I
AM BLESSED
MELAYANI.
Lukas 22:27, “Sebab
siapakah yang lebih besar: yang duduk makan, atau yang melayani?
Bukankah dia yang duduk makan? Tetapi Aku ada di tengah-tengah kamu
sebagai pelayan.” Bagi
kita anak-anak Tuhan Pekerjaan
Apapun terlepas dari
siapa yang menjadi atasan kita, semuanya dapat dikerjakan dengan
senang hati, karena sesungguhnya kita sedang “Melayani Tuhan”.
Melayani Tuhan bukan tentang rendah/tinggi perbuatan kita, tetapi
kehormatan kita kepada Tuhan. Rasul Paulus mengingatkan kita semua
bahwa:
- Melayani harus dengan RENDAH HATI (Kis 20:19). Bukan tentang AKU (posisi, penghasilan dll) tetapi tentang Tuhan, yang Tuhan lihat adalah hati kita
- MELAYANI Tuhan tanpa gangguan/dengan KEMURNIAN (1 Kor 7:35). Jangan biarkan reputasimu menganggu ketulusanmu , harus penuh Integritas dan sikap hormat
- MELAYANI Tuhan dengan RELA (Efesus 6:7). Rasul Paulus mengingatkan agar kita menjalankan pelayanan kita seperti orang-orang yang MELAYANI Tuhan dan bukan manusia (rela = tanpa pamrih)
Mari
mulai hari ini kita BEKERJA/MELAYANI
dengan sikap hormat, sepenuh hati bahwa apa yang kita kerjakan itu,
kita sedang MELAYANI Tuhan. Amin.
Samuel
Sianto-Yestoya Ministry
Maz
107:29 – Dibuat-NYA badai itu diam, sehingga gelombang-gelombangnya
tenang! YESUS berkuasa melakukan segala perkara, hidup kita dibuat
tenang, aman dan nyaman. Pasti kita alami! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA
Ministry.
Xavier
Quentin Pranata
“Orang
yang terlalu keras terhadap orang lain namun terlalu lunak terhadap
diri sendiri biasanya seorang pemimpin yang buruk.” Xavier Quentin
Pranata.
Madam
Ossy
SAAT
TEDUH. Selasa, 28 Juni 2016. Senantiasa Bersyukur. Kepada Dia yang
seorang diri melakukan keajaiban-keajaiban besar! Bahwasanya untuk
selama-lamanya kasih setia-Nya (Mazmur 136:4). Ia tunanetra dan
bekerja sebagai pemijat. Semasa hidupnya ia sering berucap, “Tuhan
itu baik.” Saya bertanya, “Bagaimanakah pengalaman Bapak tentang
kebaikan Tuhan?" Ia bercerita pernah terhindar dari kemacetan
panjang dalam perjalanan pulang dari luar kota ketika terjadi tanah
longsor. Entah bagaimana, saya merasa kecewa. Saya ingin mendengarkan
cerita yang lebih luar biasa. Saya menantikan ia bercerita tentang
penghayatannya akan kasih Tuhan, yang membuatnya mampu menjalani
kehidupan yang sulit. Kemudian saya membayangkan, jika saya berada
dalam posisinya, saya pun tak akan mudah mengucap syukur. Ya, apakah
sebenarnya yang patut kita syukuri ditengah pahitnya kehidupan? Dalam
Mazmur 136, pemazmur mengajak umat Israel bersyukur untuk tiga hal
utama. Pertama, karena Tuhan mencipta alam semesta dengan
kebijaksanaan-Nya (ay. 5-9). Kedua, Tuhan menyelamatkan umat-Nya dari
perbudakan di Mesir dengan cara yang dahsyat dan melepaskan mereka
dari lawan-lawan mereka (ay. 10-24). Dia melakukan-Nya karena
berbelaskasihan kepada umat-Nya yang sebenarnya tidak layak dikasihi
(ay. 23). Ketiga, Tuhan melakukan kebaikan dengan memberi makanan
kepada segenap makhluk (ay. 25). Andaikan kita mengikuti ajakan
pemazmur, niscaya kita tidak akan pernah kehabisan alasan untuk
bersyukur. Kita bersyukur atas alam semesta yang Tuhan ciptakan. Kita
bersyukur karena Tuhan membebaskan kita dari belenggu dosa dan
menganugerahkan hidup yang kekal. Tuhan pun memelihara hidup kita
dengan kasihNya --Heman Elia/Renungan Harian. MARILAH KITA MEMUJI-NYA
SENANTIASA KARENA DIA BAIK DAN SETIA. Selamat pagi. Tuhan Yesus
memberkati.

No comments:
Post a Comment