I
AM BLESSED
Kuasa
dari Puji-Pujian (Kolose 3:12-37).
Ayat 16: “Hendaklah
perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu,
sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan
yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian
rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu.”
Akhirnya PERKATAAN Kristus yakni Injil beserta semua pengajaran Yesus
dan doktrin tentang Yesus haruslah berdiam dengan berlimpah-limpah
ditengah kehidupan kita bersama. Bagaimana caranya perkataan Kristus
akan berdiam diantara umatNya? Ajar dan tegur seorang akan yang lain
dengan bernyanyi, bermazmur dan puji-pujian rohani .
Luar biasa ya, nyanyian/puji-pujian selalu menjadi sarana yang
penting untuk menyampaikan kebenaranNya, karena itu Rasul Paulus
menasihatkan kita supaya bernyanyi bagi satu sama lain .
Nyanyian tetap menjadi dimensi yang sangat penting dari pengajaran
bagi gereja masa kini, ada dimensi horisontal dalam
nyanyian/puji-pujian kita (kita menyanyi satu dengan yang
lain/bersama-sama) dan ada juga dimensi vertikal dalam nyanyian kita
(kita menyanyi/memuji untuk Tuhan) .
Amin.
Xavier
Quentin Pranata
“Jika
ingin tahu sifat sesungguhnya dari seseorang, lihatlah dia jika
berada di bawah tekanan.” Xavier Quentin Pranata.
Madam
Ossy
SAAT
TEDUH. Kamis, 30 Juni 2016. Kaos Idola. Kita mengasihi, karena Allah
lebih dahulu mengasihi kita (1 Yohanes 4:19). Beruntung benar nasib
Martunis. Anak kecil penyintas bencana tsunami Aceh 2004 itu
tertangkap kamera sedang mengenakan kaos bola timnas idolanya,
Portugal, dengan nama punggung tertulis Christiano Ronaldo. Melihat
foto berlatar Aceh yang porak poranda, tergeraklah hati CR-7 untuk
menemuinya. Sang idola juga mengangkat Martunis sebagai anak. Sebelas
tahun berselang, saat berumur 17 tahun, Martunis diterbangkan ke
Portugal untuk mewujudkan mimpinya. Ia resmi bergabung dengan klub
Sporting Lisbon. Presiden klub, Bruno de Carvalho, berjanji mendukung
Martunis mengembangkan potensinya. Manusia saja bisa memperhatikan
nasib penggemarnya, bahkan sampai mau membantu mewujudkan
mimpinya—apalagi Allah! Allah bertindak lebih jauh dari itu: Dia
telah terlebih dahulu mengasihi kita sebelum kita mengasihi Dia.
Bukankah sudah sepatutnya jika kita menyambut cinta kasih Allah yang
begitu besar itu dengan mengutamakan Dia dalam kehidupan kita.
Sebagai ungkapan rasa syukur, kita menjadikan Dia sebagai pribadi
yang paling penting dalam hidup kita, menjadi prioritas utama dalam
hati kita. Bukan hanya mengagumi kebaikan-Nya, kita juga secara aktif
melakukan segala kehendak-Nya. Kita berjalan dalam terang, tidak
menyimpang dari firman-Nya, dan senantiasa melandaskan setiap
perbuatan kita pada kasih dan kebenaran-Nya. Bukankah pola hidup
mengutamakan Allah semacam ini akan membuat kasih kita sempurna? Kita
berjalan dalam terang-Nya, baik di dunia ini maupun di dunia yang
akan datang —GDO. MENGUTAMAKAN ALLAH DALAM KEHIDUPAN KITA MENUNTUN
KITA DALAM TERANG KASIH-NYA. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati.
Ibu
Susan – DPT
Dalam gelanggang
pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi hanya satu orang
saja yang mendapat hadiah. Bertandinglah dalam pertandingan iman yang
benar dan rebutlah hidup yang kekal serta memperoleh mahkota yang
abadi.

No comments:
Post a Comment