Ditengah
kekuatirannya datanglah seorang abdi Allah yang awalnya meminta air, namun
kemudian meminta sesuatu yang sangat berharga bagi keluarganya saat itu.
Akankah diberikannya apa yang diminta sang
abdi Allah itu?? Padahal bahan makanan yang dimilikinya saat
ini merupakan sisa terakhir untuk menyambung hidup. Namun kita tahu, akhirnya
si ibu memutuskan untuk merespon dengan Luar Biasa, KERELAANnya untuk
mempercayai perkataan abdi Allah itu membawanya untuk memahami arti kehidupan
yang sebenarnya! Ketika ia BERANI me-ngambil langkah IMAN dengan memberikan
persediaan bahan makanan terakhirnya, ternyata tepung dan minyak dalam
buli-buli itu tidak berkurang sama sekali / TIDAK PERNAH HABIS sampai Tuhan
mencurah-kan hujan ke atas bumi. Ibu ini dan anaknya menerima & mengalami
kehidupan yang sesungguhnya! Masihkah kita ragu bahwa Allah yang menjadi
JAMINAN kelangsungan hidup kita?? Temukan orang-orang yang berkebutuhan
disekitar saudara & lakukan apa yang saudara mampu lakukan. Amin.
Respon 1 :
Berhimpunlah juga kepadanya setiap orang yang dalam
kesukaran, setiap orang yang dikejar-kejar tukang piutang, setiap orang yang
sakit hati, maka ia menjadi pemimpin mereka (1 Samuel 22:2). TERAPI ADULAM.
Sebagai orang yang telah diurapi Tuhan untuk menjadi raja, seharusnya Daud
hidup di istana yang menyediakan semua fasilitas terbaik. Sebaliknya, ia hidup
dalam ketakutan, ber-pindah dari satu gua ke gua lain. “Pandanglah ke kanan dan
lihatlah, tidak ada seorang pun yang menghiraukan aku,” jerit hatinya (Mazmur
142:5). Di tengah kesepian dan tekanan batin seperti itu yang dibutuhkan Daud
adalah penghiburan dan dorongan semangat. Namun, justru Tuhan menghadir-kan
kepadanya saudara dan keluarga, kemudian orang-orang yang penuh dengan masalah,
yang mengalami kesukaran, dikejar piutang, yang sakit hati, dan sebagainya.
Mungkin Daud berpikir,
“Mengapa Tuhan
mengirimkan orang-orang bermasalah ini, sedangkan hidupku
sendiri dalam masalah?” Tuhan tidak menginginkan Daud tumbuh menjadi orang yang
mengasihani diri sendiri. Sebaliknya, Tuhan mendidik Daud untuk lebih dulu
memberikan penghiburan dan semangat kepada orang lain. Dari situlah pertolongan
Tuhan bekerja. Ketika Daud menghibur mereka, penghiburan Tuhan mengalir
kepadanya. Ketika menghadapi sebuah masalah pelik, kita cenderung mengasihani
diri dan mencari perhatian dari orang lain. Seperti Daud, Tuhan menghendaki
agar kita menjadi orang yang aktif untuk memberikan penghiburan kepada orang
lain. Dari hal inilah Tuhan akan menghibur kita! Dalam menghibur orang lain kita
terhibur, dalam memberi dorongan semangat kita terdorong, dan dalam menolong
orang lain kita tertolong. TINGGALKAN SIKAP ME-NGASIHANI DIRI SENDIRIDAN MULAI-LAH
UNTUK MENGASIHI ORANG LAIN.
Selamat pagi... Jbu all.
Respon 2 :
Berkat Tuhan dalam keluarga: Dahulu aku muda, sekarang telah
menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat ORANG BENAR ditinggal-kan, atau anak
cucunya meminta-minta roti; tiap hari ia menaruh belas kasihan dan mem-beri
pinjaman, dan anak cucunya menjadi berkat. (Mazmur 37:25-26)
Respon 3 :
1 Raja Raja 17:8-16 bercerita tentang janda Sarfat yang
sangat miskin cuma punya makanan untuk jatah sehari, tapi ketika Nabi Elia
meminta makan, dia tidak egois dengan memikirkan diri sendiri dan percaya pada
apa yang dikatakan Nabi Elia bahwa persediaan makanannya tidak akan habis. Apa
yang terjadi setelah dia mau menjawab kebutuhan Nabi Elia? Mujizat terjadi dan
benar perse-diaan makanannya tidak pernah habis sampai masa kelaperan berakhir. Apakah kita peka melihat kebutuhan
orang-orang disekitar kita? Ketika kita tidak egois dan mau menolong, kita
tidak akan pernah kekurangan. Jangan takut untuk berbuat baik. Pesan Firman
Tuhan, jangan jemu-jemu berbuat baik. Meski perbuatan baik kita tidak disadari
oleh manusia tapi Tuhan memperhatikannya dan DIA sudah menyediakan berkat bagi
kita.
No comments:
Post a Comment