I
AM BLESSED
Roma
8: 5-10.
Ayat 9: “Tetapi
kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh
Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh
Kristus, ia bukan milik Kristus.”
Ayat 10: “Tetapi
jika Kristus ada di dalam kamu, maka tubuh memang mati karena dosa,
tetapi roh adalah kehidupan oleh karena kebenaran.”
Dalam ayat 5-8 Rasul Paulus memaparkan perbedaan hidup menurut Roh
dan hidup menurut daging. Menjadi anak-anak Allah berarti kita
memilki ROH KUDUS (ayat 9). Jika kita adalah anak-anak Allah, itu
berarti kita punya ROH KUDUS, yang sanggup memimpin kita. Kalau Roh
Kudus tinggal dalam hidup kita itu artinya kita adalah anak-anak
Allah yang suka memberikan waktunya untuk berkomunikasi dengan DIA
.
Tuhan Yesus menggunakan waktu PribadiNya bersama Allah untuk
bersekutu secara Pribadi & untuk memperoleh kekuatan serta
petunjuk untuk menunaikan misiNya. Jika kita menginginkan hasil yang
sama dari waktu kita pribadi dengan DIA, kita perlu mengikuti teladan
Yesus & menerapkan Firman Tuhan dalam Kuasa Roh Kudus, yaitu
dengan mengijinkan firmanNya itu tidak saja mempengaruhi perbuatan
kita tetapi juga MENGUBAH diri kita sepenuhnya. Waktu bersama Allah
secara pribadi merupakan penopang kehidupan rohani kita, Allah selalu
rindu berjalan bersama umatNya dalam setiap bagian perjalanan hidup
mereka. Amin. Bagaimana dengan kita? Sudahkah kita memusatkan
perhatian kita kepadaNya? Kita akan memandang segala sesuatunya
dengan benar bila “Saat Teduh” akan menjadi sebuah PRIORITAS
daripada sesuatu yang kita selipkan ditengah sisa-sisa waktu yang
masih kita miliki .
Xavier
Quentin Pranata
“Tanpa
didayung dengan doa dan peluh, perahu cinta kita tak mungkin tiba dan
berlabuh.” Xavier Quentin Pranata.
Madam
Ossy
SAAT
TEDUH. Sabtu, 4 Juni 2016. Mendoakan. … dan seorang dari antara
kamu berkata, “Selamat jalan, kenakanlah pakaian hangat dan
makanlah sampai kenyang!”, tetapi ia tidak memberikan kepadanya apa
yang perlu bagi tubuhnya, apakah gunanya itu? (Yakobus 2:16). Dalam
forum diskusi di internet, seseorang mengirimkan posting sindiran
tentang doa. “Doa adalah cara seseorang merasa sudah menolong tanpa
harus repot melakukan apa-apa,” katanya. Kita mungkin tersinggung
membacanya, atau, terdorong untuk merenungkan kebenaran di balik
sindiran ini. Apakah ada kemalasan di balik keengganan kita mendoakan
seseorang? Apakah sebetulnya kita bisa memberikan bantuan selain doa?
Apakah doa kita pakai untuk “merampok” berkat yang seharusnya
kita salurkan kepada orang lain? Teguran Yakobus dalam perikop hari
ini patut kita simak. Ia mengingatkan, kalau seseorang mengaku
beriman, imannya itu harus nampak melalui perbuatannya. Janganlah ada
orang yang hanya memamerkan imannya dengan mulut, tapi tidak
mewujudkannya secara nyata dalam hidup. Sebuah contoh ia berikan. Ada
seseorang yang membutuhkan pakaian dan makanan. Tapi, orang lain yang
bisa memberikan hal-hal tersebut justru hanya mendoakan dan
memberikan nasihat agar orang tersebut selamat dan bisa mendapatkan
kebutuhannya. Jauh lebih berguna kalau orang tersebut membantu secara
nyata dengan memberikan pakaian dan makanan yang dibutuhkan. Ketika
kita tahu bahwa seseorang membutuhkan pertolongan, kita memang harus
mendoakannya. Tapi, kalau kita bisa menolongnya lebih lanjut,
janganlah menahan diri. Terlebih buruk lagi kalau kemudian kita
bungkus kepelitan dan kemalasan kita tersebut dengan tawaran untuk
mendoakan. Itu munafik, jahat, dan merusak nama Tuhan —ALS. DOAKAN
MEREKA YANG MEMBUTUHKAN PERTOLONGAN DAN BERSIAPLAH MENJADI JAWABAN
ATAS DOA KITA TERSEBUT. Selamat pagi. Selalu bersyukur. Tuhan Yesus
memberkati.
Samuel
Sianto-Yestoya Ministry
Maz
107:28 – Maka berseru-serulah mereka kepada TUHAN dalam kesesakan
mereka dan dikeluarkan-NYA mereka dari kecemasan mereka! YESUS sumber
JAWABAN kita, manusia bisa menolong, kadang juga mengecewakan tapi
YESUS pasti selalu menolong kita. Ayo datang berdoa pada-NYA! Samuel
Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

No comments:
Post a Comment