I
AM BLESSED
Yohanes
17:21, “supaya
mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku
dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia
percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.”
Kesatuan yang didoakan Tuhan Yesus bukanlah kesatuan organisasi
tetapi kesatuan rohani yang berlandaskan: hidup
di dalam Kristus.
- Tuhan Yesus tidak berdoa supaya para pengikutNya “menjadi satu” tetapi agar mereka “SATU ADANYA”/berkesinambungan: terus menerus bersatu. Kesatuan yang berlandasakan kesamaan hubungan kepada Bapa dan Anak.
- Yang dimaksudkan Yesus bukan bukan sekedar pertemuan pertemuan rohani yang dangkal, yang didoakan oleh Yesus, adalah kesatuan hati, tujuan, pikiran dan kehendak di dalam setiap orang-orang yang mengabdi sungguh-sungguh kepada Kristus & firman Allah. Amin.
Worship
Center Surabaya
“Impian
saat tidur hanya melantur. Hanya impian saat terjagalah yang
berharga.” Xavier Quentin Pranata.
Madam
Ossy
SAAT
TEDUH. Senin, 20 Juni 2016. Bukan Kebetulan. Pada tahun pertama zaman
Koresh, raja negeri Persia, TUHAN menggerakkan hati Koresh, raja
Persia itu untuk menggenapkan firman yang diucapkan oleh Yeremia,
sehingga disiarkan di seluruh kerajaan Koresh secara lisan dan
tulisan pengumuman ini (Ezra 1:1). Begitu banyak pengalaman hidup
dalam perjalanan kita. Suka duka silih berganti singgah memberi
warna. Namun, tidak jarang kita menganggapnya hanya sebuah kebetulan
semata. Misalnya, kita telah berjam-jam berdiri di pinggir jalan
menunggu bus yang tidak kunjung datang, tiba-tiba ada mobil berhenti
dan menawarkan tumpangan. Sopirnya ternyata teman lama yang kebetulan
lewat. Jadilah kita mendapat tumpangan tanpa membayar pula! Kita
kerap menyebut hal ini adalah kebetulan semata. Berbeda jika kita
melihatnya dari kacamata iman. Banyak peristiwa sesungguhnya sudah
diatur oleh Allah. Sebagian orang mungkin menganggap peristiwa
penaklukkan raja Babel oleh raja Koresh (Persia) hanyalah peristiwa
historis-politis biasa. Tetapi, penulis kitab Ezra meyakini bahwa
Allah juga yang menata semua peristiwa itu begitu teratur. Dialah
yang menggerakkan hati Koresh untuk membebaskan bangsa Israel yang
dibuang di Babel pulang kembali ke Yerusalem. Allah sebagai raja
semesta alam mampu menggerakkan siapa pun untuk penggenapan sejarah
keselamatan yang Dia rencanakan. Keyakinan akan campur tangan Allah
dalam hidup kita dapat meneguhkan hati dalam menghadapi persoalan.
Kita juga belajar melihat segala peristiwa dari kacamata ilahi, bukan
dari kaca mata manusia. Ketika peristiwa buruk terjadi pun, hati kita
tidak menjadi lemah; sebaliknya, kita makin dikuatkan karena kita
meyakini campur tangan Allah yang turut bekeja dalam segala sesuatu
untuk mendatangkan kebaikan —SYS. DALAM PERISTIWA BURUK PUN, ALLAH
TURUT BEKERJA UNTUK MENYATAKAN RENCANA-NYA YANG INDAH BAGI KEHIDUPAN
UMAT-NYA. Selamat pagi. Selamat berkarya. Tuhan Yesus memberkati.
Samuel
Sianto-Yestoya Ministry
Maz
138:7 – Jika aku berada dalam kesesakan, ENGKAU mempertahankan
hidupku... Mengulurkan tangan kanan-MU menyelamatkanku! YESUS selalu
buat jalan. Pasti bisa bersama YESUS! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA
Ministry.

No comments:
Post a Comment