I
AM BLESSED
Efesus
6:18, “dalam
segala DOA dan PERMOHONAN. BerDOAlah setiap waktu di dalam Roh dan
berjaga-jagalah di dalam DOA mu itu dengan permohonan yang tak
putus-putusnya untuk segala orang Kudus.”
Setelah menjabarkan seluruh senjata peperangan rohani yang Allah
berikan (Efesus 6:10-17) akhirnya Paulus menulis tentang senjata yang
paling ampuh, yaitu DOA (ayat 18). DOA sangat ditunggu oleh Allah
karena IA rindu mencurahkan kuasaNya. BerDOA dalam segala DOA &
permohonan, artinya: BERDOA untuk apa saja, semuanya: tidak ada hal
yang terlalu kecil dari hadapanNya & tidak ada hal yang terlalu
besar yang tidak dapat dilakukanNya. BERDOA setiap waktu: tidak hanya
pagi hari atau malam hari saja, tetapi setiap waktu .
BERDOA dalam ROH, ROH Kudus membantu kita berDOA sesuai dengan
kehendakNya (Roma 6:26). BerDOA tak putus-putus: Jangan menyerah bila
DOA-DOA kita belum dijawab. BerDOA untuk segala orang kudus, Tuhan
Yesus memberikan contoh bahwa IA berdoa untuk orang lain (Lukas
22:32). BerDOA untuk muridNya (Yoh 17:9-20). IA berDOA bagi kita
dihadapan Allah (Ibrani 7:25).
Xavier
Quentin Pranata
“Saat
transit adalah waktu yang tepat untuk introspeksi masa lalu dan
merencanakan langkah masa depan.” Xavier Quentin Pranata.
Madam
Ossy
SAAT
TEDUH. Jumat 10 Juni 2016. Makan dengan Bijak. Orang benar mengetahui
hak orang lemah, tetapi orang fasik tidak mengertinya (Amsal 29:7).
Ketika melakukan penelitian di sebuah persawahan, saya membawa bekal
makan siang. Kebetulan waktu itu saya bertemu dengan seorang buruh
tani, dan saya mengajaknya berbagi bekal makan siang itu. Namun,
dengan alasan belum lapar, ibu itu menggantungkan kantung nasi
bagiannya di tiang dangau. Tak berselang lama, kedua anaknya datang.
Melihat makanan itu, mereka berebutan menyantapnya. Rupanya ibu
mereka sengaja meninggalkan nasi bagiannya untuk kedua anaknya. Dari
cerita mereka saya kemudian tahu, pada masa paceklik, mereka hanya
makan bubur sekali sehari pada malam hari. Sebuah LSM Australia,
FoodWise, merilis data mencengangkan tentang kebiasaan membuang sisa
makanan yang sebenarnya masih sangat layak dimakan. LSM itu
menyebutkan bahwa warga Australia membuang makanan senilai 8 miliar
dolar AS atau kira-kira setara dengan Rp 8 triliun setiap tahun. Paus
Fransiskus, mengecam kebiasaan kita yang sering menyisakan makanan
dan membuangnya. Ia menyamakan kebiasaan itu seperti mencuri makanan
dari meja orang miskin. Ironis memang, saat di sekeliling kita masih
banyak orang yang kelaparan, kita malah membuang banyak makanan. Ini,
seperti dikatakan Salomo, adalah suatu bentuk kefasikan, yaitu
mengabaikan hak orang lemah. Nenek moyang kita dahulu sangat
menghargai makanan karena mereka paham arti makan secukupnya. Saat
ini konsumerisme membuat kita memandang makanan yang dibuang sebagai
hal biasa. Kita dapat belajar membela hak orang miskin lewat cara
makan yang lebih bijak --Jacqualine Bunga/Renungan Harian.
MENGKONSUMSI MAKANAN DENGAN BIJAKSANA MENUNJUKKAN SIKAP BELA RASA
TERHADAP SESAMA YANG KURANG MAMPU. Selamat pagi. Happy Friday. Tuhan
Yesus memberkati.
Samuel
Sianto-Yestoya Ministry
Maz
78:15 – Dibelah-NYA gunung batu di padang gurun, diberi-NYA mereka
minum banyak air seperti dari samudera raya! Kok bisa ya? Pasti bisa
bersama YESUS, tidak ada yang mustahil bagi TUHAN dan orang yang
percaya! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.
Ibu
Caroline – Bandung
Serahkanlah
hidupmu kepada Tuhan, berharaplah kepada-Nya, Ia akan menolongmu. Ia
akan menyatakan kesetiaanmu seperti terang, dan ketulusanmu seperti
siang. Nantikanlah Tuhan dengan hati yang tenang, tunggulah dengan
sabar sampai Ia bertindak. Tuhan menjaga hidup orang saleh, milik
pusaka mereka tetap untuk selama-lamanya. Di waktu kesesakan mereka
tak akan menderita, di masa kelaparan mereka akan berkecukupan.
Tuhan membimbing orang di jalan yang harus ditempuhnya, Ia meneguhkan
orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya. Bila jatuh, ia tak akan luka
parah, sebab Tuhan memegang tangannya. Tuhan menyelamatkan orang
saleh, dan melindungi mereka di waktu kesesakan (Mazmur 37:5-7,
18-19, 23-24, 39B).
Bp.
Anto – Citraland
Tanggal:
Jumat, 10 Juni 2016. Bacaan: Yohanes 14:21-24. Setahun: Nehemia
11-12. Nats: Siapa saja yang memegang perintah-Ku dan melakukannya,
dialah yang mengasihi Aku (Yohanes 14:21). Renungan: MENGASIHI TUHAN.
Kita pasti sudah sering mendengar bahwa Tuhan mengasihi kita. Namun
sebaliknya, apakah kita sudah mengasihi Tuhan? Banyak orang Kristen
yang berpikir kalau sudah berdoa, menyembah, pergi ke gereja, ikut
persekutuan doa, dan sebagainya, berarti sudah mengasihi Tuhan.
Ternyata tidak. Itu semua bukan bukti mutlak kalau kita mengasihi
Tuhan. Yesus mengatakan bahwa orang yang mengasihi-Nya adalah orang
yang melakukan firman-Nya (ay. 21). Ada orang yang mengasihi Tuhan
saat senang saja, tapi giliran tertimpa kesusahan ia lupa mengasihi
Tuhan. Di saat punya uang banyak, tidak mencuri, tapi saat terhimpit
masalah ekonomi, jadi pencuri atau koruptor. Yesus berkali-kali
mengulangi kata-kata “mengasihi Aku” (ay. 21, 23, 24), berarti
Tuhan ingin agar kita mengasihi-Nya, yaitu dengan melakukan
firman-Nya. Ada banyak petunjuk dalam Kitab Suci untuk melakukan
firman Tuhan. Contoh klasiknya adalah sepuluh perintah Tuhan dalam
Keluaran 20. Kiranya kita menjaga perilaku sesuai dengan petunjuk
itu. Bagaimanapun keadaan kita saat ini, apa pun masalah yang sedang
kita hadapi, Tuhan mau kita tetap mengasihi Dia dengan melakukan
firman-Nya. Jangan biarkan masalah dalam hidup ini membuat kita
melanggar firman-Nya. Tuhan berjanji kalau Dia akan memberikan apa
yang kita minta, jika kita tinggal di dalam firman-Nya (Yoh. 15:7).
Ada banyak janji berkat jika kita menuruti kebenaran-Nya --Nova Ria
Tobing/Renungan Harian. MENGASIHI TUHAN BERARTI MELAKUKAN FIRMAN-NYA,
HIDUP DALAM KEBENARAN-NYA.

No comments:
Post a Comment