Saturday, 13 September 2014

13 September 2014 - Bersyukur itu Berbahagia


Amsal 16:20, “Siapa memperhatikan firman akan mendapat kebaikan, dan berbahagialah orang yang percaya kepada TUHAN.”
Siapakah yang dapat  membuat  kita  Bahagia yang Sesungguhnya?? Berbahagia itu PILIHAN / keputusan dalam hidup kita sendiri, orang lain belum pasti bisa membuat kita bahagia (orang tua / suami / istri / anak / siapapun), tidak berkewajiban untuk membahagiakan kita! Tetapi kita Berbahagia itu karena ada Ucapan Syukur senantiasa dalam hidup kita & berbahagia itu disebabkan kita adalah orang yang percaya kepada Tuhan. Amin!
Respon 1 :
“Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu” (1 Tes 5:18). Disaat yang susah cobalah untuk menemukan sesuatu yang bisa disyukuri maka kesusahan itu akan kalah dengan rasa syukur kita. Berpikir positif akan membuat kita menemu-kan sesuatu untuk disyukuri. Bersyukur jauh lebih baik dibanding bersungut-sungut. Happy weekend...
Respon 2 :
SAAT TEDUH. Sabtu, 13 September 2014. ORANG KEDUA. “Setelah itu, pergilah Barnabas ke Tarsus untuk mencari Saulus; dan setelah bertemu dengan dia, ia membawa-nya ke Antiokhia.” (Kisah Rasul 11:25) Tidak banyak orang siap menjadi nomor dua, apa lagi jika ia telah lama menjadi orang nomor satu. Realitas ini juga berlaku dalam dunia pelayanan. Barnabas termasuk salah satu orang yang memiliki kesiapan itu. Orang-orang percaya, termasuk para rasul, meragu-kan pertobatan Saulus dan menolaknya karena takut. Barnabaslah yang bersedia menerima-nya dan meyakinkan para rasul. Karena terancam, Saulus akhirnya kembali ke Tarsus, desa asalnya (Kis. 9:26-30). Beberapa tahun kemudian, orang-orang percaya tersebar karena penganiayaan. Namun, terjadi pula partum-buhan di banyak tempat, salah satunya di Antiokhia. Jemaat Yerusalem mengutus Barnabas      untuk     mengunjungi     mereka. Menyaksikan jemaat Antiokhia, Barnabas bersukacita. Ia sadar mereka memerlukan pembimbing. Dan ia tahu, Saulus orang yang tepat untuk menjalankan tugas itu. Ia mencari Saulus dan mengajaknya melayani bersama di Antiokhia. Kemudian, Saulus (nantinya menjadi Paulus) semakin menonjol dan berpengaruh dalam pelayanan. Bahkan, mereka sering disebut “Paulus dan kawan-kawannya” saja. Peran Barnabas seolah tidak terlihat lagi, namun ia tetap melayani dengan setia. Ketika orang yang kita bimbing menjadi lebih menonjol dalam pelayanan atau di bidang lain, bersediakah kita berbesar hati mendukungnya? Atau, kita tergoda untuk menyingkir karena sakit hati dan bahkan merongrongnya? Kita perlu meneladani Barnabas yang rela menjadi tak terlihat, asalkan pelayanan terus maju demi kemuliaan Allah. DI ATAS PANGGUNG ATAU DI BALIK LAYAR, HENDAKNYA KITA TETAP   BERPERAN   DENGAN EFEKTIF UNTUK MEMAJUKAN PELAYANAN BERSAMA. Selamat Pagi. Happy Weeekend. Tuhan Yesus memberkati.
Respon 3 :
Syalom. Amin... “Peliharalah aku seperti biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu” (Mazmur 17:8). Terima kasih Ibu Siu, selamat siang, TUHAN memberkati.
Respon 4 :
Cinta kepada Tuhan terbukti dari cinta manu-sia terhadap sesama (1 Yohanes 4:20-21) - Rev. John Hartman.

JESUS BLESS




No comments:

Post a Comment