Wednesday, 8 June 2016

8 Juni 2016

I AM BLESSED




Matius 22:37, “Jawab Yesus kepadanya: ‘Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.‘” Apakah kita mengasihi Tuhan kita?Kalau kita mengasihi DIA? Apakah wujudnya? Dua orang yang saling mencintai pasti mereka sering bertemu dan berkomunikasi . Seberapa sering kita menghubungi DIA? Dan memberikan waktu kita? Untuk mendegarkan DIA berbicara kepada kita? Dan kita berbicara kepadaNya? Sudahkah DIA menjadi PRIORITAS (yang utama dan pertama) dalam hidup kita?? Kita dapat mengasihi tanpa memberi, sebaliknya sebuah pemberian dapat dilakukan dengan tanpa kasih yang menyertainya. Demikian juga dengan Tuhan Yesus, DIA begitu “mengasihi kita” sehingga IA memberikan segalanya bagi kita, IA memberikan diriNya dan semua yang terbaik daripadaNya . Kalau Tuhan sudah begitu mengasihi kita, marilah kita “mengasihi” sama seperti BAPA mengasihi. Agar dunia dapat mengecap kasihNya. Marilah kita mengasihi DIA dengan wujud MEMBERI-kan WAKTU kita untuk bersekutu dengan DIA melalui fIrman dan doa .

Bp. Budi – PT. Multipack Unggul
SELALU ADA SEGI POSITIF DALAM HIDUP KITA. Jan Koun, pendiri WhatsApp, lahir & besar di Ukraina dari keluarga yang miskin. Saat usia 16 tahun ia nekat pindah ke Amerika, demi mengejar apa yang kita kenal sebagai “American Dream”. Di usia 17 tahun, ia hanya bisa makan dari jatah pemerintah. Ia nyaris menjadi gelandangan. Tidur beratap langit, beralaskan tanah. Untuk bertahan hidup, dia bekerja sebagai tukang bersih-bersih supermarket. Hidup kian terjal saat ibunya didiagnosa kanker. Mereka lalu hidup hanya dengan tunjangan kesehatan seadanya. Koun lalu kuliah di San Jose University, tapi ia milih drop out. Ia lebih suka belajar programming secara otodidak. Karena keahliannya sabagai programmer, Jan Koun diterima bekerja sebagai engineer di Yahoo. Ia bekerja di Yahoo selama 10 tahun. Di sana ia berteman akrab dengan Brian Acton. Mereka berdua bikin WA tahun 2009 setelah keluar dari Yahoo, mereka berdua sempat melamar ke Google, namun ditolak. Google mungkin menyesal selamanya menolak lamaran mereka. Setelah WhatsApp resmi di beli dengan harga 19 miliar dolar AS ato sekitar Rp. 228 triliun, Jan Koun melakukan ritual yang mengharukan. Ia datang ke tempat di mana ia dulu setiap pagi antri untuk dapat jatah makan. Pelan-pelan air matanya meleleh. Ia tak pernah menyangka perusahaannya dibeli dengan harga Rp 228 triliun. Ia lalu terkenang ibunya yang sudah meninggal. Ia menyesal tak pernah bisa mengabarkan berita ini kepada ibunya. “Di tempat ini, nasib hidup saya pernah dipertaruhkan”, begitu mungkin Jan Koun berbisik dalam hati. Selalu ada Segi Positif dari semua hal yang terjadi. Daripada sedih, bukankah jauh lebih baik bersuka cita dengan berpikir secara positif & optimis? Rejeki mungkin datang dari arah yang tak terduga. BAGI ORANG yang BERPIKIRAN POSITIF, SELALU ADA JALAN, WALAU SEMPIT, NOTHING IMPOSSIBLE. ”Orang malas tidak akan menangkap buruannya, tetapi orang rajin akan memperoleh harta yang berharga” (Amsal 12:27). God bless you.

Xavier Quentin Pranata
Sahabat bukan ditentukan oleh lama atau barunya, tetapi oleh kepeduliannya.” Xavier Quentin Pranata.

Madam Ossy
SAAT TEDUH. Rabu, 8 Juni 2016. Mumpung Sempat. Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada saudara-saudara seiman kita (Galatia 6:10). Seorang profesor diundang berbicara di sebuah markas militer. Di bandara ia dijemput seorang prajurit, Ralph. Ketika mereka berjalan keluar, Ralph sering menghilang. Ia membantu perempuan tua yang kopornya jatuh dan terbuka, lalu mengangkat dua anak kecil, agar mereka dapat melihat Sinterklas. Setiap kali, ia kembali dengan senyum lebar. Profesor itu bertanya dari mana Ralph belajar hidup seperti itu. Ralph menuturkan pengalamannya saat membersihkan ladang ranjau dan menyaksikan beberapa temannya tewas di depan matanya. Ia tak tahu apakah langkah berikutnya merupakan langkah terakhir, maka ia belajar berbuat baik selagi ada waktu. Rasul Paulus menasihati jemaat di Galatia untuk berbuat baik kepada semua orang selama masih ada kesempatan. Ia juga menasihati jemaat di Filipi, agar kebaikan hati mereka diketahui semua orang (Fil 4:5). Ada tokoh dalam Alkitab yang dikenal akan perbuatan baiknya, seperti Timotius (Kis 16:2), Barnabas (Kis 11:24), dan Tuhan Yesus (Kis 10:38). Perbuatan baik menjadi kesaksian yang dapat membawa orang kepada Tuhan. Dengan bertolong-tolongan, hidup mereka juga menjadi lebih ringan, sesuatu yang sangat diperlukan oleh jemaat pertama yang mengalami banyak tekanan. Kesempatan datang hanya satu kali, setelah itu berlalu dan tidak bisa diulangi kembali. Karena itu, lakukanlah kebaikan yang bisa kita lakukan hari ini sesuai dengan kemampuan kita. Mungkin ini kebaikan terakhir yang dapat kita lakukan atau yang dapat dialami orang itu --Lim Ivenina Natasya/Renungan Harian. JADIKAN SETIAP KESEMPATAN SEBAGAI KESEMPATAN UNTUK BERBUAT KEBAIKAN. Selamat pagi. Senantiasa bersyukur. Tuhan Yesus memberkati.

Ibu Susan – DPT
Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaruan budimu, sehingga kamu dapat membedakan mana kehendak Allah: Apa yang baik, yang berkenan kepada-Nya dan sempurna (Roma 12:2). Lebih dari Taat. Meskipun aturan mengenai hukuman bagi para pengedar, pengguna, dan pemasok narkoba semakin dipertegas, tindak kejahatan dalam bidang ini masih terjadi, bahkan meningkat dari tahun ke tahun. Ancaman hukuman mati tidak memunculkan rasa jera. Malah ada yang tetap menjalankan bisnis ini dari balik jeruji tahanan. Terbukti bahwa aturan atau hukuman tidak dapat menjadi jaminan perubahan moralitas manusia. Dalam suratnya kepada jemaat di Roma, Rasul Paulus tidak menekankan supaya jemaat tunduk kepada aturan. Lebih dari itu, Rasul Paulus menekankan supaya mereka tidak membiasakan diri mengikuti cara hidup yang buruk, yang menjadi kebiasaan orang-orang duniawi. Rasul Paulus mengajak jemaat untuk menyerahkan tubuh mereka seutuhnya kepada Allah, supaya Allah memperbarui pola pikir mereka sehingga mereka dimampukan untuk mengerti, bahkan melakukan segala hal yang berkenan bagi Allah. Banyak orang memegang prinsip yang keliru: Hidup hanya satu kali, mengapa tidak dimanfaatkan untuk mencari kesenangan dan kepuasan diri? Karena itu, aturan yang detail dan hukuman yang berat tidak memberi efek jera bagi pelaku kejahatan. Namun, bagi kita yang telah menerima anugerah keselamatan dari Tuhan, akankah kita menyia-nyiakan pengurbanan Kristus? Kita dipanggil untuk lebih dari sekadar taat pada aturan, yaitu melakukan kasih dalam kebenaran yang membawa damai sejahtera bagi semua ciptaan. Kiranya kasih-Nya yang menghidupkan itu terpancar melalui hidup kita --Endang B. Lestari/Renungan Harian. STANDAR HIDUP UMAT TUHAN BUKAN SEKADAR TAAT PADA ATURAN, MELAINKAN KASIH YANG MENGHIDUPKAN SEBAGAI BUAH DARI PERTOBATAN.

No comments:

Post a Comment