Monday, 6 June 2016

6 Juni 2016

I AM BLESSED




Sediakan Waktu Setiap Hari. Markus 1:35, “PAGI-PAGI BENAR, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan BERDOA di sana.” CONTOH/TELADAN Tuhan Yesus dalam Hal BERDOA. Banyak orang menekankan pentingnya memulai hari dengan bersaat teduh, bahkan saya pernah mendengar seseorang mengatakan bahwa motto bagi kebiasaan Saat Teduhnya adalah “tak baca Alkitab tak ada sarapan” . Komitmen seperti itu mungkin cocok bagi sebagian kita . Tetapi sebagian kita mempertimbangkan dan menyesuaikan dengan pekerjaan (bagi mereka yang bekerja dengan shift-shiftan) atau gaya hidup masing-masing. Saat Teduh mungkin lebih baik bila dilakukan pada “tengah hari” atau bahkan “larut malam”, setiap orang bisa berbeda . Alkitab mendorong kita untuk bertemu Allah KAPAN saja “disepanjang hari”. Daud menulis di dalam Mazmur 63:2, “Ya Allah, Engkaulah Allahku, aku MENCARI Engkau, jiwaku haus kepada-Mu, tubuhku rindu kepada-Mu, seperti tanah yang kering dan tandus, tiada berair.” Ia juga menyebutkan bahwa Ia menantikan waktu untuk merenungkan firman Tuhan menjelang WAKTU MALAM (Maz 119:148). Daniel berdoa 3x sehari (Daniel 6:11) & Pemazmur berkata di dalam Maz 1:2, “tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu SIANG dan MALAM.” Kita diberi kebebasan menentukan waktu untuk bertemu dengan Allah. Yang terpenting adalah KOMITMEN untuk menyediakan waktu SETIAP HARI bagi Allah untuk berbicara kepada kita melalui firmanNya & kita meresponiNya melalui: DOA. Sudahkah kita berkomitmen untuk setiap hari bertemu dengan DIA dalam FIRMAN & DOA?? . Amin.

Xavier Quentin Pranata
Saat mengalami musibah, mari mengingat berkah Allah yang jauh melimpah.” Xavier Quentin Pranata.

Samuel Sianto-Yestoya Ministry
Maz 50:15 – Berdoalah kepada TUHAN pada waktu kesusahan, TUHAN akan menolongmu dan kamu akan memuliakan TUHAN! Sip deh... Doa kita pasti dijawab, biar YESUS selalu dimuliakan. Luar biasa ALLAH kita! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Isnin, 6 Juni 2016. Barang Polesan. Dan Tuhan telah berfirman: “Oleh karena bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh dari pada-Ku, dan ibadahnya kepada-Ku hanyalah perintah manusia yang dihafalkan” (Yesaya 29:13). Kata orang sekarang ini zaman polesan. Kalau mobil kesayangan tergores atau penyok, tidak perlu khawatir, cukup dibawa ke tukang cat mobil. Bagian yang tergores dan penyok itu hanya perlu dikenteng, sedikit dipoles, dan dicat. Tidak perlu waktu lama, mobil kembali tampak baru. Tak jauh beda dengan kulit wajah. Noda kulit karena bekas luka atau wajah keriput karena dimakan usia pun mu dah diatasi. Cukup dengan sedikit polesan krim atau masker kecantikan, kulit wajah pun tampak kembali muda tanpa noda. Bangsa yang buta! Demikianlah Tuhan menyebut penampilan baik yang ditunjukkan oleh umat Israel. Ya, mereka memoles kejahatan dan ketidaktaatan mereka kepada perintah Tuhan dengan penampilan ibadah yang tampak sempurna. Dengan polesan lahiriah itu mereka bahkan berkata, “Siapakah yang melihat kita dan siapakah yang akan mengenal kita?” (ay. 15). Umat ini berpikir bahwa Tuhan dapat mereka kelabui dengan polesan rohani palsu tersebut. Jujur, acap kali hidup kita penuh dengan polesan. Kita begitu mahir memoles kebencian kita dengan senyuman hangat. Kita memoles sebuah maksud jahat dengan sapaan ramah. Kita memoles dosa kita dengan ibadah dan semangat dalam menyanyikan pujian bagi Tuhan. Tapi, semua polesan yang baik dan indah itu palsu. Kepalsuan yang mungkin bisa mengelabui mata manusia, tetapi tidak di mata Tuhan. Semua perbuatan baik, ibadah, bahkan pelayanan yang kita lakukan sama sekali tidak ada artinya jika kita melakukannya hanya untuk menutupi kejahatan hati —SYS. SEINDAH APA PUN KITA MEMOLES KEJAHATAN HATI KITA, TETAP SAJA HAL ITU ADALAH KEPALSUAN DI MATA TUHAN. Selamat pagi. Semangat diawal hari. Tuhan Yesus memberkati.

Ibu Caroline – Bandung
Mazmur 104:24, “Betapa banyak perbuatan-Mu, ya TUHAN, sekaliannya Kaujadikan dengan kebijaksanaan, bumi penuh dengan ciptaan-Mu.” Segala sesuatu yang ada di atas muka bumi ini tidak terjadi secara kebetulan dan bukan sekedar rangkaian kejadian atau peristiwa, tetapi semua ada dalam kendali Tuhan, sesuai dengan kehendak dan rencana-Nya. Sebagai orang percaya kita selayaknya memberikan respons secara antusias apabila menyadari betapa Tuhan telah menciptakan kita secara dahsyat dengan rancangan-rancangan yang luar biasa, dan “...tidak ada rencana-Mu yang gagal” (Ayub 42:2). Marilah kita bersyukur. “Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya. Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah; mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya” (Mazmur 139:14-16). Kalau kita menyadari bahwa kita diciptakan Tuhan sesuai rencana-Nya, maka tidak ada satu pun kejadian atau peristiwa dalam hidup ini tanpa diketahui oleh-Nya, “Terlalu ajaib bagiku pengetahuan itu, terlalu tinggi, tidak sanggup aku mencapainya” (Mazmur 139-6). Pergumulan berat apa yang sedang Saudara hadapi saat ini? Jangan pernah kecewa dan berputus asa, yakinlah bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Rancangan Tuhan atas hidup kita adalah baik adanya, karena itu bersyukurlah! Gbu.

Ibu Panca – PKS CL 5
Amin. Puji Tuhan doa adalah nafas hidup sebagai orang Kristen dan doa sebagai kekuatan tiada kata lain. Dia hanya sejauh doa-doa yang kita panjatkan dalam hidup kita. Thanks. Gbu.

Bp. Budi – PT. Multipack Unggul
KEKUATIRAN MEMBUAT KEHILANGAN BANYAK HAL BERHARGA. Simak cerita berikut ini: Ada 2 orang pelancong asal Swiss yang melakukan pendakian di sebuah gunung. Saat pulang, mereka terpaksa menumpang sebuah mobil rombeng. Jalannya tersendat-sendat karena mesin tuanya. Sepanjang jalan, pelancong pertama sibuk mencemaskan kondisi mobil. Ia tercekat pada kekuatiran kalau mobil itu mogok di tengah jalan. Ia kuatir kalo bensinnya habis & tak ada pom bensin di sana. Sementara, pelancong kedua tampak santai-santai saja. Ia begitu menikmati pemandangan indah bukit-bukit di negeri cokelat itu. Bukit-bukit yang pucuknya di hiasi salju putih. Beberapa kali ia mengabadikan keindahan itu dengan kamera pocketnya. Setelah satu jam berlalu, akhirnya mobil uzur itu pun tiba di kota yang dituju. “Kok kamu sempat-sempatnya ambil gambar pemandangan itu? Apa kamu tidak cemas?,” tanya pelancong pertama. “Apa yang perlu dicemaskan? Seandainya ada masalah, pasti ada jalan keluarnya. Aku suka dengan perjalanan tadi. Bukankah pemandangannya indah sekali?” kata pelancong kedua. CARA BERPIKIR MENENTUKAN KADAR SUKACITA, KEGEMBIRAAN & KEBAHAGIAAN HIDUP. Kisah tadi menolong kita untuk memahami bagaimana seringkali KEKUATIRAN membuat kita KEHILANGAN banyak hal yang berharga. Lebih buruknya lagi, seringkali kekuatiran itu tidak terbukti separah yang kita kuatirkan atau malah tidak terbukti sama sekali. KEKUATIRAN TAK AKAN MENAMBAH KEBAHAGIAAN ATAU SEJENGKAL PUN PANJANG UMUR KITA. Banyak orang hidup dalam kekuatiran & cemas mengenai apa yang belum terjadi. Orang sering takut & tidak tahu apa yang ia takuti. Akhirnya, orang yang seperti ini tak akan menikmati kehidupan. KEBAHAGIAAN HIDUP HANYA MENJADI MILIK ORANG-ORANG yang MAMPU MENIKMATINYA dengan PENUH SYUKUR. “Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari esok, karena hari esok mempunyai kesusahannya sendiri, kesusahan sehari cukuplah untuk sehari” (Matius 6:34). God bless you.

No comments:

Post a Comment