I
AM BLESSED
Kejadian
28:17, “Ia takut dan
berkata: ‘Alangkah
DASYAT-nya tempat ini. Ini tidak lain dari RUMAH ALLAH, ini PINTU
GERBANG SURGA.‘”
Jika kita “mengasihi
seseoran”, apa yang sering kita lakukan kepadanya? Salah satu yang
pasti adalah kita suka sekali untuk datang kerumahnya ,
ngobrol bahkan kita curhat .
Demikian juga kalau kita mengasihi Tuhan, apakah kita suka datang ke
rumahNya yaitu: Gereja? Tempat dimana kita bisa ngobrol, mencurahkah
seluruh isi hati kita .
Jadi Rumah Tuhan/Gereja adalah Pintu Gerbang Surga. Maksudnya di
dalam GEREJA/di dalam Rumah Tuhan/di dalam Ibadah: setiap kita dapat
mengalami PENGALAMAN SURGA = Mengalami hadirat Tuhan, sebab saat
Pujian dan Penyembahan dinaikkan akan membawa kita mengalami
perjumpaan dengan Tuhan secara pribadi. Oleh karenanya, di dalam
Ibadah Raya, memuji, menyembah,berdoa bersama-sama/secara korporat
akan sangat mengudang hadirat Tuhan untuk menjamah/melawat setiap
hidup kita. Memang untuk bertemu Tuhan dan mengalami lawatan Tuhan
bisa setiap waktu dan dimanapun berada, tetapi dalam pertemuan Ibadah
Rayalah. Kuasa Tuhan, lawatan Tuhan saat kita memuji menyembah dan
berdoa bersama-sama/secara korporat maka kita akan mengalami Level
yang lebih dalam. Amin.
Samuel
Sianto-Yestoya Ministry
Ams
5:21 – Karena segala jalan orang terbuka di depan mata TUHAN dan
segala langkah orang diawasi-NYA! Wow, mata TUHAN melihat apa yang
kita perbuat. Yukkk kerjakan yang baik. Sip deh! Samuel
Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.
Madam
Ossy
SAAT
TEDUH. Sabtu, 25 Juni 2016. Hati-Hati. Dan pergunakanlah waktu yang
ada, karena hari-hari ini adalah jahat (Efesus 5:16). Hati-hati. Kata
ini, tentu tidak asing lagi buat kita. Kita sering mendengarnya. Kita
juga sering mengucapkannya. Begitu sering, sampai akhirnya, hati-hati
seolah ucapan basa-basi tanpa makna. Tidak demikian bagi rekan saya,
Yanto. Ia menderita penyakit diabetes. Kadar gula darahnya sangat
tinggi. Jika Yanto terluka, lukanya akan sulit sekali sembuh. Itulah
sebabnya, dalam menjalani aktivitas sehari-hari, Yanto selalu
bersikap hati-hati. Ia tidak mau terluka. Baginya, hati-hati bukan
ucapan basa-basi tanpa makna. Sikap hati-hati bukan sekadar bagaimana
memegang pisau yang tajam tanpa melukai diri sendiri. Sikap hati-hati
juga bukan sekadar bagaimana mengemudi kendaraan bermotor tanpa
celaka. Karena sikap hati-hati adalah tentang memperhatikan dengan
saksama bagaimana kita hidup (ay 16). Sudahkah kita menjalani hidup
seperti orang arif ? Mempergunakan waktu yang ada dengan baik?
Jangan-jangan kita masih menjalani hidup seperti orang bebal.
Jangan-jangan kita masih mempergunakan waktu yang ada dengan
sembarangan. Mari bersikap hati-hati. Memperhatikan dengan saksama,
bagaimana kita hidup. Saat kita berpikir, saat kita berucap. Saat
kita bersikap, saat kita berkarya. Bukan sekadar supaya kita tidak
terluka. Atau supaya orang di sekitar kita tidak terluka. Namun
karena sebuah kesadaran. Kiranya kita dijauhkan dari segala
kecerobohan. Kiranya kita dan orang di sekitar kita terluput dari
segala malapetaka. Mari bersikap hati-hati. Ini bukan ucapan basa
basi —OKS. UCAPKAN HATI-HATI, DARI DALAM HATI. UCAPAN HATI-HATI,
SIMPAN DALAM HATI. Selamat pagi. Selamat berakhir pekan. Tuhan Yesus
memberkati.
Xavier
Quentin Pranata
“Rumah
itu indah bukan karena mewah atau tidak, melainkan betah atau tidak.”
Xavier Quentin Pranata.

No comments:
Post a Comment