I
AM BLESSED
Matius
16:18, “Dan Akupun
berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini
Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.”
Kristus berjanji untuk mendirikan gerejaNya berlandaskan kebenaran,
dari pengakuan Petrus dan murid-murid lain bahwa Yesus adalah
Kristus, Anak Allah yang hidup. Yesus Kristus yang menjadi Batu
Karang yaitu landasan yang utama dan pertama dari GEREJA/kita (1 Kor
3:11). Amin. Di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku
maksudnya: IA akan mendirkan GEREJA/jemaatNya di atas pengakuan
Petrus yang kokoh. Sudahkah kita sebagai Gereja/JemaatNya mempunyai
landasan yang teguh/kokoh yaitu kebenaran firmanNya sebagai
satu-satuNya dasar dalam kehidupan kita? Amin.
Ibu
Panca – PKS CL 5
Gereja
kita = Rumah Kita. Yesaya 56:7, “....sebab rumah-Ku akan disebut
rumah doa bagi segala bangsa.” Siapa saja boleh datang, diterima
apa adanya & bahkan kehidupan mereka dibangun untuk menjadi
semakin baik. Gereja bukanlah hotel! Firman Tuhan bilang “Gereja”
adalah “Rumah” bagi segala bangsa. Di mana setiap anggotanya ikut
berperan aktif menjaganya, baik dalam hal kebersihan, keamanan dan
kenyamanan. Semua anggotanya harus terlibat dan saling melayani,
melayani sesama anggota keluarga dan melayani tamu yang datang.
Bagaimana kita menjaga dan melindungi rumah kita? Diperlukan
KOMITMEN, komunikasi, dan peran aktif semua anggota. Komitmen dalam
hal makan bersama, dalam keluarga selalu ada acara makan bersama,
demikian dengan gereja kita perlu makan rohani bersama baik dalam
ibadah maupun dalam komsel. Perlu ngobrol/komunikasi dalam wujud:
Leaders Gathering, Doa Bersama & pertemuan-pertemuan lainnya.
Aktif bersama melayani, rumah kita tidak dapat bersih dengan
sendirinya bukan, maka diperlukan orang-orang yang mau terlibat di
semua sektor sesuai dengan bidangnya masing-masing sehingga bisa
menjadi rumah yang aman dan nyaman untuk ditinggali. Sudahkah Anda
terlibat dan ambil bagian dalam Gereja kita? Rindukah Anda punya
rumah/gereja yang enak dan nyaman? Terlibatlah dalam pelayanan. Tuhan
Yesus memberkati kita semua. Amin.
Xavier
Quentin Pranata
“BEBAS
- BATAS = BABLAS.” Xavier Quentin Pranata.
Samuel
Sianto-Yestoya Ministry
1
Petrus 5:7 – Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-NYA, sebab IA
yang memelihara kamu! Kenapa masih kuatir? Percayai kemampuan YESUS.
Pastilah kita ditolong dan diberkati berlimpah-limpah! Samuel
Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.
Madam
Ossy
SAAT
TEDUH. Senin, 27 Juni 2016. Belajar dari Semut. Hai pemalas, pergilah
kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak (Amsal 6:6).
Seorang buta berjualan kerupuk. Jika pembeli membayar lebih, ia
mempersilakan mereka mengambil sendiri uang kembalian dari tasnya.
“Kalau ada yang curang bagaimana, Pak?” tanya seorang pembeli. Ia
menjawab, “Gusti Allah tidak akan salah alamat memberikan rezeki,
Mas. Kalaupun sekarang saya rugi, saya yakin Gusti Allah menyiapkan
rezeki lain buat saya.” Dengan segala keterbatasannya, penjual
kerupuk itu tidak lalu bermalas-malasan, namun giat mencari rezeki
dengan meyakini kebaikan Allah. Salomo menghardik para pemalas, “Hai
pemalas, pergilah kepada semut, dan belajarlah kepada mereka!” (ay.
6-11). Apakah yang dapat kita pelajari dari semut? Sekalipun ia
kecil, kita dapat memijaknya tanpa sadar (bdk. Ams. 30:25), semut
rajin bekerja di musim panas, mengumpulkan makanannya, menyimpannya,
menjaga sarangnya. Bila ada makanan yang lebih besar dari dirinya,
semut akan memanggil te man-temannya untuk menyeret makanan itu
secara beramai-ramai (ay. 7-8). Makanan yang terkumpul kemudian
dinikmati bersama tanpa bersaing dan saling membunuh. Mereka hidup
berkelompok, dalam satu koloni yang saling menopang, percaya, dan
rukun. Itulah sebabnya, Salomo, sang raja yang penuh hikmat itu,
menasihati rakyatnya agar pergi dan belajar kepada semut. Rajin
bekerja kala musim panas, agar saat musim dingin yang sangat
menyulitkan bagi binatang sekecil semut, mereka memiliki persediaan
yang cukup sebagai bentuk pemeliharaan Sang Pencipta. Kiranya kita
pun belajar hidup dengan bijaksana --Susanto/Renungan Harian.
KEMALASAN MENDATANGKAN KEKURANGAN, KERAJINAN MENDATANGKAN KECUKUPAN.
Selamat pagi. Ayo semangat. Tuhan Yesus memberkati.
Bp.
Anto – Citraland
Nats:
Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap
rugi karena Kristus (Filipi 3:7). Renungan: TIDAK LAGI BERARTI. Saat
membongkar lemari di rumah Kartasura, saya menemukan barang-barang
yang sudah tidak lagi saya gunakan. Semua barang itu saya masukkan ke
dalam kardus dan hendak saya buang. Dalam kardus itu, saya juga
membuang sebuah piagam penghargaan yang saya peroleh ketika ikut
serta dalam tim Paskibraka Kabupaten semasa SMA. Saya sejenak
mengenang keringat, tenaga, dan waktu yang saya kurbankan untuk
mendapatkannya. Namun, saya memilih membuangnya karena merasa piagam
itu tidak lagi berharga. Sebelum Paulus menjadi hamba Kristus, ia
begitu membanggakan latar belakang keluarganya, prestasinya, dan
kehidupan pribadinya (ay. 5-6). Namun, semua kebanggaannya runtuh
ketika ia mengenal Kristus dan dipanggil menjadi pelayan Tuhan (ay.
7-8). Malahan ia menganggap semua kebanggaan itu hanyalah sampah (ay.
8). Dulu semua itu sangat berharga, kini ternyata hanya seperti
sampah. Mengapa Paulus bisa mengalami perubahan paradigma secara
drastis? Itu semua terjadi karena Paulus menyadari bahwa ia
memperoleh keselamatan bukan karena semua hal yang dibanggakannya,
melainkan karena Kristus (ay. 9-10). Kebanggaan orang bermacam-macam.
Kebanggaan itu bisa berupa kekayaan, prestasi, latar belakang, status
sosial, kedudukan, dan masih banyak yang lain. Bagaimana dengan kita?
Apakah yang kita banggakan? Apakah kebanggaan itu lebih berharga dari
Kristus yang sudah mati bagi kita? Maukah kita mengganggap setiap
kebanggaan kita tidak lebih bernilai dibandingkan dengan pengenalan
kita akan Kristus? --Sugihendarto Pratama P./Renungan Harian. KITA
MENGANGGAP KEBANGGAAN DUNIAWI SEBAGAI TIDAK BERHARGA KETIKA KITA
MENEMUKAN KEMULIAAN PENGENALAN AKAN KRISTUS.
Ibu
Caroline – Bandung
God's
plans for your life, far exceed the circumstances of your day. »Louie
Giglio«. Rencana Tuhan untuk hidup anda, jauh melebihi keadaan hari
anda. »Louie Giglio«. Mazmur 18:19 “Mereka menghadang aku pada
hari sialku, tetapi Tuhan menjadi sandaran bagiku.” Apakah ada hari
sial? Dalam zaman pemazmur, agaknya ada hari yang dianggap naas,
tetapi yang lebih penting Iman Pemazmur yang menyatakan bahwa Tuhan
lebih berkuasa daripada hari naas. Iman Pemazmur tidak terhenti pada
ketakutan yang ditebarkan oleh perhitungan hari. Sadarilah bahwa
Tuhan adalah Allah yang berkuasa atas setiap hari, jam, menit bahkan
detik kehidupan kita. Sesungguhnya setiap orang yang tidak bersandar
kepada Tuhan hari ini, maka hadangan pasti muncul. Karena firman
Tuhan berkata bahwa Iblis seperti pencuri yang siap menerkam kita
setiap saat, kelengahan karena tidak bersandar kepada Tuhan akan
mendatangkan kesialan... Hari ini adalah hari yang dijadikan Tuhan
untuk kita, jadi angkatlah hati kita dan bersukacitalah hari ini,
karena bersama Tuhan kita pasti beruntung, didalam Tuhan setiap hari
adalah baik adanya. 1 Kor 2:9, “tetapi seperti ada tertulis: Apa
yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh
telinga, dan yang tidak pernah timbul didalam hati manusia, semua
yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.” Tuhan, pagi
ini kami dengan hati yang mengasihiMu, memuliakan, memuji dan
menyembahMu. Sukacita, damai yang telah Kau berikan buat setiap kami,
kami alami dan kami bersyukur. Dalam minggu ini, kami percaya ada
hal hal baru yang akan Kau bukakan buat kami, segala yang indah,
yang baik, yang positif akan kami alami. Bawa hati kami bersatu
dengan hatiMu, persekutuan pribadi kami dengan Engkau tetap terjalin
dalam keadaan apapun. Perlindungan yang sempurna Kau turunkan atas
setiap kami dan keluarga, untuk: Liching-Siusiang. Thanks Jesus for
the day You have made. There is no one can replace You in us Lord. We
give thanks to You. In Jesus name. Amin. Good morning sister. Take
care.

No comments:
Post a Comment