(Baca: Lukas 12:16-21) Melalui ilustrasi Ini Tuhan Yesus
ingin mengajarkan prioritas kita bukan untuk kepentingan diri sendiri tetapi
yang terutama dalam mengatur keuangan kita adalah sudahkah kita TAAT dalam
Persembahan Perpuluhan?? Jadikan prioritas ini menjadi yang terutama dalam
hidup kita. (“Apakah AKU tidak membukakan bagimu tingkap- tingkap langit dan
mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.” (Maleakhi 3:10b) Amin!
Mari belajar TAAT AOC!
Respon 1 :
Tetapi hal-hal inilah yang kuperhatikan, oleh
sebab itu aku akan berharap: Tak berkesu-dahan kasih setia
TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar
ke-setiaan-Mu! (Ratapan 3:21-23) Jangan mem-perhatikan masalah dan kesulitan.
Perhatikan kasih setia Tuhan yang tak pernah habis dan baru tiap pagi. You are
blessed!
Respon 2 :
Carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenaran-NYA maka semua
akan ditambahkan padamu. Jesus be the centre... Cinta Tuhan akan membuat kita
mengutamakan Tuhan, dengan mengutamakan Tuhan kita akan mendapat hikmat untuk
mengatur keluarga, keuangan, pelayanan dll... Jadi yang terutama dalam hidup
ini adalah TUHAN bukan yang lain. Tuhan adalah sumber kehidupan, sumber
pertolongan, sumber kekuatan. Jika kita berpegang padaNYA maka semua di dunia
ini akan bisa kita hadapi. Karena Tuhan peme-nang menyertai
kita, Tuhan pemenang ada di
pihak kita. Jadi.... Tuhan adalah yang terutama dan
segalanya bagi kita semua.
Respon 3 :
SAAT TEDUH. Selasa, 16
September 2014. HIDUP TANPA KETAKUTAN. “Tetapi aku, kepada kasih setia-Mu aku
percaya, hatiku bersorak-sorai karena penyelamatan-Mu. Aku mau menyanyi untuk
TUHAN karena Ia telah berbuat baik kepadaku.” (Mazmur 13:6) Pada 2001, saya
mendapatkan kesempatan melaya-ni di Timor-Leste. Jujur saja, saya sempat takut
menginjakkan kaki di negara yang baru saja memisahkan diri dari Indonesia ini.
Takut akan tempat baru, takut apakah nanti keha-diran saya diterima, apa yang
akan saya alami dan apa yang akan saya lakukan. Perasaan itu bertambah kuat
saat di Atambua, beberapa hari menjelang perjalanan darat melewati pos
perbatasan. Akhirnya saya berserah kepada Tuhan. Saya percaya Dia akan menolong
dan melindungi saya. Sampai di sana, terbukti rasa
takut saya tidak beralasan. Masyarakat distrik Los Palos
menerima saya dengan baik, program yang direncanakan berjalan dengan baik, dan
persaudaraan yang akrab terbangun indah. Dengan beragam alasan, perasaan takut
kadang-kadang muncul dalam hidup kita. Memang lumrah, tetapi akan menjadi masalah
bila perasaan takut itu begitu mencekam dan menguasai diri kita sampai kita
tidak dapat melakukan apa-apa. Dalam doanya, Daud seakan mempertanyakan
kehadiran Tuhan di tengah hidupnya (ay. 2). Ia bertanya, berapa lama perasaan
takut itu harus memengaruhi hidupnya (ay. 3). Tetapi selanjutnya, Daud memohon
agar Tuhan tetap memperhatikan dirinya (ay. 4-5). Ia yakin bahwa karena kasih
setia Tuhan sajalah, ia akan diselamatkan (ay. 6). Seberapa besar rasa takut
kita? Semuanya itu tidak akan melebihi kekuatan kasih setia Tuhan yang terus
beserta dengan kita. Bersan-dar dan berpeganglah pada kasih setia-Nya yang selalu
berbuat baik bagi
kita. HIDUP
KITA SESUNGGUHNYA DIKELILINGI OLEH PERTOLONGAN TUHAN, HANYA
KADANG KITA KURANG MENYADARI-NYA Pagi... Semangat yaaa!!!! Tuhan Yesus
memberkati.
No comments:
Post a Comment