I
AM BLESSED
Mazmur
119:97, “Betapa
kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari.”
Ketika BERDOA, kita memang bebas mengutarakan segala sesuatu yang
menyangkut diri kita kepada Allah. Namun ingat kita baru saja
mendengar Allah berbicara melalui firmanNya, tentang hal-hal yang
menyangkut diriNya, jadi ambillah waktu untuk MERESPON apa yang baru
kita baca (merenungkan-Nya
sejenak
apa yang baru kita baca). Bersyukurlah atas janji-janjiNya,
bersukacitalah atas pengajaran yang telah kita terima, akuilah
dosa-dosa yang mungkin ada, yang sudah diingatkan oleh Roh Kudus,
bergembiralah karena kita semakin mengenal karakterNya. Mintalah
hikmatNya agar kita dapat lebih jelas memahami bagian Alkitab yang
kita baca & menerapkannya dalam hidup sehari-hari .
Daniel 6:11 menceritakan tentang Daniel: “Tiga kali sehari ia
berLUTUT,
berDOA
serta MEMUJI
AllahNya. Ketika Daniel menyatakan permohonannya, rasa syukur
melingkupi waktu doanya, meski ia sedang dalam keadaan yang sulit.
Doa-doa kita pun sepatutnya ditandai dengan ucapan syukur yang serupa
atas segala perbuatanNya bagi kita .
Dan yang terakhir: menuliskan catatan tentang apa saja yang kita
terima, dari Saat Teduh kita hari itu akan memperlihatkan
perkembangan yang dialami dalam perjalanan Iman kita .
Kita pasti akan melihat kemajuan dalam berbagai area hidup kita yang
mungkin terlewatkan jika tidak dituliskan. Kebiasaan mencatat akan
menolong kita mengingat pelajaran yang kita terima & menjaganya
tetap segar dalam pikiran kita sehingga kita dapat terus menerus
dipengaruhi oleh pelajaran tersebut sepanjang hari. Amin.
Ibu
Panca – PKS CL 5
Amin.
Puji Tuhan, dengan bersuyukur pada Tuhan dan tidak hanya meminta tapi
kita mengerti akan isi hati Tuhan yang disampaikan lewat firmanNya,
sehingga hidup kita menjadi dampak bagi sesama. Amin. Gbu.
GNCC
Amsal
22:4, “Ganjaran kerendahan hati dan takut akan TUHAN adalah
kekayaan, kehormatan dan kehidupan.” Sering orang hanya melihat
kulit dan bukan isi, akibat dan bukan sebab. Kekayaan, kehormatan
dan kehidupan dimulai dari kerendahan hati dan takut akan Tuhan.
Xavier
Quentin Pranata
“Sikap
mental pemenang adalah tetap optimis walau kalah.” Xavier Quentin
Pranata.
Madam
Ossy
SAAT
TEDUH. Selasa, 7 Juni 2016. DIA Tidak Buta. Ketika Tuhan melihat
janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata
kepadanya, “Jangan menangis!” (Lukas 7:13). Mata yang
berlinang-linang biasanya menandakan dukacita. Air mata yang menetes
pelan, apalagi ditambah dengan raut wajah yang muram, bukankah itu
menandakan kepiluan hati? Tetesan air mata dukacita itulah yang
dialami oleh janda di kota Nain ini. Ia baru saja kehilangan anak
laki-laki yang tentu saja sangat dikasihinya. Ia pun sedang berjalan
menyertai orang-orang yang sedang menggotong mayat anaknya itu menuju
pekuburan. Ibu itu berlinang air mata dan Yesus secara tidak terduga
melihat dan merasakan kepiluan hati ibu itu. Bisa jadi Yesus pun
menitikkan air mata-Nya. Dengan spontan Yesus menghampiri ibu itu dan
menghiburnya. Setelah itu? Yesus mendekati usungan itu dan
membangkitkan anak itu dari kematian. Dukacita mendalam mungkin
membuat ibu itu tidak mampu mengucapkan sepatah kata pun, tapi
tetesan air mata itu sudah cukup untuk menggerakkan hati Yesus
sehingga Dia mengulurkan tangan, memberi kelegaan pada janda itu.
Kisah Yesus menolong janda itu, tanpa ibu janda itu meminta tolong
sebelumnya, membuktikan bahwa Allah tidak buta dan tidak bisu melihat
dukacita yang dialami umat-Nya. Demikianlah, Dia sangat memahami
dukacita di hati kita. Dia merasakan perih hati kita saat kita
bertahan dalam penderitaan yang kita alami. Setiap tetesan air mata
kita diperhatikan-Nya dan hal itu sudah cukup untuk menggerakkan
hati-Nya menolong kita —SYS. SETIAP TETESAN AIR MATA DUKA KITA
SANGAT DIPAHAMI ALLAH DAN DIA SANGAT PEDULI DENGAN PENDERITAAN YANG
KITA ALAMI. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati.
Ibu
Caroline – Bandung
“Tolerance
means showing respect for other people's history, traditions,
religion and cultural identity” »Angela Merkel«. Toleransi
berarti menghormati sejarah, tradisi, agama dan identitas kultural
orang lain »Angela Merkel«. 1 Samuel 2:30 “Sebab itu--demikianlah
firman TUHAN, Allah Israel--sesungguhnya Aku telah berjanji:
Keluargamu dan kaummu akan hidup di hadapan-Ku selamanya, tetapi
sekarang--demikianlah firman TUHAN--:Jauhlah hal itu dari pada-Ku!
Sebab siapa yang menghormati Aku, akan Kuhormati, tetapi siapa yang
menghina Aku, akan dipandang rendah.” Bangsa yang besar adalah
bangsa yang menghargai sejarahnya, sejarah manusia ada didalam
Alkitab sampai hari ini isinya begitu relevan dan selalu cocok dalam
segala masa dan waktu. FirmanNya adalah sejarah kehidupan yang akan
menuntun kita memasuki kekekalan, bila kita menghormatiNya, lalu
membaca dan melakukannya setiap hari maka kita pasti akan mendapat
penghargaan untuk masuk ke surga. Hidup dalam kebenaran Firman Tuhan
berarti kita hidup dalam rencanaNya yang begitu indah dan penuh
dengan berkat, sebab janji janjiNya selalu 'ya dan amin'. Tuhan sudah
menyediakan yang terbaik bagi kita, galilah harta karun surgawi yang
tercatat dalam Alkitab, sebab kita pasti akan memperolehnya. Selamat
pagi.
Chen
Tjoe
Dear
Lord, I want to start the day with You. Knowing You are in me and
with me. With that knowledge and faith, I will overcome every
circumstances I have to face today. With your presence I will share
the love, the joy, the comfort, the peace to everyone I encounter. In
every breath I take and in every step I move today, You go before me,
God. Thank you Lord... Amen!!!! #feedthefaith #mydevo. Tuhan yang
maha baik, kami akan membuka hari kami dengan Engkau. Mengetahui
keberadaanMu dalam kami dan mengimani Engkau, kami akan mampu
melewati apapun yang harus kami lewati hari ini. Bersama Engkau, kami
akan mampu berbagi kasih, suka cita, ketenangan, kedamaian kepada
setiap orang yang kami jumpai hari ini. Dalam setiap tarikan nafas
kami. Dalam setiap langkah kami hari ini, Engkau berjalan di depan
kami, Tuhan. Puji syukur kepadaMu, Tuhan. Amin!!!! #asupaniman
#renunganku.

No comments:
Post a Comment