Sunday, 5 June 2016

5 Juni 2016

I AM BLESSED




Yohanes 14:16, “Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya.” Roma 8:26-27, Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa IA, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus.” Rasul Paulus mengatakan bahwa kita juga mengalami kelemahan (Roma 8:26) yang dimaksud bukan kelemahan moral, melainkan kelemahan karena ketidaktahuan, terkadang hidup menjadi begitu ruwet sampai-sampai kita tidak tahu lagi apa yang dapat kita DOAkan.Namun sebagai jaminan kita, Roh Kudus tahu. DIA sanggup BERDOA untuk kita lewat cara yang sesuai dengan kehendak Allah ketika kita mungkin tidak mengetahui kehendak Allah dalam situasi yang kita alami (ayat 27). DIA-lah perantara yang tahu segalanya tentang kita dan yang BERDOA untuk kita. Amin. Sudahkah kita bersyukur kepada Allah atas ROH KUDUS yang dikaruniakan kepada kita melalui karya Yesus??

Ibu Panca – PKS CL 5
Amin puji Tuhan, harus menjadi keputusan untuk dapat menghampiri hadirat Tuhan, menjadikan Tuhan yang utama walau dalam kesibukan. Thanks Tuhan, thanks Roh Kudus, Tuhan yang selalu mengingatkanku dan thanks buat mentorku, Tuhan senantiasa memberikan hikmat-Nya pada hambaNya dan berikan kesehatan dan kekuatan padanya. Amin. Gbu all.

Xavier Quentin Pranata
Kerja adalah ibadah hanya jika kita melakukannya dengan sungguh-sungguh.” Xavier Quentin Pranata.

Samuel Sianto-Yestoya Ministry
Pengkh 3:11 – TUHAN membuat segala sesuatu INDAH pada waktunya! Banyak masalah yang harus kita hadapi, itulah proses hidup. Percayalah YESUS tepat waktu tolong kita. DIA tidak pernah terlambat. Pas dehhh... Selamat ibadah dan melayani! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Minggu, 5 Juni 2016. Kesombongan Bisa Membunuh. Setiap orang yang tinggi hati adalah kekejian bagi TUHAN; sungguh, ia tidak akan luput dari hukuman (Amsal 16:5). Istilah bahasa Yunani untuk kesombongan adalah hyperephania. Artinya, “membusungkan diri dengan angkuh.” Orang sombong berlagak dirinya lebih baik dari orang lain karena mengira dirinya lebih hebat dari yang sebenarnya. Kesombongan Raja Saul mengakibatkan dia berkali-kali berusaha membunuh Daud. Kesombongan Absalom mengakibatkan ia nekat mengkudeta Daud, menghampiri gundik-gundik ayahnya, dan tewas saat berperang. Kesombongan mengakibatkan kematian fisik pada sejumlah orang. Tetapi, terlebih penting, kesombongan mengakibatkan kematian rohani jutaan orang. Salah satu alasan Alkitab sangat tegas mencela kesombongan adalah karena pengaruhnya terhadap cara pandang kita kepada Tuhan. Saat kita membusungkan diri dalam kesombongan, kita mulai berlagak menjadi Tuhan, kita mencoba mengambil alih hak Tuhan. Hal ini sangat mematikan karena di mata Tuhan setiap orang yang sombong adalah kekejian; ia tidak akan luput dari hukuman. Alkitab sudah mencatat tokoh-tokoh yang meninggal dengan tragis karena membiarkan kesombongan menguasai hidupnya dan akhirnya menghancurkannya. Kesombongan ditaklukan dengan kerendahan hati. Saat kita melatih diri bersikap rendah hati, maka saat benih kesombongan mulai muncul, kita segera sadar dan mematikannya. Kita harus terus belajar merendahkan diri dan merendahkan hati di hadapan Tuhan, agar Dia bisa memuliakan kita dan menjadikan kita saluran berkat-Nya. Jangan sampai kesombongan bertumbuh besar dalam hidup kita. Hiduplah dengan rendah hati —RTG. SAAT KITA RENDAH HATI KITA AKAN MAMPU MEMATIKAN SEGALA BENIH KESOMBONGAN. Selamat pagi. Jangan lupa beribadah ya. Tuhan Yesus memberkati.

Ibu Caroline – Bandung (1)
FILOSOFI KAIN BATIK. Pagi itu ada seorang wanita tua lengkap dengan canting ditangan kirinya sedang melukis diatas kain putih. Wanita itu melakukan setiap gerakan dengan sangat lembut. Sampai hari sudah siang, kain itu hanya tergambar seperempatnya saja. Ada senyum puas walau masih ada banyak bagian yang belum tergambar. Untuk menggambar kain batik hingga selesai, dibutuhkan waktu berhari-hari, antara 3 sampai 5 hari. Tidak banyak orang yang bisa bertahan menghadapi kain dan canting setiap harinya selama berjam-jam. Wanita itu mengatakan, “Jika kau ingin mendapatkan hasil yang maksimal, dan dihargai sangat mahal, maka kau harus banyak bersabar. Perhatikan setiap detailnya karena hal yang terkecil itupun penting. Mungkin didalam hidup ini kita selalu menutut segala sesuatu datang dengan cepat tanpa melalui berbagai macam proses. Tuhan memiliki maksud yang baik saat kita diijinkan untuk melalui beberapa tahapan dalam mencapai sebuah impian. Dalam setiap tahapan yang kita lalui, tentu saja ada halangan yang menghampiri. Saat kita mampu melalui setiap rintangan yang ada, maka kehidupan kitapun akan semakin “dewasa”. Bersyukurlah bila kita tidak mendapatkan apa yang kita inginkan secara instan, karena pada saat kita mendapatkannya dengan susah payah, maka sesungguhnya kita telah melalui sebuah proses pendewasaan diri. Ada pepatah yang mengatakan bahwa guru kehidupan yang terbaik adalah pengalaman.” “Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa” (Roma 12:12). Tuhan memberkati.

Ibu Caroline – Bandung (2)
Dengan adanya masalah-masalah yang terus muncul membuat kita: lebih lagi mawas diri, lebih lagi instropeksi diri. Yang harus kita lakukan tiap pagi adalah bertanya pada Tuhan, apa yang harus kita lakukan sehingga dalam 1 hari itu bisa berkenan bagi Tuhan dan kembali lagi di malam hari sebelum tidur, bertanya, apakah 1 hari itu, yang kita lakukan menyenangkan hati Tuhan atau tidak. Tidak ada satupun manusia di dunia ini yang terlalu rendah yang Tuhan tidak sanggup meninggikannya. Tuhan tidak pernah berjanji bahwa kalau ikut Tuhan bakalan mulus mulus saja, tapi janjinya sekalipun harus berjalan dalam lembah kegelapan jangan takut karena ada tangan Tuhan yang terus memegang dan menopang. Di pagi ini Bapa, kami hanya mau bersyukur, bersyukur untuk keluarga yang telah Kau tentukan sejak kami Kau ciptakan, orang tua / suami / mertua / anak-anak / menantu / cucu kami. NamaMu yang kami tinggikan dan kami puji dan sanjung. JanjiMu di Maz 16:11 menjadi janji bagi kehidupan setiap kami: “Kau memberitahukan kepada kami jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa.” Janji ini menjadi pegangan hidup setiap kami Bapa di pagi ini: Liching-Siusiang. Kami akan kembali datang ke rumahMu di hari ini, dan yang kami rindukan adalah setelah kami mendengar pengajaranMu, dan kami menjadi pelaku firmanMu. Terima kasih Bapa, only You will be faithful till the end. Amin. Morning Sis... Enjoy your blessed day today with your families. Gbu.

Pdt. Wahyu 'wepe' – Pramudya
MENJAUHI PERBANTAHAN. “Terhormatlah seseorang, jika ia menjauhi perbantahan, tetapi setiap orang bodoh membiarkan amarahnya meledak” (Amsal 20:3). *Suatu kali saya mengantar rekan yang sudah menghabiskan puluhan tahun masa hidupnya untuk melayani Tuhan. Arus lalu lintas menjadi macet karena ada kecelakaan. Di tengah kemacetan itu para penunggang sepeda motor bermanuver di sela-sela mobil yang tengah berhenti. Tiba-tiba terdengar suara bruk, dan kami menoleh ke sebelah kiri. Ternyata ada pengendara motor yang menabrak spion mobil saya. Pengendara itu berhenti, mengetuk kaca mobil. Saya membukanya, dan tiba-tiba saja ia mengeluarkan kata makian khas Jawa Timur. Saya tentu saja terkejut dan hendak memarahinya balik. Namun, rekan pelayanan saya yang sudah senior itu tersenyum ke arah saya dan kemudian menengok ke arah pengendara mobil itu sambil bertanya, “Ada yang terluka, Mas?” Pengendara motor itu tampak kaget dengan pertanyaan itu. Sejenak ia terdiam lalu menjawab, “Tidak, Pak. Maaf, sudah menabrak spion Bapak. Saya buru-buru ke kantor,” jawabnya.* *“Terhormatlah seseorang, jika ia menjauhi perbantahan, tetapi setiap orang bodoh membiarkan amarahnya meledak” (Amsal 20:3). Amsal ini mengajarkan kepada kita bahwa salah satu ciri orang yang terhormat bukanlah kemampuannya mengalahkan orang lain dalam perbantahan. Sebaliknya, orang terhormat tahu bagaimana harus menghindari atau menjauhi perbantahan. Bukan hal yang mudah untuk menghindari atau menjauhi perbantahan sebab hal ini menuntut pengendalian diri.* *Di sisi lain, Amsal ini juga mengajarkan bahwa orang yang dengan mudah membiarkan amarahnya meledak adalah orang bodoh. Bodoh bukan dalam arti tidak berpendidikan tinggi, tetapi bodoh dalam arti ia gagal mengendalikan diri.* *Jauhilah perbantahan yang tidak perlu. Kendalikan emosi agar kualitas hidup Anda tidak mengalami erosi.* Amsal Hari Ini. 5 Juni 2016. Pdt. Wahyu 'wepe' Pramudya.

Ibu Susan – DPT
Renungan akhir minggu & marilah kita HENING SEJENAK untuk DIRESAPI & saling meNGUATkan: “MENGETUK PINTU”. Pernahkah Anda melihat gambar Yesus yang sedang berdiri di depan sebuah pintu sambil mengetuk? Gambar tersebut dibuat oleh seorang seniman bernama Holman Hunt. Ada peristiwa menarik saat Holman Hunt membuat gambar tersebut. Ketika ia sudah selesai menggambar, ia ingin mengetahui tanggapan dari rekan-rekannya terhadap gambar Yesus yang sedang berdiri di depan pintu & mengetuk. Semua rekan-rekannya dengan teliti & kritis mencoba menemukan kesalahan dalam gambar tersebut. Namun, rekan-rekannya tersebut tidak dapat menemukan kesalahan, justru mereka memuji gambar tersebut. Hal ini membuat Holman Hunt tidak merasa puas, ia memanggil rekan-rekannya yang lain & memintanya mencari kesalahan dengan lebih teliti secara PROFESIONAL. Tetapi, mereka pun tidak dapat menemukan kesalahan. Sampai salah seorang rekannya yang masih AMATIR ( DALAM HIDUP & KOMUNITAS, SEBAIKNYA JANGAN MENYEPELEKAN HAL YANG KITA ANGGAP KECIL / ORANG KECIL ), meRASA meNEMUkan keSALAHan yang SANGAT menDASAR, yaitu bahwa Holman Hunt LUPA memBUAT PEGANGan pemBUKA PINTU. Akhirnya semua orang SETUJU ITUlah keSALAHan menDASAR yang diBUAT Holman Hunt dalam gambar tersebut. Tetapi, Holman Hunt memBERIkan JAWABan yang meNGEJUTkan semua orang bahwa itu bukan suatu keSALAHan atau keTELEDORan. Ia SENGAJA membuat gambar Yesus berdiri di depan pintu yang tidak memiliki HANDLE pintu luar, karena itu adalah gambar Yesus yang berDIRI di depan. *PINTU HATI*❤, bukan pintu rumah... PINTU HATI❤ hanya bisa diBUKA dari DALAM, sehingga TIDAK ADA HANDLE pintu luarnya. Dalam keMAHAKUASAanNYA, Tuhan TIDAK PERNAH SEKALIPUN meMAKSA seseorang untuk PERCAYA kepadaNYA. Dia TIDAK PERNAH menGUNAkan KUASANYA untuk meMAKSA saudara berTOBAT dari dosa-dosa saudara. Tuhan MAU setiap manusia mengGUNAkan keHENDAK BEBAS yang mereka MILIKI untuk meMILIH DIA “DARIPADA HIDUP DALAM DOSA”. Pilihan ini muncul dari SUARA HATI❤ manusia sendiri yang sudah diCERAHkan oleh ROH. *Orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya, tetapi semangat yang patah dapat mengeringkan tulang. *Penghalang terbesar untuk meraih sukses bukanlah kekurangan atau kelemahan, tetapi semangat yang patah. Semangat ya. Jbu.

No comments:

Post a Comment