Tetapi ketika kita percaya Allah itu ada, maka yang perlu
kita tahu adalah sifat dari keberadaan Allah itu sendiri. KeberadaanNya yang
seperti apa? Nantikan pembahasan selanjutnya, besok 2 Agustus ya.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#PergumulanMengertiKehendakAllah
Note:
Jangan lewatkan
Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab Mazmur
57-59
PB: 1 Tim 6
#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved
(Bahan diambil
dari tafsir Kitab Habakuk: Pdt. Sucipto Subeno)
Bp.
Anto – Citraland
RENUNGAN PAGI:
Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan,
haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan
membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam
perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun (Ulangan 6:6-7).
Banyak anak-anak yang hidupnya tidak karuan, terlibat narkoba, pergaulan bebas,
melawan orang tua, termasuk juga orang-orang dewasa yang hidupnya tidak beda
dengan anak-anak tersebut dan kalau kita renungkan, semuanya merupakan produk
atau hasil pendidikan yang keliru dalam keluarga. Dan sudah bukan rahasia lagi
bahwa terlalu banyak orang tua yang sibuk dengan pekerjaannya, usahanya bahkan
pelayanan gerejanya dan mengabaikan pendidikan kepada anak-anaknya. Mereka
pikir, cukup dengan menyediakan semua keperluan anak-anaknya, menyekolahkan ke
sekolah unggulan, tapi tidak pernah mengajarkan kebenaran firman Tuhan atau
menanamkan nilai-nilai kristiani kepada anak-anaknya. Padahal firman Tuhan
sudah mengingatkan kita agar kita mengajarkan kepada anak-anak kita untuk
mengasihi Tuhan, Allahmu dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan
dengan segenap kekuatanmu. Yang terlalu sering kita tekankan dan ajarkan kepada
anak-anak kita adalah, belajar agar sukses, hidup makmur dan itu bukan sesuatu
yang salah, namun ada hal yang jauh lebih penting adalah mengajarkan mereka
untuk mengasihi Tuhan, agar hidup mereka sepenuhnya bergantung kepada Tuhan, bukan
kepada hal-hal yang sementara. Padahal manusia itu hidup bukan dari roti saja,
tetapi dari setiap firman yang kekuar dari mulut Allah, roti memang membuat
kita hidup secara jasmani, namun firman Tuhan yang membuat kita memperoleh
hidup yang kekal. Dan yang tidak kalah penting adalah, sebagai orang tua kita
harus menjadi teladan yang baik dan benar bagi anak-anak kita. Selamat pagi,
Tuhan Yesus memberkati.
Bp. Sadrak
Soewargo – Citraland
Mazmur 128:1-6
(TB) “Nyanyian ziarah. Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang
hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya! Apabila engkau memakan hasil jerih
payah tanganmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu! Isterimu akan
menjadi seperti pohon anggur yang subur di dalam rumahmu; anak-anakmu seperti
tunas pohon zaitun sekeliling mejamu! Sesungguhnya demikianlah akan diberkati
orang laki-laki yang takut akan TUHAN. Kiranya TUHAN memberkati engkau dari
Sion, supaya engkau melihat kebahagiaan Yerusalem seumur hidupmu, dan melihat
anak-anak dari anak-anakmu! Damai sejahtera atas Israel!
Madam
Ossy
SAAT TEDUH.
Selasa, 1 Agustus 2017. DENGAN SEGENAP HATI. Bacaan: Yeremia 29:10-14. Apabila
kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan
segenap hati (Yeremia 29:13). Dalam pelantikan majelis atau kepanitiaan di
gereja, mereka yang akan dilantik biasanya diberi pertanyaan untuk mempertegas
komitmen mereka dalam menjalani tugas baru tersebut. “Apakah Saudara
berkomitmen untuk melayani?” Biasanya jawaban yang diberikan adalah: “Ya,
dengan segenap hati.” Ya, diharapkan mereka benar-benar menjalankan komitmennya
dengan segenap hati. Saat berada dalam masa pembuangan di Babel, Tuhan ingin
menyatakan diri-Nya kepada bangsa Israel, “Apabila kamu mencari Aku, kamu akan
menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati” (ay. 13). Tuhan
menekankan supaya bangsa Israel mencari dengan segenap hati, bukan dengan
setengah hati. Rupanya Tuhan sudah sering mendengar doa dari bangsa Israel,
tetapi nyatanya mereka masih hidup dengan bebal. Bukannya menyembah Tuhan
dengan segenap hati, mereka juga menyembah berhala. Bagaimanakah mencari Tuhan
dengan segenap hati itu? Itu berarti mencari Dia dengan tulus dan
sungguh-sungguh serta mengandalkan pertolongan-Nya sepenuhnya. Meskipun
jawaban-Nya tidak sesuai dengan keinginan atau jadwal kita, kita tidak akan
berpaling dari Dia. Tuhan berjanji akan memberi diri-Nya ditemukan dan
memulihkan keadaan bangsa Israel-suatu janji yang juga berlaku bagi kita.
Ketika kita mencari Tuhan dengan segenap hati, mungkin masalah kita tidak akan
langsung selesai, tetapi setidaknya kita akan menyadari dan mengerti bahwa
Tuhan turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi kita. MENCARI TUHAN DENGAN
SEGENAP HATI MEMBEBASKAN KITA DARI KEKANGAN RASA TAKUT DAN KHAWATIR. Selamat
pagi. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Mazmur 57-59 dan 1
Timotius 6.

No comments:
Post a Comment