Monday, 29 September 2014

29 September 2014 - CUKUP = BERSYUKUR

Filipi 4:11, “Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan.”
Apakah saat ini kita sedang terbelenggu dengan keadaan yang sulit?? Hanya DIA yang sanggup memberikan kecukupan kepada kita J. Kepuasan kekal hanya dapat ditemukan bersama DIA, karena dihadapanNya “ADA sukacita berlimpah-limpah ditangan kananNya ADA nikmat senantiasa” (Maz 19:11). Amin.
Respon 1 :
SAAT  TEDUH.  Senin,  29 September 2014 Indahnya Suatu Kepercayaan. “Aku bersukacita, sebab aku dapat mempercayai kamu dalam segala hal” (2 Korintus 7:16). Suatu siang, saya menemani isteri melihat perhiasan emas di sebuah toko emas di Dubai. Toko itu sedang ramai pengunjung. Setelah menyerah-kan sejumlah kalung emas, pramuniaga toko itu meninggalkan kami melihatlihat produk itu untuk melayani pengunjung yang lain. Saya berbisik kepada isteri saya, “Hebat sekali toko ini. Mereka begitu percaya kepada calon pembelinya. Kok tidak takut emasnya kita bawa lari ya?” Untuk menghadapi masalah dalam jemaat di Korintus yang kian memburuk, Paulus menulis surat kepada mereka dan mengirimkannya melalui Titus. Ia bersukacita karena Titus membawa kabar baik tentang mereka (ay. 6-7). Mereka bukan saja melayani Titus dengan baik, namun juga menaati isi surat Paulus, yang membuat mereka berdukacita, dan kemudian memperlihatkan pertobatan hidup (ay. 8-9). Respons itu menunjukkan bahwa mereka adalah jemaat yang dapat dipercaya (ay. 16). Kita merasakan kehangatan yang mengalir di dada saat kita dipercaya oleh orang lain. Kalau kepercayaan toko emas pada pengunjungnya saja membuat saya kagum, apalagi jika yang memberikan kepercayaan kepada kita Tuhan sendiri. Jemaat Korintus menunjukkan, jika kita menanggapi kepercayaan itu dengan tepat, kita akan mengalami terobosan hidup dan pertumbuhan rohani yang bermakna. Jika kita bisa dipercaya dalam hal-hal yang sederhana, kita akan diberi kepercayaan dalam hal-hal yang lebih besar lagi. Jadi, jangan sia-siakan, jangan salah gunakan, kepercayaan sekecil apa pun yang diberikan kepada kita. UNTUK MELIHAT APAKAH ANDA BISA MEMPERCAYAI ORANG LAIN, BERI-LAH KEPERCAYAAN KEPADA MERE-KA.—Ernest Hemingway. Selamat Pagi! Tuhan Yesus memberkati.
Respon 2 :
Fil 4:19, “ALLAHku yang memenuhi segala kebutuhanku dengan segala kekayaan dan kemuliaanNya dalam Kristus Yesus.” Pagi Siu. Thank you...
Respon 3 :
“Dengan lidah kita memuji TUHAN, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah” (Yak 3:9). Mari pakai lidah dan setiap perkataan kita untuk membangun sesama dan memuji TUHAN dari pada dipakai untuk mengutuki orang lain. Bijaklah dengan perkataanmu.
Respon 4 :
“Koki duit”. Koki tugasnya mengelola bahan makanan menjadi masakan yang lezat. Dalam hal keuanganpun kita harus bisa jadi “koki” yang mampu menjadikan uang jadi sesuatu yang indah dan harmonis sehingga enak untuk dinikmati.  Uang  adalah bahan utama, bagaimana supaya uang bisa menjadi “hidangan” yang nikmat? 1. Saving money, berapapun penghasilan kita harus ada yang disisihkan. Bukan dari banyaknya uang, tapi bagaimana mencukupkannya. 2. Skala prioritas. Sesuai porsi. 3. Kebutuhan bukan keinginan. Apakah kita nggak boleh punya keinginan? BOLEH... Tapi setelah seluruh kebutuhan tercukupi. 4. Bersyukur buat semua yang sudah kita dapat dan punyai. Mengelola uang memang tidak gampang, apalagi kalau yang dikelola pas dengan yang dibutuhkan. Tapi berdoalah selalu untuk minta hikmat dari Tuhan, dan percaya Tuhan adalah Jehova Jireh, Allah yang mencukupkan. Selamat belajar menjadi “koki duit” yang handal.


Respon 5 :
Maz 66:20, “Terpujiilah ALLAH yang tidak menolak doaku & tidak menjauhkan kasih setia-NYA dari padaku!” Terima kasih YESUSku...    Doaku    dijawab...   ENGKAU sangat baik! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.
Respon 6 :
Kebenaran di dalam hati membuahkan kecantikan di dalam watak (Amsal 31:30) - Rev. John Hartman.



JESUS BLESS


No comments:

Post a Comment