Filipi
4:11, “Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar
mencukupkan diri dalam segala keadaan.”
Dalam
terjemahan NIV: aku telah belajar untuk merasa puas.
Rahasia kepuasan HATI adalah menyadari bahwa dalam keadaan sekarang ini Allah
telah memberikan segala sesuatu yang kita perlukan untuk tetap berkemenangan di
dalam Kristus. Amin! Sudahkah kita merasa Puas dengan semua Kebutuhan Pokok
yang sudah Tuhan cukupkan?? Cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada
padamu (Ibrani 13:5a).
Respon 1 :
“Sesudah menyanyikan nyanyian pujian, pergilah Yesus dan
murid-muridNya ke bukit Zaitun” (Matius 26:30). Yesus dan muridNya menyanyikan
pujian sebelum mereka melakukan aktivitas pekerjaan. Biarlah kitapun sebelum
beraktifitas, juga menyanyikan pujian kesukaan dan ucapan syukur bagi TUHAN
atas segala berkat dan kekuatan yang Dia telah sediakan bagi kita. Haleluya!
Respon 2 :
SAAT TEDUH. Selasa, 23 September 2014. Melihat yang Tak Terlihat.
'Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tidak kelihatan,
karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tidak kelihatan adalah
kekal.' (2 Korintus 4:18) Tuhan Yesus berkata, “Mata adalah pelita tubuh. Jika
matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu” (Matius 6:22). Dengan kata lain,
buatlah pilihan yang benar pada apa yang kita lihat. Tentu yang dimaksudkan
bukan hanya melihat objek yang kasat mata. Akan tetapi, juga visi yang ada di
dalam pikiran dan keyakinan kita. Yang justru tak terlihat secara jasmaniah,
namun diyakini kuat secara batiniah sehingga “tergambar” dalam benak dan hati.
Diyakini ada dan memberi dorongan dan arah pada langkah kita. Terutama di saat
hidup terasa berat dan kita sukar mengan-dalkan penglihatan jasmani. Kala itu
kita perlu melihat ke arah yang benar seperti yang
diutarakan oleh Paulus dalam kesaksiannya kepada jemaat
Korintus. Melihat yang tak terlihat. Melihat pada yang bersifat kekal. Di
dinding bekas tempat kamp konsentrasi tentara Nazi tergores tulisan berikut
ini: Aku percaya akan matahari, meski ia tak sedang bersinar. Aku percaya akan
kasih, meski di saat ia tak sedang diperagakan. Aku percaya akan Tuhan, meski
di kala Dia sedang tak berbicara. Mengharukan. Sekaligus menguatkan.
Menyingkapkan pergumulan iman yang sukar dan berat, namun teguh. Si penulis
melakukan pilihan yang berat, namun benar. Ia memilih untuk melihat yang tak
terlihat. Itulah iman. Bagaimana dengan Anda? Kala duka melanda, mata Anda sedang
memandang ke mana: lukamu atau Tuhanmu, Sang Penyembuh luka itu? IMAN MELAMPAUI
MATA JASMANI KITA, MENGARAHKAN PANDANGAN PADA YANG KEKAL. Selamat Pagi, Tuhan
Yesus memberkati.
Respon 3 :
Ams 23:17, “Janganlah hatimu iri kepada orang-orang yang
berdosa, tetapi takutlah akan TUHAN senantiasa!” Ngapain iri hati? Lebih baik
selalu berharap kepada TUHAN. Sebab hanya DIA yang bisa menolong &
memberkati kita! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA.
Respon 4 :
Orang Kristen yang hebat adalah orang yang makin mengecilkan
dirinya agar Tuhan makin besar di hidupnya (Yohanes 3:30) - Rev. John Hartman.
No comments:
Post a Comment