Wednesday, 1 June 2016

1 Juni 2016

I AM BLESSED




Dalam HadiratNya Menyediakan Waktu Bersama Allah (I Am Blessed Part II). Dua orang yang saling mencintai pasti akan meniat kan diri untuk bersama-sama menghabiskan “waktu yang berkualitas”. Untuk melakukannya dibutuhkan DISIPLIN sekaligus KASIH. Menyediakan waktu yang berkualitas itu juga membutuhkan perencanaan yang serius . Niat yang serupa juga dibutuhkan untuk menyediakan waktu pribadi yang bekualitas bersama Tuhan. Contoh: Tuhan Yesus, DIA mengambil waktu untuk menyendiri (Markus 1:35, Matius 6:36). Matius 1:35, “Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan BERDOA di sana.” Matius 26:36, “Maka sampailah Yesus bersama-sama murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: ‘Duduklah di sini, sementara Aku pergi ke sana untuk BERDOA.‘” Sediakan waktu bersama Tuhan dalam pembacaan firmanNya, doa & pujian untuk mengalami hadirat, penghiburan dan tuntunanNya. DIA rindu berjalan bersama-sama kita & menolong kita menjalani pergumulan hidup ini. Sebab kita tidak akan pernah bisa berjalan sendiri (nikmati hadiratNya melalui Saat Teduh kita masing-masing). Jadilkanlah percakapan denganNya sebagai bagian dari hidup kita sehari-hari. Izinkan DIA berbicara kepada kita & sediakan waktu sesering mungkin untuk berbicara kepadaNya. Ketika kita melakukan semua itu, hidup yang kita jalani bersamaNya akan berkembang dan berakar. Ketika itu terjadi, kita akan melihat hasilnya sungguh sebanding dengan upaya yang sudah kita berikan. Amin.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Rabu, 1 Juni 2016. Nenek Semarang. Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas, yaitu iman… di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu Eunike dan… di dalam dirimu (2 Timotius 1:5). Ketika kecil, Pendeta Purboyo berlibur di rumah nenek di Semarang. Naik bus seorang diri, di terminal ia dijemput nenek. Mereka lalu naik becak. Nenek berbicara pada tukang becak tentang kehidupan setelah kematian dan keselamatan yang dijamin oleh Tuhan Yesus. Ketika tiba di rumah, nenek meminta tukang becak merenungkan percakapan tadi. Begitu masuk rumah, nenek mengajak Purboyo cilik berlutut untuk berdoa mengucap syukur. Selain diajar berdoa, setiap hari Purboyo cilik diajak ke rumah sakit mengunjungi warga jemaat, menengok asrama putri, dan sebagainya. Pelayanan nenek hampir menyamai pelayanan seorang pendeta. Mengunjungi orang sakit, memimpin kelompok PA ibu-ibu, membawakan renungan di kebaktian wilayah. Yang mengejutkan, suatu ketika nenek bertanya pada Purboyo, ”Aku selalu memohon kepada Tuhan, agar salah satu cucuku menjadi pendeta. Kamu mau jadi pendeta?” Timotius dilahirkan dalam keluarga saleh dari pernikahan campuran antara ayah Yunani dan ibu Yahudi (Kis 16:1). Eunike, ibunya, seorang Yahudi yang saleh yang kemudian menjadi Kristen, sedangkan Lois neneknya lebih dahulu menjadi Kristen. Calvin berkata, ”Waktu kecil Timotius dididik sedemikian rupa sehingga kesalehan itu seakan-akan diteguk bersama-sama air susu ibunya.” Pengaruh yang paling besar membentuk seseorang biasanya datang dari keturunan dan keluarganya. Iman memang bukan sesuatu yang diwarisi dari orangtua, namun seorang anak dapat dibimbing kepada iman melalui asuhan, teladan, dan doa orangtuanya —HPG. KITA DAPAT MEMBIMBING ANAK MENUJU KEPADA IMAN DENGAN ASUHAN, TELADAN DAN DOA KITA. Selamat pagi. Tetap semangat. Tuhan Yesus memberkati.

Xavier Quentin Pranata
Tidak ada musim gugur yang lebih menyedihkan ketimbang gugurnya iman.” Xavier Quentin Pranata.

Samuel Sianto-Yestoya Ministry
Maz 126:3 – TUHAN telah melakukan PERKARA BESAR kepada kita, maka kita BERSUKACITA! Ayoo BERGEMBIRA diawal bulan Juni ini. Perkara-perkara ajaib dan luar biasa YESUS lakukan buat kita sekarang. Wow dahsyat. Terima kasih YESUSku! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

Ibu Susan – DPT
Memiliki pengharapan tidak otomatis menyelesaikan masalah kita. Namun dengan memiliki pengharapan, kita akan optimis mampu menghadapi setiap masalah. Pengharapan didalam Tuhan tidak akan mengecewakan. Jangan kehilangan pengharapan. Gbu.

No comments:

Post a Comment