Wednesday, 3 September 2014

3 September 2014 - Menemukan Kebutuhan

(1 Raja Raja 17:8-16).



Ditengah kekuatirannya datanglah seorang abdi Allah yang awalnya meminta air, namun kemudian meminta sesuatu yang sangat berharga bagi keluarganya saat itu. Akankah diberikannya apa yang diminta sang abdi Allah itu?? Padahal bahan makanan yang dimilikinya saat ini merupakan sisa terakhir untuk menyambung hidup. Namun kita tahu, akhirnya si ibu memutuskan untuk merespon dengan Luar Biasa, KERELAANnya untuk mempercayai perkataan abdi Allah itu membawanya untuk memahami arti kehidupan yang sebenarnya! Ketika ia BERANI me-ngambil langkah IMAN dengan memberikan persediaan bahan makanan terakhirnya, ternyata tepung dan minyak dalam buli-buli itu tidak berkurang sama sekali / TIDAK PERNAH HABIS sampai Tuhan mencurah-kan hujan ke atas bumi. Ibu ini dan anaknya menerima & mengalami kehidupan yang sesungguhnya! Masihkah kita ragu bahwa Allah yang menjadi JAMINAN kelangsungan hidup kita?? Temukan orang-orang yang berkebutuhan disekitar saudara & lakukan apa yang saudara mampu lakukan. Amin.

Respon 1 :
Berhimpunlah juga kepadanya setiap orang yang dalam kesukaran, setiap orang yang dikejar-kejar tukang piutang, setiap orang yang sakit hati, maka ia menjadi pemimpin mereka (1 Samuel 22:2). TERAPI ADULAM. Sebagai orang yang telah diurapi Tuhan untuk menjadi raja, seharusnya Daud hidup di istana yang menyediakan semua fasilitas terbaik. Sebaliknya, ia hidup dalam ketakutan, ber-pindah dari satu gua ke gua lain. “Pandanglah ke kanan dan lihatlah, tidak ada seorang pun yang menghiraukan aku,” jerit hatinya (Mazmur 142:5). Di tengah kesepian dan tekanan batin seperti itu yang dibutuhkan Daud adalah penghiburan dan dorongan semangat. Namun, justru Tuhan menghadir-kan kepadanya saudara dan keluarga, kemudian orang-orang yang penuh dengan masalah, yang mengalami kesukaran, dikejar piutang, yang sakit hati, dan sebagainya. Mungkin   Daud   berpikir,  “Mengapa  Tuhan mengirimkan orang-orang bermasalah ini, sedangkan hidupku sendiri dalam masalah?” Tuhan tidak menginginkan Daud tumbuh menjadi orang yang mengasihani diri sendiri. Sebaliknya, Tuhan mendidik Daud untuk lebih dulu memberikan penghiburan dan semangat kepada orang lain. Dari situlah pertolongan Tuhan bekerja. Ketika Daud menghibur mereka, penghiburan Tuhan mengalir kepadanya. Ketika menghadapi sebuah masalah pelik, kita cenderung mengasihani diri dan mencari perhatian dari orang lain. Seperti Daud, Tuhan menghendaki agar kita menjadi orang yang aktif untuk memberikan penghiburan kepada orang lain. Dari hal inilah Tuhan akan menghibur kita! Dalam menghibur orang lain kita terhibur, dalam memberi dorongan semangat kita terdorong, dan dalam menolong orang lain kita tertolong. TINGGALKAN SIKAP ME-NGASIHANI DIRI SENDIRIDAN MULAI-LAH  UNTUK MENGASIHI ORANG LAIN.
Selamat pagi... Jbu all.
Respon 2 :
Berkat Tuhan dalam keluarga: Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat ORANG BENAR ditinggal-kan, atau anak cucunya meminta-minta roti; tiap hari ia menaruh belas kasihan dan mem-beri pinjaman, dan anak cucunya menjadi berkat. (Mazmur 37:25-26)
Respon 3 :
1 Raja Raja 17:8-16 bercerita tentang janda Sarfat yang sangat miskin cuma punya makanan untuk jatah sehari, tapi ketika Nabi Elia meminta makan, dia tidak egois dengan memikirkan diri sendiri dan percaya pada apa yang dikatakan Nabi Elia bahwa persediaan makanannya tidak akan habis. Apa yang terjadi setelah dia mau menjawab kebutuhan Nabi Elia? Mujizat terjadi dan benar perse-diaan makanannya tidak pernah habis sampai masa kelaperan berakhir. Apakah kita peka melihat kebutuhan orang-orang disekitar kita? Ketika kita tidak egois dan mau menolong, kita tidak akan pernah kekurangan. Jangan takut untuk berbuat baik. Pesan Firman Tuhan, jangan jemu-jemu berbuat baik. Meski perbuatan baik kita tidak disadari oleh manusia tapi Tuhan memperhatikannya dan DIA sudah menyediakan berkat bagi kita.

JESUS BLESS

 

No comments:

Post a Comment