Tuesday, 16 September 2014

16 September 2014 - Yang Pertama & Terutama

(Baca: Lukas 12:16-21) Melalui ilustrasi Ini Tuhan Yesus ingin mengajarkan prioritas kita bukan untuk kepentingan diri sendiri tetapi yang terutama dalam mengatur keuangan kita adalah sudahkah kita TAAT dalam Persembahan Perpuluhan?? Jadikan prioritas ini menjadi yang terutama dalam hidup kita. (“Apakah AKU tidak membukakan bagimu tingkap- tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.” (Maleakhi 3:10b) Amin! Mari belajar TAAT AOC!
Respon 1 :
Tetapi hal-hal inilah yang kuperhatikan, oleh sebab itu aku akan berharap: Tak berkesu-dahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar ke-setiaan-Mu! (Ratapan 3:21-23) Jangan mem-perhatikan masalah dan kesulitan. Perhatikan kasih setia Tuhan yang tak pernah habis dan baru tiap pagi. You are blessed!
Respon 2 :
Carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenaran-NYA maka semua akan ditambahkan padamu. Jesus be the centre... Cinta Tuhan akan membuat kita mengutamakan Tuhan, dengan mengutamakan Tuhan kita akan mendapat hikmat untuk mengatur keluarga, keuangan, pelayanan dll... Jadi yang terutama dalam hidup ini adalah TUHAN bukan yang lain. Tuhan adalah sumber kehidupan, sumber pertolongan, sumber kekuatan. Jika kita berpegang padaNYA maka semua di dunia ini akan bisa kita hadapi. Karena Tuhan peme-nang  menyertai  kita, Tuhan pemenang ada di pihak kita. Jadi.... Tuhan adalah yang terutama dan segalanya bagi kita semua.
Respon 3 :

SAAT TEDUH. Selasa, 16 September 2014. HIDUP TANPA KETAKUTAN. “Tetapi aku, kepada kasih setia-Mu aku percaya, hatiku bersorak-sorai karena penyelamatan-Mu. Aku mau menyanyi untuk TUHAN karena Ia telah berbuat baik kepadaku.” (Mazmur 13:6) Pada 2001, saya mendapatkan kesempatan melaya-ni di Timor-Leste. Jujur saja, saya sempat takut menginjakkan kaki di negara yang baru saja memisahkan diri dari Indonesia ini. Takut akan tempat baru, takut apakah nanti keha-diran saya diterima, apa yang akan saya alami dan apa yang akan saya lakukan. Perasaan itu bertambah kuat saat di Atambua, beberapa hari menjelang perjalanan darat melewati pos perbatasan. Akhirnya saya berserah kepada Tuhan. Saya percaya Dia akan menolong dan melindungi saya. Sampai di sana, terbukti rasa takut saya tidak beralasan. Masyarakat distrik Los Palos menerima saya dengan baik, program yang direncanakan berjalan dengan baik, dan persaudaraan yang akrab terbangun indah. Dengan beragam alasan, perasaan takut kadang-kadang muncul dalam hidup kita. Memang lumrah, tetapi akan menjadi masalah bila perasaan takut itu begitu mencekam dan menguasai diri kita sampai kita tidak dapat melakukan apa-apa. Dalam doanya, Daud seakan mempertanyakan kehadiran Tuhan di tengah hidupnya (ay. 2). Ia bertanya, berapa lama perasaan takut itu harus memengaruhi hidupnya (ay. 3). Tetapi selanjutnya, Daud memohon agar Tuhan tetap memperhatikan dirinya (ay. 4-5). Ia yakin bahwa karena kasih setia Tuhan sajalah, ia akan diselamatkan (ay. 6). Seberapa besar rasa takut kita? Semuanya itu tidak akan melebihi kekuatan kasih setia Tuhan yang terus beserta dengan kita. Bersan-dar dan berpeganglah pada kasih setia-Nya yang  selalu  berbuat  baik  bagi  kita.  HIDUP KITA SESUNGGUHNYA DIKELILINGI OLEH PERTOLONGAN TUHAN, HANYA KADANG KITA KURANG MENYADARI-NYA Pagi... Semangat yaaa!!!! Tuhan Yesus memberkati.

JESUS BLESS



No comments:

Post a Comment