Tuesday, 23 September 2014

23 September 2014 - Rahasia Kepuasan HATI


Filipi 4:11, “Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan.”
Dalam terjemahan NIV: aku telah belajar untuk merasa puas. Rahasia kepuasan HATI adalah menyadari bahwa dalam keadaan sekarang ini Allah telah memberikan segala sesuatu yang kita perlukan untuk tetap berkemenangan di dalam Kristus. Amin! Sudahkah kita merasa Puas dengan semua Kebutuhan Pokok yang sudah Tuhan cukupkan?? Cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu (Ibrani 13:5a).
Respon 1 :
“Sesudah menyanyikan nyanyian pujian, pergilah Yesus dan murid-muridNya ke bukit Zaitun” (Matius 26:30). Yesus dan muridNya menyanyikan pujian sebelum mereka melakukan aktivitas pekerjaan. Biarlah kitapun sebelum beraktifitas, juga menyanyikan pujian kesukaan dan ucapan syukur bagi TUHAN atas segala berkat dan kekuatan yang Dia telah sediakan bagi kita. Haleluya!
Respon 2 :
SAAT TEDUH. Selasa, 23 September 2014. Melihat yang Tak Terlihat. 'Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tidak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tidak kelihatan adalah kekal.' (2 Korintus 4:18) Tuhan Yesus berkata, “Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu” (Matius 6:22). Dengan kata lain, buatlah pilihan yang benar pada apa yang kita lihat. Tentu yang dimaksudkan bukan hanya melihat objek yang kasat mata. Akan tetapi, juga visi yang ada di dalam pikiran dan keyakinan kita. Yang justru tak terlihat secara jasmaniah, namun diyakini kuat secara batiniah sehingga “tergambar” dalam benak dan hati. Diyakini ada dan memberi dorongan dan arah pada langkah kita. Terutama di saat hidup terasa berat dan kita sukar mengan-dalkan penglihatan jasmani. Kala itu kita perlu melihat ke arah yang benar seperti yang diutarakan oleh Paulus dalam kesaksiannya kepada jemaat Korintus. Melihat yang tak terlihat. Melihat pada yang bersifat kekal. Di dinding bekas tempat kamp konsentrasi tentara Nazi tergores tulisan berikut ini: Aku percaya akan matahari, meski ia tak sedang bersinar. Aku percaya akan kasih, meski di saat ia tak sedang diperagakan. Aku percaya akan Tuhan, meski di kala Dia sedang tak berbicara. Mengharukan. Sekaligus menguatkan. Menyingkapkan pergumulan iman yang sukar dan berat, namun teguh. Si penulis melakukan pilihan yang berat, namun benar. Ia memilih untuk melihat yang tak terlihat. Itulah iman. Bagaimana dengan Anda? Kala duka melanda, mata Anda sedang memandang ke mana: lukamu atau Tuhanmu, Sang Penyembuh luka itu? IMAN MELAMPAUI MATA JASMANI KITA, MENGARAHKAN PANDANGAN PADA YANG KEKAL. Selamat Pagi, Tuhan Yesus memberkati.
Respon 3 :
Ams 23:17, “Janganlah hatimu iri kepada orang-orang yang berdosa, tetapi takutlah akan TUHAN senantiasa!” Ngapain iri hati? Lebih baik selalu berharap kepada TUHAN. Sebab hanya DIA yang bisa menolong & memberkati kita! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA.
Respon 4 :
Orang Kristen yang hebat adalah orang yang makin mengecilkan dirinya agar Tuhan makin besar di hidupnya (Yohanes 3:30) - Rev. John Hartman.

JESUS BLESS


No comments:

Post a Comment