I
AM BLESSED
Yohanes
14:16, “Aku
akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang
Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya.”
Roma 8:26-27, “Demikian
juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu,
bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk
kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. Dan
Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu
bahwa IA, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang
kudus.”
Rasul Paulus mengatakan bahwa kita juga mengalami kelemahan (Roma
8:26) yang dimaksud bukan kelemahan moral, melainkan kelemahan karena
ketidaktahuan, terkadang hidup menjadi begitu ruwet sampai-sampai
kita tidak tahu lagi apa yang dapat kita DOAkan.Namun sebagai jaminan
kita, Roh Kudus tahu. DIA sanggup BERDOA untuk kita lewat cara yang
sesuai dengan kehendak Allah ketika kita mungkin tidak mengetahui
kehendak Allah dalam situasi yang kita alami (ayat 27). DIA-lah
perantara yang tahu segalanya tentang kita dan yang BERDOA untuk
kita. Amin. Sudahkah kita bersyukur kepada Allah atas ROH KUDUS yang
dikaruniakan kepada kita melalui karya Yesus??
Ibu
Panca – PKS CL 5
Amin
puji Tuhan, harus menjadi keputusan untuk dapat menghampiri hadirat
Tuhan, menjadikan Tuhan yang utama walau dalam kesibukan. Thanks
Tuhan, thanks Roh Kudus, Tuhan yang selalu mengingatkanku dan thanks
buat mentorku, Tuhan senantiasa memberikan hikmat-Nya pada hambaNya
dan berikan kesehatan dan kekuatan padanya. Amin. Gbu all.
Xavier
Quentin Pranata
“Kerja
adalah ibadah hanya jika kita melakukannya dengan sungguh-sungguh.”
Xavier Quentin Pranata.
Samuel
Sianto-Yestoya Ministry
Pengkh
3:11 – TUHAN membuat segala sesuatu INDAH pada waktunya! Banyak
masalah yang harus kita hadapi, itulah proses hidup. Percayalah YESUS
tepat waktu tolong kita. DIA tidak pernah terlambat. Pas dehhh...
Selamat ibadah dan melayani! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.
Madam
Ossy
SAAT
TEDUH. Minggu, 5 Juni 2016. Kesombongan Bisa Membunuh. Setiap orang
yang tinggi hati adalah kekejian bagi TUHAN; sungguh, ia tidak akan
luput dari hukuman (Amsal 16:5). Istilah bahasa Yunani untuk
kesombongan adalah hyperephania. Artinya, “membusungkan diri dengan
angkuh.” Orang sombong berlagak dirinya lebih baik dari orang lain
karena mengira dirinya lebih hebat dari yang sebenarnya. Kesombongan
Raja Saul mengakibatkan dia berkali-kali berusaha membunuh Daud.
Kesombongan Absalom mengakibatkan ia nekat mengkudeta Daud,
menghampiri gundik-gundik ayahnya, dan tewas saat berperang.
Kesombongan mengakibatkan kematian fisik pada sejumlah orang. Tetapi,
terlebih penting, kesombongan mengakibatkan kematian rohani jutaan
orang. Salah satu alasan Alkitab sangat tegas mencela kesombongan
adalah karena pengaruhnya terhadap cara pandang kita kepada Tuhan.
Saat kita membusungkan diri dalam kesombongan, kita mulai berlagak
menjadi Tuhan, kita mencoba mengambil alih hak Tuhan. Hal ini sangat
mematikan karena di mata Tuhan setiap orang yang sombong adalah
kekejian; ia tidak akan luput dari hukuman. Alkitab sudah mencatat
tokoh-tokoh yang meninggal dengan tragis karena membiarkan
kesombongan menguasai hidupnya dan akhirnya menghancurkannya.
Kesombongan ditaklukan dengan kerendahan hati. Saat kita melatih diri
bersikap rendah hati, maka saat benih kesombongan mulai muncul, kita
segera sadar dan mematikannya. Kita harus terus belajar merendahkan
diri dan merendahkan hati di hadapan Tuhan, agar Dia bisa memuliakan
kita dan menjadikan kita saluran berkat-Nya. Jangan sampai
kesombongan bertumbuh besar dalam hidup kita. Hiduplah dengan rendah
hati —RTG. SAAT KITA RENDAH HATI KITA AKAN MAMPU MEMATIKAN SEGALA
BENIH KESOMBONGAN. Selamat pagi. Jangan lupa beribadah ya. Tuhan
Yesus memberkati.
Ibu
Caroline – Bandung (1)
FILOSOFI
KAIN BATIK. Pagi itu ada seorang wanita tua lengkap dengan canting
ditangan kirinya sedang melukis diatas kain putih. Wanita itu
melakukan setiap gerakan dengan sangat lembut. Sampai hari sudah
siang, kain itu hanya tergambar seperempatnya saja. Ada senyum puas
walau masih ada banyak bagian yang belum tergambar. Untuk menggambar
kain batik hingga selesai, dibutuhkan waktu berhari-hari, antara 3
sampai 5 hari. Tidak banyak orang yang bisa bertahan menghadapi kain
dan canting setiap harinya selama berjam-jam. Wanita itu mengatakan,
“Jika kau ingin mendapatkan hasil yang maksimal, dan dihargai
sangat mahal, maka kau harus banyak bersabar. Perhatikan setiap
detailnya karena hal yang terkecil itupun penting.
Mungkin
didalam hidup ini kita selalu menutut segala sesuatu datang dengan
cepat tanpa melalui berbagai macam proses. Tuhan memiliki maksud yang
baik saat kita diijinkan untuk melalui beberapa tahapan dalam
mencapai sebuah impian. Dalam setiap tahapan yang kita lalui, tentu
saja ada halangan yang menghampiri. Saat kita mampu melalui setiap
rintangan yang ada, maka kehidupan kitapun akan semakin “dewasa”.
Bersyukurlah bila kita tidak mendapatkan apa yang kita inginkan
secara instan, karena pada saat kita mendapatkannya dengan susah
payah, maka sesungguhnya kita telah melalui sebuah proses pendewasaan
diri. Ada pepatah yang mengatakan bahwa guru kehidupan yang terbaik
adalah pengalaman.” “Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah
dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa” (Roma 12:12). Tuhan
memberkati.
Ibu
Caroline – Bandung (2)
Dengan
adanya masalah-masalah yang terus muncul membuat kita: lebih lagi
mawas diri, lebih lagi instropeksi diri. Yang harus kita lakukan tiap
pagi adalah bertanya pada Tuhan, apa yang harus kita lakukan sehingga
dalam 1 hari itu bisa berkenan bagi Tuhan dan kembali lagi di malam
hari sebelum tidur, bertanya, apakah 1 hari itu, yang kita lakukan
menyenangkan hati Tuhan atau tidak. Tidak ada satupun manusia di
dunia ini yang terlalu rendah yang Tuhan tidak sanggup
meninggikannya. Tuhan tidak pernah berjanji bahwa kalau ikut Tuhan
bakalan mulus mulus saja, tapi janjinya sekalipun harus berjalan
dalam lembah kegelapan jangan takut karena ada tangan Tuhan yang
terus memegang dan menopang. Di pagi ini Bapa, kami hanya mau
bersyukur, bersyukur untuk keluarga yang telah Kau tentukan sejak
kami Kau ciptakan, orang tua / suami / mertua / anak-anak / menantu /
cucu kami. NamaMu yang kami tinggikan dan kami puji dan sanjung.
JanjiMu di Maz 16:11 menjadi janji bagi kehidupan setiap kami: “Kau
memberitahukan kepada kami jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada
sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa.”
Janji ini menjadi pegangan hidup setiap kami Bapa di pagi ini:
Liching-Siusiang. Kami akan kembali datang ke rumahMu di hari ini,
dan yang kami rindukan adalah setelah kami mendengar pengajaranMu,
dan kami menjadi pelaku firmanMu. Terima kasih Bapa, only You will be
faithful till the end. Amin. Morning Sis... Enjoy your blessed day
today with your families. Gbu.
Pdt.
Wahyu 'wepe' – Pramudya
MENJAUHI
PERBANTAHAN. “Terhormatlah seseorang, jika ia menjauhi perbantahan,
tetapi setiap orang bodoh membiarkan amarahnya meledak” (Amsal
20:3). *Suatu kali saya mengantar rekan yang sudah menghabiskan
puluhan tahun masa hidupnya untuk melayani Tuhan. Arus lalu lintas
menjadi macet karena ada kecelakaan. Di tengah kemacetan itu para
penunggang sepeda motor bermanuver di sela-sela mobil yang tengah
berhenti. Tiba-tiba terdengar suara bruk, dan kami menoleh ke sebelah
kiri. Ternyata ada pengendara motor yang menabrak spion mobil saya.
Pengendara itu berhenti, mengetuk kaca mobil. Saya membukanya, dan
tiba-tiba saja ia mengeluarkan kata makian khas Jawa Timur. Saya
tentu saja terkejut dan hendak memarahinya balik. Namun, rekan
pelayanan saya yang sudah senior itu tersenyum ke arah saya dan
kemudian menengok ke arah pengendara mobil itu sambil bertanya, “Ada
yang terluka, Mas?” Pengendara motor itu tampak kaget dengan
pertanyaan itu. Sejenak ia terdiam lalu menjawab, “Tidak, Pak.
Maaf, sudah menabrak spion Bapak. Saya buru-buru ke kantor,”
jawabnya.* *“Terhormatlah seseorang, jika ia menjauhi perbantahan,
tetapi setiap orang bodoh membiarkan amarahnya meledak” (Amsal
20:3). Amsal ini mengajarkan kepada kita bahwa salah satu ciri orang
yang terhormat bukanlah kemampuannya mengalahkan orang lain dalam
perbantahan. Sebaliknya, orang terhormat tahu bagaimana harus
menghindari atau menjauhi perbantahan. Bukan hal yang mudah untuk
menghindari atau menjauhi perbantahan sebab hal ini menuntut
pengendalian diri.* *Di sisi lain, Amsal ini juga mengajarkan bahwa
orang yang dengan mudah membiarkan amarahnya meledak adalah orang
bodoh. Bodoh bukan dalam arti tidak berpendidikan tinggi, tetapi
bodoh dalam arti ia gagal mengendalikan diri.* *Jauhilah perbantahan
yang tidak perlu. Kendalikan emosi agar kualitas hidup Anda tidak
mengalami erosi.* Amsal Hari Ini. 5 Juni 2016. Pdt. Wahyu 'wepe'
Pramudya.
Ibu
Susan – DPT
Renungan
akhir minggu & marilah kita HENING SEJENAK untuk DIRESAPI &
saling meNGUATkan: “MENGETUK PINTU”. Pernahkah Anda melihat
gambar Yesus yang sedang berdiri di depan sebuah pintu sambil
mengetuk? Gambar tersebut dibuat oleh seorang seniman bernama Holman
Hunt. Ada peristiwa menarik saat Holman Hunt membuat gambar tersebut.
Ketika ia sudah selesai menggambar, ia ingin mengetahui tanggapan
dari rekan-rekannya terhadap gambar Yesus yang sedang berdiri di
depan pintu & mengetuk. Semua rekan-rekannya dengan teliti &
kritis mencoba menemukan kesalahan dalam gambar tersebut. Namun,
rekan-rekannya tersebut tidak dapat menemukan kesalahan, justru
mereka memuji gambar tersebut. Hal ini membuat Holman Hunt tidak
merasa puas, ia memanggil rekan-rekannya yang lain & memintanya
mencari kesalahan dengan lebih teliti secara PROFESIONAL. Tetapi,
mereka pun tidak dapat menemukan kesalahan. Sampai salah seorang
rekannya yang masih AMATIR ( DALAM HIDUP & KOMUNITAS, SEBAIKNYA
JANGAN MENYEPELEKAN HAL YANG KITA ANGGAP KECIL / ORANG KECIL ),
meRASA meNEMUkan keSALAHan yang SANGAT menDASAR, yaitu bahwa Holman
Hunt LUPA memBUAT PEGANGan pemBUKA PINTU. Akhirnya semua orang SETUJU
ITUlah keSALAHan menDASAR yang diBUAT Holman Hunt dalam gambar
tersebut. Tetapi, Holman Hunt memBERIkan JAWABan yang meNGEJUTkan
semua orang bahwa itu bukan suatu keSALAHan atau keTELEDORan. Ia
SENGAJA membuat gambar Yesus berdiri di depan pintu yang tidak
memiliki HANDLE pintu luar, karena itu adalah gambar Yesus yang
berDIRI di depan. *PINTU HATI*❤, bukan pintu rumah... PINTU HATI❤
hanya bisa diBUKA dari DALAM, sehingga TIDAK ADA HANDLE pintu
luarnya. Dalam keMAHAKUASAanNYA, Tuhan TIDAK PERNAH SEKALIPUN meMAKSA
seseorang untuk PERCAYA kepadaNYA. Dia TIDAK PERNAH menGUNAkan
KUASANYA untuk meMAKSA saudara berTOBAT dari dosa-dosa saudara. Tuhan
MAU setiap manusia mengGUNAkan keHENDAK BEBAS yang mereka MILIKI
untuk meMILIH DIA “DARIPADA HIDUP DALAM DOSA”. Pilihan ini muncul
dari SUARA HATI❤ manusia sendiri yang sudah diCERAHkan oleh ROH.
*Orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya, tetapi
semangat yang patah dapat mengeringkan tulang. *Penghalang terbesar
untuk meraih sukses bukanlah kekurangan atau kelemahan, tetapi
semangat yang patah. Semangat ya. Jbu.

No comments:
Post a Comment