Monday, 13 June 2016

13 Juni 2016

I AM BLESSED




Membangun Kepercayaan = Membangun Hubungan yang Sehat. Sebagai Makhluk Sosial kita diciptakan untuk memiliki dan berinteraksi dengan sesama manusia yang lain. Oleh karena itu hidup kita tidak bisa lepas dari hubungan-hubungan yang kita bangun dan bina. Karena kaitannya sangat erat dengan keberadaan kita, semua hubungan yang kita bangun harus disertai “rasa saling percaya”. Hubungan yang salah (tidak saling mempercayai) akan membawa kita ke arah yang salah. Hubungan yang salah bukan hanya akan mengecohkan kita dari tujuan hidup yang Tuhan tetapkan bagi kita, tetapi juga akan membawa kita ke dalam berbagai masalah. Sebaliknya hubungan yang benar akan membawa hidup kita ke arah yang benar, bukan hanya itu tetapi menjalin hubungan yang benar = Membagun kepercayaan dengan orang orang yang tepat akan membawa kebaikan ke dalam hidup kita. Jadi sudah sepatutnya kita memeriksa setiap hubungan yang ada (khususnya membangun hubungan) dalam komunitas tempat kita bertumbuh. Apakah hubungan itu membawa Kebaikan atau masalah ke dalam hidup kita?? Yohanes 16:13, “Tetapi apabila IA datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.” Amin.

Xavier Quentin Pranata
Orang yang merasa paling berjasa biasanya malah kerjanya biasa-biasa saja.” Xavier Quentin Pranata.

Ibu Caroline – Bandung
Minggu, 12 Juni 2016. Bacaan: Ezra 1:1-11. Setahun: Ester 1-3. Nats: Pada tahun pertama zaman Koresh, raja negeri Persia, TUHAN menggerakkan hati Koresh, raja Persia itu untuk menggenapkan firman yang diucapkan oleh Yeremia, sehingga disiarkan di seluruh kerajaan Koresh secara lisan dan tulisan pengumuman ini (Ezra 1:1). Bukan Kebetulan. Begitu banyak pengalaman hidup dalam perjalanan kita. Suka duka silih berganti singgah memberi warna. Namun, tidak jarang kita menganggapnya hanya sebuah kebetulan semata. Misalnya, kita telah berjam-jam berdiri di pinggir jalan menunggu bus yang tidak kunjung datang, tiba-tiba ada mobil berhenti dan menawarkan tumpangan. Sopirnya ternyata teman lama yang kebetulan lewat. Jadilah kita mendapat tumpangan tanpa membayar pula! Kita kerap menyebut hal ini adalah kebetulan semata. Berbeda jika kita melihatnya dari kacamata iman. Banyak peristiwa sesungguhnya sudah diatur oleh Allah. Sebagian orang mungkin menganggap peristiwa penaklukkan raja Babel oleh raja Koresh (Persia) hanyalah peristiwa historis-politis biasa. Tetapi, penulis kitab Ezra meyakini bahwa Allah juga yang menata semua peristiwa itu begitu teratur. Dialah yang menggerakkan hati Koresh untuk membebaskan bangsa Israel yang dibuang di Babel pulang kembali ke Yerusalem. Allah sebagai raja semesta alam mampu menggerakkan siapa pun untuk penggenapan sejarah keselamatan yang Dia rencanakan. Keyakinan akan campur tangan Allah dalam hidup kita dapat meneguhkan hati dalam menghadapi persoalan. Kita juga belajar melihat segala peristiwa dari kacamata ilahi, bukan dari kaca mata manusia. Ketika peristiwa buruk terjadi pun, hati kita tidak menjadi lemah; sebaliknya, kita makin dikuatkan karena kita meyakini campur tangan Allah yang turut bekeja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan --Samuel Yudi Susanto. DALAM PERISTIWA BURUK PUN, ALLAH TURUT BEKERJA UNTUK MENYATAKAN RENCANA-NYA YANG INDAH BAGI KEHIDUPAN UMAT-NYA.

Tante Elisabeth – NTT
Ya amin. Matius 16:24, “Lalu Yesus berkata kepada murid-muridNya: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.” Mungkin saja harga yang harus kita bayar adalah meluangkan waktu, karena di kota-kota besar, waktu adalah sesuatu yang semakin sulit untuk bisa diberikan. Kebanyakan orang seringkali berkata SIBUK jadi tidak sempat berdoa, bersekutu secara pribadi dengan Tuhan. Padahal ini adalah salah satu faktor yang terpenting. Marilah kita dedikasikan satu waktu yang spesifik untuk Tuhan. Buat sebuah komitmen, Anda akan berdoa pada jam tertentu setiap hari. Lakukan segala cara untuk merealisasikannya, karena itu adalah bagian dari bayar harga. Jika kita mentaati, kita akan melihat bahwa Tuhan sudah menunggu kita di ruang doa, dan dengan mudahnya kita bisa membangun persekutuan dengan Tuhan. Dan semua kerja kita tidak sia-sia. Amin. Aku dan seisi rumahku selalu dalam penyembahan Tuhan. Selamat mengikuti perintah-perintah Tuhan untuk menyenangkan hatiNya. Dan juga untuk keselamatan kita. JBU all.

No comments:

Post a Comment