Friday, 10 June 2016

10 Juni 2016

I AM BLESSED




Efesus 6:18, “dalam segala DOA dan PERMOHONAN. BerDOAlah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam DOA mu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus.” Setelah menjabarkan seluruh senjata peperangan rohani yang Allah berikan (Efesus 6:10-17) akhirnya Paulus menulis tentang senjata yang paling ampuh, yaitu DOA (ayat 18). DOA sangat ditunggu oleh Allah karena IA rindu mencurahkan kuasaNya. BerDOA dalam segala DOA & permohonan, artinya: BERDOA untuk apa saja, semuanya: tidak ada hal yang terlalu kecil dari hadapanNya & tidak ada hal yang terlalu besar yang tidak dapat dilakukanNya. BERDOA setiap waktu: tidak hanya pagi hari atau malam hari saja, tetapi setiap waktu . BERDOA dalam ROH, ROH Kudus membantu kita berDOA sesuai dengan kehendakNya (Roma 6:26). BerDOA tak putus-putus: Jangan menyerah bila DOA-DOA kita belum dijawab. BerDOA untuk segala orang kudus, Tuhan Yesus memberikan contoh bahwa IA berdoa untuk orang lain (Lukas 22:32). BerDOA untuk muridNya (Yoh 17:9-20). IA berDOA bagi kita dihadapan Allah (Ibrani 7:25).

Xavier Quentin Pranata
Saat transit adalah waktu yang tepat untuk introspeksi masa lalu dan merencanakan langkah masa depan.” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Jumat 10 Juni 2016. Makan dengan Bijak. Orang benar mengetahui hak orang lemah, tetapi orang fasik tidak mengertinya (Amsal 29:7). Ketika melakukan penelitian di sebuah persawahan, saya membawa bekal makan siang. Kebetulan waktu itu saya bertemu dengan seorang buruh tani, dan saya mengajaknya berbagi bekal makan siang itu. Namun, dengan alasan belum lapar, ibu itu menggantungkan kantung nasi bagiannya di tiang dangau. Tak berselang lama, kedua anaknya datang. Melihat makanan itu, mereka berebutan menyantapnya. Rupanya ibu mereka sengaja meninggalkan nasi bagiannya untuk kedua anaknya. Dari cerita mereka saya kemudian tahu, pada masa paceklik, mereka hanya makan bubur sekali sehari pada malam hari. Sebuah LSM Australia, FoodWise, merilis data mencengangkan tentang kebiasaan membuang sisa makanan yang sebenarnya masih sangat layak dimakan. LSM itu menyebutkan bahwa warga Australia membuang makanan senilai 8 miliar dolar AS atau kira-kira setara dengan Rp 8 triliun setiap tahun. Paus Fransiskus, mengecam kebiasaan kita yang sering menyisakan makanan dan membuangnya. Ia menyamakan kebiasaan itu seperti mencuri makanan dari meja orang miskin. Ironis memang, saat di sekeliling kita masih banyak orang yang kelaparan, kita malah membuang banyak makanan. Ini, seperti dikatakan Salomo, adalah suatu bentuk kefasikan, yaitu mengabaikan hak orang lemah. Nenek moyang kita dahulu sangat menghargai makanan karena mereka paham arti makan secukupnya. Saat ini konsumerisme membuat kita memandang makanan yang dibuang sebagai hal biasa. Kita dapat belajar membela hak orang miskin lewat cara makan yang lebih bijak --Jacqualine Bunga/Renungan Harian. MENGKONSUMSI MAKANAN DENGAN BIJAKSANA MENUNJUKKAN SIKAP BELA RASA TERHADAP SESAMA YANG KURANG MAMPU. Selamat pagi. Happy Friday. Tuhan Yesus memberkati.

Samuel Sianto-Yestoya Ministry
Maz 78:15 – Dibelah-NYA gunung batu di padang gurun, diberi-NYA mereka minum banyak air seperti dari samudera raya! Kok bisa ya? Pasti bisa bersama YESUS, tidak ada yang mustahil bagi TUHAN dan orang yang percaya! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

Ibu Caroline – Bandung
Serahkanlah hidupmu kepada Tuhan, berharaplah kepada-Nya, Ia akan menolongmu. Ia akan menyatakan kesetiaanmu seperti terang, dan ketulusanmu seperti siang. Nantikanlah Tuhan dengan hati yang tenang, tunggulah dengan sabar sampai Ia bertindak. Tuhan menjaga hidup orang saleh, milik pusaka mereka tetap untuk selama-lamanya. Di waktu kesesakan mereka tak akan menderita, di masa kelaparan mereka akan berkecukupan. Tuhan membimbing orang di jalan yang harus ditempuhnya, Ia meneguhkan orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya. Bila jatuh, ia tak akan luka parah, sebab Tuhan memegang tangannya. Tuhan menyelamatkan orang saleh, dan melindungi mereka di waktu kesesakan (Mazmur 37:5‭-‬7‭, ‬18‭-‬19‭, ‬23‭-‬24‭, ‬39B).

Bp. Anto – Citraland
Tanggal: Jumat, 10 Juni 2016. Bacaan: Yohanes 14:21-24. Setahun: Nehemia 11-12. Nats: Siapa saja yang memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku (Yohanes 14:21). Renungan: MENGASIHI TUHAN. Kita pasti sudah sering mendengar bahwa Tuhan mengasihi kita. Namun sebaliknya, apakah kita sudah mengasihi Tuhan? Banyak orang Kristen yang berpikir kalau sudah berdoa, menyembah, pergi ke gereja, ikut persekutuan doa, dan sebagainya, berarti sudah mengasihi Tuhan. Ternyata tidak. Itu semua bukan bukti mutlak kalau kita mengasihi Tuhan. Yesus mengatakan bahwa orang yang mengasihi-Nya adalah orang yang melakukan firman-Nya (ay. 21). Ada orang yang mengasihi Tuhan saat senang saja, tapi giliran tertimpa kesusahan ia lupa mengasihi Tuhan. Di saat punya uang banyak, tidak mencuri, tapi saat terhimpit masalah ekonomi, jadi pencuri atau koruptor. Yesus berkali-kali mengulangi kata-kata “mengasihi Aku” (ay. 21, 23, 24), berarti Tuhan ingin agar kita mengasihi-Nya, yaitu dengan melakukan firman-Nya. Ada banyak petunjuk dalam Kitab Suci untuk melakukan firman Tuhan. Contoh klasiknya adalah sepuluh perintah Tuhan dalam Keluaran 20. Kiranya kita menjaga perilaku sesuai dengan petunjuk itu. Bagaimanapun keadaan kita saat ini, apa pun masalah yang sedang kita hadapi, Tuhan mau kita tetap mengasihi Dia dengan melakukan firman-Nya. Jangan biarkan masalah dalam hidup ini membuat kita melanggar firman-Nya. Tuhan berjanji kalau Dia akan memberikan apa yang kita minta, jika kita tinggal di dalam firman-Nya (Yoh. 15:7). Ada banyak janji berkat jika kita menuruti kebenaran-Nya --Nova Ria Tobing/Renungan Harian. MENGASIHI TUHAN BERARTI MELAKUKAN FIRMAN-NYA, HIDUP DALAM KEBENARAN-NYA.

No comments:

Post a Comment