Kejadian
1:28, “Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: (a)
Beranakcuculah dan bertambah banyak; (b) penuhilah bumi dan (c)
taklukkanlah itu, (d) berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan
burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.”
Sejak awal Tuhan mendesain kita untuk bekerja (mengusahakan
& mengerjakan) semua fasilitas yang Tuhan ciptakan. Sudahkah kita bekerja
dengan smart? Bekerjalah dengan smart, tekun & jujur.
Percayalah berkat Tuhanlah yang menjadikan kita berlimpah, amin.
Respon 1 :
Selasa, 2 September 2014. Bacaan: Keluaran 4:10-17. Setahun:
Yehezkiel 5-9. Nats: Siapakah yang membuat lidah manusia, siapakah yang membuat
orang bisu atau tuli, membuat orang melihat atau buta, bukankah Aku, yakni
TUHAN? (Keluaran 4:11). TUHAN YANG MENCIPTA. Tuhan mencip-takan manusia menurut
gambar dan peta Allah, supaya manusia dapat menguasai dan memelihara bumi dan
segala isinya. Dia memperlengkapi manusia dengan jutaan kemampuan yang berbeda
satu dari yang lain. Banyak hal yang saya syukuri dalam hidup ini karena
karunia-Nya yang tak terhitung itu, tetapi pada waktu muda saya merasa minder
dan tidak berani berbicara di muka umum. Mengapa? Saya dilahirkan dengan cacat
bawaan, yaitu gagap dalam bicara. Begitu pula dengan Musa, yang dipilih,
dipanggil, dan diutus Tuhan untuk berbicara kepada Firaun dan bangsa Israel. Ia
merasa tak berdaya (ay. 10). Ia tahu dirinya tak pandai bicara, berat mulut dan berat lidah.
Dengan tegas Tuhan berkata bahwa Dialah Allah yang menjadikan lidah dan segala
sesuatunya. Musa tetap tidak berani maju. Tuhan pun memilih Harun, abang Musa,
supaya menjadi juru bicara Musa (ay. 14). “Engkau harus berbicara kepadanya dan
menaruh perkataan itu pada mulutnya. Aku akan menyertai lidahmu dan lidahnya”
(ay. 15). Tak ada seorang pun yang sempurna di muka bumi ini. Setiap orang
memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Namun, Tuhan dapat
menyelesaikan rencana-Nya melalui ketidaksempurnaan kita. Seharusnya Musa tidak
perlu merasa minder dan tak berdaya. Tuhan pasti akan memperlengkapinya agar
mampu menggenapi rencana-Nya tersebut. Dia yang telah menciptakan segala
sesuatu pasti akan memperlengkapi kita jika kita mau mempersembahkan diri untuk
dipakai oleh-Nya.
--Debora Tioso. SEMUA HANYA ANUGERAH-NYA DIBERIKAN-NYA
PADA KITA; SEMUA ANUGERAH-NYA BAGI KITA BILA KITA DIPAKAI-NYA.
Respon 2 :
Wah 3:7. Apabila TUHAN membuka, tidak ada yang dapat
menutup. Apabila TUHAN menutup, tidak ada yang dapat membuka! TUHAN pemegang
kunci hidup kita... Ayoo hidup BENAR! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.
Respon 3 :
Lalu kata Amazia kepada abdi Allah itu: 'Bagaimana dengan
seratus talenta yang telah kuberikan kepada pasukan-pasukan Israel itu?' Jawab
abdi Allah itu: 'TUHAN dapat memberikan lebih dari pada itu kepadamu!' (2
Tawarikh 25:9) Tuhan sanggup mengembali-kan bahkan lebih kepadamu....
Respon 4 :
Kejadian 1:28, “Allah memberkati mereka, lalu Allah
berfirman kepada mereka: 'Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi
dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di
udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.'” Sejak awal Tuhan sudah
ngajari kita untuk bekerja. Jadi manusia diciptakan bukan hanya untuk menikmati
ciptaan Tuhan tapi mengelolanya. Jadi kerja itu adalah hal rohani, yang
menjadikan kerja itu hal duniawi adalah kalau kita bekerja bukan dengan hikmat
dari Tuhan, menghalal-kan segala cara untuk mendapatkan uang. Jadi, bekerjalah
dengan hikmat Tuhan supaya lewat pekerjaan kita itu Tuhan berkenan dan berkat
tercurah. Bekerjalah seperti untuk Tuhan. Good morning... Jesus bless you.
Respon 5 :
SAAT TEDUH. Selasa,
2 September 2014.
PILIH
MANA??? “Sebab di dalam batinku aku suka akan hukum Allah” (Roma 7:22). Manusia
selama hidup selalu diperhadapkan pada pilihan. Sejak bangun tidur pada pagi
hari sudah harus memilih akan bangun atau melanjutkan tidur, lalu apakah
langsung sarapan atau mandi dulu, dan seterusnya. Kadang pilihan yang ada lebih
dari dua sehingga kita bingung. Ada teori yang mengatakan bahwa ukuran terbaik
untuk memilih adalah apa yang perlu, pantas, berguna, benar, dan tepat. Di luar
itu, tak usah dipilih. Rasul Paulus menyadari hal di atas ketika ia bergumul
dengan dirinya sendiri. Seakan-akan ada dua kekuatan yang mencoba saling
memberi pengaruh terhadap dirinya (ay.22-23). Yang satu adalah kesukaan dalam
batin untuk melakukan hukum-hukum Allah, lainnya adalah kekuatan daging yang
membuatnya menjadi tawanan hukum dosa. Tetapi kebingungan Paulus tidak berlangsung
lama. Ia juga menyadari
dan mengakui ada satu kekuatan lain yang justru sanggup melepaskannya, yaitu
kasih Tuhan Yesus Kristus (ay. 25). Bila kita juga harus menghadapi pilihan
yang pelik, ingatlah pergumulan Rasul Paulus ini. Tetaplah bersandar pada
kekuatan kasih Tuhan Yesus Kristus yang memampukan kita memilih apa yang benar,
mulia, adil, suci, manis, sedap didengar, yang disebut kebajikan dan patut
dipuji (Filipi 4:8-9). Pilihan yang tepat akan mempermuliakan nama Tuhan Yesus
Kristus. SAAT BINGUNG MEMILIH, PILIHLAH YANG SESUAI DENGAN KASIH ALLAH.
Pagiiiii... Tuhan Yesus memberkati.

No comments:
Post a Comment