Saturday, 4 June 2016

4 Juni 2016

I AM BLESSED




Roma 8: 5-10. Ayat 9: “Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus.” Ayat 10: “Tetapi jika Kristus ada di dalam kamu, maka tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh adalah kehidupan oleh karena kebenaran.” Dalam ayat 5-8 Rasul Paulus memaparkan perbedaan hidup menurut Roh dan hidup menurut daging. Menjadi anak-anak Allah berarti kita memilki ROH KUDUS (ayat 9). Jika kita adalah anak-anak Allah, itu berarti kita punya ROH KUDUS, yang sanggup memimpin kita. Kalau Roh Kudus tinggal dalam hidup kita itu artinya kita adalah anak-anak Allah yang suka memberikan waktunya untuk berkomunikasi dengan DIA . Tuhan Yesus menggunakan waktu PribadiNya bersama Allah untuk bersekutu secara Pribadi & untuk memperoleh kekuatan serta petunjuk untuk menunaikan misiNya. Jika kita menginginkan hasil yang sama dari waktu kita pribadi dengan DIA, kita perlu mengikuti teladan Yesus & menerapkan Firman Tuhan dalam Kuasa Roh Kudus, yaitu dengan mengijinkan firmanNya itu tidak saja mempengaruhi perbuatan kita tetapi juga MENGUBAH diri kita sepenuhnya. Waktu bersama Allah secara pribadi merupakan penopang kehidupan rohani kita, Allah selalu rindu berjalan bersama umatNya dalam setiap bagian perjalanan hidup mereka. Amin. Bagaimana dengan kita? Sudahkah kita memusatkan perhatian kita kepadaNya? Kita akan memandang segala sesuatunya dengan benar bila “Saat Teduh” akan menjadi sebuah PRIORITAS daripada sesuatu yang kita selipkan ditengah sisa-sisa waktu yang masih kita miliki .

Xavier Quentin Pranata
Tanpa didayung dengan doa dan peluh, perahu cinta kita tak mungkin tiba dan berlabuh.” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Sabtu, 4 Juni 2016. Mendoakan. … dan seorang dari antara kamu berkata, “Selamat jalan, kenakanlah pakaian hangat dan makanlah sampai kenyang!”, tetapi ia tidak memberikan kepadanya apa yang perlu bagi tubuhnya, apakah gunanya itu? (Yakobus 2:16). Dalam forum diskusi di internet, seseorang mengirimkan posting sindiran tentang doa. “Doa adalah cara seseorang merasa sudah menolong tanpa harus repot melakukan apa-apa,” katanya. Kita mungkin tersinggung membacanya, atau, terdorong untuk merenungkan kebenaran di balik sindiran ini. Apakah ada kemalasan di balik keengganan kita mendoakan seseorang? Apakah sebetulnya kita bisa memberikan bantuan selain doa? Apakah doa kita pakai untuk “merampok” berkat yang seharusnya kita salurkan kepada orang lain? Teguran Yakobus dalam perikop hari ini patut kita simak. Ia mengingatkan, kalau seseorang mengaku beriman, imannya itu harus nampak melalui perbuatannya. Janganlah ada orang yang hanya memamerkan imannya dengan mulut, tapi tidak mewujudkannya secara nyata dalam hidup. Sebuah contoh ia berikan. Ada seseorang yang membutuhkan pakaian dan makanan. Tapi, orang lain yang bisa memberikan hal-hal tersebut justru hanya mendoakan dan memberikan nasihat agar orang tersebut selamat dan bisa mendapatkan kebutuhannya. Jauh lebih berguna kalau orang tersebut membantu secara nyata dengan memberikan pakaian dan makanan yang dibutuhkan. Ketika kita tahu bahwa seseorang membutuhkan pertolongan, kita memang harus mendoakannya. Tapi, kalau kita bisa menolongnya lebih lanjut, janganlah menahan diri. Terlebih buruk lagi kalau kemudian kita bungkus kepelitan dan kemalasan kita tersebut dengan tawaran untuk mendoakan. Itu munafik, jahat, dan merusak nama Tuhan —ALS. DOAKAN MEREKA YANG MEMBUTUHKAN PERTOLONGAN DAN BERSIAPLAH MENJADI JAWABAN ATAS DOA KITA TERSEBUT. Selamat pagi. Selalu bersyukur. Tuhan Yesus memberkati.

Samuel Sianto-Yestoya Ministry
Maz 107:28 – Maka berseru-serulah mereka kepada TUHAN dalam kesesakan mereka dan dikeluarkan-NYA mereka dari kecemasan mereka! YESUS sumber JAWABAN kita, manusia bisa menolong, kadang juga mengecewakan tapi YESUS pasti selalu menolong kita. Ayo datang berdoa pada-NYA! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

No comments:

Post a Comment