Tuesday, 28 June 2016

28 Juni 2016

I AM BLESSED




MELAYANI. Lukas 22:27, “Sebab siapakah yang lebih besar: yang duduk makan, atau yang melayani? Bukankah dia yang duduk makan? Tetapi Aku ada di tengah-tengah kamu sebagai pelayan.” Bagi kita anak-anak Tuhan Pekerjaan Apapun terlepas dari siapa yang menjadi atasan kita, semuanya dapat dikerjakan dengan senang hati, karena sesungguhnya kita sedang “Melayani Tuhan”. Melayani Tuhan bukan tentang rendah/tinggi perbuatan kita, tetapi kehormatan kita kepada Tuhan. Rasul Paulus mengingatkan kita semua bahwa:
  1. Melayani harus dengan RENDAH HATI (Kis 20:19). Bukan tentang AKU (posisi, penghasilan dll) tetapi tentang Tuhan, yang Tuhan lihat adalah hati kita
  2. MELAYANI Tuhan tanpa gangguan/dengan KEMURNIAN (1 Kor 7:35). Jangan biarkan reputasimu menganggu ketulusanmu , harus penuh Integritas dan sikap hormat
  3. MELAYANI Tuhan dengan RELA (Efesus 6:7). Rasul Paulus mengingatkan agar kita menjalankan pelayanan kita seperti orang-orang yang MELAYANI Tuhan dan bukan manusia (rela = tanpa pamrih)
Mari mulai hari ini kita BEKERJA/MELAYANI dengan sikap hormat, sepenuh hati bahwa apa yang kita kerjakan itu, kita sedang MELAYANI Tuhan. Amin.

Samuel Sianto-Yestoya Ministry
Maz 107:29 – Dibuat-NYA badai itu diam, sehingga gelombang-gelombangnya tenang! YESUS berkuasa melakukan segala perkara, hidup kita dibuat tenang, aman dan nyaman. Pasti kita alami! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

Xavier Quentin Pranata
Orang yang terlalu keras terhadap orang lain namun terlalu lunak terhadap diri sendiri biasanya seorang pemimpin yang buruk.” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Selasa, 28 Juni 2016. Senantiasa Bersyukur. Kepada Dia yang seorang diri melakukan keajaiban-keajaiban besar! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya (Mazmur 136:4). Ia tunanetra dan bekerja sebagai pemijat. Semasa hidupnya ia sering berucap, “Tuhan itu baik.” Saya bertanya, “Bagaimanakah pengalaman Bapak tentang kebaikan Tuhan?" Ia bercerita pernah terhindar dari kemacetan panjang dalam perjalanan pulang dari luar kota ketika terjadi tanah longsor. Entah bagaimana, saya merasa kecewa. Saya ingin mendengarkan cerita yang lebih luar biasa. Saya menantikan ia bercerita tentang penghayatannya akan kasih Tuhan, yang membuatnya mampu menjalani kehidupan yang sulit. Kemudian saya membayangkan, jika saya berada dalam posisinya, saya pun tak akan mudah mengucap syukur. Ya, apakah sebenarnya yang patut kita syukuri ditengah pahitnya kehidupan? Dalam Mazmur 136, pemazmur mengajak umat Israel bersyukur untuk tiga hal utama. Pertama, karena Tuhan mencipta alam semesta dengan kebijaksanaan-Nya (ay. 5-9). Kedua, Tuhan menyelamatkan umat-Nya dari perbudakan di Mesir dengan cara yang dahsyat dan melepaskan mereka dari lawan-lawan mereka (ay. 10-24). Dia melakukan-Nya karena berbelaskasihan kepada umat-Nya yang sebenarnya tidak layak dikasihi (ay. 23). Ketiga, Tuhan melakukan kebaikan dengan memberi makanan kepada segenap makhluk (ay. 25). Andaikan kita mengikuti ajakan pemazmur, niscaya kita tidak akan pernah kehabisan alasan untuk bersyukur. Kita bersyukur atas alam semesta yang Tuhan ciptakan. Kita bersyukur karena Tuhan membebaskan kita dari belenggu dosa dan menganugerahkan hidup yang kekal. Tuhan pun memelihara hidup kita dengan kasihNya --Heman Elia/Renungan Harian. MARILAH KITA MEMUJI-NYA SENANTIASA KARENA DIA BAIK DAN SETIA. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati.

No comments:

Post a Comment