1
Tim 6:6-8, “Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan
besar. Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kitapun tidak
dapat membawa apa-apa ke luar. Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah.”
Sudahkah kita bersyukur dengan semua yang sudah
Tuhan berikan dalam hidup ini? Apakah kita sudah belajar mencukupkan diri dalam
segala keadaan?? Mari belajar mensyukuri apa yang sudah Tuhan berikan dalam
setiap kehidupan kita masing-masing!
Respon 1 :
Syalom. Amin... “Aku memuji TUHAN, yang telah memberi
nasihat kepadaku, ya, pada waktu malam hati nuraniku mengajari aku.” (Mazmur
16:7). Terima kasih Ibu Siu, selamat beraktivitas. TUHAN memberkati.
Respon 2 :
God allows tests to let us succeed, not fail. God never
shuts one door without opening another. (Tuhan membiarkan ujian untuk membuat
kita berhasil, bukan gagal. Tuhan tidak pernah menutup satu pintu tanpa membuka
yang lainnya). 1 Korintus 10:13, 'Pencobaan pencobaan yang kamu alami ialah
pencobaan pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan
manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai
melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan
keluar, sehingga kamu dapat menanggungnya.' Ukuran 'ujian' dalam pergumulan,
tantangan, kesulitan hidup kita adalah besarnya ukuran keyakinan Tuhan atas
kemampuan kita menaklukkannya. Itulah sebabnya Tuhan tidak pernah memberikan
seorang 'kurcaci' tetapi seorang 'raksasa' kepada Daud untuk menjadi 'musuhnya'.
Jadi bangkitlah dan berdiri teguh, Ingatlah ukuran 'musuh' yang kita taklukkan
hari ini menjadi ukuran dari masa depan kita, mengucap syukurlah kepadaNya,
karena semakin besar ujiannya, semakin besar berkat yang akan kita terima. GBU.
Respon 3 :
1 Raja-Raja 21, cerita tentang Raja Ahab yang serakah. Serakah membuat orang tidak pernah puas dengan
pencapaiannya. Dan itu membuat dia menghalalkan segala cara yang menjerumuskan
dalam dosa. Rasa cukup membuat kita bisa bersyukur buat apa yang kita miliki
saat ini. Meski saat ini nggak ada yang rasanya bisa kita syukuri... Tetaplah
bersyukur karena 'hidup itu lebih penting daripada makanan dan Tubuh itu lebih
penting dari pada pakaian' bukankah kita sudah mempunyai hidup? Bukankah kita
sudah mempunyai tubuh? Bersyukurlah untuk hal-hal itu. Serakah membuat kita
jatuh dalam dosa.
Respon 4 :
SAAT TEDUH. Rabu, 24
September 2014. Mengenal ALLAH. “Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN
itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!” (Mazmur 34:9). Rasanya
bukanlah hal sulit untuk berkata: “Saya mengenal Allah!” Namun, pengenalan itu perlu diuji. Mengenal Allah bu-kan hanya suatu
pernyataan yang berdasarkan akal budi. Kita mengenal Allah dengan proses
kira-kira seperti mengenal seseorang sebagai sahabat kita. Dalam buku Knowing
God, J.I. Parker menjelaskan, mengenal Allah adalah soal keterlibatan
pribadi, keterlibatan pikiran, kehendak, dan perasaan. Jika hubungan kita tidak
memenuhi unsur-unsur ini, hubungan itu bukanlah hubungan yang benar-benar
pribadi. Seperti ketika kita ingin mengenal seseorang, kita perlu terus-menerus
menyediakan waktu baginya dan bagi kepentingannya serta siap untuk turut
merasakan bebannya. Jika kita mengenal Allah, “Kecaplah dan lihatlah, betapa
baiknya Tuhan itu!” menjadi hal yang tidak terpisah-kan dari hidup kita. Apa
sebenarnya arti me-ngecap? Mengecap berarti 'mencoba' sesuap dari suatu
hidangan dengan maksud mencicipi citarasanya. Seorang juru masak tentu
me-nganggap masakannya lezat, sedangkan orang lain perlu mengecap atau mencicipinya, baru kemudian
memberikan penilaian akan kelezatan masakan itu. Allah adalah sahabat kita.
Dengan sahabat, kita berbagi cara berpikir dan minat. Karena itu, untuk dapat
mengenal, mengecap, dan melihat kebaikan Allah, tentu saja kita perlu
meluangkan lebih banyak waktu untuk bersekutu dalam firman dan dalam doa
pribadi kita. Semakin sering kita bersekutu dengan-Nya, semakin banyak kita
mengecap kebaikan-Nya, mengenal pribadi-Nya yang mengasihi kita. SEMAKIN KITA
MENGENAL ALLAH, SEMAKIN MAMPU KITA MENGECAP SEGALA KEBAIKAN-NYA. Selamat Pagi.
Tuhan Yesus memberkati.
Respon 5 :
Bila langkah kita tidak dijaga sesuai dengan firman Tuhan,
cepat atau lambat kita akan takluk kepada penggoda (Mazmur 119:9) - Rev. John
Hartman.
No comments:
Post a Comment