I
AM BLESSED
Pentingnya
Komunikasi 2 Arah Melalui DOA dan FIRMAN.
Di masa Lalu Tuhan berbicara langsung kepada umatNya (1 Sam 3:21). Di
masa kini, Allah berkomunikasi melalui Alkitab & Roh Kudus yang
menerangi pikiran kita ketika kita membacanya. Penting bagi setiap
kita untuk mengenal DIA bahkan berakar dalam DIA. Yakobus 1:21,
“Sebab
itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu
banyak itu dan TERIMAlah dengan lemah lembut FIRMAN yang tertanam di
dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.”
Yak 1:25, “Tetapi
barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang
memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya
MENDENGAR untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh MELAKUKANNYA, ia
akan BERBAHAGIA oleh perbuatannya.”
Bagaimana dengan kita?? Apakah kita suka “berkomunikasi” dengan
DIA? Bahkan kita menerima firmanNya dengan lemah lembut?? Apakah kita
juga sungguh-sungguh melakukannya?? Amin.
Xavier
Quentin Pranata
“Musim
dingin paling membekukan terjadi saat kita kehilangan kasih
mula-mula.” Xavier Quentin Pranata.
Madam
Ossy
SAAT
TEDUH. Kamis, 2 Juni 2016. Tuhan Saja Cukup. Tahirkanlah tanganmu,
hai kamu orang-orang berdosa! dan sucikanlah hatimu, hai kamu yang
mendua hati! (Yakobus 4:8). Seorang teman terbaring di rumah sakit.
Pagi itu seorang pendoa syafaat datang melayaninya, memberi semangat,
dan berdoa untuk kesembuhannya. Sesaat kemudian, doa yang indah itu
dilanjutkan dengan ritual membakar selembar “kertas kesembuhan”.
Abu kertas itu diaduk dalam segelas air, lalu dioleskannya di dahi
teman saya, dan juga meminumkannya. Saat ini ada beragam modus
pelayanan “kesembuhan ilahi”. Ada yang memercikkan “minyak
urapan” yang dipercaya mujarab menyembuhkan segala jenis penyakit.
Ada yang memberkati benda-benda untuk diyakini sebagai “penyalur”
kuasa Tuhan. Itu semua seakan mengatakan, “Tuhan saja tidak cukup”,
harus ada “perantara” lain untuk mewujudkan mukjizat-Nya. Kita
pasti bertanya, apakah doa dan permohonan dengan mengadopsi cara-cara
seperti itu benar di mata Tuhan? Tidak cukupkah nama Yesus dan Roh
Kudus yang menolong setiap doa dan permohonan kita kepada Allah Bapa?
(lih. Yoh 14:1416). Tidakkah cara-cara itu justru mencerminkan sikap
mendua hati, iman yang bimbang? Tuhanlah sumber kesembuhan, bukan air
abu ataupun minyak urapan. Tidakkah dengan melibatkan “perantara”
lain justru mencemari kekudusan Tuhan, dan lebih dari itu mendukakan
hati-Nya? Tuhan saja cukup. Satu nama saja, Yesus, satu-satunya
Sumber Kesembuhan. Marilah menahirkan tangan kita. Sucikanlah hati
kita. Janganlah mendua hati. Percaya dan mendekatlah kepada Tuhan.
Berdoalah kepada-Nya. Dia dengan murah hati akan mengabul kan
permohonan kita —ASA. TUHAN MENYAMBUT DOA KITA TANPA PERANTARA;
MENGAPA KITA MALAH MEREPOTKAN DIRI KETIKA DATANG KEPADA-NYA? Selamat
pagi. Bersyukur selalu. Tuhan Yesus baik. Tuhan Yesus mengasihi kita.
Samuel
Sianto-Yestoya Ministry
Maz
136:3-4 – Bersyukurlah kepada TUHAN, kepada DIA yang seorang diri
melakukan keajaiban-keajaiban besar! Hanya YESUS sumber MUJIZAT kita.
Hanya DIA yang bisa menolong dan memberkati kita. Ayo bersyukur,
berterima kasih. Jangan mengeluh. Terima kasih YESUSku! Samuel
Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.
Bp.
Budi – PT. Multipack Unggul
KEBULATAN
TEKAD DI DALAM TUHAN DAN SEMANGAT PANTANG MENYERAH. 2 orang anak
berusia 8 tahun menuangkan bensin di kompor untuk mendapatkan
kehangatan. Ledakan hebat pun terjadi & merenggut nyawa salah
seorang diantaranya. Anak yang satunya mengalami luka bakar di kaki &
dokter menyarankan segera di amputasi, agar tidak menyebarkan
infeksi. Tapi orang tuanya berkata, “kita tunggu saja beberapa
hari.” Hal ini berlangsung beberapa minggu & kaki anak itu
SEMBUH, tapi kaki kirinya lebih pendek 6,4 cm. “Ia tak akan pernah
bisa berjalan!” kata dokter. Beberapa minggu kemudian, ternyata
anak itu bisa berjalan dengan bantuan tongkat penyangga. Dokter
memprediksi, “Ia tak akan bisa berjalan tanpa tongkat!” Tapi
dalam beberapa minggu, anak itu membuktikan bisa berjalan tanpa
tongkat. Lagi-lagi dokter berkata, “Ia bisa berjalan, tapi tidak
akan pernah berlari!!!” Tapi anak itu belajar berlari... Siapa anak
itu? Dia adalah Glenn Cunningham yang tlah memenangkan MEDALI EMAS &
memecahkan REKOR DUNIA 1500m dengan waktu 4 menit 8 detik. Bagaimana
bisa seorang anak yang “DIPREDIKSI” menderita KELUMPUHAN, namun
kenyataannya ia BERHASIL menjadi seorang JUARA di lintasan lari?
Karena ia punya SEMANGAT PANTANG MENYERAH, itulah yang menjadi
KEKUATANNYA. Apakah kita merasa GAGAL karena selalu “DIPREDIKSI
NEGATIF” oleh lingkungan kita? Berhenti karena gagal bukanlah sikap
seorang pemberani, namun bagaimana kita kembali bangkit, berani
memulai & siap menanggung resiko itu jauh lebih penting. Bukan
mustahil TUHAN memakai kegagalan, agar kita bangkit untuk
menghasilkan karya yang lebih besar lagi. HIDUP KITA TIDAK TERGANTUNG
PADA PREDIKSI ORANG, HIDUP KITA BERGANTUNG PADA KEBULATAN TEKAD DI
DALAM TUHAN & SEMANGAT UNTUK MEWUJUDKANNYA!!! “Tuhan itu
penopang bagi semua orang yang jatuh dan penegak bagi semua orang
yang tertunduk” (Mazmur 145:14). God bless you.
Ibu
Caroline – Bandung
There
is no cheap, easy, or lazy way to serve God. »Adrian Rogers«.
“Tidak ada cara yang murahan, mudah, atau malas dalam melayani
Tuhan.” »Adrian Rogers«. Matius 16:24, “Lalu Yesus berkata
kepada murid-murid-Nya: ‘Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia
harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.‘”
Jangan menyepelekan pelayanan sebagai sesuatu yang murahan dan tidak
berharga, pandangan seperti ini akan membuat kita kehilangan gairah
dan menjadi malas. Padahal pelayanan sebuah kehormatan besar yang
diberikan TUHAN kepada kita untuk menjadi mitra kerjaNya. Pelayanan
itu serius dan mahal, ada harga yang harus kita bayar, yaitu tenaga,
waktu dan harta. Apapun tugas kita lakukan dengan segenap hati, maka
kita tidak akan pernah mau mundur dari pelayanan. Percayalah! Dibalik
semua ini ada hadiah yang kita terima, yaitu sukacita dan damai
sejahtera yang tidak kita dapatkan dimanapun. Guten morgen.
Ibu
Susan – DPT
*Hendaklah
dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari
pada dirinya sendiri. *Mengutamakan kepentingan diri sendiri
merupakan langkah awal kejatuhan dari suatu kesuksesan.

No comments:
Post a Comment