Tuesday, 1 August 2017

1 Agustus 2017

MY NEIGHBOUR






Berdiam Diri di Hadapan Tuhan. Habakuk 2:20, “Tetapi TUHAN ada di dalam bait-Nya yang kudus. Berdiam dirilah di hadapan-Nya, ya segenap bumi!” Pada akhir pergumulannya, melalui Nabi Habakuk dipasal 2 ini, Allah ingin menegaskan 2 hal kepada Habakuk yaitu:
1.      Kepastian KEBERADAAN serta Tindakan Allah yang berdaulat.
2.      Tuntunan bagi Habakuk dan kita semua (orang percaya) untuk berdiam diri, bersandar mutlak, PERCAYA kepada kedaulatan Allah, khususnya ketika kita harus menghadapi masalah/kesulitan.
Kita perlu mengerti keberadaanNya dan meresponi secara tepat. Cara meresponi yang terbaik yang bisa kita lihat adalah ketika kita bisa berdiam diri dihadapanNya. Berdiam diri dihadapan Allah harus dimulai dengan kesadaran penuh bahwa Allah itu ADA dan Allah itu HIDUP. Amin. Kepastian dan KEBERADAAN Allah memang bukan untuk dipertanyakan. Tetapi ketika kita percaya Allah itu ada, maka yang perlu kita tahu adalah sifat dari keberadaan Allah itu sendiri. KeberadaanNya yang seperti apa? Nantikan pembahasan selanjutnya, besok 2 Agustus ya.

#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#PergumulanMengertiKehendakAllah

Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita hari ini:
PL: Kitab Mazmur 57-59
PB: 1 Tim 6

#LoveGod
#LovePeople
#LoveTheBlble
#IMLoved

(Bahan diambil dari tafsir Kitab Habakuk: Pdt. Sucipto Subeno)

Bp. Anto – Citraland
RENUNGAN PAGI: Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun (Ulangan 6:6-7). Banyak anak-anak yang hidupnya tidak karuan, terlibat narkoba, pergaulan bebas, melawan orang tua, termasuk juga orang-orang dewasa yang hidupnya tidak beda dengan anak-anak tersebut dan kalau kita renungkan, semuanya merupakan produk atau hasil pendidikan yang keliru dalam keluarga. Dan sudah bukan rahasia lagi bahwa terlalu banyak orang tua yang sibuk dengan pekerjaannya, usahanya bahkan pelayanan gerejanya dan mengabaikan pendidikan kepada anak-anaknya. Mereka pikir, cukup dengan menyediakan semua keperluan anak-anaknya, menyekolahkan ke sekolah unggulan, tapi tidak pernah mengajarkan kebenaran firman Tuhan atau menanamkan nilai-nilai kristiani kepada anak-anaknya. Padahal firman Tuhan sudah mengingatkan kita agar kita mengajarkan kepada anak-anak kita untuk mengasihi Tuhan, Allahmu dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu. Yang terlalu sering kita tekankan dan ajarkan kepada anak-anak kita adalah, belajar agar sukses, hidup makmur dan itu bukan sesuatu yang salah, namun ada hal yang jauh lebih penting adalah mengajarkan mereka untuk mengasihi Tuhan, agar hidup mereka sepenuhnya bergantung kepada Tuhan, bukan kepada hal-hal yang sementara. Padahal manusia itu hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang kekuar dari mulut Allah, roti memang membuat kita hidup secara jasmani, namun firman Tuhan yang membuat kita memperoleh hidup yang kekal. Dan yang tidak kalah penting adalah, sebagai orang tua kita harus menjadi teladan yang baik dan benar bagi anak-anak kita. Selamat pagi, Tuhan Yesus memberkati.

Bp. Sadrak Soewargo – Citraland
Mazmur 128:1-6 (TB) “Nyanyian ziarah. Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya! Apabila engkau memakan hasil jerih payah tanganmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu! Isterimu akan menjadi seperti pohon anggur yang subur di dalam rumahmu; anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun sekeliling mejamu! Sesungguhnya demikianlah akan diberkati orang laki-laki yang takut akan TUHAN. Kiranya TUHAN memberkati engkau dari Sion, supaya engkau melihat kebahagiaan Yerusalem seumur hidupmu, dan melihat anak-anak dari anak-anakmu! Damai sejahtera atas Israel!

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Selasa, 1 Agustus 2017. DENGAN SEGENAP HATI. Bacaan: Yeremia 29:10-14. Apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati (Yeremia 29:13). Dalam pelantikan majelis atau kepanitiaan di gereja, mereka yang akan dilantik biasanya diberi pertanyaan untuk mempertegas komitmen mereka dalam menjalani tugas baru tersebut. “Apakah Saudara berkomitmen untuk melayani?” Biasanya jawaban yang diberikan adalah: “Ya, dengan segenap hati.” Ya, diharapkan mereka benar-benar menjalankan komitmennya dengan segenap hati. Saat berada dalam masa pembuangan di Babel, Tuhan ingin menyatakan diri-Nya kepada bangsa Israel, “Apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati” (ay. 13). Tuhan menekankan supaya bangsa Israel mencari dengan segenap hati, bukan dengan setengah hati. Rupanya Tuhan sudah sering mendengar doa dari bangsa Israel, tetapi nyatanya mereka masih hidup dengan bebal. Bukannya menyembah Tuhan dengan segenap hati, mereka juga menyembah berhala. Bagaimanakah mencari Tuhan dengan segenap hati itu? Itu berarti mencari Dia dengan tulus dan sungguh-sungguh serta mengandalkan pertolongan-Nya sepenuhnya. Meskipun jawaban-Nya tidak sesuai dengan keinginan atau jadwal kita, kita tidak akan berpaling dari Dia. Tuhan berjanji akan memberi diri-Nya ditemukan dan memulihkan keadaan bangsa Israel-suatu janji yang juga berlaku bagi kita. Ketika kita mencari Tuhan dengan segenap hati, mungkin masalah kita tidak akan langsung selesai, tetapi setidaknya kita akan menyadari dan mengerti bahwa Tuhan turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi kita. MENCARI TUHAN DENGAN SEGENAP HATI MEMBEBASKAN KITA DARI KEKANGAN RASA TAKUT DAN KHAWATIR. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Mazmur 57-59 dan 1 Timotius 6.

No comments:

Post a Comment