I
AM BLESSED
1
Petrus 2:9, “Tetapi
kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus,
umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan
perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang TELAH MEMANGGIL kamu
KELUAR dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib.”
Gereja/Eklesia: Kumpulan orang-orang yang dipanggil keluar dari
kerajaan kegelapan untuk hidup dalam terangNya yang ajaib.
Orang-orang percaya ini dipanggil untuk menjadi tempat kediaman
Kristus (= Tubuh Kristus/Keluarga Bapa: Bait Roh Kudus) yang diutus
untuk memperluas Kerajaan Allah. Jadi setiap kita: DIPANGGIL untuk
menjadi: eklesia (Kis
2:37-41). Semua yang sedang DIPANGGIL, DITETAPKAN untuk hidup dalam
Komunitas Sel (Kis 2:46-47) dan akhirnya semua orang percaya diurapi
oleh Roh Kudus dan DIUTUS untuk bersaksi, untuk memuridkan dan
memenangkan jiwa (Kis 4:7). Mari kita menyediakan diri kita
masing-masing untuk dipakai oleh Kristus untuk membangun
eklesia/”gereja”:
“yang dipanggil keluar” dan tujuan kita dipanggil menjadi eklesia
adalah: menjadi pemenang jiwa. Amin.
Xavier
Quentin Pranata
“Saat
membayangkan orang-orang tersayang yang menanti di rumah, kata
'pulang' senantiasa membawa suasana tenang dan hati senang.” Xavier
Quentin Pranata.
Madam
Ossy
SAAT
TEDUH. Jumat, 24 Juni 2016. Keajaiban Sudut Pandang. Lalu berdoalah
Elisa: “Ya TUHAN: Bukalah kiranya matanya, supaya ia melihat.”
Maka TUHAN membuka mata bujang itu, sehingga ia melihat. Tampaklah
gunung itu penuh dengan kuda dan kereta berapi sekeliling Elisa (2
Raja-raja 6:17). Ketika pesawat tinggal landas dan naik semakin
tinggi, anak saya yang masih kecil menunjuk dengan jari mungilnya. Ia
berkata, ”Lihat, Bu, rumah-rumah dan pohon-pohon jadi kecil.”
Dengan bahasa sederhana, saya menjelaskan bahwa rumah dan pohon itu
tetap sama besarnya, namun karena dilihat dari ketinggian lalu
seperti mengecil. Benda yang sama dapat terlihat kecil saat dipandang
dari tempat dan sudut berbeda. Begitulah keajaiban sudut pandang.
Ketika dikepung Tentara Aram, Gehazi berkata, ”Celakalah, Tuanku!
Apakah yang akan kita perbuat?” Elisa menjawab, ”Jangan takut,
sebab lebih banyak yang menyertai kita daripada yang menyertai
mereka.” Elisa berkata demikian sebab ia mampu melihat persoalan
dari sudut pandang yang berbeda. Ia mampu melihat perlindungan Tuhan,
yang tidak terlihat dengan mata biasa. Elisa pun berdoa, agar Gehazi
dimampukan melihat bahwa mereka dilindungi oleh pasukan berkuda dan
kereta berapi. Berbagai persoalan dapat diselesaikan atau berkurang
dengan cara mengubah sudut pandang. Anggaplah persoalan seperti
sebuah benda. Untuk melihatnya dari sisi lain, kita dapat memutar,
membalikkan, atau mengintipnya dari sudut tertentu. Doa menolong kita
melihat persoalan dari sudut pandang berbeda. Kita akan disadarkan
bahwa sesungguhnya kita tidaklah sendirian, melainkan berada dalam
pemeliharaan Tuhan. Dengan menyadari keterlibatan Tuhan, kiranya kita
dimampukan untuk mencari jalan keluar yang kreatif atas persoalan
yang terjadi —IMS. BERDOA MENOLONG KITA UNTUK MELIHAT SUATU
PERSOALAN DARI SUDUT PANDANG TUHAN. Selamat pagi. Salam damai
sejahtera. Tuhan Yesus memberkati.

No comments:
Post a Comment