Thursday, 30 June 2016

30 Juni 2016

I AM BLESSED




Kuasa dari Puji-Pujian (Kolose 3:12-37). Ayat 16: “Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu.” Akhirnya PERKATAAN Kristus yakni Injil beserta semua pengajaran Yesus dan doktrin tentang Yesus haruslah berdiam dengan berlimpah-limpah ditengah kehidupan kita bersama. Bagaimana caranya perkataan Kristus akan berdiam diantara umatNya? Ajar dan tegur seorang akan yang lain dengan bernyanyi, bermazmur dan puji-pujian rohani . Luar biasa ya, nyanyian/puji-pujian selalu menjadi sarana yang penting untuk menyampaikan kebenaranNya, karena itu Rasul Paulus menasihatkan kita supaya bernyanyi bagi satu sama lain . Nyanyian tetap menjadi dimensi yang sangat penting dari pengajaran bagi gereja masa kini, ada dimensi horisontal dalam nyanyian/puji-pujian kita (kita menyanyi satu dengan yang lain/bersama-sama) dan ada juga dimensi vertikal dalam nyanyian kita (kita menyanyi/memuji untuk Tuhan) . Amin.

Xavier Quentin Pranata
Jika ingin tahu sifat sesungguhnya dari seseorang, lihatlah dia jika berada di bawah tekanan.” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Kamis, 30 Juni 2016. Kaos Idola. Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita (1 Yohanes 4:19). Beruntung benar nasib Martunis. Anak kecil penyintas bencana tsunami Aceh 2004 itu tertangkap kamera sedang mengenakan kaos bola timnas idolanya, Portugal, dengan nama punggung tertulis Christiano Ronaldo. Melihat foto berlatar Aceh yang porak poranda, tergeraklah hati CR-7 untuk menemuinya. Sang idola juga mengangkat Martunis sebagai anak. Sebelas tahun berselang, saat berumur 17 tahun, Martunis diterbangkan ke Portugal untuk mewujudkan mimpinya. Ia resmi bergabung dengan klub Sporting Lisbon. Presiden klub, Bruno de Carvalho, berjanji mendukung Martunis mengembangkan potensinya. Manusia saja bisa memperhatikan nasib penggemarnya, bahkan sampai mau membantu mewujudkan mimpinya—apalagi Allah! Allah bertindak lebih jauh dari itu: Dia telah terlebih dahulu mengasihi kita sebelum kita mengasihi Dia. Bukankah sudah sepatutnya jika kita menyambut cinta kasih Allah yang begitu besar itu dengan mengutamakan Dia dalam kehidupan kita. Sebagai ungkapan rasa syukur, kita menjadikan Dia sebagai pribadi yang paling penting dalam hidup kita, menjadi prioritas utama dalam hati kita. Bukan hanya mengagumi kebaikan-Nya, kita juga secara aktif melakukan segala kehendak-Nya. Kita berjalan dalam terang, tidak menyimpang dari firman-Nya, dan senantiasa melandaskan setiap perbuatan kita pada kasih dan kebenaran-Nya. Bukankah pola hidup mengutamakan Allah semacam ini akan membuat kasih kita sempurna? Kita berjalan dalam terang-Nya, baik di dunia ini maupun di dunia yang akan datang —GDO. MENGUTAMAKAN ALLAH DALAM KEHIDUPAN KITA MENUNTUN KITA DALAM TERANG KASIH-NYA. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati.

Ibu Susan – DPT
Dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi hanya satu orang saja yang mendapat hadiah. Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal serta memperoleh mahkota yang abadi.

No comments:

Post a Comment