Matius
5:48, “Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di
soranga adalah sempurna.”
Sudahkah kita sebagai anak-anak Tuhan bersedia diubahkan?
Apakah kita masih membiarkan potensi diri kita terpendam? Tidak menggunakan
potensi yang ada didalam diri kita adalah kejahatan di hadapan Tuhan.
Oleh sebab itu mari kita gali dan maksimalkan potensi diri kita lebih lagi
hanya untuk kemuliaanNya, DIA mau kita maksimal / sempurna sama seperti DIA
sempurna / maksimal. Amin J
Respon 1 :
SAAT TEDUH. Rabu, 10
September 2014. BELAJAR BERJALAN. Akulah yang mengajar Efraim
berjalan dan mengangkat mereka di tangan-Ku (Hosea 11:3). Saya mengenang
hari-hari yang telah lama berlalu, yaitu ketika anak-anak kami sedang belajar
berjalan. Mula-mula mereka menunjukkan bahwa mereka sudah siap untuk belajar
berjalan dengan berdiri dan dengan ragu-ragu menapakkan satu atau dua langkah.
Saya dan istri saya lalu mengulurkan tangan dan menyemangati mereka agar
berjalan ke arah kami. Kami memegang tangan mereka atau tali pada pakaian terusan
mereka. Kami memberikan pujian terhadap setiap upaya dan menyemangati setiap
usaha. Kami tidak pernah berkecil hati, atau menyerah sampai mereka berhasil.
Demikian juga yang diper-buat oleh Bapa surgawi kita: Dia “mengajar [Israel]
berjalan” (Hosea 11:3). Dia mengang-kat anak-anak-Nya “di tangan-Ku” serta “me-narik
mereka dengan tali kesetiaan, dengan ikatan kasih” (ay.3, 4). Bapa surgawi kita
berdiri di hadapan kita dengan
tangan yang
terbuka, mendorong kita untuk melangkah menuju kesucian, dan
akan segera memegang kita ketika kita terantuk. Dia akan membangkitkan ketika
kita jatuh. Dia tidak pernah berkecil hati maupun menyerah melihat kemajuan
kita. Semakin sulit proses yang kita hadapi, maka semakin besar perhatian dan
kebaikan yang dicurahkan-Nya. Georange MacDonald pernah mengatakan demikian,
“Allah akan membantu ketika kita tidak dapat berjalan, dan Dia juga akan
membantu pada saat kita sulit untuk berjalan. Akan tetapi, Dia tidak dapat
membantu apabila kita tidak mau berjalan.” Walaupun Anda jatuh, Anda harus
mencoba lagi. Bapa akan memegang tangan Anda. KITA TIDAK DAPAT BERLARI DALAM
PERLOMBAAN KRISTIANI SEBELUM KITA BELAJAR BERJALAN. Selamat Pagi... Tuhan
Yesus memberkati.
Respon 2 :
Sekalipun harus melalui jalan yang tidak mudah, sulit dan
menyakitkan. Tuhan Yesus berkata: “Jangan gelisah hatimu; percayalah kepada
Allah, percayalah juga kepada-Ku.” (Yohanes 14:1)
Respon 3 :
Mazmur 121:3, TUHAN takkan membiarkan kakimu goyah,
Penjagamu tidak akan terlelap! Woow Luarr Biasaa... DIA membuat kita KUAT...
Kuat jasmani terlebih rohani! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.
Maksimalkan potensi diri,
ini Judul renungan kita pagi ini. Kadang aku melihat kata-kata potensi itu
adalah sesuatu yang luar biasa yang ada di dalam diri seseorang, kalau cuma
seperti aku, ibu rumah tangga... Apa potensiku? Cuma bisa ngurus anak, nyapu,
ngepel, masak, bersihkan WC. Nggak ada
sesuatu yang
istimewa, nggak ada sesuatu yang bisa dibanggakan. Beda dengan orang-orang yang
kerja di kantor, punya bisnis kalau bisa menghasilkan sesuatu yang besar itu
baru membanggakan. Tapi ternyata itu salah. Kalau aku sebagai ibu rumah tangga,
nggak bekerja sebaik mungkin ya pasti rumah jadi berantakan, rumah jadi nggak
nyaman, bisa mengurus rumah tangga ternyata itu juga suatu potensi yang harus
terus dikembangkan supaya keluarga merasa nyaman ada di rumah, sehat dengan
masakan rumah, rapi dan bersih. Ya itu juga salah satu potensi atau talenta
dari Tuhan yang harus aku kembang-kan terus. Melayani keluarga menjadi keluar-ga
yang berkenan di hadapan Tuhan. Apapun potensi kita jadikan itu suatu
kebanggaan yang terus dikembangkan dengan maksimal untuk kemuliaan nama Tuhan.
No comments:
Post a Comment