Monday, 20 June 2016

20 Juni 2016

I AM BLESSED




Yohanes 17:21, “supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.” Kesatuan yang didoakan Tuhan Yesus bukanlah kesatuan organisasi tetapi kesatuan rohani yang berlandaskan: hidup di dalam Kristus.
  1. Tuhan Yesus tidak berdoa supaya para pengikutNya “menjadi satu” tetapi agar mereka “SATU ADANYA”/berkesinambungan: terus menerus bersatu. Kesatuan yang berlandasakan kesamaan hubungan kepada Bapa dan Anak.
  2. Yang dimaksudkan Yesus bukan bukan sekedar pertemuan pertemuan rohani yang dangkal, yang didoakan oleh Yesus, adalah kesatuan hati, tujuan, pikiran dan kehendak di dalam setiap orang-orang yang mengabdi sungguh-sungguh kepada Kristus & firman Allah. Amin.

Worship Center Surabaya
Impian saat tidur hanya melantur. Hanya impian saat terjagalah yang berharga.” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Senin, 20 Juni 2016. Bukan Kebetulan. Pada tahun pertama zaman Koresh, raja negeri Persia, TUHAN menggerakkan hati Koresh, raja Persia itu untuk menggenapkan firman yang diucapkan oleh Yeremia, sehingga disiarkan di seluruh kerajaan Koresh secara lisan dan tulisan pengumuman ini (Ezra 1:1). Begitu banyak pengalaman hidup dalam perjalanan kita. Suka duka silih berganti singgah memberi warna. Namun, tidak jarang kita menganggapnya hanya sebuah kebetulan semata. Misalnya, kita telah berjam-jam berdiri di pinggir jalan menunggu bus yang tidak kunjung datang, tiba-tiba ada mobil berhenti dan menawarkan tumpangan. Sopirnya ternyata teman lama yang kebetulan lewat. Jadilah kita mendapat tumpangan tanpa membayar pula! Kita kerap menyebut hal ini adalah kebetulan semata. Berbeda jika kita melihatnya dari kacamata iman. Banyak peristiwa sesungguhnya sudah diatur oleh Allah. Sebagian orang mungkin menganggap peristiwa penaklukkan raja Babel oleh raja Koresh (Persia) hanyalah peristiwa historis-politis biasa. Tetapi, penulis kitab Ezra meyakini bahwa Allah juga yang menata semua peristiwa itu begitu teratur. Dialah yang menggerakkan hati Koresh untuk membebaskan bangsa Israel yang dibuang di Babel pulang kembali ke Yerusalem. Allah sebagai raja semesta alam mampu menggerakkan siapa pun untuk penggenapan sejarah keselamatan yang Dia rencanakan. Keyakinan akan campur tangan Allah dalam hidup kita dapat meneguhkan hati dalam menghadapi persoalan. Kita juga belajar melihat segala peristiwa dari kacamata ilahi, bukan dari kaca mata manusia. Ketika peristiwa buruk terjadi pun, hati kita tidak menjadi lemah; sebaliknya, kita makin dikuatkan karena kita meyakini campur tangan Allah yang turut bekeja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan —SYS. DALAM PERISTIWA BURUK PUN, ALLAH TURUT BEKERJA UNTUK MENYATAKAN RENCANA-NYA YANG INDAH BAGI KEHIDUPAN UMAT-NYA. Selamat pagi. Selamat berkarya. Tuhan Yesus memberkati.

Samuel Sianto-Yestoya Ministry
Maz 138:7 – Jika aku berada dalam kesesakan, ENGKAU mempertahankan hidupku... Mengulurkan tangan kanan-MU menyelamatkanku! YESUS selalu buat jalan. Pasti bisa bersama YESUS! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

No comments:

Post a Comment