Monday, 27 June 2016

27 Juni 2016

I AM BLESSED




Matius 16:18, “Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.” Kristus berjanji untuk mendirikan gerejaNya berlandaskan kebenaran, dari pengakuan Petrus dan murid-murid lain bahwa Yesus adalah Kristus, Anak Allah yang hidup. Yesus Kristus yang menjadi Batu Karang yaitu landasan yang utama dan pertama dari GEREJA/kita (1 Kor 3:11). Amin. Di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku maksudnya: IA akan mendirkan GEREJA/jemaatNya di atas pengakuan Petrus yang kokoh. Sudahkah kita sebagai Gereja/JemaatNya mempunyai landasan yang teguh/kokoh yaitu kebenaran firmanNya sebagai satu-satuNya dasar dalam kehidupan kita? Amin.

Ibu Panca – PKS CL 5
Gereja kita = Rumah Kita. Yesaya 56:7, “....sebab rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa.” Siapa saja boleh datang, diterima apa adanya & bahkan kehidupan mereka dibangun untuk menjadi semakin baik. Gereja bukanlah hotel! Firman Tuhan bilang “Gereja” adalah “Rumah” bagi segala bangsa. Di mana setiap anggotanya ikut berperan aktif menjaganya, baik dalam hal kebersihan, keamanan dan kenyamanan. Semua anggotanya harus terlibat dan saling melayani, melayani sesama anggota keluarga dan melayani tamu yang datang. Bagaimana kita menjaga dan melindungi rumah kita? Diperlukan KOMITMEN, komunikasi, dan peran aktif semua anggota. Komitmen dalam hal makan bersama, dalam keluarga selalu ada acara makan bersama, demikian dengan gereja kita perlu makan rohani bersama baik dalam ibadah maupun dalam komsel. Perlu ngobrol/komunikasi dalam wujud: Leaders Gathering, Doa Bersama & pertemuan-pertemuan lainnya. Aktif bersama melayani, rumah kita tidak dapat bersih dengan sendirinya bukan, maka diperlukan orang-orang yang mau terlibat di semua sektor sesuai dengan bidangnya masing-masing sehingga bisa menjadi rumah yang aman dan nyaman untuk ditinggali. Sudahkah Anda terlibat dan ambil bagian dalam Gereja kita? Rindukah Anda punya rumah/gereja yang enak dan nyaman? Terlibatlah dalam pelayanan. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.

Xavier Quentin Pranata
BEBAS - BATAS = BABLAS.” Xavier Quentin Pranata.

Samuel Sianto-Yestoya Ministry
1 Petrus 5:7 – Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-NYA, sebab IA yang memelihara kamu! Kenapa masih kuatir? Percayai kemampuan YESUS. Pastilah kita ditolong dan diberkati berlimpah-limpah! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Senin, 27 Juni 2016. Belajar dari Semut. Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak (Amsal 6:6). Seorang buta berjualan kerupuk. Jika pembeli membayar lebih, ia mempersilakan mereka mengambil sendiri uang kembalian dari tasnya. “Kalau ada yang curang bagaimana, Pak?” tanya seorang pembeli. Ia menjawab, “Gusti Allah tidak akan salah alamat memberikan rezeki, Mas. Kalaupun sekarang saya rugi, saya yakin Gusti Allah menyiapkan rezeki lain buat saya.” Dengan segala keterbatasannya, penjual kerupuk itu tidak lalu bermalas-malasan, namun giat mencari rezeki dengan meyakini kebaikan Allah. Salomo menghardik para pemalas, “Hai pemalas, pergilah kepada semut, dan belajarlah kepada mereka!” (ay. 6-11). Apakah yang dapat kita pelajari dari semut? Sekalipun ia kecil, kita dapat memijaknya tanpa sadar (bdk. Ams. 30:25), semut rajin bekerja di musim panas, mengumpulkan makanannya, menyimpannya, menjaga sarangnya. Bila ada makanan yang lebih besar dari dirinya, semut akan memanggil te man-temannya untuk menyeret makanan itu secara beramai-ramai (ay. 7-8). Makanan yang terkumpul kemudian dinikmati bersama tanpa bersaing dan saling membunuh. Mereka hidup berkelompok, dalam satu koloni yang saling menopang, percaya, dan rukun. Itulah sebabnya, Salomo, sang raja yang penuh hikmat itu, menasihati rakyatnya agar pergi dan belajar kepada semut. Rajin bekerja kala musim panas, agar saat musim dingin yang sangat menyulitkan bagi binatang sekecil semut, mereka memiliki persediaan yang cukup sebagai bentuk pemeliharaan Sang Pencipta. Kiranya kita pun belajar hidup dengan bijaksana --Susanto/Renungan Harian. KEMALASAN MENDATANGKAN KEKURANGAN, KERAJINAN MENDATANGKAN KECUKUPAN. Selamat pagi. Ayo semangat. Tuhan Yesus memberkati.

Bp. Anto – Citraland
Nats: Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus (Filipi 3:7). Renungan: TIDAK LAGI BERARTI. Saat membongkar lemari di rumah Kartasura, saya menemukan barang-barang yang sudah tidak lagi saya gunakan. Semua barang itu saya masukkan ke dalam kardus dan hendak saya buang. Dalam kardus itu, saya juga membuang sebuah piagam penghargaan yang saya peroleh ketika ikut serta dalam tim Paskibraka Kabupaten semasa SMA. Saya sejenak mengenang keringat, tenaga, dan waktu yang saya kurbankan untuk mendapatkannya. Namun, saya memilih membuangnya karena merasa piagam itu tidak lagi berharga. Sebelum Paulus menjadi hamba Kristus, ia begitu membanggakan latar belakang keluarganya, prestasinya, dan kehidupan pribadinya (ay. 5-6). Namun, semua kebanggaannya runtuh ketika ia mengenal Kristus dan dipanggil menjadi pelayan Tuhan (ay. 7-8). Malahan ia menganggap semua kebanggaan itu hanyalah sampah (ay. 8). Dulu semua itu sangat berharga, kini ternyata hanya seperti sampah. Mengapa Paulus bisa mengalami perubahan paradigma secara drastis? Itu semua terjadi karena Paulus menyadari bahwa ia memperoleh keselamatan bukan karena semua hal yang dibanggakannya, melainkan karena Kristus (ay. 9-10). Kebanggaan orang bermacam-macam. Kebanggaan itu bisa berupa kekayaan, prestasi, latar belakang, status sosial, kedudukan, dan masih banyak yang lain. Bagaimana dengan kita? Apakah yang kita banggakan? Apakah kebanggaan itu lebih berharga dari Kristus yang sudah mati bagi kita? Maukah kita mengganggap setiap kebanggaan kita tidak lebih bernilai dibandingkan dengan pengenalan kita akan Kristus? --Sugihendarto Pratama P./Renungan Harian. KITA MENGANGGAP KEBANGGAAN DUNIAWI SEBAGAI TIDAK BERHARGA KETIKA KITA MENEMUKAN KEMULIAAN PENGENALAN AKAN KRISTUS.

Ibu Caroline – Bandung
God's plans for your life, far exceed the circumstances of your day. »Louie Giglio«. Rencana Tuhan untuk hidup anda, jauh melebihi keadaan hari anda. »Louie Giglio«. Mazmur 18:19 “Mereka menghadang aku pada hari sialku, tetapi Tuhan menjadi sandaran bagiku.” Apakah ada hari sial? Dalam zaman pemazmur, agaknya ada hari yang dianggap naas, tetapi yang lebih penting Iman Pemazmur yang menyatakan bahwa Tuhan lebih berkuasa daripada hari naas. Iman Pemazmur tidak terhenti pada ketakutan yang ditebarkan oleh perhitungan hari. Sadarilah bahwa Tuhan adalah Allah yang berkuasa atas setiap hari, jam, menit bahkan detik kehidupan kita. Sesungguhnya setiap orang yang tidak bersandar kepada Tuhan hari ini, maka hadangan pasti muncul. Karena firman Tuhan berkata bahwa Iblis seperti pencuri yang siap menerkam kita setiap saat, kelengahan karena tidak bersandar kepada Tuhan akan mendatangkan kesialan... Hari ini adalah hari yang dijadikan Tuhan untuk kita, jadi angkatlah hati kita dan bersukacitalah hari ini, karena bersama Tuhan kita pasti beruntung, didalam Tuhan setiap hari adalah baik adanya. 1 Kor 2:9, “tetapi seperti ada tertulis: Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul didalam hati manusia, semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.” Tuhan, pagi ini kami dengan hati yang mengasihiMu, memuliakan, memuji dan menyembahMu. Sukacita, damai yang telah Kau berikan buat setiap kami, kami alami dan kami bersyukur. Dalam minggu ini, kami percaya ada hal hal baru yang akan Kau bukakan buat kami, segala yang indah, yang baik, yang positif akan kami alami. Bawa hati kami bersatu dengan hatiMu, persekutuan pribadi kami dengan Engkau tetap terjalin dalam keadaan apapun. Perlindungan yang sempurna Kau turunkan atas setiap kami dan keluarga, untuk: Liching-Siusiang. Thanks Jesus for the day You have made. There is no one can replace You in us Lord. We give thanks to You. In Jesus name. Amin. Good morning sister. Take care.

No comments:

Post a Comment