Thursday, 2 June 2016

2 Juni 2016

I AM BLESSED




Pentingnya Komunikasi 2 Arah Melalui DOA dan FIRMAN. Di masa Lalu Tuhan berbicara langsung kepada umatNya (1 Sam 3:21). Di masa kini, Allah berkomunikasi melalui Alkitab & Roh Kudus yang menerangi pikiran kita ketika kita membacanya. Penting bagi setiap kita untuk mengenal DIA bahkan berakar dalam DIA. Yakobus 1:21, “Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan TERIMAlah dengan lemah lembut FIRMAN yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.” Yak 1:25, “Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya MENDENGAR untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh MELAKUKANNYA, ia akan BERBAHAGIA oleh perbuatannya.” Bagaimana dengan kita?? Apakah kita suka “berkomunikasi” dengan DIA? Bahkan kita menerima firmanNya dengan lemah lembut?? Apakah kita juga sungguh-sungguh melakukannya?? Amin.

Xavier Quentin Pranata
Musim dingin paling membekukan terjadi saat kita kehilangan kasih mula-mula.” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Kamis, 2 Juni 2016. Tuhan Saja Cukup. Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa! dan sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati! (Yakobus 4:8). Seorang teman terbaring di rumah sakit. Pagi itu seorang pendoa syafaat datang melayaninya, memberi semangat, dan berdoa untuk kesembuhannya. Sesaat kemudian, doa yang indah itu dilanjutkan dengan ritual membakar selembar “kertas kesembuhan”. Abu kertas itu diaduk dalam segelas air, lalu dioleskannya di dahi teman saya, dan juga meminumkannya. Saat ini ada beragam modus pelayanan “kesembuhan ilahi”. Ada yang memercikkan “minyak urapan” yang dipercaya mujarab menyembuhkan segala jenis penyakit. Ada yang memberkati benda-benda untuk diyakini sebagai “penyalur” kuasa Tuhan. Itu semua seakan mengatakan, “Tuhan saja tidak cukup”, harus ada “perantara” lain untuk mewujudkan mukjizat-Nya. Kita pasti bertanya, apakah doa dan permohonan dengan mengadopsi cara-cara seperti itu benar di mata Tuhan? Tidak cukupkah nama Yesus dan Roh Kudus yang menolong setiap doa dan permohonan kita kepada Allah Bapa? (lih. Yoh 14:1416). Tidakkah cara-cara itu justru mencerminkan sikap mendua hati, iman yang bimbang? Tuhanlah sumber kesembuhan, bukan air abu ataupun minyak urapan. Tidakkah dengan melibatkan “perantara” lain justru mencemari kekudusan Tuhan, dan lebih dari itu mendukakan hati-Nya? Tuhan saja cukup. Satu nama saja, Yesus, satu-satunya Sumber Kesembuhan. Marilah menahirkan tangan kita. Sucikanlah hati kita. Janganlah mendua hati. Percaya dan mendekatlah kepada Tuhan. Berdoalah kepada-Nya. Dia dengan murah hati akan mengabul kan permohonan kita —ASA. TUHAN MENYAMBUT DOA KITA TANPA PERANTARA; MENGAPA KITA MALAH MEREPOTKAN DIRI KETIKA DATANG KEPADA-NYA? Selamat pagi. Bersyukur selalu. Tuhan Yesus baik. Tuhan Yesus mengasihi kita.

Samuel Sianto-Yestoya Ministry
Maz 136:3-4 – Bersyukurlah kepada TUHAN, kepada DIA yang seorang diri melakukan keajaiban-keajaiban besar! Hanya YESUS sumber MUJIZAT kita. Hanya DIA yang bisa menolong dan memberkati kita. Ayo bersyukur, berterima kasih. Jangan mengeluh. Terima kasih YESUSku! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

Bp. Budi – PT. Multipack Unggul
KEBULATAN TEKAD DI DALAM TUHAN DAN SEMANGAT PANTANG MENYERAH. 2 orang anak berusia 8 tahun menuangkan bensin di kompor untuk mendapatkan kehangatan. Ledakan hebat pun terjadi & merenggut nyawa salah seorang diantaranya. Anak yang satunya mengalami luka bakar di kaki & dokter menyarankan segera di amputasi, agar tidak menyebarkan infeksi. Tapi orang tuanya berkata, “kita tunggu saja beberapa hari.” Hal ini berlangsung beberapa minggu & kaki anak itu SEMBUH, tapi kaki kirinya lebih pendek 6,4 cm. “Ia tak akan pernah bisa berjalan!” kata dokter. Beberapa minggu kemudian, ternyata anak itu bisa berjalan dengan bantuan tongkat penyangga. Dokter memprediksi, “Ia tak akan bisa berjalan tanpa tongkat!” Tapi dalam beberapa minggu, anak itu membuktikan bisa berjalan tanpa tongkat. Lagi-lagi dokter berkata, “Ia bisa berjalan, tapi tidak akan pernah berlari!!!” Tapi anak itu belajar berlari... Siapa anak itu? Dia adalah Glenn Cunningham yang tlah memenangkan MEDALI EMAS & memecahkan REKOR DUNIA 1500m dengan waktu 4 menit 8 detik. Bagaimana bisa seorang anak yang “DIPREDIKSI” menderita KELUMPUHAN, namun kenyataannya ia BERHASIL menjadi seorang JUARA di lintasan lari? Karena ia punya SEMANGAT PANTANG MENYERAH, itulah yang menjadi KEKUATANNYA. Apakah kita merasa GAGAL karena selalu “DIPREDIKSI NEGATIF” oleh lingkungan kita? Berhenti karena gagal bukanlah sikap seorang pemberani, namun bagaimana kita kembali bangkit, berani memulai & siap menanggung resiko itu jauh lebih penting. Bukan mustahil TUHAN memakai kegagalan, agar kita bangkit untuk menghasilkan karya yang lebih besar lagi. HIDUP KITA TIDAK TERGANTUNG PADA PREDIKSI ORANG, HIDUP KITA BERGANTUNG PADA KEBULATAN TEKAD DI DALAM TUHAN & SEMANGAT UNTUK MEWUJUDKANNYA!!! “Tuhan itu penopang bagi semua orang yang jatuh dan penegak bagi semua orang yang tertunduk” (Mazmur 145:14). God bless you.

Ibu Caroline – Bandung
There is no cheap, easy, or lazy way to serve God. »Adrian Rogers«. “Tidak ada cara yang murahan, mudah, atau malas dalam melayani Tuhan.” »Adrian Rogers«. Matius 16:24, “Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: ‘Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.‘” Jangan menyepelekan pelayanan sebagai sesuatu yang murahan dan tidak berharga, pandangan seperti ini akan membuat kita kehilangan gairah dan menjadi malas. Padahal pelayanan sebuah kehormatan besar yang diberikan TUHAN kepada kita untuk menjadi mitra kerjaNya. Pelayanan itu serius dan mahal, ada harga yang harus kita bayar, yaitu tenaga, waktu dan harta. Apapun tugas kita lakukan dengan segenap hati, maka kita tidak akan pernah mau mundur dari pelayanan. Percayalah! Dibalik semua ini ada hadiah yang kita terima, yaitu sukacita dan damai sejahtera yang tidak kita dapatkan dimanapun. Guten morgen.

Ibu Susan – DPT
*Hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri. *Mengutamakan kepentingan diri sendiri merupakan langkah awal kejatuhan dari suatu kesuksesan.

No comments:

Post a Comment