I
AM BLESSED
Sediakan
Waktu Setiap Hari.
Markus 1:35, “PAGI-PAGI
BENAR, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi
ke tempat yang sunyi dan BERDOA di sana.”
CONTOH/TELADAN Tuhan Yesus dalam Hal BERDOA. Banyak orang menekankan
pentingnya memulai
hari
dengan bersaat teduh, bahkan saya pernah mendengar seseorang
mengatakan bahwa motto bagi kebiasaan Saat Teduhnya adalah “tak
baca Alkitab tak ada sarapan” .
Komitmen seperti itu mungkin cocok bagi sebagian kita .
Tetapi sebagian kita mempertimbangkan dan menyesuaikan dengan
pekerjaan (bagi mereka yang bekerja dengan shift-shiftan) atau gaya
hidup masing-masing. Saat Teduh mungkin lebih baik bila dilakukan
pada “tengah hari” atau bahkan “larut malam”, setiap orang
bisa berbeda .
Alkitab mendorong kita untuk bertemu Allah KAPAN saja
“disepanjang hari”. Daud menulis di dalam Mazmur 63:2, “Ya
Allah, Engkaulah Allahku, aku MENCARI Engkau, jiwaku haus kepada-Mu,
tubuhku rindu kepada-Mu, seperti tanah yang kering dan tandus, tiada
berair.”
Ia juga menyebutkan bahwa Ia menantikan waktu untuk merenungkan
firman Tuhan menjelang WAKTU MALAM (Maz 119:148). Daniel berdoa 3x
sehari (Daniel 6:11) & Pemazmur berkata di dalam Maz 1:2, “tetapi
yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu
SIANG dan MALAM.” Kita
diberi kebebasan menentukan
waktu
untuk bertemu dengan Allah. Yang terpenting adalah KOMITMEN untuk
menyediakan waktu SETIAP HARI bagi Allah untuk berbicara kepada kita
melalui firmanNya & kita meresponiNya melalui: DOA.
Sudahkah kita berkomitmen untuk setiap hari bertemu dengan DIA dalam
FIRMAN & DOA?? .
Amin.
Xavier
Quentin Pranata
“Saat
mengalami musibah, mari mengingat berkah Allah yang jauh melimpah.”
Xavier Quentin Pranata.
Samuel
Sianto-Yestoya Ministry
Maz
50:15 – Berdoalah kepada TUHAN pada waktu kesusahan, TUHAN akan
menolongmu dan kamu akan memuliakan TUHAN! Sip deh... Doa kita pasti
dijawab, biar YESUS selalu dimuliakan. Luar biasa ALLAH kita! Samuel
Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.
Madam
Ossy
SAAT
TEDUH. Isnin, 6 Juni 2016. Barang Polesan. Dan Tuhan telah berfirman:
“Oleh karena bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya dan
memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh dari pada-Ku,
dan ibadahnya kepada-Ku hanyalah perintah manusia yang dihafalkan”
(Yesaya 29:13). Kata orang sekarang ini zaman polesan. Kalau mobil
kesayangan tergores atau penyok, tidak perlu khawatir, cukup dibawa
ke tukang cat mobil. Bagian yang tergores dan penyok itu hanya perlu
dikenteng, sedikit dipoles, dan dicat. Tidak perlu waktu lama, mobil
kembali tampak baru. Tak jauh beda dengan kulit wajah. Noda kulit
karena bekas luka atau wajah keriput karena dimakan usia pun mu dah
diatasi. Cukup dengan sedikit polesan krim atau masker kecantikan,
kulit wajah pun tampak kembali muda tanpa noda. Bangsa yang buta!
Demikianlah Tuhan menyebut penampilan baik yang ditunjukkan oleh umat
Israel. Ya, mereka memoles kejahatan dan ketidaktaatan mereka kepada
perintah Tuhan dengan penampilan ibadah yang tampak sempurna. Dengan
polesan lahiriah itu mereka bahkan berkata, “Siapakah yang melihat
kita dan siapakah yang akan mengenal kita?” (ay. 15). Umat ini
berpikir bahwa Tuhan dapat mereka kelabui dengan polesan rohani palsu
tersebut. Jujur, acap kali hidup kita penuh dengan polesan. Kita
begitu mahir memoles kebencian kita dengan senyuman hangat. Kita
memoles sebuah maksud jahat dengan sapaan ramah. Kita memoles dosa
kita dengan ibadah dan semangat dalam menyanyikan pujian bagi Tuhan.
Tapi, semua polesan yang baik dan indah itu palsu. Kepalsuan yang
mungkin bisa mengelabui mata manusia, tetapi tidak di mata Tuhan.
Semua perbuatan baik, ibadah, bahkan pelayanan yang kita lakukan sama
sekali tidak ada artinya jika kita melakukannya hanya untuk menutupi
kejahatan hati —SYS. SEINDAH APA PUN KITA MEMOLES KEJAHATAN HATI
KITA, TETAP SAJA HAL ITU ADALAH KEPALSUAN DI MATA TUHAN. Selamat
pagi. Semangat diawal hari. Tuhan Yesus memberkati.
Ibu
Caroline – Bandung
Mazmur
104:24, “Betapa banyak perbuatan-Mu, ya TUHAN, sekaliannya
Kaujadikan dengan kebijaksanaan, bumi penuh dengan ciptaan-Mu.”
Segala sesuatu yang ada di atas muka bumi ini tidak terjadi secara
kebetulan dan bukan sekedar rangkaian kejadian atau peristiwa, tetapi
semua ada dalam kendali Tuhan, sesuai dengan kehendak dan
rencana-Nya. Sebagai orang percaya kita selayaknya memberikan respons
secara antusias apabila menyadari betapa Tuhan telah menciptakan kita
secara dahsyat dengan rancangan-rancangan yang luar biasa, dan
“...tidak ada rencana-Mu yang gagal” (Ayub 42:2). Marilah kita
bersyukur. “Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat
dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar
menyadarinya. Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku
dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di
bagian-bagian bumi yang paling bawah; mata-Mu melihat selagi aku
bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan
dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya” (Mazmur 139:14-16).
Kalau kita menyadari bahwa kita diciptakan Tuhan sesuai rencana-Nya,
maka tidak ada satu pun kejadian atau peristiwa dalam hidup ini tanpa
diketahui oleh-Nya, “Terlalu ajaib bagiku pengetahuan itu, terlalu
tinggi, tidak sanggup aku mencapainya” (Mazmur 139-6). Pergumulan
berat apa yang sedang Saudara hadapi saat ini? Jangan pernah kecewa
dan berputus asa, yakinlah bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan
kita. Rancangan Tuhan atas hidup kita adalah baik adanya, karena itu
bersyukurlah! Gbu.
Ibu
Panca – PKS CL 5
Amin.
Puji Tuhan doa adalah nafas hidup sebagai orang Kristen dan doa
sebagai kekuatan tiada kata lain. Dia hanya sejauh doa-doa yang kita
panjatkan dalam hidup kita. Thanks. Gbu.
Bp.
Budi – PT. Multipack Unggul
KEKUATIRAN
MEMBUAT KEHILANGAN BANYAK HAL BERHARGA. Simak cerita berikut ini: Ada
2 orang pelancong asal Swiss yang melakukan pendakian di sebuah
gunung. Saat pulang, mereka terpaksa menumpang sebuah mobil rombeng.
Jalannya tersendat-sendat karena mesin tuanya. Sepanjang jalan,
pelancong pertama sibuk mencemaskan kondisi mobil. Ia tercekat pada
kekuatiran kalau mobil itu mogok di tengah jalan. Ia kuatir kalo
bensinnya habis & tak ada pom bensin di sana. Sementara,
pelancong kedua tampak santai-santai saja. Ia begitu menikmati
pemandangan indah bukit-bukit di negeri cokelat itu. Bukit-bukit yang
pucuknya di hiasi salju putih. Beberapa kali ia mengabadikan
keindahan itu dengan kamera pocketnya. Setelah satu jam berlalu,
akhirnya mobil uzur itu pun tiba di kota yang dituju. “Kok kamu
sempat-sempatnya ambil gambar pemandangan itu? Apa kamu tidak
cemas?,” tanya pelancong pertama. “Apa yang perlu dicemaskan?
Seandainya ada masalah, pasti ada jalan keluarnya. Aku suka dengan
perjalanan tadi. Bukankah pemandangannya indah sekali?” kata
pelancong kedua. CARA BERPIKIR MENENTUKAN KADAR SUKACITA, KEGEMBIRAAN
& KEBAHAGIAAN HIDUP. Kisah tadi menolong kita untuk memahami
bagaimana seringkali KEKUATIRAN membuat kita KEHILANGAN banyak hal
yang berharga. Lebih buruknya lagi, seringkali kekuatiran itu tidak
terbukti separah yang kita kuatirkan atau malah tidak terbukti sama
sekali. KEKUATIRAN TAK AKAN MENAMBAH KEBAHAGIAAN ATAU SEJENGKAL PUN
PANJANG UMUR KITA. Banyak orang hidup dalam kekuatiran & cemas
mengenai apa yang belum terjadi. Orang sering takut & tidak tahu
apa yang ia takuti. Akhirnya, orang yang seperti ini tak akan
menikmati kehidupan. KEBAHAGIAAN HIDUP HANYA MENJADI MILIK
ORANG-ORANG yang MAMPU MENIKMATINYA dengan PENUH SYUKUR. “Sebab itu
janganlah kamu kuatir akan hari esok, karena hari esok mempunyai
kesusahannya sendiri, kesusahan sehari cukuplah untuk sehari”
(Matius 6:34). God bless you.

No comments:
Post a Comment