I
AM BLESSED
Membangun
Kepercayaan = Membangun Hubungan yang Sehat.
Sebagai Makhluk Sosial kita diciptakan untuk memiliki dan
berinteraksi dengan sesama manusia yang lain. Oleh karena itu hidup
kita tidak bisa lepas dari hubungan-hubungan yang kita bangun dan
bina. Karena kaitannya sangat erat dengan keberadaan kita, semua
hubungan yang kita bangun harus disertai “rasa saling percaya”.
Hubungan yang salah (tidak saling mempercayai) akan membawa kita ke
arah yang salah. Hubungan yang salah bukan hanya akan mengecohkan
kita dari tujuan hidup yang Tuhan tetapkan bagi kita, tetapi juga
akan membawa kita ke dalam berbagai masalah. Sebaliknya hubungan yang
benar akan membawa hidup kita ke arah yang benar, bukan hanya itu
tetapi menjalin hubungan yang benar = Membagun kepercayaan dengan
orang orang yang tepat akan membawa kebaikan ke dalam hidup kita.
Jadi sudah sepatutnya kita memeriksa setiap hubungan yang ada
(khususnya membangun hubungan) dalam komunitas tempat kita bertumbuh.
Apakah hubungan itu membawa Kebaikan atau masalah ke dalam hidup
kita?? Yohanes 16:13, “Tetapi apabila IA datang, yaitu Roh
Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia
tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu
yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan
memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.” Amin.
Xavier
Quentin Pranata
“Orang
yang merasa paling berjasa biasanya malah kerjanya biasa-biasa saja.”
Xavier Quentin Pranata.
Ibu
Caroline – Bandung
Minggu,
12 Juni 2016. Bacaan: Ezra 1:1-11. Setahun: Ester 1-3. Nats: Pada
tahun pertama zaman Koresh, raja negeri Persia, TUHAN menggerakkan
hati Koresh, raja Persia itu untuk menggenapkan firman yang diucapkan
oleh Yeremia, sehingga disiarkan di seluruh kerajaan Koresh secara
lisan dan tulisan pengumuman ini (Ezra 1:1). Bukan Kebetulan. Begitu
banyak pengalaman hidup dalam perjalanan kita. Suka duka silih
berganti singgah memberi warna. Namun, tidak jarang kita
menganggapnya hanya sebuah kebetulan semata. Misalnya, kita telah
berjam-jam berdiri di pinggir jalan menunggu bus yang tidak kunjung
datang, tiba-tiba ada mobil berhenti dan menawarkan tumpangan.
Sopirnya ternyata teman lama yang kebetulan lewat. Jadilah kita
mendapat tumpangan tanpa membayar pula! Kita kerap menyebut hal ini
adalah kebetulan semata. Berbeda jika kita melihatnya dari kacamata
iman. Banyak peristiwa sesungguhnya sudah diatur oleh Allah. Sebagian
orang mungkin menganggap peristiwa penaklukkan raja Babel oleh raja
Koresh (Persia) hanyalah peristiwa historis-politis biasa. Tetapi,
penulis kitab Ezra meyakini bahwa Allah juga yang menata semua
peristiwa itu begitu teratur. Dialah yang menggerakkan hati Koresh
untuk membebaskan bangsa Israel yang dibuang di Babel pulang kembali
ke Yerusalem. Allah sebagai raja semesta alam mampu menggerakkan
siapa pun untuk penggenapan sejarah keselamatan yang Dia rencanakan.
Keyakinan akan campur tangan Allah dalam hidup kita dapat meneguhkan
hati dalam menghadapi persoalan. Kita juga belajar melihat segala
peristiwa dari kacamata ilahi, bukan dari kaca mata manusia. Ketika
peristiwa buruk terjadi pun, hati kita tidak menjadi lemah;
sebaliknya, kita makin dikuatkan karena kita meyakini campur tangan
Allah yang turut bekeja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan
kebaikan --Samuel Yudi Susanto. DALAM PERISTIWA BURUK PUN, ALLAH
TURUT BEKERJA UNTUK MENYATAKAN RENCANA-NYA YANG INDAH BAGI KEHIDUPAN
UMAT-NYA.
Tante
Elisabeth – NTT
Ya
amin. Matius 16:24, “Lalu Yesus berkata kepada murid-muridNya:
“Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya,
memikul salibnya dan mengikut Aku.” Mungkin saja harga yang harus
kita bayar adalah meluangkan waktu, karena di kota-kota besar, waktu
adalah sesuatu yang semakin sulit untuk bisa diberikan. Kebanyakan
orang seringkali berkata SIBUK jadi tidak sempat berdoa, bersekutu
secara pribadi dengan Tuhan. Padahal ini adalah salah satu faktor
yang terpenting. Marilah kita dedikasikan satu waktu yang spesifik
untuk Tuhan. Buat sebuah komitmen, Anda akan berdoa pada jam tertentu
setiap hari. Lakukan segala cara untuk merealisasikannya, karena itu
adalah bagian dari bayar harga. Jika kita mentaati, kita akan melihat
bahwa Tuhan sudah menunggu kita di ruang doa, dan dengan mudahnya
kita bisa membangun persekutuan dengan Tuhan. Dan semua kerja kita
tidak sia-sia. Amin. Aku dan seisi rumahku selalu dalam penyembahan
Tuhan. Selamat mengikuti perintah-perintah Tuhan untuk menyenangkan
hatiNya. Dan juga untuk keselamatan kita. JBU all.

No comments:
Post a Comment