Tuesday, 2 September 2014

2 September 2014 - To Be a Billionaire : (mengusahakan & mengerjakan) -

Kejadian 1:28, “Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: (a) Beranakcuculah dan bertambah banyak; (b) penuhilah bumi dan (c) taklukkanlah itu, (d) berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.”


Sejak awal Tuhan mendesain kita untuk bekerja (mengusahakan & mengerjakan) semua fasilitas yang Tuhan ciptakan. Sudahkah kita bekerja dengan smart? Bekerjalah dengan smart, tekun & jujur. Percayalah berkat Tuhanlah yang menjadikan kita berlimpah, amin.

Respon 1 :
Selasa, 2 September 2014. Bacaan: Keluaran 4:10-17. Setahun: Yehezkiel 5-9. Nats: Siapakah yang membuat lidah manusia, siapakah yang membuat orang bisu atau tuli, membuat orang melihat atau buta, bukankah Aku, yakni TUHAN? (Keluaran 4:11). TUHAN YANG MENCIPTA. Tuhan mencip-takan manusia menurut gambar dan peta Allah, supaya manusia dapat menguasai dan memelihara bumi dan segala isinya. Dia memperlengkapi manusia dengan jutaan kemampuan yang berbeda satu dari yang lain. Banyak hal yang saya syukuri dalam hidup ini karena karunia-Nya yang tak terhitung itu, tetapi pada waktu muda saya merasa minder dan tidak berani berbicara di muka umum. Mengapa? Saya dilahirkan dengan cacat bawaan, yaitu gagap dalam bicara. Begitu pula dengan Musa, yang dipilih, dipanggil, dan diutus Tuhan untuk berbicara kepada Firaun dan bangsa Israel. Ia merasa tak berdaya (ay. 10). Ia tahu dirinya tak pandai bicara, berat mulut dan berat lidah.
Dengan tegas Tuhan berkata bahwa Dialah Allah yang menjadikan lidah dan segala sesuatunya. Musa tetap tidak berani maju. Tuhan pun memilih Harun, abang Musa, supaya menjadi juru bicara Musa (ay. 14). “Engkau harus berbicara kepadanya dan menaruh perkataan itu pada mulutnya. Aku akan menyertai lidahmu dan lidahnya” (ay. 15). Tak ada seorang pun yang sempurna di muka bumi ini. Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Namun, Tuhan dapat menyelesaikan rencana-Nya melalui ketidaksempurnaan kita. Seharusnya Musa tidak perlu merasa minder dan tak berdaya. Tuhan pasti akan memperlengkapinya agar mampu menggenapi rencana-Nya tersebut. Dia yang telah menciptakan segala sesuatu pasti akan memperlengkapi kita jika kita mau mempersembahkan  diri  untuk  dipakai  oleh-Nya.
 --Debora Tioso. SEMUA HANYA ANUGERAH-NYA DIBERIKAN-NYA PADA KITA; SEMUA ANUGERAH-NYA BAGI KITA BILA KITA DIPAKAI-NYA.
Respon 2 :
Wah 3:7. Apabila TUHAN membuka, tidak ada yang dapat menutup. Apabila TUHAN menutup, tidak ada yang dapat membuka! TUHAN pemegang kunci hidup kita... Ayoo hidup BENAR! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.
Respon 3 :
Lalu kata Amazia kepada abdi Allah itu: 'Bagaimana dengan seratus talenta yang telah kuberikan kepada pasukan-pasukan Israel itu?' Jawab abdi Allah itu: 'TUHAN dapat memberikan lebih dari pada itu kepadamu!' (2 Tawarikh 25:9) Tuhan sanggup mengembali-kan bahkan lebih kepadamu....

Respon 4 :
Kejadian 1:28, “Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: 'Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.'” Sejak awal Tuhan sudah ngajari kita untuk bekerja. Jadi manusia diciptakan bukan hanya untuk menikmati ciptaan Tuhan tapi mengelolanya. Jadi kerja itu adalah hal rohani, yang menjadikan kerja itu hal duniawi adalah kalau kita bekerja bukan dengan hikmat dari Tuhan, menghalal-kan segala cara untuk mendapatkan uang. Jadi, bekerjalah dengan hikmat Tuhan supaya lewat pekerjaan kita itu Tuhan berkenan dan berkat tercurah. Bekerjalah seperti untuk Tuhan. Good morning... Jesus bless you.

Respon 5 :

SAAT  TEDUH.  Selasa,  2  September 2014.
PILIH MANA??? “Sebab di dalam batinku aku suka akan hukum Allah” (Roma 7:22). Manusia selama hidup selalu diperhadapkan pada pilihan. Sejak bangun tidur pada pagi hari sudah harus memilih akan bangun atau melanjutkan tidur, lalu apakah langsung sarapan atau mandi dulu, dan seterusnya. Kadang pilihan yang ada lebih dari dua sehingga kita bingung. Ada teori yang mengatakan bahwa ukuran terbaik untuk memilih adalah apa yang perlu, pantas, berguna, benar, dan tepat. Di luar itu, tak usah dipilih. Rasul Paulus menyadari hal di atas ketika ia bergumul dengan dirinya sendiri. Seakan-akan ada dua kekuatan yang mencoba saling memberi pengaruh terhadap dirinya (ay.22-23). Yang satu adalah kesukaan dalam batin untuk melakukan hukum-hukum Allah, lainnya adalah kekuatan daging yang membuatnya menjadi tawanan hukum dosa. Tetapi kebingungan Paulus tidak berlangsung lama.  Ia  juga  menyadari  dan  mengakui ada satu kekuatan lain yang justru sanggup melepaskannya, yaitu kasih Tuhan Yesus Kristus (ay. 25). Bila kita juga harus menghadapi pilihan yang pelik, ingatlah pergumulan Rasul Paulus ini. Tetaplah bersandar pada kekuatan kasih Tuhan Yesus Kristus yang memampukan kita memilih apa yang benar, mulia, adil, suci, manis, sedap didengar, yang disebut kebajikan dan patut dipuji (Filipi 4:8-9). Pilihan yang tepat akan mempermuliakan nama Tuhan Yesus Kristus. SAAT BINGUNG MEMILIH, PILIHLAH YANG SESUAI DENGAN KASIH ALLAH. Pagiiiii... Tuhan Yesus memberkati.


 JESUS BLESS

No comments:

Post a Comment