Friday, 3 June 2016

3 Juni 2016

I AM BLESSED




Ibrani 10:19, “Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus.” Bertentangan dengan orang Israel yang tidak dapat menghampiri Allah dengan leluasa, maka Kristus dengan mengorbankan nyawaNya sebagai korban yang sempurna telah membuka jalan kehadapan Allah & tahta Kasih Karunia. Oleh karena itu sebagai anak-anak Tuhan kita dengan penuh syukur dapat SENANTIASA menghampiri Allah di dalam DOA . Seberapa pentingkah DOA bagi Saudara? Sudahkah kita dengan penuh KEBERANIAN datang padaNya pagi hari ini? Amin.

Xavier Quentin Pranata
Hadiah paling BERMUTU yang bisa kita berikan kepada orang-orang yang kita kasihi adalah WAKTU kita.” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Jumat, 3 Juni 2016. Pemeliharaan ALLAH. ...ketika jiwaku letih lesu didalam aku, teringatlah aku kepada Tuhan, dan sampailah doaku kepada-Mu, ke dalam bait-Mu yang kudus (Yunus 2:7). Full Life Commentary mencatat ada 7 mukjizat Allah dalam kisah Yunus: mengirim angin ribut (1:4); mengatur undian sehingga Yunus kena undi (1:7); meneduhkan laut (1:15); mengatur hingga seekor ikan besar menelan Yunus (1:17); memelihara Yunus tetap hidup di perut ikan selama 3 hari (1:17); membawa ikan itu menuju daratan, dan memuntahkan Yunus ke darat (2:10). Sayangnya, ada satu mukjizat terpenting yang terlupakan oleh penulis tafsir dan banyak orang, yaitu pertobatan Yunus (2:7). Dalam pelariannya menjauhi Tuhan, seharusnya Yunus binasa. Bukankah ia telah berkeras kepala? Namun Tuhan sanggup menjamah dan mengubahkan hati Yunus. Seperti Tuhan tidak menghendaki penduduk Niniwe binasa, Tuhan juga menyayangi nabi yang memberontak dan melawan panggilanNya. Dalam kesusahan Yunus, ternyata Allah bersamanya dan setia menjaganya. Ketika jiwanya letih lesu dan terancam maut (2:6-7), doa Yunus tetap didengar Tuhan. Keberadaan Allah hanya sejauh doa. Bukankah ini sebuah mukjizat besar yang setiap hari selalu terjadi, yaitu pemeliharaan Allah atas umat-Nya? Dia selalu menjagai agar umat-Nya tidak murtad dan binasa. Siapakah yang dengan kekuatannya sendiri sanggup memelihara iman dan kesetiaannya kepada Tuhan? (bdk. Ibr 6:4-10, Roma 5:9). Sikap Yunus adalah cerminan riil sikap kebanyakan orang Kristiani. Tidak peduli jika musuhnya yang berdosa binasa, tetapi berteriak memohon pertolongan ketika dirinya sendiri terancam bahaya. Mari ubah sikap hati kita yang keliru --Susanto/Renungan Harian. MUKJIZAT TERBESAR ADALAH KETIKA ALLAH MENJAMAH HATI KITA UNTUK BERBALIK KEPADA-NYA. Selamat pagi. Sudah Jumat lagi. Bersyukur selalu. Tuhan Yesus memberkati.

Bp. Budi – PT. Multipack Unggul
KETIKA KITA DIUJI DENGAN KESENANGAN & KENIKMATAN. Ada cerita seekor monyet yang sedang nangkring dipucuk pohon kelapa. Dia gak sadar lagi diintip sama tiga angin gede, Angin Topan, Tornado & Bahorok. 3 angin itu rupanya pada ngomongin, siapa yang bisa paling cepet jatuhin si monyet dari pohon kelapa. Angin Topan bilang, dia cuma perlu waktu 45 detik. Angin Tornado nggak mau kalah, 30 detik. Angin Bahorok senyum ngeledek, 15 detik juga jatuh tuh monyet. Akhirnya satu persatu ketiga angin itu maju. Angin Topan duluan, dia tiup se-kenceng-kencengnya, Wus.. Wus.. Wus.. Merasa ada angin gede datang, si Monyet langsung megang batang pohon kelapa se-kuat-kuatnya. Beberapa menit lewat, gak jatuh-jatuh tuh monyet, angin topan pun nyerah. Giliran Angin Tornado, Wuuss.. Wuuss.. Dia tiup se-kenceng-kencengnya, nggak jatuh juga tuh monyet. Angin Tornado nyerah. Terakhir angin Bahorok, lebih kenceng lagi dia tiup, Wuuusss.. Wuuusss.. Si monyet malah makin kenceng pegangannya, nggak jatuh-jatuh. Ketiga angin gede itu akhirnya ngakuin, si monyet memang jagoan, tangguh, daya tahannya luar biasa. Nggak lama, datang angin Sepoi-Sepoi. Dia bilang mau ikutan jatuhin si monyet. Di ketawain sama tiga angin itu, “yang gede aja nggak bisa, apalagi yang kecil...” Nggak banyak omong, angin Sepoi-Sepoi langsung niup ubun-ubun si monyet, Psssss… Enak banget... Seger… Riyep-riyep matanya si monyet, nggak lama ketiduran dia, lepas pegangannya, jatuh deh si monyet. Boleh jadi ketika kita diUJI dengan KESUSAHAN, diCOBAIN dengan PENDERITAAN, kita KUAT, bahkan LEBIH KUAT dari sebelumnya. Tapi jika kita diuji dengan KENIKMATAN & KESENANGAN, JANGAN SAMPAI TERLENA, kita mesti tetap HATI-HATI!!! “Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia” (1 Yohanes 2:15-16). Gbu...

Ibu Caroline – Bandung
Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu. Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya. Tetapi, jika ia menderita sebagai orang Kristen, maka janganlah ia malu, melainkan hendaklah ia memuliakan Allah dalam nama Kristus itu. 1 Petrus 4:12‭-‬13‭, ‬16 TB.

Ibu Susan – DPT
*Tuliskan rencanamu pada secarik kertas dengan pensil. Tetapi berikan penghapusnya pada Yesus, dan ijinkan Dia menghapus bagian yang salah, agar Dia dapat menggantikannya dengan rencana yang indah. *Rancangan Tuhan adalah rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepada kita hari depan yang penuh harapan. Gbu.

Bp. Hari – PKS CL6
Jumat, 3 Juni 2016. Bacaan: Amsal 29:1-14. Setahun: Ezra 6-7. Nats: Orang benar mengetahui hak orang lemah, tetapi orang fasik tidak mengertinya (Amsal 29:7). Makan dengan Bijak. Ketika melakukan penelitian di sebuah persawahan, saya membawa bekal makan siang. Kebetulan waktu itu saya bertemu dengan seorang buruh tani, dan saya mengajaknya berbagi bekal makan siang itu. Namun, dengan alasan belum lapar, ibu itu menggantungkan kantung nasi bagiannya di tiang dangau. Tak berselang lama, kedua anaknya datang. Melihat makanan itu, mereka berebutan menyantapnya. Rupanya ibu mereka sengaja meninggalkan nasi bagiannya untuk kedua anaknya. Dari cerita mereka saya kemudian tahu, pada masa paceklik, mereka hanya makan bubur sekali sehari pada malam hari. Sebuah LSM Australia, FoodWise, merilis data mencengangkan tentang kebiasaan membuang sisa makanan yang sebenarnya masih sangat layak dimakan. LSM itu menyebutkan bahwa warga Australia membuang makanan senilai 8 miliar dolar AS atau kira-kira setara dengan Rp 8 triliun setiap tahun. Paus Fransiskus, mengecam kebiasaan kita yang sering menyisakan makanan dan membuangnya. Ia menyamakan kebiasaan itu seperti mencuri makanan dari meja orang miskin. Ironis memang, saat di sekeliling kita masih banyak orang yang kelaparan, kita malah membuang banyak makanan. Ini, seperti dikatakan Salomo, adalah suatu bentuk kefasikan, yaitu mengabaikan hak orang lemah. Nenek moyang kita dahulu sangat menghargai makanan karena mereka paham arti makan secukupnya. Saat ini konsumerisme membuat kita memandang makanan yang dibuang sebagai hal biasa. Kita dapat belajar membela hak orang miskin lewat cara makan yang lebih bijak --Jacqualine Bunga. MENGKONSUMSI MAKANAN DENGAN BIJAKSANA MENUNJUKKAN SIKAP BELA RASA TERHADAP SESAMA YANG KURANG MAMPU.

Samuel Sianto-Yestoya Ministry
Maz 62:6 – Hanya pada ALLAH saja kiranya aku TENANG, sebab dari pada-NYAlah harapanku! Mau tenang, aman, damai sejahtera, masa depan cerah (MaDeCe). Berjalanlah bersama YESUS setiap waktu! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

No comments:

Post a Comment