Saturday, 25 June 2016

25 Juni 2016

I AM BLESSED




Kejadian 28:17, “Ia takut dan berkata: Alangkah DASYAT-nya tempat ini. Ini tidak lain dari RUMAH ALLAH, ini PINTU GERBANG SURGA.‘” Jika kita “mengasihi seseoran”, apa yang sering kita lakukan kepadanya? Salah satu yang pasti adalah kita suka sekali untuk datang kerumahnya , ngobrol bahkan kita curhat . Demikian juga kalau kita mengasihi Tuhan, apakah kita suka datang ke rumahNya yaitu: Gereja? Tempat dimana kita bisa ngobrol, mencurahkah seluruh isi hati kita . Jadi Rumah Tuhan/Gereja adalah Pintu Gerbang Surga. Maksudnya di dalam GEREJA/di dalam Rumah Tuhan/di dalam Ibadah: setiap kita dapat mengalami PENGALAMAN SURGA = Mengalami hadirat Tuhan, sebab saat Pujian dan Penyembahan dinaikkan akan membawa kita mengalami perjumpaan dengan Tuhan secara pribadi. Oleh karenanya, di dalam Ibadah Raya, memuji, menyembah,berdoa bersama-sama/secara korporat akan sangat mengudang hadirat Tuhan untuk menjamah/melawat setiap hidup kita. Memang untuk bertemu Tuhan dan mengalami lawatan Tuhan bisa setiap waktu dan dimanapun berada, tetapi dalam pertemuan Ibadah Rayalah. Kuasa Tuhan, lawatan Tuhan saat kita memuji menyembah dan berdoa bersama-sama/secara korporat maka kita akan mengalami Level yang lebih dalam. Amin.

Samuel Sianto-Yestoya Ministry
Ams 5:21 – Karena segala jalan orang terbuka di depan mata TUHAN dan segala langkah orang diawasi-NYA! Wow, mata TUHAN melihat apa yang kita perbuat. Yukkk kerjakan yang baik. Sip deh! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Sabtu, 25 Juni 2016. Hati-Hati. Dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat (Efesus 5:16). Hati-hati. Kata ini, tentu tidak asing lagi buat kita. Kita sering mendengarnya. Kita juga sering mengucapkannya. Begitu sering, sampai akhirnya, hati-hati seolah ucapan basa-basi tanpa makna. Tidak demikian bagi rekan saya, Yanto. Ia menderita penyakit diabetes. Kadar gula darahnya sangat tinggi. Jika Yanto terluka, lukanya akan sulit sekali sembuh. Itulah sebabnya, dalam menjalani aktivitas sehari-hari, Yanto selalu bersikap hati-hati. Ia tidak mau terluka. Baginya, hati-hati bukan ucapan basa-basi tanpa makna. Sikap hati-hati bukan sekadar bagaimana memegang pisau yang tajam tanpa melukai diri sendiri. Sikap hati-hati juga bukan sekadar bagaimana mengemudi kendaraan bermotor tanpa celaka. Karena sikap hati-hati adalah tentang memperhatikan dengan saksama bagaimana kita hidup (ay 16). Sudahkah kita menjalani hidup seperti orang arif ? Mempergunakan waktu yang ada dengan baik? Jangan-jangan kita masih menjalani hidup seperti orang bebal. Jangan-jangan kita masih mempergunakan waktu yang ada dengan sembarangan. Mari bersikap hati-hati. Memperhatikan dengan saksama, bagaimana kita hidup. Saat kita berpikir, saat kita berucap. Saat kita bersikap, saat kita berkarya. Bukan sekadar supaya kita tidak terluka. Atau supaya orang di sekitar kita tidak terluka. Namun karena sebuah kesadaran. Kiranya kita dijauhkan dari segala kecerobohan. Kiranya kita dan orang di sekitar kita terluput dari segala malapetaka. Mari bersikap hati-hati. Ini bukan ucapan basa basi —OKS. UCAPKAN HATI-HATI, DARI DALAM HATI. UCAPAN HATI-HATI, SIMPAN DALAM HATI. Selamat pagi. Selamat berakhir pekan. Tuhan Yesus memberkati.

Xavier Quentin Pranata
Rumah itu indah bukan karena mewah atau tidak, melainkan betah atau tidak.” Xavier Quentin Pranata.

No comments:

Post a Comment