I
AM BLESSED
Matius
22:37, “Jawab
Yesus kepadanya: ‘Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu
dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.‘”
Apakah kita mengasihi
Tuhan kita?Kalau
kita mengasihi DIA? Apakah wujudnya? Dua orang yang saling mencintai
pasti mereka sering bertemu dan berkomunikasi .
Seberapa sering kita menghubungi DIA? Dan memberikan waktu kita?
Untuk mendegarkan DIA berbicara kepada kita? Dan kita berbicara
kepadaNya? Sudahkah DIA menjadi PRIORITAS (yang utama dan pertama)
dalam hidup kita?? Kita dapat mengasihi tanpa memberi, sebaliknya
sebuah pemberian dapat dilakukan dengan tanpa
kasih
yang menyertainya. Demikian juga dengan Tuhan Yesus, DIA begitu
“mengasihi kita” sehingga IA memberikan segalanya bagi kita, IA
memberikan diriNya dan semua yang terbaik daripadaNya .
Kalau Tuhan sudah begitu mengasihi kita, marilah kita “mengasihi”
sama seperti BAPA mengasihi. Agar dunia dapat mengecap kasihNya.
Marilah kita mengasihi DIA dengan wujud MEMBERI-kan WAKTU kita untuk
bersekutu dengan DIA melalui fIrman dan doa .
Bp.
Budi – PT. Multipack Unggul
SELALU
ADA SEGI POSITIF DALAM HIDUP KITA. Jan Koun, pendiri WhatsApp, lahir
& besar di Ukraina dari keluarga yang miskin. Saat usia 16 tahun
ia nekat pindah ke Amerika, demi mengejar apa yang kita kenal sebagai
“American Dream”. Di usia 17 tahun, ia hanya bisa makan dari
jatah pemerintah. Ia nyaris menjadi gelandangan. Tidur beratap
langit, beralaskan tanah. Untuk bertahan hidup, dia bekerja sebagai
tukang bersih-bersih supermarket. Hidup kian terjal saat ibunya
didiagnosa kanker. Mereka lalu hidup hanya dengan tunjangan kesehatan
seadanya. Koun lalu kuliah di San Jose University, tapi ia milih drop
out. Ia lebih suka belajar programming secara otodidak. Karena
keahliannya sabagai programmer, Jan Koun diterima bekerja sebagai
engineer di Yahoo. Ia bekerja di Yahoo selama 10 tahun. Di sana ia
berteman akrab dengan Brian Acton. Mereka berdua bikin WA tahun 2009
setelah keluar dari Yahoo, mereka berdua sempat melamar ke Google,
namun ditolak. Google mungkin menyesal selamanya menolak lamaran
mereka. Setelah WhatsApp resmi di beli dengan harga 19 miliar dolar
AS ato sekitar Rp. 228 triliun, Jan Koun melakukan ritual yang
mengharukan. Ia datang ke tempat di mana ia dulu setiap pagi antri
untuk dapat jatah makan. Pelan-pelan air matanya meleleh. Ia tak
pernah menyangka perusahaannya dibeli dengan harga Rp 228 triliun. Ia
lalu terkenang ibunya yang sudah meninggal. Ia menyesal tak pernah
bisa mengabarkan berita ini kepada ibunya. “Di tempat ini, nasib
hidup saya pernah dipertaruhkan”, begitu mungkin Jan Koun berbisik
dalam hati. Selalu ada Segi Positif dari semua hal yang terjadi.
Daripada sedih, bukankah jauh lebih baik bersuka cita dengan berpikir
secara positif & optimis? Rejeki mungkin datang dari arah yang
tak terduga. BAGI ORANG yang BERPIKIRAN POSITIF, SELALU ADA JALAN,
WALAU SEMPIT, NOTHING IMPOSSIBLE. ”Orang malas tidak akan menangkap
buruannya, tetapi orang rajin akan memperoleh harta yang berharga”
(Amsal 12:27). God bless you.
Xavier
Quentin Pranata
“Sahabat
bukan ditentukan oleh lama atau barunya, tetapi oleh kepeduliannya.”
Xavier Quentin Pranata.
Madam
Ossy
SAAT
TEDUH. Rabu, 8 Juni 2016. Mumpung Sempat. Karena itu, selama masih
ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua
orang, tetapi terutama kepada saudara-saudara seiman kita (Galatia
6:10). Seorang profesor diundang berbicara di sebuah markas militer.
Di bandara ia dijemput seorang prajurit, Ralph. Ketika mereka
berjalan keluar, Ralph sering menghilang. Ia membantu perempuan tua
yang kopornya jatuh dan terbuka, lalu mengangkat dua anak kecil, agar
mereka dapat melihat Sinterklas. Setiap kali, ia kembali dengan
senyum lebar. Profesor itu bertanya dari mana Ralph belajar hidup
seperti itu. Ralph menuturkan pengalamannya saat membersihkan ladang
ranjau dan menyaksikan beberapa temannya tewas di depan matanya. Ia
tak tahu apakah langkah berikutnya merupakan langkah terakhir, maka
ia belajar berbuat baik selagi ada waktu. Rasul Paulus menasihati
jemaat di Galatia untuk berbuat baik kepada semua orang selama masih
ada kesempatan. Ia juga menasihati jemaat di Filipi, agar kebaikan
hati mereka diketahui semua orang (Fil 4:5). Ada tokoh dalam Alkitab
yang dikenal akan perbuatan baiknya, seperti Timotius (Kis 16:2),
Barnabas (Kis 11:24), dan Tuhan Yesus (Kis 10:38). Perbuatan baik
menjadi kesaksian yang dapat membawa orang kepada Tuhan. Dengan
bertolong-tolongan, hidup mereka juga menjadi lebih ringan, sesuatu
yang sangat diperlukan oleh jemaat pertama yang mengalami banyak
tekanan. Kesempatan datang hanya satu kali, setelah itu berlalu dan
tidak bisa diulangi kembali. Karena itu, lakukanlah kebaikan yang
bisa kita lakukan hari ini sesuai dengan kemampuan kita. Mungkin ini
kebaikan terakhir yang dapat kita lakukan atau yang dapat dialami
orang itu --Lim Ivenina Natasya/Renungan Harian. JADIKAN SETIAP
KESEMPATAN SEBAGAI KESEMPATAN UNTUK BERBUAT KEBAIKAN. Selamat pagi.
Senantiasa bersyukur. Tuhan Yesus memberkati.
Ibu
Susan – DPT
Janganlah
kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh
pembaruan budimu, sehingga kamu dapat membedakan mana kehendak Allah:
Apa yang baik, yang berkenan kepada-Nya dan sempurna (Roma 12:2).
Lebih dari Taat. Meskipun aturan mengenai hukuman bagi para pengedar,
pengguna, dan pemasok narkoba semakin dipertegas, tindak kejahatan
dalam bidang ini masih terjadi, bahkan meningkat dari tahun ke tahun.
Ancaman hukuman mati tidak memunculkan rasa jera. Malah ada yang
tetap menjalankan bisnis ini dari balik jeruji tahanan. Terbukti
bahwa aturan atau hukuman tidak dapat menjadi jaminan perubahan
moralitas manusia. Dalam suratnya kepada jemaat di Roma, Rasul Paulus
tidak menekankan supaya jemaat tunduk kepada aturan. Lebih dari itu,
Rasul Paulus menekankan supaya mereka tidak membiasakan diri
mengikuti cara hidup yang buruk, yang menjadi kebiasaan orang-orang
duniawi. Rasul Paulus mengajak jemaat untuk menyerahkan tubuh mereka
seutuhnya kepada Allah, supaya Allah memperbarui pola pikir mereka
sehingga mereka dimampukan untuk mengerti, bahkan melakukan segala
hal yang berkenan bagi Allah. Banyak orang memegang prinsip yang
keliru: Hidup hanya satu kali, mengapa tidak dimanfaatkan untuk
mencari kesenangan dan kepuasan diri? Karena itu, aturan yang detail
dan hukuman yang berat tidak memberi efek jera bagi pelaku kejahatan.
Namun, bagi kita yang telah menerima anugerah keselamatan dari Tuhan,
akankah kita menyia-nyiakan pengurbanan Kristus? Kita dipanggil untuk
lebih dari sekadar taat pada aturan, yaitu melakukan kasih dalam
kebenaran yang membawa damai sejahtera bagi semua ciptaan. Kiranya
kasih-Nya yang menghidupkan itu terpancar melalui hidup kita --Endang
B. Lestari/Renungan Harian. STANDAR HIDUP UMAT TUHAN BUKAN SEKADAR
TAAT PADA ATURAN, MELAINKAN KASIH YANG MENGHIDUPKAN SEBAGAI BUAH DARI
PERTOBATAN.

No comments:
Post a Comment