I
AM BLESSED
Ibrani
10:19, “Jadi,
saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian
dapat masuk ke dalam tempat kudus.”
Bertentangan dengan orang Israel yang tidak dapat menghampiri Allah
dengan leluasa, maka Kristus dengan mengorbankan nyawaNya sebagai
korban yang sempurna telah membuka jalan kehadapan Allah & tahta
Kasih Karunia. Oleh karena itu sebagai anak-anak Tuhan kita dengan
penuh syukur dapat SENANTIASA menghampiri Allah di dalam DOA .
Seberapa pentingkah DOA bagi Saudara? Sudahkah kita dengan penuh
KEBERANIAN datang padaNya pagi hari ini? Amin.
Xavier
Quentin Pranata
“Hadiah
paling BERMUTU yang bisa kita berikan kepada orang-orang yang kita
kasihi adalah WAKTU kita.” Xavier Quentin Pranata.
Madam
Ossy
SAAT
TEDUH. Jumat, 3 Juni 2016. Pemeliharaan ALLAH. ...ketika jiwaku letih
lesu didalam aku, teringatlah aku kepada Tuhan, dan sampailah doaku
kepada-Mu, ke dalam bait-Mu yang kudus (Yunus 2:7). Full Life
Commentary mencatat ada 7 mukjizat Allah dalam kisah Yunus: mengirim
angin ribut (1:4); mengatur undian sehingga Yunus kena undi (1:7);
meneduhkan laut (1:15); mengatur hingga seekor ikan besar menelan
Yunus (1:17); memelihara Yunus tetap hidup di perut ikan selama 3
hari (1:17); membawa ikan itu menuju daratan, dan memuntahkan Yunus
ke darat (2:10). Sayangnya, ada satu mukjizat terpenting yang
terlupakan oleh penulis tafsir dan banyak orang, yaitu pertobatan
Yunus (2:7). Dalam pelariannya menjauhi Tuhan, seharusnya Yunus
binasa. Bukankah ia telah berkeras kepala? Namun Tuhan sanggup
menjamah dan mengubahkan hati Yunus. Seperti Tuhan tidak menghendaki
penduduk Niniwe binasa, Tuhan juga menyayangi nabi yang memberontak
dan melawan panggilanNya. Dalam kesusahan Yunus, ternyata Allah
bersamanya dan setia menjaganya. Ketika jiwanya letih lesu dan
terancam maut (2:6-7), doa Yunus tetap didengar Tuhan. Keberadaan
Allah hanya sejauh doa. Bukankah ini sebuah mukjizat besar yang
setiap hari selalu terjadi, yaitu pemeliharaan Allah atas umat-Nya?
Dia selalu menjagai agar umat-Nya tidak murtad dan binasa. Siapakah
yang dengan kekuatannya sendiri sanggup memelihara iman dan
kesetiaannya kepada Tuhan? (bdk. Ibr 6:4-10, Roma 5:9). Sikap Yunus
adalah cerminan riil sikap kebanyakan orang Kristiani. Tidak peduli
jika musuhnya yang berdosa binasa, tetapi berteriak memohon
pertolongan ketika dirinya sendiri terancam bahaya. Mari ubah sikap
hati kita yang keliru --Susanto/Renungan Harian. MUKJIZAT TERBESAR
ADALAH KETIKA ALLAH MENJAMAH HATI KITA UNTUK BERBALIK KEPADA-NYA.
Selamat pagi. Sudah Jumat lagi. Bersyukur selalu. Tuhan Yesus
memberkati.
Bp.
Budi – PT. Multipack Unggul
KETIKA
KITA DIUJI DENGAN KESENANGAN & KENIKMATAN. Ada cerita seekor
monyet yang sedang nangkring dipucuk pohon kelapa. Dia gak sadar lagi
diintip sama tiga angin gede, Angin Topan, Tornado & Bahorok. 3
angin itu rupanya pada ngomongin, siapa yang bisa paling cepet
jatuhin si monyet dari pohon kelapa. Angin Topan bilang, dia cuma
perlu waktu 45 detik. Angin Tornado nggak mau kalah, 30 detik. Angin
Bahorok senyum ngeledek, 15 detik juga jatuh tuh monyet. Akhirnya
satu persatu ketiga angin itu maju. Angin Topan duluan, dia tiup
se-kenceng-kencengnya, Wus.. Wus.. Wus.. Merasa ada angin gede
datang, si Monyet langsung megang batang pohon kelapa
se-kuat-kuatnya. Beberapa menit lewat, gak jatuh-jatuh tuh monyet,
angin topan pun nyerah. Giliran Angin Tornado, Wuuss.. Wuuss.. Dia
tiup se-kenceng-kencengnya, nggak jatuh juga tuh monyet. Angin
Tornado nyerah. Terakhir angin Bahorok, lebih kenceng lagi dia tiup,
Wuuusss.. Wuuusss.. Si monyet malah makin kenceng pegangannya, nggak
jatuh-jatuh. Ketiga angin gede itu akhirnya ngakuin, si monyet memang
jagoan, tangguh, daya tahannya luar biasa. Nggak lama, datang angin
Sepoi-Sepoi. Dia bilang mau ikutan jatuhin si monyet. Di ketawain
sama tiga angin itu, “yang gede aja nggak bisa, apalagi yang
kecil...” Nggak banyak omong, angin Sepoi-Sepoi langsung niup
ubun-ubun si monyet, Psssss… Enak banget... Seger… Riyep-riyep
matanya si monyet, nggak lama ketiduran dia, lepas pegangannya, jatuh
deh si monyet. Boleh jadi ketika kita diUJI dengan KESUSAHAN,
diCOBAIN dengan PENDERITAAN, kita KUAT, bahkan LEBIH KUAT dari
sebelumnya. Tapi jika kita diuji dengan KENIKMATAN & KESENANGAN,
JANGAN SAMPAI TERLENA, kita mesti tetap HATI-HATI!!! “Janganlah
kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang
mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu.
Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan
keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa,
melainkan dari dunia” (1 Yohanes 2:15-16). Gbu...
Ibu
Caroline – Bandung
Saudara-saudara
yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang
kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa
terjadi atas kamu. Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian
yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh
bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.
Tetapi, jika ia menderita sebagai orang Kristen, maka janganlah ia
malu, melainkan hendaklah ia memuliakan Allah dalam nama Kristus itu.
1 Petrus 4:12-13, 16 TB.
Ibu
Susan – DPT
*Tuliskan
rencanamu pada secarik kertas dengan pensil. Tetapi berikan
penghapusnya pada Yesus, dan ijinkan Dia menghapus bagian yang salah,
agar Dia dapat menggantikannya dengan rencana yang indah. *Rancangan
Tuhan adalah rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan
kecelakaan, untuk memberikan kepada kita hari depan yang penuh
harapan. Gbu.
Bp.
Hari – PKS CL6
Jumat,
3 Juni 2016. Bacaan: Amsal 29:1-14. Setahun: Ezra 6-7. Nats: Orang
benar mengetahui hak orang lemah, tetapi orang fasik tidak
mengertinya (Amsal 29:7). Makan dengan Bijak. Ketika melakukan
penelitian di sebuah persawahan, saya membawa bekal makan siang.
Kebetulan waktu itu saya bertemu dengan seorang buruh tani, dan saya
mengajaknya berbagi bekal makan siang itu. Namun, dengan alasan belum
lapar, ibu itu menggantungkan kantung nasi bagiannya di tiang dangau.
Tak berselang lama, kedua anaknya datang. Melihat makanan itu, mereka
berebutan menyantapnya. Rupanya ibu mereka sengaja meninggalkan nasi
bagiannya untuk kedua anaknya. Dari cerita mereka saya kemudian tahu,
pada masa paceklik, mereka hanya makan bubur sekali sehari pada malam
hari. Sebuah LSM Australia, FoodWise, merilis data mencengangkan
tentang kebiasaan membuang sisa makanan yang sebenarnya masih sangat
layak dimakan. LSM itu menyebutkan bahwa warga Australia membuang
makanan senilai 8 miliar dolar AS atau kira-kira setara dengan Rp 8
triliun setiap tahun. Paus Fransiskus, mengecam kebiasaan kita yang
sering menyisakan makanan dan membuangnya. Ia menyamakan kebiasaan
itu seperti mencuri makanan dari meja orang miskin. Ironis memang,
saat di sekeliling kita masih banyak orang yang kelaparan, kita malah
membuang banyak makanan. Ini, seperti dikatakan Salomo, adalah suatu
bentuk kefasikan, yaitu mengabaikan hak orang lemah. Nenek moyang
kita dahulu sangat menghargai makanan karena mereka paham arti makan
secukupnya. Saat ini konsumerisme membuat kita memandang makanan yang
dibuang sebagai hal biasa. Kita dapat belajar membela hak orang
miskin lewat cara makan yang lebih bijak --Jacqualine Bunga.
MENGKONSUMSI MAKANAN DENGAN BIJAKSANA MENUNJUKKAN SIKAP BELA RASA
TERHADAP SESAMA YANG KURANG MAMPU.
Samuel
Sianto-Yestoya Ministry
Maz
62:6 – Hanya pada ALLAH saja kiranya aku TENANG, sebab dari
pada-NYAlah harapanku! Mau tenang, aman, damai sejahtera, masa depan
cerah (MaDeCe). Berjalanlah bersama YESUS setiap waktu! Samuel
Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

No comments:
Post a Comment