Amsal
16:20, “Siapa memperhatikan firman akan mendapat kebaikan, dan berbahagialah
orang yang percaya kepada TUHAN.”
Siapakah yang dapat membuat kita Bahagia
yang Sesungguhnya?? Berbahagia itu PILIHAN / keputusan dalam
hidup kita sendiri, orang lain belum pasti bisa membuat kita bahagia (orang tua
/ suami / istri / anak / siapapun), tidak berkewajiban untuk membahagiakan
kita! Tetapi kita Berbahagia itu karena ada Ucapan Syukur senantiasa dalam
hidup kita & berbahagia itu disebabkan kita adalah orang yang percaya
kepada Tuhan. Amin!
Respon 1 :
“Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang
dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu” (1 Tes 5:18). Disaat yang
susah cobalah untuk menemukan sesuatu yang bisa disyukuri maka kesusahan itu
akan kalah dengan rasa syukur kita. Berpikir positif akan membuat kita menemu-kan
sesuatu untuk disyukuri. Bersyukur jauh lebih baik dibanding bersungut-sungut.
Happy weekend...
Respon 2 :
SAAT TEDUH. Sabtu, 13 September 2014. ORANG KEDUA. “Setelah
itu, pergilah Barnabas ke Tarsus untuk mencari Saulus; dan setelah bertemu
dengan dia, ia membawa-nya ke Antiokhia.” (Kisah Rasul 11:25) Tidak banyak
orang siap menjadi nomor dua, apa lagi jika ia telah lama menjadi orang nomor
satu. Realitas ini juga berlaku dalam dunia pelayanan. Barnabas termasuk salah
satu orang yang memiliki kesiapan itu. Orang-orang percaya, termasuk para
rasul, meragu-kan pertobatan Saulus dan menolaknya karena takut. Barnabaslah
yang bersedia menerima-nya dan meyakinkan para rasul. Karena terancam, Saulus
akhirnya kembali ke Tarsus, desa asalnya (Kis. 9:26-30). Beberapa tahun
kemudian, orang-orang percaya tersebar karena penganiayaan. Namun, terjadi pula
partum-buhan di banyak tempat, salah satunya di Antiokhia. Jemaat Yerusalem
mengutus Barnabas untuk mengunjungi mereka.
Menyaksikan jemaat Antiokhia, Barnabas bersukacita. Ia sadar
mereka memerlukan pembimbing. Dan ia tahu, Saulus orang yang tepat untuk
menjalankan tugas itu. Ia mencari Saulus dan mengajaknya melayani bersama di
Antiokhia. Kemudian, Saulus (nantinya menjadi Paulus) semakin menonjol dan
berpengaruh dalam pelayanan. Bahkan, mereka sering disebut “Paulus dan
kawan-kawannya” saja. Peran Barnabas seolah tidak terlihat lagi, namun ia tetap
melayani dengan setia. Ketika orang yang kita bimbing menjadi lebih menonjol
dalam pelayanan atau di bidang lain, bersediakah kita berbesar hati
mendukungnya? Atau, kita tergoda untuk menyingkir karena sakit hati dan bahkan
merongrongnya? Kita perlu meneladani Barnabas yang rela menjadi tak terlihat,
asalkan pelayanan terus maju demi kemuliaan Allah. DI ATAS PANGGUNG ATAU DI
BALIK LAYAR, HENDAKNYA KITA TETAP BERPERAN
DENGAN EFEKTIF UNTUK MEMAJUKAN PELAYANAN BERSAMA. Selamat Pagi. Happy
Weeekend. Tuhan Yesus memberkati.
Respon 3 :
Syalom. Amin... “Peliharalah aku seperti biji mata,
sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu” (Mazmur 17:8). Terima kasih Ibu Siu,
selamat siang, TUHAN memberkati.
Respon 4 :
Cinta kepada Tuhan terbukti dari cinta manu-sia terhadap
sesama (1 Yohanes 4:20-21) - Rev. John Hartman.
No comments:
Post a Comment